Perbedaan-adjustment-reclass-correction-dalam-journal-entry

Perbedaan-adjustment-reclass-correction-dalam-journal-entry

Jurnal Pembetulan (Correction Entry)

Jurnal Pembetulan adalah jurnal yang dignakan untuk membetulkan Jurnal yang terlanjur keliru dibuat, entah itu keliru angka atau keliru akun.

“Untuk melakukan koreksi (Pembetulan), mengapa perlu membuat Jurnal?” Mungkin ada yang berpikir demikian. Jawabannya, karena asumsinya:

  • Pertama, pencatatan transaksi dilakukan secara manual (di atas kertas/buku jurnal).
  • Kedua, penyoretan atau type-x tabu dalam akuntansi. Tabu karena disamping tampak tidak rapi juga menimbulkan keragu-raguan.


Misalnya
: Pada tanggal 10 Januari 2014 Nining menerima slip tunai pembayaran upah buruh. Untuk itu Nining membuat jurnal sebagai berikut:

[Debit]. Upah Buruh = Rp 25.070.000,

[Kredit]. Kas = Rp 25.070.000,

Pagi-pagi, keesokan harinya, ketika Nining tiba di kantor sudah menemukan memo kecil dari Kepala Akuntan, tertempel di atas mejanya dengan pesan, “Nining, kamu keliru memasukkan jurnal untuk pembayaran upah buruh, tolong buat koreksi.”

Selesai membaca “surat cinta” itu, Nining mencari slip pembayaran upah buruh yang dimaksud dan membandingkannya dengan jurnal yang dimasukkan ke buku. Pada slip pembayaran, Nining menemukan angka Rp 27.700.000,-. Namun pada jurnal yang Nining masukkan angkanya Rp 27.070.000,-. Jadi, ada KELIRU ANGKA, sehingga terjadi selisih Rp 630.000,- (= 27.700.000, – 27.070.000,).

Terhadap kekeliruan tersebut, Nining tidak mencoret atau men-type-x jurnal yang keliru, karena hal tersebut tabu dalam Akuntansi. Sebagai gantinya, Nining memasukkan JURNAL PEMBETULAN (correction entry), sebagai berikut:

[Debit]. Upah Buruh = Rp 630.000,

[Kredit]. Kas = Rp 630.000,

Setelah Jurnal Pembetulan dimasukkan maka total upah buruh yang diakui menjadi sesuai, yakni Rp 27.070.000, + Rp 630.000, = Rp 27.700.000, sesuai dengan angka yang tertera pada slip pembayaran upah buruh.

Begitu selesai memasukkan jurnal koreksi, Kepala Akuntan sudah berada di meja Nining, dan mengatakan bahwa Nining juga keliru memasukkan Pendapatan Bunga Jasa Giro dari bank. Oleh Nining, pendapatan bunga dari bank dimasukkan pada akun Pendapatan dengan jurnal:

[Debit]. Kas = Rp 750.000,

[Kredit]. Pendapatan = Rp 750.000,

Seharusnya, pendapatan bunga dari bank dipisahkan dari pendapatan utama (hasil penjualan) dan dimasukkan pada akun “Pendapatan Jasa Giro.” Artinya, telah terjadi kekeliruan akun. Oleh karena itu, Nining harus membuat JURNAL PEMBETULAN sebagai berikut:

[Debit]. Pendapatan = Rp 750.000,

[Kredit]. Pendapatan Bunga Jasa Giro = Rp 750.000,


CATATAN KHUSUS
: Pendapatan bunga pada rekening giro entitas di bank TIDAK DIGABUNG dengan Pendapatan utama dari hasil penjualan. Sebab pendapatan ini sudah dikenakan “pajak bersifat final” oleh pihak bank, sehingga tidak dikenakan pajak lagi pada PPh entitas. Oleh sebab itu, harus dipisahkan. Untuk pendapatan ini, biasanya entitas membuat akun khusus yang disebut “Pendapatan Bunga Jasa Giro.”

Kekeliruan akun juga disebut “keliru klasifikasi akun,” oleh sebab itu Jurnal Pembetulan atas kekeliruan akun sering disebut “jurnal reklasifikasi” (reclassification entry). Di tempat kerja, jika atasan mengatakan “tolong reclass” artinya Anda diminta untuk membuat Jurnal Pembetulan atas kekeliruan akun.

Pada jurnal reklasifikasi di atas, mengapa akun KAS tidak ikut di-reklasifikasi?” mungkin ada yang berpikir seperti itu.


Jawabannya
: Sebab, yang keliru klasifikasi hanya akun pendapatan saja, sedangkan akun kas-nya sudah benar, sehingga tidak perlu di-reklasifikasi lagi. Ini versi saat kita belajar di sekolah atau kampus. Dalam pekerjaan sesungguhnya, terutama jika menggunakan software akuntansi, prosedurnya sedikit berbeda (baca “Membuat Jurnal Pembetulan Dengan Software Akuntansi” setelah yang di bawah ini).

Baca Juga :   Materi berikut ini yang partikel terkecilnya atom adalah

Bagaimana jika kekeliruan diketahui setelah tutup buku (saldo pendapatan dan beban telah di nol-kan)?
Bagaimana membuat jurnalnya? Pertama, pertimbangkan, apakah perlu dibuatkan jurnal pembetulan atau tidak. Dasar pertimbangannya: Apakah bisa terkoreksi dengan sendirinya (self-corrected) atau tidak. Jika bisa terkoreksi dengan sendirinya maka tak perlu dibuatkan jurnal koreksi. Jika sebaliknya maka jurnal koreksi diperlukan. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca “
Keliru Jurnal, Apakah Perlu Koreksi?

01: Jurnal Reklasifikasi (Re-Classification Journal)

Salah satu tahapan dalam proses pembuatan laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, manufaktur, dan entitas yang lain adalah melakukan klasifikasi atau penggolongan transaksi keuangan bisnis dalam periode tertentu, misalnya bulanan, triwulan, semester dan tahunan.

Lalu, bagaimana jika dalam proses melakukan klasifikasi itu terjadi kesalahan? Ya diperbaiki dong, masa dibiarkan begitu saja 🙂

Bagaimana cara memperbaikinya?Caranya adalah dengan membuat jurnal re-klasifikasi.

Untuk lebih jelasnya baca terus pembahasannya berikut ini.

A: Pengertian Jurnal Reklasifikasi (Re-classification Journal Entry)

Apa itu jurnal reklasifikasi?

Jurnal reklasifikasi adalah jurnal pencatatan yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan klasifikasi atau penggolongan transaksi-transaksi usaha dalam periode tertentu.

Sebagaimana kita pahami bahwa tahap pertama proses penyusunan laporan keuangan adalah melakukan analisis terhadap transaksi. Analisis transaksi dilakukan untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan setiap transaksi sesuai dengan komponen-komponen yang disajikan dalam laporan keuangan.

Contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo kredit, aset tetap, dan utang jangka panjang.

B: Fungsi Jurnal Reklasifikasi

Apa manfaat dan fungsi jurnal reklasifikasi?

Fungsi jurnal reklasifikasi adalah untuk mengembalikan pencatatan jurnal transaksi sesuai dengan pos atau account-nya.

Pada laporan keuangan ada 5 jenis pos utama yang disajikan, yaitu:

  1. Aset
  2. Likuiditas
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan
  5. Biaya-biaya

Setiap transaksi keuangan bisnis harus digolongkan dalam salah satu pos-pos tersebut. Yang jadi persoalan adalah bagaimana jika dalam proses tersebut ada kesalahan dalam melakukan penggolongan. Bila hal itu terjadi, maka kita perlu melakukan re-klasifikasi dengan jurnal reklasifikasi, sehingga transaksi tersebut sesuai dengan account-nya.

C: Cara Membuat Jurnal Reklasifikasi

Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut ini:

Tanggal 04 Juni 2021 Toko Komputer “Xidev” menjual 2 buah komputer senilai Rp 15.000.000.

Pencatatan jurnal transaksi awal:

[Debit] Kas …………………………. Rp 15.000.000
[Kredit] Penjualan Komputer ………….. Rp 15.000.000

Pada tanggal 30 Juni 2021 baru diketahui bahwa penjualan komputer tersebut ternyata baru akan dilunasi tanggal 01 Juli 2021, padahal transaksi tersebut sudah dicatat tanggal 4 Juni 2021 dengan account ‘Kas’ di sisi kredit.

***

Untuk memperbaiki kesalahan klasifikasi tersebut, maka kita perlu membuat jurnal reklasifikasi. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat jurnal reklasifikasi, yaitu:

Cara I membuat jurnal reklasifikasi: Satu Langkah – langsung reklasifikasi

[Debit] Piutang ………… Rp 15.000.000
[Kredit] Kas ………………………… Rp 15.000.000

Cara II membuat jurnal reklasifikasi: Dua Langkah – dibuatkan jurnal pembalik dulu

Langkah Pertama, membuat jurnal pembalik:

[Debit] Penjualan Komputer …… Rp 15.000.000
[Kredit] Kas …………………………………………. Rp 15.000.000

Langkah kedua, membuat jurnal reklasifikasi dengan mencatat ke account yang sesuai:

Baca Juga :   Makalah upaya mempertahankan dan melestarikan ideologi Pancasila kepada generasi penerus bangsa

[Debit] Piutang ……………….. Rp 15.000.000
[Kredit] Penjualan Komputer ……… Rp 15.000.000

D: Contoh Jurnal Reklasifikasi

Agar pemahaman kita semakin jelas, kami sajikan beberapa contoh jurnal reklasifikasi berikut ini:

01: Jurnal Reklasifikasi Aset Tetap

Untuk yang pertama, kami sajikan contoh jurnal reklasifikasi aset tetap.

Langsung saja perhatikan contohnya berikut ini:

Pada tanggal 01 Juni 2021 PT Arek Sidoarjo membeli mesin senilai Rp 75.500.000. Pembayaran dilakukan dua tahap, pembayaran pertama dilakukan saat terjadi transaksi sebesar Rp 50.000.000. Pembayaran kedua akan dilakukan tanggal 2 Juli 2021.

Atas pembelian tersebut perusahaan melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:

[Debit] Perlengkapan …… Rp 75.000.000
[Kredit] Kas ………………………………….. Rp 50.000.000
[Kredit] Utang Usaha ………………… Rp 25.000.000

Pada tanggal 30 Juni 2021 ditemukan ada kesalahan klasifikasi pada pencatatan di atas, seharusnya menggunakan account Peralatan (equipment) bukan Perlengkapan (supplies).

Atas kekeliruan klasifikasi tersebut, perusahaan akan melakukan re-klasifikasi dengan membuat jurnal reklasifikasi sebagai berikut:

Cara I:

[Debit] Peralatan ….. Rp 75.000.000
[Kredit] Perlengkapan ….. Rp 75.000.000

Cara II:

Membuat Jurnal Reversal:

[Debit] Kas …………………………….. Rp 50.000.000
[Debit] Utang Usaha ……………. Rp 25.000.000
[Kredit] Perlengkapan ………………….. Rp 75.000.000

Membuat Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Peralatan ….. Rp 75.000.000
[Kredit] Kas ………………………. Rp 50.000.000
[Kredit] Utang Usaha ……… Rp 25.000.000

02: Jurnal Reklasifikasi Utang Jangka Panjang

Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi utang jangka panjang berikut ini:

PT Abdi Masyarakat mencatat pinjaman utang jangka panjang yang baru diperolehnya dari Bank XYZ sebesar Rp 50.000.000 dengan bunga 10% sebagai berikut:

[Debit] Rekening Bank XYZ ….. Rp 50.000.000
[Debit] Bunga Pinjaman ………. Rp 5.000.000
[Kredit] Hutang Pihak III …………… Rp 55.000.000

Perusahaan seharusnya mencatat pinjaman tersebut dalam rekening Hutang Jangka Panjang, oleh karena itu untuk memperbaiki kesalahan memasukkan ke dalam rekening yang sesuai, maka perusahaan melakukan reklasifikasi denga membuat jurnal reklasifikasi sebagai berikut:

Cara I : Langsung Dibuat Jurnal Reklasifikasi

[Debit] Hutang Pihak III ….. Rp 55.000.000
[Kredit] Hutang Jangka Panjang …… Rp 55.000.000

Cara II : Dibuat Jurnal Reversal, kemudian Jurnal Reklasifikasi

Jurnal Pembalik:

[Debit] Hutang Pihak III ……. Rp 55.000.000
[Kredit] Bunga Pinjaman ………. Rp 5.000.000
[Kredit] Rekening Bank XYZ …… Rp 55.000.000

Jurnal reklasifikasi:

[Debit] Rekening Bank XYZ ……. Rp 50.000.000
[Debit] Bunga Pinjaman ……….. Rp 5.000.000
[Kredit] Hutang Jangka Panjang Rp 55.000.000

03: Jurnal Reklasifikasi Piutang

Perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut ini:

Pak Joni adalah seorang staf accounting di sebuah perusahaan perdagangan. Pak Joni keliru mencatat penerimaan kas senilai Rp 650.000 dari pelunasan piutang usaha di account pendapatan lain-lain, seperti berikut ini:

[Debit] Kas …… Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan lain-lain ….. Rp 650.000

Penerimaan kas tersebut seharusnya dicatat pada rekening Pendapatan. Lalu bagaimana cara membuat reklasifikasi kekeliruan tersebut?

Seperti yang telah dicontohkan sebelumnya maka ada dua cara yang bisa dilakukan untuk me-reklasifikasi pada account yang sesuai, yaitu:

Cara I : Langsung Dibuat Jurnal Reklasifikasi

[Debit] Pendapatan Lain-lain ………. Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan ………………………… Rp 650.000

Cara II : Dibuatkan Jurnal Reversal, baru kemudian Jurnal Reklasifikasi

Membuat Jurnal Pembalik:

Baca Juga :   Kombinasi gerak tolakan melayang dan mendarat dapat kita lakukan dengan meniru gerakan hewan

[Debit] Pendapatan Lain-lain ….. Rp 650.000
[Kredit] Kas …………………………………. Rp 650.000

Membuat Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Kas……… Rp 650.000
[Kredit] Pendapatan ……. Rp 650.000

04: Jurnal Reklasifikasi Piutang Bersaldo Kredit

Secara default piutang mempunyai saldo debit, namun pada kasus tertentu ada piutang bersaldo kredit.

Apa yang menyebabkan piutang bersaldo kredit?

Ada beberapa penyebab hal itu terjadi, antara lain: pemilik utang mengembalikan jumlah utang lebih besar dari jumlah yang seharusnya. Kedua, customer mengembalikan barang yang telah dibeli dan dibayar, namun meminta penggantian barang di waktu yang lain.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo kredit berikut ini:

Pada tanggal 20 Mei 2021 Pak Andi membeli produk minuman sehat dari PT Aneka Minuman Sehat senilai Rp 1.200.000 dan akan dibayar tanggal 1 bulan berikutnya. Atas transaksi penjualan tersebut, PT Aneka Minuman Sehat melakukan pencatatan jurnal transaksi sebagai berikut:

[Debit] Piutang ….. Rp 1.200.000
[Kredit] Penjualan Produk …. Rp 1.200.000

***

Pada tanggal 1 Juni 2021, Pak Andi membayar utangnya kepada PT Aneka Minuman Sehat senilai Rp 1.250.000. Atas pelunasan piutang ini, perusahaan mencatat jurnal transaksi sebagai berikut:

[Debit] Kas …… Rp 1.250.000
[Kredit] Piutang ….. Rp 1.250.000

Sehingga piutang bersaldo kredit sebesar Rp 50.000 dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal 20 Mei = Rp 1.200.000 (sisi debit)
Tanggal 1 Juni = Rp 1.250.000 (sisi kredit)

Saldo piutang = Rp 1.200.000 – Rp 1.250.000 = Rp 50.000 (sisi kredit)

***

Dengan kondisi seperti itu, perusahaan bisa mempertimbangkan membuat reklasifikasi atau tidak. Jika saldo tersebut diperkirakan akan bisa menyesuaikan sendiri maka tidak perlu reklasifikasi. Namun jika perusahaan menganggap perlu melakukan reklasifikasi piutang bersaldo kredit tersebut, maka cara melakukan reklasifikasi adalah sebagai berikut:

[Debit] Piutang (pengembalian kelebihan bayar) … Rp 50.000
[Kredit] Kas ….. Rp 50.000

05: Jurnal Reklasifikasi Biaya Iklan

Bagaimana jika ada kesalahan pencatatan rekening biaya iklan?

Perhatikan contoh reklasifikasi berikut ini:

Pada tanggal 6 Juni 2021 ‘Manajemen Hub’ sebuah start up bisnis yang baru didirikan oleh Pak Budi membayar iklan Google Ads sebesar Rp 1.750.000. Pada akhir periode akuntansi diketahui bahwa pengeluaran kas tersebut dicatat pada rekening Biaya Lain-lain.

Untuk melakukan pembetulan kesalahan klasifikasi ini perusahaan perlu membuat jurnal reklasifikasi berikut ini:

Pencatatan awal:

[Debit] Biaya Lain – lain …… Rp 1.750.000
[Kredit] Kas ……………………………… Rp 1.750.000

Pencatatan jurnal reklasifikasi:

Cara #1 – langsung dibuatkan jurnal reklasifikasi

[Debit] Biaya Iklan ………….. Rp 1.750.000
[Kredit] Biaya Lain – lain ……….. Rp 1.750.000

Cara #2, dibuat jurnal reversal dulu, selanjutnya dibuat jurnal reklasifikasi:

Jurnal Reversal:

[Debit] Kas …………….. Rp 1.750.000
[Kredit] Biaya Lain – lain ………. Rp 1.750.000

Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Biaya Iklan ….. Rp 1.750.000
[Kredit] Kas ……………………. Rp 1.750.000

***

Demikian 5 (lima) contoh jurnal reklasifikasi, yaitu: reklasifikasi aset, piutang, utang jangka panjang, piutang bersaldo kredit, dan biaya iklan.

Cara membuat jurnal reklasifikasi dilakukan secara langsung dan dengan dibuat dulu reversal journal, selanjutnya dibuat re-classification journal.

Perbedaan-adjustment-reclass-correction-dalam-journal-entry

Posted by: pskji.org