Barang apa saja yang diperdagangkan oleh bangsa india dan cina ketika mereka berdagang ke nusantara

Barang apa saja yang diperdagangkan oleh bangsa india dan cina ketika mereka berdagang ke nusantara


JAKARTA. Bagi masyarakat Indonesia, komoditas atau barang asal China sudah sangat akrab dan seringkali dijumpai di negeri ini. Namun tahukah anda, sebenarnya jenis komoditas apa yang paling banyak masuk dari China ke Indonesia selama tahun 2015 lalu? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lima komoditas impor teratas dari China antara lain batangan logam, besi dan baja (2,86 juta ton). Selain itu, peralatan pemanas dan pendingin (325,43 ribu ton), peralatan mekanik (200,3 ribu ton), peralatan telekomunikasi (76,05 ribu ton) dan mesin data otomatis (28,19 ribu ton). Sepanjang 2015, Indonesia mengimpor sebanyak 19,24 juta ton komoditas dari Negeri Tirai Bambu China. Jumlah tersebut hanya kalah tipis dari Singapura dengan 19,3 juta ton yang berada di urutan teratas. Kontribusi impor barang dari China pun mencapai 13,08% dari total impor barang Indonesia yang tercatat 147,09 juta ton sepanjang tahun lalu. Sebagai pembanding, pada 2014 total impor komoditas dari China sebanyak 16,58 juta ton. Artinya, pertumbuhan mencapai 16,04%. Bandingkan dengan Singapura yang malah anjlok 1,83% secara tahunan. Kontribusi impor China terhadap total impor Indonesia tahun 2014 juga masih 11,22%. Sehingga ada penambahan hingga 1,86% dibandingkan tahun 2015.   Editor: Sanny Cicilia

Jalur Sutra adalah jaringan rute perdagangan yang membentang dari kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Afrika. Berlangsung dari abad ke-2 SM hingga abad ke-18, Jalur Sutra adalah salah satu “tenaga penggerak” kebudayaan manusia karena berkontribusi pada kebudayaan, kepercayaan, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Istilah “Jalur Sutra” sendiri diperkenalkan oleh ahli Geografi Jerman, Ferdinand, Freiherr von Richthofen, pada 1877 yang menyebutnya “Seidenstraße”. Terkenal sebagai sejarah perdagangan, berbagai komoditas berkualitas dan berharga tinggi diperjualbelikan. Apa saja? Inilah beberapa komoditas utama yang diperdagangkan di Jalur Sutra.

1. Sutra

kain sutra (unsplash.com/@tamanna_rumee)

Perdagangan sutra adalah salah satu alasan utama jalur ini disebut “Jalur Sutra”. Sebagai bahan pakaian, sutra diproduksi di China Kuno sekitar 3000 SM. Dipatok dengan harga tinggi, serba guna, dan tidak membebani para pedagang, sutra di masa tersebut adalah salah satu komoditas paling populer.

Bukan cuma di China, sutra juga adalah bahan pakaian mewah yang dipakai oleh kaum elite dan politikus Romawi Kuno. Lalu, saat sutra dibawa ke kawasan Mediterania, para “desainer” di Damsyik menciptakan tenunan sutra yang hingga saat ini dikenal sebagai “Damask” (دمشق‎).

Lebih dari sekadar pakaian, umat Buddhis menganggap sutra sebagai bagian dari ritual keagamaan, dan kanvas untuk lukisan. Selain itu, Dinasti Tang/唐朝 (618-907) menetapkan sutra sebagai salah satu instrumen pembayaran pajak!

2. Kuda

kuda di Mongolia (boredpanda.com)

Tidak ada mobil atau motor zaman dulu, sehingga kuda adalah moda transportasi utama. Pertama kali dibiakkan di Botai (Kazakhstan), Asia Tengah sekitar 3700 SM, kuda dijual di Jalur Sutra sebagai transportasi, hewan ternak, hingga kendaraan perang. Tidak sembarangan, kuda yang terkenal umumnya berasal dari Mongolia dan Tibet.

Kuda juga melambangkan status. Semakin elok perawakan kuda yang ditawarkan, maka semakin tinggi nilai sutra yang harus diberikan! Dalam makam Kaisar Dinasti Qin, Qin Shi Huang/秦始皇 (259 SM–210 SM), selain patung terakota 8.000 tentara, terdapat juga 520 kereta kuda dan 150 pasukan kavaleri yang “menjaga makam”.

3. Kertas

surat di Venesia masa Jalur Sutra, 1390 (si.edu)

Ditemukan di China pada abad ke-2 Masehi, kertas menyebar di benua Asia seiring dengan penyebaran agama Buddha. Lalu, lewat Pertempuran Talas antara Dinasti Tang melawan Kekhalifahan Abbasiyah dan Kekaisaran Tibet pada 751, kertas juga diperkenalkan kepada kebudayaan Islami.

Khalifah ke-5 di Kekhalifahan Abbasiyah, Harun ar-Rashid/هَارُون الرَشِيد membangun pabrik kertas di Baghdad pada 794 M dan menyebar hingga ke Mesir, Afrika Utara. Lalu, kaum Muslim Andalusia memperkenalkan kertas kepada bangsa Spanyol pada abad ke-13 dan berdirilah pabrik kertas pertama di Xàtiva.

Di zaman Jalur Sutra, para pedagang membawa dokumen berbahan kertas sebagai izin masuk wilayah. Lalu, fungsi terpenting dari kertas adalah sebagai dokumentasi segala pemikiran, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan agama.

4. Rempah-rempah

rempah-rempah di pasar (unsplash.com/Jason Leung)

Lewat Jalur Sutra, rempah-rempah juga menjadi komoditas berharga tinggi. Bukan cuma untuk memasak, rempah-rempah juga digunakan dalam upacara keagamaan dan obat. Tidak seperti sutra yang diproduksi dari ulat sutra (B. mori), rempah hanya tumbuh di lingkungan spesifik, sehingga tidak kalah mahal! Rempah yang umum dijual adalah:

  • Kayu manis
  • Cassia
  • Kapulaga
  • Jahe
  • Merica
  • Pala
  • Adas bintang
  • Cengkih
  • Kunyit

Rempah-rempah, seperti lada hingga kayu manis, adalah komoditas eksotis yang menjadi primadona di Jalur Sutra. Namun, bukan dengan jalur darat, rempah-rempah biasanya diantarkan lewat jalur laut, melalui kota-kota pelabuhan dari Kepulauan Nusantara ke barat menuju India dan Semenanjung Arab.


Baca Juga: 6 Fakta Jalur Sutra, Rute Perdagangan Kuno Paling Mahsyur

5. Giok

patung naga dari batu giok (blog.shoplc.com)

Ribuan tahun sebelum adanya Jalur Sutra, China bertransaksi dengan menggunakan batu giok (玉). Penggunaan batu giok di China dan wilayah sekitarnya dapat ditelusuri sejak 6000 SM. Hingga masa kini, batu kristal yang berwarna hijau ini selalu dikaitkan dengan kebudayaan China.

Saat persediaan giok menipis pada 5000 SM, China bahkan menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan Buddha Khotan di Iran Kuno. Di Khotan, sungainya kaya akan giok nefrit, varietas giok untuk pahatan-pahatan dan perhiasan rumit. Seperti perhiasaan dan batu mulia lain, giok ikut naik daun di masa Jalur Sutra.

6. Peralatan berbahan kaca

barang-barang pecah belah berbahan kaca dari Romawi Kuno (wikimedia.org)

Sering kali, Jalur Sutra dianggap hanya satu arah, yaitu dari Timur ke arah barat ke Mediterania dan Eropa. Padahal, Jalur Sutra bercabang ke segala arah. Hal ini terbukti dari ditemukannya barang pecah belah berbahan kaca.

Saat menggali gundukan makam kaum elite di berbagai wilayah Asia seperti China, Korea, Thailand, dan Filipina, para arkeolog menemukan barang pecah belah berbahan kaca dari pasir silika (soda lime) dari Romawi Kuno. Barang-barang ini biasanya ditukarkan dengan sutra, komoditas yang amat disukai bangsa Romawi.

7. Bulu hewan

bulu sebagai bahan pakaian (pinterest.com)

Di zaman Jalur Sutra, para pemburu tidak ingin ketinggalan cuan. Berburu di kawasan taiga dari Siberia hingga Kanada, para pemburu menguliti bulu rubah, musang, cerpelai, dan berang-berang untuk dijual sebagai komoditas.

Seperti di masa kini, bulu-bulu hewan ini diproses menjadi pakaian seperti mantel dan topi mewah untuk kaum elite di China dan kawasan Eurasia. Saat Genghis Khan (Чингис хаан) menikahi Börte (Бөртэ), ibunda Börte menghadiahi besannya dengan mantel musang. Di abad ke-17, penguasa Dinasti Qing juga membeli bulu dari pemburu Siberia dan Kanada.

8. Budak

patung terakota seorang budak gadis meratap di atas unta, abad ke-8 (ucpress.edu)

Tragisnya, komoditas umum terakhir di daftar ini ditutup oleh manusia. Betul, perbudakan juga terjadi di Jalur Sutra dan manusia ikut jadi komoditas yang tak kalah berharga. Dari Eropa hingga Asia, para tawanan perang umumnya diambil dan dijual lewat Jalur Sutra.

Akan tetapi, ada perbedaan yang cukup mencolok pada perbudakan di Jalur Sutra. Para budak biasanya menjadi pelayan, penghibur, dan kasim untuk istana kerajaan tuannya. Berbeda dengan perbudakan ras Afrika di benua Amerika, perbudakan di Jalur Sutra bukan sumber ekonomi utama.

Itulah beberapa komoditas utama yang diperdagangkan sepanjang Jalur Sutra, dari sutra hingga manusia. Meski Jalur Sutra sudah tidak ada lagi, keberadaannya berkontribusi pada kemajuan peradaban manusia di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan dan penyebaran kebudayaan, agama, dan bahasa di seluruh dunia.


Baca Juga: 20 Harta Karun yang Belum Ditemukan sampai Sekarang

Barang apa saja yang diperdagangkan oleh bangsa india dan cina ketika mereka berdagang ke nusantara

Posted by: pskji.org