Suatu gaya hidup yang berkiblat pada budaya barat disebut

Suatu gaya hidup yang berkiblat pada budaya barat disebut

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju membuat masyarakat Indonesia terbuai khususnya generasi muda.
Pola kehidupan masyarakat semakin hari semakin hanyut dengan pola modernis yang berkiblat kepada sistem budaya Barat, yang dianggap sebagai kebudayaan modern atau budaya masa kini.
Hal ini banyak terjadi di kalangan
generasi muda, yang
begitu rapuh menerima kebudayaan asing sebagai suatu kebanggan.

Kemajuan teknologi memudahkan generasi muda untuk mengakses informasi dan berita-berita dari negara lain secara gamblang
tanpa melakukan filter terlebih dahulu. Hal ini yang mempengaruhi perubahan sosial dalam kehidupan generasi muda, fenomena inilah yang kemudian disebut dengan westernisasi. Persoalan
westernisasi
di Indonesia merupakan persoalan yang serius, karena
menyebabkan perubahan pergeseran nilai-nilai, budaya dan adat istiadat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Generasi muda saat ini lebih bangga akan budaya-budaya Barat dan menganggap kebudayaan sendiri kuno atau tertinggal zaman.

Berdasarkan penjelasan tersebut, generasi muda rentan terpapar arus westernisasi bermula dari begitu mudahnya menerima informasi dari negara lain dan melakukan suatu perubahan sosial. Hingga pada akhirnya, generasi muda beranggapan bahwa gaya hidup kebudayaan asing lebih modern daripada budaya sendiri.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

Lihat Foto

Ilustrasi gaya hidup

KOMPAS.com
– Tidak hanya modernisasi, proses perubahan sosial yang juga disebabkan oleh globalisasi adalah terjadinya westernisasi.

Sebagian besar masyarakat seringkali menyamakan westernisasi dengan modernisasi, padahal keduanya memiliki perbedaan.

Westernisasi merupakan proses meniru gaya hidup orang barat atau luar negeri. Sedangkan modernisasi mencakup hal yang lebih luas.

Modernisasi bukanlah pengambilalihan gaya dan cara hidup orang barat. Suatu bangsa atau negara tetap bisa melakukan modernisasi meskipun tidak mengadaptasi dan mengambil alih gaya dan cara hidup orang barat.

Baca juga: Modernisasi: Definisi dan Dampaknya

Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi (2020) karya Elly M. Setiadi, dijelaskan bahwa westernisasi merupakan proses pengambilalihan unsur-unsur kebudayaan barat secara membabi buta tanpa melalui proses pertimbangan apakah unsur-unsur kebudayaan barat tersebut sesuai dengan kultur bangsa atau tidak.

Baca Juga :   Dalam masyarakat yang plural/multikultural terdapat kelompok suku bangsa sunda

Faktor utama penyebab terjadinya westernisasi adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Teknologi yang lebih maju membuat masyarakat mudah untuk mengakses berbagai kebudayaan barat tanpa adanya filter sama sekali.

Selain itu, westernisasi juga terjadi karena adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap bahwa kebudayaan barat lebih maju, modern, keren, dan lebih bergaya.

Adanya anggapan tersebut membuat masyarakat mengadopsi semua kebudayaan barat tanpa melakukan filter. Padahal tidak semua budaya barat dapat diterapkan di Indonesia. Westernisasi inilah yang membuat eksistensi kebudayaan nasional menjadi terancam.

Baca juga: Faktor yang Memengaruhi Cepat-Lambatnya Integrasi Sosial

Dampak negatif westernisasi

Dilansir dari buku Eksiklopedia Sosiologi Perubahan Sosial (2018) karya Joan Hesti dan kawan-kawan, dijelaskan dampak negatif westernisasi, yaitu:

Akibat westernisasi, sebagian besar masyarakat mulai mementingkan gengsi dan kepraktisan seperti yang dilakukan oleh masyarakat barat.

Ilustrasi belanja. ©PxHere

JABAR | 29 Januari 2021 18:05
Reporter : Andre Kurniawan


Merdeka.com –

Westernisasi adalah penerapan praktik dan budaya Eropa Barat oleh masyarakat dan negara di belahan dunia lain, baik melalui paksaan maupun pengaruh. Westernisasi menjangkau sebagian besar dunia sebagai bagian dari proses kolonialisme dan terus menjadi fenomena budaya yang signifikan sebagai akibat globalisasi.

Dilansir dari britannica.com, dimulainya proses westernisasi adalah dengan melalui para pedagang, penjajah, dan misionaris dari Eropa Barat, yang percaya bahwa cara hidup mereka lebih unggul daripada orang-orang di negara tempat mereka bepergian. Orang-orang yang diduduki diharuskan atau didorong untuk mengadopsi praktik bisnis, bahasa, huruf, dan pakaian Eropa Barat. Mereka juga didorong untuk mengambil sistem pendidikan Eropa Barat, standar kesusastraan dan artistik, dan untuk masuk Kristen.

Pada abad ke-20 di Amerika Serikat, yang merupakan hasil kolonisasi Eropa Barat di Amerika Utara, bisa dibilang menjadi pengekspor budaya Barat yang paling signifikan. Film, musik, dan mode diambil tidak hanya di Asia, Afrika, dan Amerika Tengah dan Selatan, tetapi bahkan di Eropa Barat sendiri. Dalam prosesnya teknologi bertindak sebagai salah satu bentuk dan pemancar Westernisasi.

Baca Juga :   Manakah yang bukan termasuk faktor produksi?

Lalu apa dampak dari westernisasi ini? Dalam artikel ini akan merdeka.com sampaikan bagaimana dampak westernisasi beserta faktor penyebab munculnya pengaruh barat ini di masyarakat.

2 dari 4 halaman

Selain karena faktor penjajahan, westernisasi juga bisa muncul dari berbagai faktor lainnya. Dikutip dari dosenpendidikan.co.id, faktor yang menjadi penyebab westernisasi adalah sebagai berikut:

Sifat konsumtif masyarakat terhadap produk luar negeri

Kita bisa melihat saat ini masyarakat cenderung lebih senang dan bangga ketika mereka menggunakan barang-barang dengan merek luar negeri. Terlebih, produk dengan merek luar negeri juga ikut mendominasi pasar di Indonesia, mulai dari produk teknologi, pakaian, hingga makanan.

Perkembangan teknologi informasi

Saat ini, teknologi sudah berkembang semakin pesat. Dengan keberadaan teknologi, kita dapat dengan mudah menjangkau dunia meski hanya dari rumah sendiri. Kemunculan berbagai media sosial juga ikut berkontribusi terhadap penyebaran informasi. Gaya hidup, tren, musik, dan lain sebagainya yang berasal dari barat dapat dengan mudah kita akses. Jadi jangan heran jika masyarakat juga mudah terpengaruh dengan apa yang ada di barat.

Karya-karya yang mengandung unsur kebarat-baratan

Di Indonesia sendiri, kecaman terhadap karya-karya budaya luar sudah dimulai jauh sebelum orde baru lahir. Bahkan, sebagai bentuk kecemasan Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, terhadap westernisasi, beliau melarang adanya film-film Hollywood dan semua bentuk kesenian yang berbau kebarat-baratan.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap westernisasi

Budaya barat tidak semuanya memiliki dampak negatif. Hanya tinggal, bagaimana sikap masyarakat dalam memilah pengaruh westernisasi tersebut. Jangan sampai westernisasi ini berdampak buruk pada kehidupan masyarakat kita, atau bahkan sampai mengancam budaya asli nusantara.

3 dari 4 halaman

http://yogaommm.com/

Masyarakat yang sudah terpengaruh westernisasi biasanya dapat dikenali melalui ciri-cirinya. Ciri-ciri westernisasi adalah sebagai berikut:

  • Perubahan gaya hidup dari masyarakat yang meniru perkembangan yang terjadi di negara-negara Barat. Misalnya seperti gaya berpakaian, penampilan, perilaku, dan lain sebagainya.
  • Mengikuti kebiasaan dari apa yang dilakukan oleh masyarakat barat, bisa seperti mengonsumsi minuman keras serta obat-obatan terlarang.
  • Maraknya pergaulan bebas yang terjadi serta perilaku seksual menyimpang di tengah masyarakat.
  • Perubahan pada cara berpakaian, cara berkomunikasi, serta hubungan sosial yang mengikuti kebiasaan dari negara barat.
  • Kebudayaan yang individual semakin berkembang, dan sikap gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia semakin terkikis.
  • Terjadinya perubahan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, mulai dari politik, seni, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya, yang mengadopsi cara-cara dari negara barat.
Baca Juga :   Kombinasi gerak lokomotor dan manipulatif dalam permainan kasti ditunjukkan dengan gerak

4 dari 4 halaman

Menurut Moestopo (1983) adanya budaya asing berupa westernisasi yang masuk ke Indonesia, berpotensi membawa dampak positif maupun negatif bagi bangsa Indonesia. Beberapa pengaruh positif dan negatif westernisasi adalah sebagai berikut:

Pengaruh positif westernisasi adalah:

  • Dapat memberi inspirasi bagi masyarakat Indonesia agar tidak tertinggal dalam urusan informasi terkait perkembangan teknologi.
  • Dapat dijadikan sebagai motivasi untuk hidup yang lebih baik dan maju.
  • Dapat memberikan peluang bagi kita untuk memperkenalkan kepada Negara asing bahwa keberagaman budaya di Indonesia juga menarik dan mampu bersaing dengan kebudayaan luar negeri.

Pengaruh negatif westernisasi adalah:

  • Etika atau cara berperilaku akan mengubah perilaku yang lama ke perilaku baru. Ini bermula ketika etika yang lama dirasa sudah tidak sesuai dengan perilaku yang ada, sehingga seseorang cenderung akan mengubah etikanya untuk menyesuaikannya dengan yang baru. Padahal, etika yang baru belum tentu sesuai dengan norma yang berlaku pada kehidupannya.
  • Cara berpakaian para remaja yang meniru dan menyesuaikan cara berpakaian dari kebudayaan yang ia pelajari. Pada awalnya, individu merasa tertarik untuk mencoba pakaian yang berbeda untuk mengikuti tren, dan semakin lama mereka akan mengubah gaya berpakaian tersebut untuk seterusnya.
  • Perkembangan teknologi yang semakin maju dan canggih, menyebabkan kehidupan seseorang cenderung ke arah hedonisme dan arogan.
  • Adanya teknologi yang dirasa lebih berguna membuat tenaga manusia dikesampingkan.

(mdk/ank)

Suatu gaya hidup yang berkiblat pada budaya barat disebut

Posted by: pskji.org