Bagaimana sifat semut dalam cerita Gajah dan Semut

Bagaimana sifat semut dalam cerita Gajah dan Semut

Dongeng fabel adalah salah satu jenis kisah yang sangat diminati anak-anak karena karakternya yang terinspirasi dari hewan. Anak-anak bisa merasa lebih tertarik dengan kisah fabel karena mereka menyukai karakter dan bentuk hewan yang sangat beragam. Biasanya, dongeng fabel menggunakan karakter hewan yang berukuran cukup besar dan kuat atau cepat. Nah, parents tahu enggak, ternyata ada juga, lho, dongeng fabel yang mengisahkan hewan-hewan kecil seperti serangga? Salah satunya adalah kisah yang ada di bawah ini, nih, menceritakan tentang semut dan belalang yang terjebak di musim dingin. Mau tahu seperti apa kisah selengkapnya? Lihat sampai habis, ya.

Selamat membaca!

Pada suatu hari di sebuah ladang yang sangat subur, ada keluarga semut yang sangat rajin dan seekor belalang yang sangat malas. Meski memiliki sifat yang bertolak belakang, keluarga semut dan belalang ini memiliki hubungan yang baik. Mereka kerap menyapa satu sama lain ketika mereka saling berpapasan.

Keluarga semut bekerja dengan sangat rajin untuk mengumpulkan makanan setiap harinya. Mereka menimbun makanan untuk penyimpanan mereka jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan, mereka tetap bisa berlindung diri di dalam rumah dengan makanan yang cukup.

Lalu, di suatu siang yang cerah, keluarga semut berjalan melewati belalang yang sedang bersantai dan bernyanyi di dekat pohon. Belalang ini bertanya pada keluarga semut, “Hai, keluarga semut! Apakah kalian tidak lelah? Bukankah akan lebih menyenangkan jika kalian duduk di sini bersamaku dan bersantai?” Para keluarga semut berhenti sejenak dan menjawab belalang, “Tidak bisa! Musim dingin akan tiba, dan saat musim dingin itu tiba, kami tidak bisa mencari makanan karena semua tumbuhan akan mati kedinginan,” keluarga semut pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.

Seraya keluarga semut itu pergi, belalang berkata, “Jangan terlalu khawatir! Jika musim dingin itu memang benar tiba, biarlah itu menjadi masalah di kemudian hari! Nikmati saja dulu hari ini!” Salah satu semut menengok ke belakang dan mencoba menasihati belalang agar ikut mencari makan agar ia tidak kelaparan saat musim dingin nanti. Namun, belalang tetap tidak mau mendengarnya, belalang masih menghabiskan waktu di bawah pohon sambil bersantai dan bernyanyi.

Beberapa bulan kemudian, musim dingin datang. Tentu saja belalang tidak mempersiapkan apa pun dan ia menjadi terjebak dalam dinginnya musim. Selama beberapa musim berganti, belalang tidak menggunakan satu hari pun untuk bekerja mempersiapkan diri untuk musim dingin. Keluarga semut tahu bahwa musim dingin akan berlangsung cukup lama, sehingga mereka sudah mempersiapkan banyak makanan dan ranting pohon untuk menghangatkan mereka.

Baca Juga :   Bagaimana peraturan dalam permainan bulutangkis

Belalang mencoba mencari makan ke sana dan ke mari tapi ia tidak bisa menemukan makanan apa pun karena seluruhnya sudah tertutup salju. Lalu, belalang terpikirkan sesuatu, ia bergegas ke rumah keluarga semut untuk meminta bantuan.

Sesampainya di sana, keluarga semut terkejut melihat kondisi belalang yang sudah lemah dan menggigil. Belalang memohon bantuan dan meminta agar dirinya dibolehkan tinggal di rumah semut sampai musim dingin berakhir. Keluarga semut sebenarnya tidak ingin membantu belalang karena hal ini adalah akibat dari sifat malas belalang. Namun, mereka merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk menolongnya.

“Belalang, ingat, ya, lain kali jangan bermalas-malasan! Kamu harus bekerja keras untuk dirimu sendiri, kamu harus bisa mempersiapkan diri untuk hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari,” ujar  salah satu semut pada belalang. Belalang pun mengangguk dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Nah, membacakan cerita seru seperti ini akan jauh lebih mudah dipahami anak-anak agar mereka memahami pentingnya bekerja keras, bukan? Selain berguna untuk mengajarkan pelajara hidup, bercerita juga bermanfaat untuk mengajarkan anak bahasa asing, lho! Cara belajar seperti ini sudah diimplementasikan oleh LingoAce, lho, sebuah
platform e-learning bahasa asing
untuk anak-anak. Bersama LingoAce, anak-anak bisa mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dengan cara yang sangat menyenangkan seperti melalui cerita, game, dan aktivitas interaktif lainnya. Selain itu, semua guru yang mengajar di LingoAce adalah guru native speaker yang sudah memiliki banyak pengalaman mengajar sebelumnya, sehingga si kecil bisa mempelajari pronounciation dengan tepat.

Yuk, lihat seperti apa keseruan kelas bahasa Mandarin LingoAce melalui kelas free trial-nya. Daftar sekarang
di sini
dan follow Instagram LingoAce Indonesia di
@lingoace.id
untuk melihat keseruan lainnya!

Sebuah dongeng yang baik diperlukan bagi seorang anak untuk memahami pelajaran hidup dasar yang penting dengan cara yang menyenangkan.

Cerita dapat berpengaruh pada karakter setiap anak. Jadi, penting untuk membaca cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga akan menambah pengetahuannya tentang nilai moral kehidupan.

Baca Juga :   Bagaimana hubungan antara nomor atom dengan tingkat energi atau jumlah kulit dengan jari-jari atom?

Selain itu, berdongeng juga bantu menambah kosa kata anak, meningkatkan imajinasi, dan memperkuat ikatan Mama dan anak.

Salah satu dongeng fabel yang populer adalah gajah dan semut. Kisah ini mengajarkan bagaimana seekor semut kecil memberikan pelajaran kepada seekor gajah raksasa.

Berikut
Popmama.com
akan menjelaskan cerita fabel anak:Gajah dan Semut di bawah ini. Yuk baca ceritanya untuk si Kecil!

1. Terdapat seekor gajah yang mudah marah dan seekor semut yang selalu bekerja keras

YouTube.com/TinyDreams Stories

Dahulu kala, seekor semut kecil dan seekor gajah besar hidup di hutan. Gajah besar ini sangat kuat dan dikenal mudah marah dengan hal-hal kecil. Ia juga sering meremehkan setiap hewan kecil lainnya yang hidup di hutan itu.

Di suatu tempat di hutan, ada semut kecil yang tinggal bersama keluarganya di lubang pohon yang dalam. Semut itu dikenal baik dan pekerja keras. Setiap hari, semut kecil ini bersama keluarganya pergi mencari makanan.

Seringkali, mereka juga bertemu dengan gajah dalam perjalanannya saat mencari makan.

2. Gajah menggunakan kekuatannya untuk membuat semut marah hingga menangis

YouTube.com/TinyDreams Stories

Setiap kali keluarga semut ini bertemu gajah, gajah akan mengolok-olok semut dan mengganggu mereka. Gajah raksasa itu sangat bangga dengan kekuatan dan tubuhnya. Ia selalu menggunakan kekuatannya untuk membuat semut marah.Semua anggota keluarga semut merasa cemas dengan lelucon gajah.

Suatu pagi yang cerah, ketika semut kecil dan keluarganya pergi untuk mencari makanan, gajah menyemprotkan air dari belalainya ke arah keluarga semut. Kejadian ini mengejutkan seluruh keluarga semut dan semut kecil itu mulai menangis.

Semut bertanya kepadanya, “Hei! Ada apa denganmu? Kenapa kamu terus menyusahkan kami?”

Melihat semut menangis, gajah itu berkata dengan marah, “Berhentilah menangis atau aku akan menghancurkanmu sampai mati.”

Semut kecil yang malang berhenti menangis, tetapi dia memutuskan untuk memberi pelajaran kepada gajah raksasa itu.

  1. Cara Mudah dan Cepat Mengajarkan Anak Menggunakan Balance Bike
  2. 5 Tips Parenting yang Penting untuk Anak Usia di Bawah 5 Tahun
  3. Wajarkah Anak Takut pada Rumput dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

3. Semut memberikan pelajaran pada gajah dengan mengiggit belalainya

YouTube.com/T-Series Kids Hut

Semut lain berkata, “Kamu tidak boleh berkelahi dengan gajah, dia sangat pemarah dan sangat kuat! Dia bisa menghancurkanmu.” Namun, semut tangguh tersebut menjawab, “Hmmm… Ada yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.”

Baca Juga :   Pada olahraga pencak silat usaha untuk memasukkan pukulan atau tendangan ke bidang sasaran (anggota badan lawan) dengan menggunakan tangan atau kaki disebut

Keesokan harinya ketika semut akan bekerja, semut kecil itu memutuskan untuk memberi pelajaran kepada gajah. Ia diam-diam menaiki tubuh gajah dan berjalan hingga masuk ke dalam belalai gajah!

Begitu masuk, dia mulai menggigit gajah.

Gajah berteriak, “Aaah! Itu menyakitkan!”

Gajah mencoba segalanya tetapi tidak bisa membuat semut berhenti menggigitnya atau keluar dari belalainya.

YouTube.com/T-Series Kids Hut

Gajah berteriak lagi, “Aaah! Tolong hentikan! Hentikan sekarang juga!” Tidak ada hal yang bisa ia lakukan untuk mengeluarkan semut dari belalainya, hingga akhirnya gajah merasa lelah.

Semut tersebut menjawab dari dalam belalainya, “Baiklah, aku harap kamu sekarang tahu bagaimana perasaan makhluk hidup lain ketika kamu menyakiti mereka.”

“Ya, aku tahu! Tolong berhenti sekarang!” ujar gajah yang memohon pada semut

“Baiklah kalau begitu.” kata semut sambil berhenti menggigitnya dan keluar dari belalainya.

Gajah itu akhirnya lega, dan ia juga meminta maaf kepada semut, “Maaf! Aku sekarang mengerti bagaimana rasanya ketika diganggu. Aku berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi.”

Sejak hari itu, gajah berjanji untuk tidak mengganggu makhluk apa pun di hutan. Dan beginilah cara gajah raksasa itu belajar. Setelah itu, semua makhluk di hutan hidup bahagia selamanya.

Nilai Moral dari Kisah Gajah dan Semut yang Dapat Anak Pelajari

Freepik/jcomp

Kisah gajah dan semut ini banyak disukai oleh setiap anak. Selain ceritanya yang menyenangkan karena membahas kehidupan dunia binatang, ada nilai moral yang dapat anak pelajari didalamnya.

Yaitu, jangan pernah mengolok-olok orang lain. Mengolok-olok seseorang adalah tindakan yang tidak menghormati mereka. Itu membuat orang lain merasa sedih dan dapat menghancurkan hal positif dalam hubungan.

Selain itu, kisah ini juga mengajarkan untuk jangan pernah meremehkan orang lain, baik dari fisik hingga keterampilan. Di awal cerita ini, gajah meremehkan semut karena tubuhnya yang kecil. Dia tertawa dan mengolok-olok mereka. Tapi pada akhirnya, gajah mendapat pelajaran.

Baca juga:

  • Cerita Fabel untuk Anak: Kisah Ikan dan Burung
  • Cerita Fabel Anak: Singa dan Tikus
  • Cerita Fabel Anak: Semut dan Burung Merpati

Bagaimana sifat semut dalam cerita Gajah dan Semut

Posted by: pskji.org