Mengapa transaksi-transaksi harus dicatat di dalam jurnal ?

Mengapa transaksi-transaksi harus dicatat di dalam jurnal ?

1. Mengapa transaksi-transaksi harus dicatat di dalam jurnal ?      A. Untuk memastikan bahwa seluruh transaksi telah dipindahkan ke dalam Buku Besar.      B. Untuk memastikan bahwa jumlah debit total sama dengan jumlah kredit total.      C. Untuk mendapatkan suatu catatan kronologis dari seluruh transaksi.      D. Untuk membantu penyiapan Laporan Keuangan. Jawaban Ayu: C 2. Posting atau pemindahbukuan adalah proses pemindahan informasi dari :     A. Jurnal ke Neraca Saldo     B. Buku Besar ke Neraca Saldo     C. Buku Besar ke Laporan Keuangan     D. Jurnal ke Buku Besar Jawaban Ayu: D 3. Di antara kejadian berikut mana yang bukan merupakan transaksi usaha ?     A. Penyetoran sejumlah uang oleh pemilik untuk kepentingan usaha.     B. Pembelian Bahan Baku secara tunai.     C. Penjualan Barang Dagangan secara kredit.     D. Kenaikan Suku Bunga Pinjaman di Bank. Jawaban Ayu: D 4. Di antara persamaan berikut mana yang bukan merupakan persamaan akuntansi ?     A. Aktiva = Utang + Modal     B. Ekuitas Pemilik = Aktiva – Ekuitas Kreditur     C. Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik     D. Aktiva + Ekuitas Kreditur = Modal Jawaban Ayu: D 5. Pembelian Perlengkapan Kantor secara kredit akan mempengaruhi persamaan akuntansi sebagai berikut :     A. Aktiva bertambah dan Utang Bertambah     B. Aktiva bertambah dan Modal Berkurang     C. Aktiva bertambah dan Modal Bertambah     D. Aktiva, Utang dan Modal tidak berubah Jawaban Ayu: A 6. Mana di antara pernyataan berikut yang tepat ?     A. Mendebit artinya memasukkan suatu jumlah ke sisi kiri sebuah perkiraan     B. Mendebit suatu perkiraan berarti menambah saldo perkiraan yang bersangkutan     C. Mengkredit adalah memasukkan suatu jumlah ke sisi sebelah kanan suatu perkiraan.     D. Mengkredit suatu perkiraan belum tentu mengurangi saldo perkiraan tersebut. Jawaban Ayu: D 7. Pembelian tanah secara tunai akan dicatat sebagai :     A. Debit pada Kas dan Kredit pada Tanah.     B. Debit pada Kas dan Debit pada Tanah.     C. Debit pada Tanah dan Kredit pada Kas.     D. Kredit pada Kas dan Kredit pada Tanah. Jawaban Ayu: C 8. Mana di antara penyataan berikut yang tidak tepat ?     A. Kas mempunyai saldo normal debit     B. Piutang mempunyai saldo normal debit     C. Modal mempunyai saldo normal debit     D. Utang mempunyai saldo normal kredit Jawaban Ayu: C 9. Perkiraan yang dikredit untuk penerimaan kas dari pelanggan adalah :      A. Kas      B. Utang      C. Pendapatan Jasa      D. Piutang Jawaban Ayu: C 10. Suatu usaha memiliki Kas sebesar Rp 6.000, Wesel Bayar Rp 5.000, Utang Rp 8.600, Pendapatan Jasa Rp 14.000 dan Beban Sewa Rp 3.600. Berdasarkan data di atas berapakah jumlah kewajiban totalnya ?       A. Rp 11.000       B. Rp 13.600       C. Rp 19.600       D. Rp 27.600 Jawaban Ayu: B 11. Sebuah perusahaan di mulai pada bulan April dengan perlengkapan kantor sebesar Rp 1.600.000, selama bulan itu perusahaan membeli perlengkapan sebesar Rp 2.900.000. Pada tanggal 30 April perlengkapan yang masih ada sebesar Rp 2.100.000. Beban perlengkapan untuk periode tersebut adalah :      A. Rp 2.100.000      B. Rp 2.400.000      C. Rp 2.900.000      D. Rp 4.500.000 Jawaban Ayu: D 12. Siklus Akuntansi terdiri dari langkah-langkah berikut : a. Melengkapi Neraca Lajur b. Menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat jurnal penyesuaian c. Menyiapkan neraca sisa setelah penutupan buku d. Menjurnal dan memindahbukukan transaksi-transaksi kas e. Menyiapkan Laporan Keuangan f. Menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat Jurnal Penutup Susunan yang tepat adalah :      A. a, b, c, d, f, e      B. d, a, c, b, f, e      C. c, d, f, a, b, e      D. d, a, e, b, f, c Jawaban Ayu: D 13. Neraca Lajur adalah :       A. Jurnal       B. Buku Besar       C. Laporan Keuangan       D. Sarana yang digunakan untuk melengkapi Siklus Akuntansi Jawaban Ayu: D 14. Manfaat Neraca Lajur adalah :       A. Mengetahui perkiraan mana yang perlu disesuaikan       B. Mengikhtisarkan pengaruh dari seluruh transaksi pada periode itu       C. Membantu penyiapan Laporan Keuangan       D. Jawaban A, B dan C benar Jawaban Ayu: D 15. Perkiraan manakah yang tidak ditutup ?       A. Beban Perlengkapan       B. Asuransi dibayar di muka       C. Pendapatan Bunga       D. Pengambilan Pribadi Pemilik

Jawaban Ayu: B

 Dalam dunia akuntansi, jurnal dikenal sebagai dokumen yang berisi catatan setiap transaksi bisnis yang pernah terjadi. Transaksi bisnis sendiri banyak jenisnya, ada transaksi penjualan produk, transaksi pembelian bahan baku, transaksi penukaran barang, hingga transaksi sewa menyewa.

Bila bisnis Anda pernah melakukan transaksi di atas, cobalah untuk mengumpulkan bukti transaksi seperti kuitansi atau faktur. Setelah bukti terkumpul, baru kemudian catat seluruh transaksi secara rinci pada jurnal. Nantinya, jurnal ini akan menjadi penghubung antara transaksi dengan buku besar serta siklus akuntansi lainnya. Yuk simak Transaksi apa saja yang perlu dicatat dalam laporan keuangan?

1)
Arus kas atau Cash Flow

Keluar masuknya uang secara riil dalam periode tertentu harus dicatatkan dalam buku arus kas. Dari sini kamu bisa memperoleh gambaran aktivitas manajemen terkait investasi, pendanaan, dan operasi usaha.

2)
Catatan stok barang (stock opname)

Arus keluar masuk barang perlu dipantau setiap hari secara berkelanjutan. Dengan memantau jumlah persediaan barang, kamu bisa memperkirakan kapasitas produksi dalam periode tertentu. Hal ini lazim disebut sebagai stock opname.

3)
Pembelian dan Penjualan

Pembelian dan penjualan adalah darah daging dari sebuah bisnis. Tidak ada alasan untuk tidak mencatatnya secara detailAda pembelian yang dibayar secara non-tunai? Catatkan secara rutin sesuai waktu faktur pembelian di buku ini. Jangan lupa menyertakan salinan faktur yang telah diterbitkan kepada klien atau pelanggan.

4)
Biaya operasional

Sediakan satu buku terpisah khusus biaya operasional terkait proses produksi maupun pemasaran. Lazim disebut biaya overhead produksi, masuk dalam kelompok ini antara lain gaji karyawan, biaya listrik, dan pulsa HP atau langganan internet.

5)
Utang dan Piutang

Pembukuan utang perlu kamu siapkan supaya bisa mengetahui nominal utang yang belum dibayarkan kepada pihak lain pada periode tertentu. Berlawanan dengan buku utang, buku piutang berisi laporan pembayaran yang belum dilunasi pelanggan. Catatan tersebut akan mempermudah kamu menagih piutang sesuai waktu pembayaran.

6)
Catatan inventaris barang

kamu  bisa menyediakan buku khusus untuk mendata apa saja barang yang dipakai dalam operasional usaha, mulai dari waktu pembelian hingga perawatan. Contoh, kendaraan operasional, laptop, meja dan kursi, serta rak penyimpanan. Jadi, aset usaha pun terpantau dan terkontrol sehingga tidak ada pembelian barang yang percuma.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah fungsi historis.

Jurnalmerupakan alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis atau berdasarkan urutan baik waktu maupun tanggal terjadinya dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.

Berikut fungsi-fungsi dari jurnal umum:

  1. Fungsi historis.Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan tanggal terjadinya transaksi.
  2. Fungsi pencatatan.Jurnal digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
  3. Fungsi analisis.Pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun yang terpengaruh.
  4. Fungsi instruksi.Catatan dalam jurnal merupakan perintah untuk mendebit dan mengkredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal.
  5. Fungsi informatif.Catatan dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi.

Semua transaksi keuangaan bisnis atau perusahaan harus dicatat dalam jurnal umum. Apa itu jurnal umum? Seperti apa contoh jurnal umum? Berikut adalah pembahasan mengenai pengertian jurnal umum dan fungsi jurnal umum adalah untuk apa beserta contohnya.

Disini blog Jurnal by Mekari akan mengulas secara lengkap terkait salah satu topik pada bidang Akuntansi ini.

Membaca tulisan ini sampai selesai, Anda akan lebih memahami beberapa pertanyaan terkait topik ini seperti:

  • Apa itu jurnal umum atau general journal adalah?
  • apa yang dimaksud dengan jurnal umum?

Jadi sebaiknya anda membaca tulisan ini sampai selesai.

Lalu, tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online
Jurnal by Mekari
bisa memudahkan Anda mengelola transaksi keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat termasuk dalam pembuatan jurnal umum perusahaan. Buktikan sendiri dengan coba gratis aplikasi Akuntansi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pengertian Jurnal Umum

Apa itu jurnal umum? Pengertian jurnal umum adalah sebuah jurnal yang dipergunakan untuk tempat melakukan pencatatan bagi segala jenis bukti transaksi keuangan pada perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Pada dasarnya, salah satu fungsi jurnal umum adalah fungsi historis artinya jurnal ini dipergunakan dalam akuntansi perusahaan jasa karena pada prinsipnya segala transaksi dalam perusahaan jasa dapat dicatat secara kronologis.

Sedangkan pada akuntansi perusahaan dagang lebih efektif menggunakan jurnal khusus.

Jurnal khusus adalah pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan dan dikelompokkan dalam jenis yang sama, sering terjadi, dan berulang dalam satu periode akuntansi baik bulanan, triwulan, maupun tahunan.

Alasan mengapa jurnal khusus lebih cocok digunakan untuk perusahaan dagang adalah karena perusahaan dagang membutuhkan identifikasi jumlah dan transaksi sejenis dengan intensitas yang tinggi.

Pembuatan jurnal atau disebut juga penjurnalan mempunyai tujuan diantaranya untuk melakukan identifikasi, melakukan penilaian, dan melakukan pencatatan dampak ekonomi dari sebuah transaksi atau beberapa transaksi dalam perusahaan.

Selain itu, pencatatan ini juga bertujuan untuk memudahkan proses pemindahan dampak transaksi yang terjadi ke dalam sebuah akun sesuai transaksi.

Baca juga: Pengertian, Unsur, dan Contoh Sistem Akuntansi

Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum Adalah Sebagai Berikut

Dalam membuat jurnal umum, ada beberapa prinsip dasar yang perlu Anda perhatikan yaitu:

  1. Melakukan pengidentifikasian bukti transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan. Contoh dari bukti transaksi antara lain faktur, kuitansi, nota, memo, dan sebagainya.
  2. Menentukan akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi dan menggolongkannya dalam jenis harta, utang, ataukah modal.
  3. Menetapkan penambahan atau pengurangan terhadap akun yang terkait dengan transaksi yang dilakukan.
  4. Menetapkan untuk mendebit atau mengkredit akun yang terkait dengan transaksi yang terjadi. Sebelumnya, Anda harus sudah menguasai cara menentukan debit-kredit dalam suatu akun Akuntansi.
  5. Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi yang dilakukannya.

Baca juga:Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya

Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi Adalah Sebagai Berikut

Jurnal dalam siklus akuntansi memiliki 5 fungsi penting untuk sebuah perusahaan jasa.

Adapun kelima fungsi tersebut adalah:

Fungsi historis

Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan tanggal terjadinya transaksi.

Jurnal menggambarkan kegiatan perusahaan sehari-hari secara berurutan dan terus menerus.

Inilah mengapa Jurnal umum memiliki fungsi historis karena dilakukan secara sistematis dan kronologis.

Baca juga:
Mengetahui Pengertian, Jenis dan Manfaat Jurnal Khusus

Fungsi pencatatan

Jurnal digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan.

Tiap perubahan kekayaan, modal, biaya, dan pendapatan harus terlebih dahulu dicatat ke dalam jurnal umum.

Tujuannya adalah agar pembuatan laporan keuangan perusahaan dapat dilakukan secara lengkap.

Fungsi analisis

Pencatatan dalam jurnal merupakan hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun yang terpengaruh.

Analisis ini mengenai penggolongan nama akun, pencatatan dalam pendebitan ataupun pengkreditan beserta jumlahnya.

Baca Juga : Pahami Hubungan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak Disini

Fungsi instruksi

Catatan dalam jurnal merupakan perintah untuk mendebit dan mengkredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal.

Pencatatan dalam jurnal umum bukan sebatas dokumen transaksi dalam perusahaan tetapi bersifat instruksi.

Hal ini dimaksudkan bahwa jurnal umum adalah berfungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan data ke buku besar.

Baca Juga : Fungsi, Aktivitas, dan Berbagai Jenis Akuntansi

Fungsi informatif

Catatan dalam jurnal memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi.

Pantau Kondisi Kesehatan Keuangan Usaha Mikro & Kecil Anda secara Realtime dengan Aplikasi Jurnal By Mekari!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Baca Juga : Cara Simple Pembukuan dan Akuntansi untuk Bisnis Jasa

Manfaat Pencatatan Jurnal

Manfaat dari penjurnalan dalam perusahaan adalah mengetahui jumlah yang akan dicatat di satu atau lebih perkiraan.

Misalnya seperti timbul pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan dan mengetahui jumlah yang didebet atau yang dikredit tetap seimbang.

Selain itu, sebagai referensi terhadap suatu jumlah telah diposting ke buku besar.

Jurnal umum juga bisa digunakan sebagai referensi atau tanda telah diposting kedalam buku besar untuk kemudian dilanjutkan menjadi laporan keuangan suatu perusahaan.

Baca juga: 4 Fungsi Pajak yang penting dan Perlu Anda Ketahui

Saat ini, membuat jurnal umum dapat dilakukan melalui software akuntansi.

Dengan software akuntansi, Anda tak perlu repot lagi menyusun jurnal umum secara manual.

Jurnal By Mekari merupakan software akuntansi online dengan berbagai fitur unggulan yang bisa Anda Coba.

Dalam software akuntansi online Jurnal, Anda dapat membuat jurnal umum dengan mudah, cepat, dan terperinci.

Tentu saja Anda bisa mencoba sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan Aplikasi Jurnal By Mekari.

Anda juga bisa bertanya langsung ke sales kami, dengan klik tombol dibawah.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Selain itu, software ini juga dapat menyajikan data secara realtime sehingga Anda dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Info lebih lanjut tentang fitur Aplikasi Akuntansi selengkapnya Jurnal dapat Anda lihat di sini.

Baca Juga : Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan UKM Sederhana

Nah, pembahasan mengenai pengertian jurnal umum dan fungsi jurnal umum adalah untuk apa telah diulas blog Jurnal By Mekari diatas.

Sekarang Anda sudah pasti bisa menjawab beberapa pertanyaan terkait topik ini sebagai berikut:

  • Apa itu jurnal umum atau general journal adalah?
  • Apa yang dimaksud dengan jurnal umum?

Semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media ya.

Kategori :
Akuntansi

Artikel Sebelumnya

Artikel Selanjutnya

Tak Berkategori

Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya

Tak Berkategori

Panduan dan Cara Rekapitulasi Jurnal yang Benar

Tak Berkategori

Cara Menghitung Laba Ditahan dalam Proses Akuntansi

Akuntansi,Akuntansi,Akuntansi,Akuntansi,Bisnis

Neraca Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Fungsi

Nama Lengkap

Email

Subscribe

Mengapa transaksi-transaksi harus dicatat di dalam jurnal ?

Posted by: pskji.org