Berapa lama masker duckbill bisa digunakan

Berapa lama masker duckbill bisa digunakan


KONTAN.CO.ID –
JAKARTA.
Para petinggi industri perbankan tentunya punya sederet cara dalam menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Salah satu yang terpenting antara lain jeli dalam menggunakan masker.  Seperti salah satunya Direktur PT Bank Mandiri Tbk Panji Irawan yang mengatakan memakai masker sudah menjadi kewajiban bahkan kebiasaan yang ia lakukan di tengah pandemi Covid-19.  Nah, dalam memilih masker yang sesuai, Panji tentunya mengikuti keterangan petunjuk pakai dari pembuatnya.  “Misalnya, yang masker disposal medis warna hijau, maksimal pemakaiannya hanya empat jam. Setelah itu saya buang,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (12/10).  Namun, dalam kesehariannya Panji juga memiliki masker disposal atau masker sekali pakai yang lebih tebal, biasanya berwarna putih dengan dua lipatan.  Berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh produsen masker, masker jenis tersebut sejatinya punya ketahanan lebih lama yaitu bisa dipakai selama maksimal 12 jam. Praktis, Panji memakai masker tersebut untuk melangsungkan aktivitas dalam durasi yang lebih lama.

Baca Juga:
Di tengah pandemi corona, ini tips berolahraga aman di luar rumah

Kemudian, ada juga masker yang bisa dipakai ulang atau reuseable dan juga pelindung wajah (face shield) plastik yang selalu ia sediakan.  Hanya saja, masker jenis itu dipakai hanya apabila stok masker sekali pakai telah habis, atau diperlukan double hedge/mitigation di dalam situasi tertentu.  Sebab, sebagai bankir, Panji harus siap dan sering bertemu dengan banyak orang. Akan tetapi, lantaran adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta saat ini, tentunya intensitas interaksi di dalam kerumunan sudah sangat jauh berkurang.  “Secara keseluruhan, saat ini saya hampir tidak bertemu orang secara langsung atau dengan jarak dekat. Makanya masker hanya dipakai saat berada di luar rumah, berolahraga, di dalam mobil, di dalam lift dan di dalam gedung yang berpotensi bertemu dengan orang lain,” katanya.  Ketika berada di tempat terbuka, tentunya Panji memang selalu memakai masker, dengan batas pemakaian yang sudah dianjurkan tergantung dari jenis masker yang dipakai.  #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Selanjutnya:
Tak mau terjangkit virus corona, yuk pakai masker dengan benar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor: Herlina Kartika Dewi

TRIBUNNEWSWIKI.COM –Benarkah masker Duckbill bisa dipakai berulang kali ?

Ternyata masker yang bentuknya menyerupai paruh bebek dan tidak langsung menyentuh mulut ini hanya bisa dipakai satu kali saja.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto, Minggu (17/1/2021).

“Duckbill satu kali pemakaian saja, karena semua masker pada dasarnya hanya sekali pakai,” ujar Tonang seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Bahkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Prof Budi Haryanto mengatakan kualitas masker duckbill sama dengan masker bedah.

Baca Juga :   Siapa saja yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia

Yakni bisa dipakai untuk mencegah penularan Covid-19.

“Duckbill sebenarnya kualitasnya setara dengan masker bedah yang digunakan standar tenaga kesehatan, jadi relatif masih bisa digunakan untuk mencegah penularan Covid-19 jika dibarengi dengan jaga jarak,” ujar Budi, Minggu (17/1/2021).

masker duckbill (Sora Shimazaki/Pexels)

Budi mengatakan, masker duckbill terdiri dari 3 lapisan bahan yang berarti masker ini mampu melindungi saluran pernapasan dari debu, serbuk sari, bakteri, virus, juga polutan udara.

“Setara dengan kualitas masker tenaga kesehatan,” kata Budi.

Tonang pun juga mengungkapkan hal serupa.

Masker yang aman untuk menjamin perlindungan diri dari penularan Covid-19, lanjut Tonang, adalah masker yang minimal punya 3 lapis bahan.

Kemudian juga erat menutup hidung, mulut, dan dagu.

Hal ini dikarenakan jika memakai masker yang efektifitasnya tinggi, namun cara pemakaiannya tidak tepat, maka masker menjadi tidak efektif untuk perlindungan diri dari virus.

Bahaya Pakai Masker Bekas Ternyata Lebih Beresiko daripada Tak Pakai Masker, Ini Kata Peneliti

Hasil penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan terkait masker bekas pakai.

Penelitian terbaru ini menyebutkan penggunaan masker bekas pakai lebih berbahaya ketimbang tak memakai masker sama sekali, terkait risiko infeksi Covid-19 atau virus corona.

Masker bedah tiga lapis yang baru mempunyai tingkat efisiensi 65 persen dalam menyaring partikel di udara, seperti dilansir dari riset yang dimuat di jurnal Physics of Fluids, Selasa (15/12/2020).

Akan tetapi, kualitas penyaringan masker menurun menjadi hanya 25 persen setelah digunakan.

Diketahui masker memperlambat aliran udara dan membuat orang lebih rentan menghirup partikel.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh para peneliti dari University of Massachusetts Lowell dan California Baptist University.

Penulis: Ika Wahyuningsih

Editor: Melia Istighfaroh


Page 2

Ini menyebabkan masker wajah bekas tidak bisa menyaring droplet atau tetesan liur dengan ukuran terkecil.

“Wajar jika beranggapan bahwa memakai masker baru atau lama selalu lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali,” ujar penulis studi, Jinxiang Xi.

“Namun, hasil studi kami menunjukkan anggapan ini hanya berlaku jika ukuran partikel lebih besar dari lima mikrometer.”

“Artinya, dalil itu tidak berlaku untuk partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer.” lanjut dia.

Pelacakan cara masker memengaruhi aliran udara dan partikel dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan model komputer dari seseorang yang memakai masker bedah tiga lapis.

Para peneliti melihat bagaimana tetesan kecil menempel di wajah, di saluran pernapasan, dan hidung, faring, atau paru-paru dalam.

Adanya riset inilah yang mengungkapkan jika memakai masker bisa memperlambat aliran udara secara signifikan.

Bahkan juga mengurangi efektivitas masker, dan membuat seseorang lebih rentan menghirup aerosol ke dalam hidung.

Baca Juga :   jelaskan penyebab keberagaman budaya di indonesia

“Kami menemukan efektivitas pelindung dari masker untuk saluran napas hidung menurun pada laju aliran oksigen masuk yang lebih rendah.”

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, lipatan dari masker juga memengaruhi pola aliran udara dan kemampuan masker untuk melindungi berubah jika dipakai berkali-kali.

“Kami harap otoritas kesehatan masyarakat meningkatkan langkah pencegahan untuk menghambat penularan Covid-19,” kata Xi.

“Contohnya memilih masker yang lebih efektif, memakai masker dengan benar untuk memberi perlindungan maksimum, dan menghindari penggunaan masker bedah bekas atau kedaluwarsa,” imbuh Xi.

Baca: Begini Cara Bedakan Masker Wajah Asli dan Palsu, Ternyata Bisa Dilihat dari Kemasannya

Baca: Cegah Covid-19 Lebih Efektif Pakai 2 Masker, Ini Penjelasannya

Seperti yang kita ketahui, penggunaaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan yang wajib diterapkan di masa pandemi Covid-19 ini.

Penggunaaan masker berguna untuk mengurangi risiko terpapar virus.

Sebagai catatan, pastikan untuk selalu memakai masker yang baru dan membawa cadangan, bukan masker bekas pakai saat sedang berada di luar rumah.

Masker Duckbill (Tribun Pontianak – Tribunnews.com)

Cara merawat limbah masker

Berikut adalah rekomendasi untuk membuang masker duckbill yang termasuk masker sekali pakai agar tidak sembarangan.

Menurut rekomendasi WHO, berikut langkah-langkahnya:

1. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air.

2. Lepaskan tali pengikat dari belakang kepala atau telinga, tanpa menyentuh bagian depan masker.


Page 3

3. Saat Anda melepaskan masker, condongkan tubuh ke depan dan tarik masker dari wajah Anda.

4. Masker medis hanya untuk sekali pakai; segera buang masker, sebaiknya ke tempat sampah tertutup.

5. Bersihkan tangan Anda setelah menyentuh masker.

6. Waspadai kondisi masker; ganti jika kotor atau lembab.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Kompas.com)

Mudik dengan Anak di bawah 18 tahun Boleh Tanpa Tes COVID-19, Ini Tipsnya agar Kesehatan Tetap Terjaga

Saat beraktivitas di luar rumah, masker menjadi bagian dari pakaian wajib kita. Kalau kamu senang WFH atau belajar online di luar, kamu harus memakai masker selama berjam-jam, bahkan seharian. Sebenarnya, bolehkah kita mengenakan masker medis atau masker sekali pakai seharian?

Di berbagai negara, masyarakat disarankan untuk mengganti masker medis setiap empat jam

Dikutip dari The Conversation, kamu sebaiknya tidak menggunakan masker berjam-jam, maksimal empat hingga lima jam setiap harinya. Namun, orang sehat ternyata dapat mengenakan masker N95 selama 8 jam terus-menerus atau sesekali dan dapat mengenakan masker medis selama 4 jam sekali pakai. Namun, kamu yang memiliki penyakit pernafasan kronis tidak direkomendasikan untuk mengenakan masker-masker ini untuk waktu yang lama.

Rekomendasi penggantian masker ini diduga berasal dari laporan WHO. Apa isi laporannya?

Laporan yang diterbitkan pada bulan Mei 2020 lalu didadasrkan pada sebuah studi pada tahun 2009. Studi ini menunjukkan bahwa setelah empat jam, penerimaan dan toleransi seseorang akan sebuah masker mulai berkurang. Maksudnya,seseorang cenderung akan menyentuh masker, mungkin untuk membetulkan posisinya atau merasa kurang nyaman. Hal ini tentumeningkatkan risiko kontaminasi virus.

Baca Juga :   Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh suatu perusahaan adalah

Selain itu, saat pengguna masker banyak bicara, berbicara dengan suara keras, atau bernyanyi,masker akan mudah basah.Kekuatan masker untuk menahan partikel serta untuk ditembus oleh partikel pun akan berkurang. Inilah jugamenjadi alasan mengapa masker tidak lagi “breathable” dan kamu mungkin merasa kesulitan bernapas saat menggunakan masker.

Jadi, kapan kita harus mengganti masker?

Untuk kamu pengguna masker medis atau masker sekali pakai:

  1. Saat masker kotor, lembab, atau basah
  2. Saat masker sobek, berlubang, atau rusak
  3. Saat masker sudah kurang elastis

Untuk kamu pengguna masker kain:

  1. Saat tali masker sudah kendur atau rusak
  2. Saat masker tidak lagi pas menutupi hidung, mulut, dan dagu sehingga menimbulkan celah
  3. Saat terdapat benang yang lepas, sobekan, atau lubang di maskermu
  4. Saat masker terkena noda, misalnya tumpahan minuman atau “cap” makeup, dan tidak bisa hilang meski sudah dicuci
  5. Saat kain masker menipis akibat sering dicuci

Bagaimana cara mengganti masker agar masker baru tetap higienis?

Cukup lakukan limalangkah dasar berikut:

  1. Sebelum melepas masker lama maupun sebelum memasang masker baru,bersihkan tanganmu terlebih dahulu
  2. Lepaskan masker bekaspakai
    dengan memegang tali
     masker di belakang telinga atau belakang kepala, bukan bagian depan atau kain masker
  3. Jauhkan masker bekasdarimu dan daripermukaan
  4. Segera buang masker bekas (apabila sekali pakai) ke tempat tertutup. Untuk masker kain, simpan di tempat khusus, misalnya kantong plastik untuk segera dicuci kemudian
  5. Kenakan masker pengganti. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu serta terpasang rapat

Eits, masih ada tips penggunaan masker yang kamu harus tahu, nih!

Semakin berkembangnya varian virus korona sekarang ini, kamu juga perlu meningkatkan perlindunganmu dari ancaman tersebut. Salah satunya denganmenggunakan masker ganda atau dobel masker. Bukan berarti kamu menggunakan dua lapis masker medis atau dua lapis masker kain, ya. Namun, dengan mengenakan masker medis terlebih dahulu dan ditumpuk dengan masker kain. Cara ini dapat meningkatkan pertahananmu terhadap virus korona, loh! Jangan sampai urutan penggunaannya terbalik, ya!

Kontributor: CAM

Referensi:

Adios Corona (2020). Why is it recommended not to wear a surgical mask for more than 4 hours? Diakses melalui https://en.adioscorona.org/questions-reponses/2020-10-21-masque-pourquoi-4-heures-maximum.html pada 29 Mei 2021.

Leiva, C. (2020). When Should You Replace Your COVID-19 Face Mask? Diakses melalui  https://www.huffpost.com/entry/when-replace-covid-face-mask_l_5fc551c9c5b6e4b1ea4ddbfb pada 29 Mei 2021.

WHO (2020). Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: When and how to use masks. Diakses melalui https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-maskspada 29 Mei 2021.

Berapa lama masker duckbill bisa digunakan

Posted by: pskji.org