Perhatikan QS An Nisa 4 146 Bagaimanakah hukum membaca tanwin pada lafadz yang bergaris bawah tersebut dan apa alasannya?

Perhatikan QS An Nisa 4 146 Bagaimanakah hukum membaca tanwin pada lafadz yang bergaris bawah tersebut dan apa alasannya?

Tajwid Surat An nisa

Ilmu tajwid merupakan salah satu sarana untuk umat muslim lancar dan fasih dalam membaca al qur’an selain itu juga untuk meminimalisir kesalahan dalam pengucapan huruf yang bisa merubah makna Al Quran itu sendiri. Maka dari itu pentinglah sekali bagi umat muslim untuk paham dan mengerti akan ilmu tajwid.

Salah satu cara untuk memahami dan mengerti akan ilmu tajwid yaitu dengan menganalisa ayat-ayat al quran yang didalamnya terkandung hukum-hukum tajwid,dengan seperti itu akan lebih mudah dan cepat dalam memahami hukum hukum tajwid.

Sebagai contoh disini adalah surat an nisa ayat 146 yang akan kita analisa hukum tajwidnya,alangkah baiknya sebelum menganalisa tajwidnya kita tahu dulu apa isi atau kandungan dari surat an nisa ayat 146 ini.

Berikut telah kami sertakana tafsir dari surat an nisa ayat 146.

Tafsir surat an nisa aya 146

Kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah dan bertaubat kepadaNya, serta memperbaiki apa yang telah mereka rusak dari keadaan mereka baik yang batin dan lahir mereka dan loyal kepada hamba-hambaNya yang mukminin, dan berpegangteguh terhadap agama Allah dan ikhlas kepada Allah ,maka mereka itu akan bersama kaum mukminin di dunia dan akhirat, dan Allah akan memberikan pahala yang besar kepada kaum Mukminin.

Hukum tajwid surat an nisa ayat 146 berserta penjelasannya

  1. [ الَّذِيْنَ ]
    Alif lam syamsiyah
    atau idgham syamsiyah karena ada alif lam bertemu dengan lam.
  2. [ الَّذِيْنَ ]
    Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  3. [ تَابُوْ ]
    Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu alif sebelumnya ada huruf yang berharakat fathah,maka dibaca dua harakat atau satu alif.
  4. [ تَابُوْ ]
    Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu wawu sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat dammah,maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  5. [ وَاَصْلَحُوْ ]Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu wawu sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat dammah,maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  6. [ وَاعْتَصَمُوْ ]Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu wawu sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat dammah,maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  7. [ بِاللّٰهِ ]
    Lam jalalah tarqiq
    karena ada lafadz Allah yang sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah.
  8. [ وَاَخْلَصُوْ ]Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu wawu sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat dammah,maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  9. [ دِيْنَهُمْ ]
    Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  10. [ دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ ]
    Idzhar syafawi
    karena ada mim sukun bertemu dengan huruf lam,maka mim sukunnya dibaca jelas tidak dipantulkan dan tidak didengungkan.
  11. [ فَاُولٰۤىِٕكَ ]Mad wajib mutashil
    karena ada mad thabi’i bertemu dengan hamzah pada satu kalimat,maka dibaca panjang enam harokat atau 3 alif.
  12. [ مَعَ الْمُؤْ ]Alif lam qomariyah
    atau idhar qomariyah karena ada alif lam bertemu dengan huruf qomariyah yaitu mim,maka lam nya dibaca jelas tidak di idghamkan.
  13. [ الْمُؤْمِنِيْنَۗ ]Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif,atau ketika berhenti maka menjadi mad aridlissukun karena mad thabi’i bertemu huruf hidup ketika waqof.
  14. [ وَسَوْفَ ]Harfu layyin
    atau huruf lin karena ada wawu sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat fathah,maka dibaca sau bukan sao.
  15. [ يُؤْتِ اللّٰهُ ]Lam jalalah tarqiq
    karena ada lafadz Allah sebelumnya didahului dengan huruf yang berharakat kasrah,maka lam jajalah nya dibaca tipis lillah bukan lilloh.
  16. [ الْمُؤْمِنِيْنَ ]Alif lam qomariyah
    atau idhar qomariyah karena ada alif lam bertemu dengan huruf qomariyah yaitu mim,maka lam nya dibaca jelas tidak di idghamkan.
  17. [ الْمُؤْمِنِيْنَ ]
    Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  18. [ اَجْرً ]Qolqolah sugro
    karena ada huruf qolqolah yaitu jim dalam keadaan sukun asli pada tengah kalimah atau pada posisi washol,dibaca memantul tanpa disertai dengan dengung.
  19. [اَجْرًا عَظِيْمًا]
    Idzhar
    karena ada tanwin fathah atau tanwin fathah bertemu dengan huruf
    idzhar
    yaitu ain,makan nun sukunnya dibaca jelas tidak dipantulkan dan tidak disertai dengan dengung atau gunnah.
  20. [ عَظِيْمًا ]Mad thabi’i
    karena ada huruf mad yaitu ya sukun sebelumnya ada huruf yang berharakat kasrah maka dibaca panjang dua harakat atau satu alif.
  21. [ عَظِيْمًا ]Mad iwad
    karena ada huruf yang berharokat fathahtain atau tanwin fathah pada posis waqof,maka dibaca maa bukan man disertai panjang dua harakat atau satu alif.
Baca Juga :   Berikut dampak negatif bioteknologi terutama dalam penggunaan rekayasa genetik kecuali

Baca juga
Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an

Demikian penjelesan tajwid surat An Nisa ayat 146,semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.Mari kita terus belajar untuk memperbaikin bacaan Al Quran kita.Mohon maaf jika ada kesalah,karena kesalahan itu murni dari kami.

Jika menemukan kesalahan dalam segi materi atau penulisan mohon segera hubungi kami via email ataupun bisa dengan memberi komentar di  bawah. Terimakasih

Rujukan

Tafsir al muyassar

Tuhfatul atfal

Muqodimah Jazariyah

Tafsir web

Hukum Tajwid Surat An-nisa Ayat 146 Lengkap ♦
Annisa artinya adalah perempuan, disebut surat an-nisa karena kebanyakan hukum yang terdapat di dalam surat ini berkaitan dengan kaum perempuan. Ada lebih dari 20 kali surat ini menyebutkan tentang kaum perempuan.

Surat an-nisa merupakan salah satu surat madaniyah atau surat yang turun di Madinah. Ada di urutan nomor 4 di dalam Alquran dengan jumlah ayatnya ada 176 ayat, memiliki 3764 kata, dan juga ada 16328 huruf.

Kali ini saya akan membahas mengenai hukum tajwid yang ada di dalam surat an-nisa ayat 146 titik tujuannya adalah agar anda yang membaca atau sedang mencari hukum tajwid di dalam surat an-nisa lebih mudah di dalam memahaminya.

Hukum Tajwid Surat An-nisa Ayat 146 Lengkap Dengan Penjelasan Dan Isi Kandungan

Berikut ini hukum tajwid yang ada di dalam surat an-nisa ayat 146:

  1. بِاللَّهِ = Lam tarqiq, karena ada lafadz Allah yang sebelumnya ada tanda baca kasrah. Cara membacanya ditipiskan.
  2. دِينَهُمْ لِلَّهِ = Idhar Syafawi, karena ada mim mati bertemu dengan huruf lam. Cara membacanya jelas.
  3. لِلَّهِ = Lam tarqiq, karena ada lafadz Allah yang sebelumnya ada tanda baca kasrah. Cara membacanya ditipiskan.
  4. فَأُولَٰئِ = Mad wajib, karena ada mad thobi’i bertemu dengan huruf alif dalam satu kalimat. Cara membacanya panjang 5 harakat.
  5. مَعَ الْمُؤْمِنِينَ = Al qomariyah, karena ada huruf alif lam bertemu dengan huruf mim cara membacanya jelas.
  6. الْمُؤْمِنِينَ = Mad arid lissukun, karena ada mad thobi’i di akhir kalimat atau di tanda berhenti. Cara membacanya dipanjangkan.
  7. وَسَوْفَ = Mad layyin, karena ada fathah bertemu dengan huruf wawu. Cara membacanya lunak.
  8. تِ اللَّهُ = Lam tarqiq, karena ada lafadz Allah yang sebelumnya ada tanda baca kasrah. Cara membacanya ditipiskan.
  9. الْمُؤْمِنِينَ = Al qomariyah, karena ada huruf alif lam bertemu dengan huruf mim cara membacanya jelas.
  10. أَجْرًا = Qolqolah sugra, karena ada huruf jim mati di tengah kalimta. Cara membacanya membalik membentuk huruf jim.
  11. عَظِيمًا = Mad arid lissukun, karena ada mad thobi’i di akhir kalimat atau di tanda berhenti. Cara membacanya dipanjangkan.

Baca juga :

Hukum Tajwid Surat Al-Mujadalah Ayat 11 Lengkap Dengan Penjelasan dan Kandungan

Isi Kandungan Surat An-nisa Ayat 146


إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Baca Juga :   Amal perbuatan manusia dicatat malaikat hal ini dijelaskan dalam al-Quran Surat

Artinya : “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.

isi kandungan surat an-nisa ayat 146 adalah sebagai berikut:

Hukum bacaan QS. An-Nissa’ 4:146:

1. Mad Thobi’i
(pada taabuu, wa-ashlahuu wa, tashamuu bi, wa-akhlashuu dii) : karena ada huruf alif letaknya sesudah huruf fathah/sukun, kasrah, wau atau dhammah.

2. Idhar Syafawi
(pada diinahum lillaahi) : karena ada mim mati bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim dan ba.

3. Mad Wajib Muttashil
(pada faulaa-ika) : karena ada huruf mad thabi’i bertemu dengan hamzah di dalam suatu kalimat atau kata.

4. Alif Lam Qomariyah
(pada ma’a almu’miniina) : karena ada alif lam mati bertemu dengan salah satu huruf qomariyah.

5. Idhar
(pada ajran ‘azhiimaan) : karena ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf alif, kha’, kho’, ‘ain, ghin, ha’.

6. Qalqalah
(pada ajran) : karena terdapat huruf qalqalah berkharakat sukun atau waqaf.

7. Mad ‘Iwadl
(pada ‘azhiimaan): karena ada huruf fathahtanwin yang jatuh pada waqaf pada akhir kalimat.

8. Lam Jalalah Tarkik
(pada biallahi, lillaahi, yu’ti allahu) : Lam yang terdapat pada Lafzul jalalah dan didahului oleh huruf yang berharakat kasrah.

Hukum bacaan QS. Al-Baqarah 2:153:

1. Mad Jaiz Munfashil
(pada yaa ayyuha) : karena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda.

2. Mad Thobi’i
(pada alladziina, asta’iinuu) : karena ada huruf alif letaknya sesudah huruf fathah/sukun, kasrah, wau atau dhammah.

3. Mad Badal
(pada aamanu) : merupakan mad pengganti huruf hamzah di awal kata, ambang mad madal ini biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak.

Baca Juga :   Apa saja gaya renang yang digunakan pada saat perlombaan?

4. Alif Lam Syamsiyah
(pada bish-shobri, wass-shalah(ti), ash-shaabiriin(a)): karena terdapat alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

5. Qalqalah Sugra
(pada bish-shabri) : Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

6. Ta Marbutoh
(pada wash-shalaah(ti)) : huruf ta yang bulat.

7. Ghunnah wajib
(pada innallaaha) : karena ada huruf Mim dan Nun dalam keadaan bertasydid.

8. Mad Aridh lisukuun
(pada ash-shaabirin(a)) : karena ada mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof

Hukum bacaan QS. Ali-Imran 3:134:

1. Mad Thobi’i
(pada alladziina, yunfiquuna, walkaadzimiina, alghaidzo, wal’aafiina) : karena ada huruf alif letaknya sesudah huruf fathah/sukun, kasrah, wau atau dhammah.

2. Ikhfa’ Hakiki
(pada yunfiquuna) : karena ada Nun disukun dan juga tanwin baik itu fathah tanwin, kasrah tanwin dan juga dhomah tanwin kemudian dibelakangnya terdapat  huruf hijaiyah yang berjumlah 15.

3.
Alif Lam Syamsiyah
(fis-sar-raai, wadh-dhar-raaai) : karena terdapat alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf syamsiyah dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

4. Mad Wajib Muttashil
(pada fis-sar-raai, wadh-dhar-raaai) : karena ada mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata

5. Idhar Qomariyah
(pada walkaadhimiina-lghaidza wal ‘aafiina, akmukhsiniin(a)) : karena ada alif lam mati bertemu dengan salah satu huruf qomariyah.

6. Mad Aridh lisukuun
(pada ‘anin-nans(i), almuhsiniin(a)) : karena ada mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof.

Pembahasan

Bacaan dalam Al-Quran biasa disebut dengan bacaan tajwid. Bacaan tajwid bermakna melakukan suatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafalkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun bukan. Adapun masalah yang dikemukakan dalam ilmu tajwid ini adalah makharijul huruf merupakan tempat keluar-masuk huruf, shifatul huruf merupakan cara pengucapan huruf, ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr merupakan panjang dan pendek ucapan, ahkamul waqaf wal ibtida’ merupakan memulai dan menghentikan bacaan dan al-Khat al-Utsmani. Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna setiap bacaan ayat al-Quran.

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang jenis-jenis hukum tajwid

brainly.co.id/tugas/933309

2. Materi tentang ilmu tajwid

brainly.co.id/tugas/2262557

—————————————————————————————

Detil jawaban

Kelas:
8 – SMP

Mapel:
Agama

Bab:
Bab 1 – Qalqalah dan Ra

Kode:
8.14.1

Kata kunci:
hukum tajwid

Perhatikan QS An Nisa 4 146 Bagaimanakah hukum membaca tanwin pada lafadz yang bergaris bawah tersebut dan apa alasannya?

Posted by: pskji.org