Cara membedakan panggilan interview asli dan palsu via WhatsApp

Cara membedakan panggilan interview asli dan palsu via WhatsApp

Ilustrasi: Interview kerja /Tumisu/ Pixabay/Pixabay

SRAGEN UPDATE –
Belakang ini masih banyak sekali kandidat pencari kerja yang terjebak pada panggilan interview palsu atau penipuan baik itu dari Sms, Telpon, Whatsapp, email, atau yang lainnya.

Apalagi di musim era pandemi Covid-19 ini masih banyak para penipu untuk berkesempatan untuk menipu para pencari kerja.

Berikut ini kami sajikan ciri-ciri undangan interview palsu atau penipuan menurut @junarsyi:

1. Tidak menyebutkan posisi

Kalau kamu mendapatkan panggilan atau undangan interview, yang sama sekali tidak menyebutkan posisi yang kamu apply, maka kemungkinan besar adalah penipuan.

>

Waspadalah perusahaan yang asli dan profesional, pasti akan menyebutkan kembali posisi pada saat kamu apply lamaran pekerjaan.

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! Inilah Tips Cek Formasi Pada Saat Mendaftar CPNS

2. Mencantumkan semua nama kandidat yang diundang

Undangan interview yang profesional seharusnya tidak mencantumkan nama-nama kandidat yang diundang saat interview, kita harus tetap waspada, jika hal ini sampai terjadi, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

Sebagai pelamar harus lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan yang akan dilamar. Bisa jadi kerugian bukan pada materi, tapi pada data yang tercantum di curriculum vitae-mu, lho. Berikut ini adalah ciri penipuan lowongan kerja, simak yuk agar tidak tertipu.

1. Tidak menyebutkan posisi atau lowongan

Ilustrasi jabatan (pixabay.com/geralt-9301)

Lazimnya, dalam sebuah perusahaan sudah ada posisi pasti yang membutuhkan pekerja baru. Sehingga sewaktu pemanggilan interview maka kandidat akan mengetahui bahwa ia dipanggil untuk posisi yang ia lamar, atau bila keahlian kandidat sesuai dengan posisi lain, maka HRD akan menginformasikan.

Apabila undangan interview tidak mencantumkan posisi, maka bisa dicurigai bahwa ini adalah undangan interview palsu, patut diwaspadai, ya.

2. Lokasi interview bukan lokasi perusahaan sebenarnya

Ilustrasi perusahaan (pexels.com/@pixabay)

Info lowongan pekerjaan selalu mencantumkan nama perusahaan, dan biasanya disertakan pula alamat lengkap. Bila info lowongan tersebut tidak mencantumkan alamat, maka kamu bisa mengambil inisiatif untuk mencarinya di situs pencarian ataupun melalui aplikasi maps.

Kalau lokasi interview tidak sesuai dengan alamat perusahaan, patut dipertanyakan kembali keasliannya.

3. Biaya akomodasi ditalangi pihak pelamar

Ilustrasi orang menunggu penerbangan (unsplash.com/@jeshoots)

Biasanya undangan interview bodong akan mencantumkan tempat interview dan tes di daerah Jabodetabek, hal ini membuat para pelamar membutuhkan akomodasi untuk sampai ke lokasi.

Perusahaan bodong ini akan meminta pelamar untuk transfer sejumlah uang untuk keperluan seluruh akomodasi, mulai dari transportasi hingga penginapan, dengan dijanjikan akan dikembalikan setelah selesainya rangkaian tes dan interview.


Baca Juga: 5 Tips Buat Job Seeker Hindari Penipuan Lowongan Kerja

4. Mencantumkan semua nama kandidat yang lolos

Ilustrasi daftar nama (unsplash.com/@glenncarstenspeters)

Undangan interview palsu biasanya akan ada berlembar-lembar lampiran, salah satunya adalah lampiran keseluruhan nama kandidat pelamar yang lolos dan akan memasuki tahap interview.

Tidak pernah ada perusahaan yang mencantumkan data kandidat yang lolos. Hal ini bisa dikarenakan perusahaan palsu tersebut ingin membuat pelamar percaya bahwa banyak orang lain yang juga melamar dan lolos di perusahaan tersebut.

5. Mencantumkan nominal gaji yang tidak relevan dengan posisi yang dilamar

Ilustrasi memegang uang (unsplash.com/@sharonmccutcheon)

Membicarakan gaji masih terasa tabu bagi sebagian orang. Maka, jarang ada perusahaan yang mencantumkan gaji pada undangan interview. Terlebih lagi, gaji yang disebutkan sangat fantastis dan tidak relevan dengan posisi yang dilamar.

Iming-iming gaji besar biasanya mampu membuat pelamar tergiur, tapi ingat semua gaji selalu disesuaikan dengan jobdesc, ya.

6. Waktu interview yang fleksibel

Ilustrasi interview kerja (pexels.com/@mart-production)

Waktu untuk interview akan selalu dicantumkan pada undangan interview, dan biasanya hanya terdapat satu waktu yang sudah ditentukan. Mengingat perusahaan sangat menghargai waktu, maka interview dengan jam yang fleksibel terasa sangat tidak mungkin, terlebih di perusahaan besar.

7. Mencantumkan hal-hal yang tidak diperlukan

Ilustrasi coretan (unsplash.com/@dimhou)

Untuk membuat pelamar semakin percaya, biasanya undangan interview palsu akan sekalian dicantumkan hal-hal mengenai yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti informasi QnA mengenai suasana kerja, jadwal penerimaan pekerja, dll.

Undangan interview palsu sering terjadi belakangan ini. Kamu sebagai pencari kerja harus lebih waspada dan pastikan terlebih dahulu terkait perusahaan yang kamu lamar, ya.


Baca Juga: 5 Ciri-ciri Penipuan Berkedok Lowongan Kerja, Hati-hati!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Modus penipuan lowongan kerja yang marak terjadi telah mengakibatkan kerugian hingga jutaan rupiah bagi para pencari kerja. Dengan mengandalkan surat undangan interview palsu yang mengatasnamakan perusahaan, scammer meminta pencari kerja mentransfer sejumlah uang untuk biaya tiket, akomodasi dan biaya lainnya, yang dijanjikan akan di-reimburse setelah proses interview atau seleksi.

Artike terkait: 5 Langkah Menghindari Modus Penipuan Mengatasnamakan Perusahaan Anda

Berikut adalah contoh dan ciri-ciri surat undangan interview palsu:

  1. Panggilan interview sama sekali tidak menyebutkan posisi atau lowongan

Surat undangan interview palsu yang biasanya sekitar 7 halaman ini tidak menyebutkan posisi atau lowongan yang akan diseleksi. Detail persyaratan yang sudah tidak relevan atau tidak perlu disebutkan seperti alat tulis, berpakaian rapi, dll. Cap pada tanda tangan yang hanya berupa logo digital, bukan cap perusahaan asli.

2. Mencantumkan nama semua kandidat yang diundang

Undangan interview yang seharusnya bersifat personal, malah mencantumkan nama semua kandidat atau peserta lainnya. Selain itu surat undangan interview palsu ini juga mengharuskan kandidat untuk melakukan reservasi pemesanan tiket kepada Panitia Recruitment. Modus lainnya adalah pemesanan tiket melalui travel agent rekanan palsu.

3. Semua biaya transportasi, konsumsi, dan lainnya harus ditalangi oleh kandidat

Dengan memberikan janji bahwa semua biaya akan di-reimburse, kandidat diminta untuk menalangi semua biaya.

4. Semua informasi yang diberikan sama sekali tidak relevan

Seperti contoh yang tertera di halaman 4 surat undangan interview palsu ini, tahap seleksi sama sekali tidak relevan dengan metode pengembangan. Kualifikasi yang dicantumkan juga sangat general, tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan iming-iming gaji besar yang ditawarkan.

 5. Banyak bagian yang tidak perlu, tidak lazim, dan tidak perlu disebutkan dalam surat undangan interview

Bagian tanya jawab yang tidak lazim, terlalu umum bahkan tidak perlu dijelaskan. Banyak kalimat dalam surat undangan palsu ini juga tidak profesional, bahasa atau kalimat yang berbelit-belit, dan banyak ditemukan typo.

Setelah gencar melancarkan aksinya di Jakarta, para scammer sekarang semakin aktif menargetkan pencari kerja di luar Jakarta yang masih awam akan modus penipuan ini. JobStreet telah melakukan edukasi secara konsisten baik kepada para pencari kerja melalui email dan sosial media, maupun kepada perusahaan melalui email dan kalimat peringatan di SiVA Recruitment Centre ketika HRD atau user login ke akun. Bantuan dari perusahaan untuk mensosialisasikan hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi korban penipuan loker ini.

Lihat tips bagaimana Anda dapat menghindari modus penipuan loker mengatasnamakan perusahaan Anda di sini.

Cara membedakan panggilan interview asli dan palsu via WhatsApp

Posted by: pskji.org