Berikut ini yang bukan merupakan ciri tari kerakyatan adalah

Berikut ini yang bukan merupakan ciri tari kerakyatan adalah

Lihat Foto

Tari Pendet berasal dari Bali. Tari Pendet adalah tari tradisional kreasi yang sangat terkenal era 1970 an hingga 1980 an

KOMPAS.com
– Berdasarkan fungsinya, seni tari dibedakan menjadi tiga, yakni tari sebagai upacara, tari pertunjukan, dan tari pergaulan.

Tari pertunjukan merupakan seni tari yang memiliki nilai artistik tinggi. Sifatnya lebih menonjolkan estetika atau keindahan.

Sementara tari hiburan, fungsinya sebagai hiburan. Dilakukan karena masyarakat menganggap tarian ini sebagai ungkapan rasa kegembiraan dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari.

Dikutip dari buku Koreografi Seni Tari Berkarakter Islami untuk Anak Sekolah Dasar (2019) karya Arina Restian, tari sebagai upacara berarti seni tari digunakan sebagai sarana upacara.

Jenis tarian ini sering digunakan dalam upacara keagamaan atau upacara penting dalam kehidupan manusia.

Tuliskan 4 ciri-ciri tari sebagai upacara!

Tari sebagai upacara memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Koreografi tarinya meniru gerakan alam atau imitatif
  2. Gerakannya tergolong sederhana
  3. Menimbulkan suasana magis dan mistis
  4. Penghayatan tarinya terbatas pada lingkungan setempat.

Baca juga: Mengenal Fungsi Seni Tari

Menurut Taat Kurnita Yeniningsih dalam buku Pendidikan Seni Tari (2018), ciri-ciri tari sebagai upacara adalah ungkapan gerakannya didorong oleh kekuatan kehendak jiwa atau karsa, serta tariannya sangat berkaitan dengan rangkaian konteks suatu peristiwa.

Ciri lainnya adalah menggunakan musik pengiring yang mampu menggugah perasaan penonton dan dilakukan kolektif atau bersama-sama.

Sebagai sarana upacara, jenis tarian ini telah hidup dan berkembang dalam tradisi masyarakat sekitar.


Pengertian Tari Tradisional, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Tari Tradisional Lengkap

– Pengertian tari tradisional adalah suatu tarian yang berasal dari masyarakat suatu daerah yang sudah turun-temurun dan telah menjadi budaya masyarakat setempat. Tari tradisional atau tari rakyat adalah tarian yang tumbuh di kalangan rakyat, ragam tarian rakyat tumbuh menurut letak geografis, seperti daerah pegunungan, dan pesisir pantai, hal ini yang membedakan bentuk dan dinamika tariannya.

Tari tradisional adalah tarian yang diciptakan oleh satu masyarakat ditempat yang berbeda-beda. Dalam pertunjukannya, setiap tarian juga memiliki ciri khas gerakan serta namanya sendiri. Tidak bisa ditentukan tahun berapa munculnya aliran tari rakyat ini. Persoalannya yaitu daya sebar di masyarakatnya sangat beragam waktunya.

Pada umumnya, karakter tari rakyat/tradisional yaitu gerak-gerak spontanitas, dari keterampilannya masing-masing. Tari rakyat biasanya dinamakan bagaimana lagunya. Jadi nama tari biasanya selaras dengan judul musik atau judul lagu ketuk tilu.

Contoh tari tradisional diantaranya yaitu Tari Saman dari Aceh; Tari Baluse dari Sumatera Utara; Tari Piring dari Sumatera Barat; Tari Makan Sirih dari Riau; Tari Jaipong dari Jawa Barat; dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Tari Tradisional

Adapun ciri-ciri tari tradisional, diantaranya yaitu:

  • Dikembangkan secara turun menurun.
  • Diiringi dengan menggunakan musik tradisional.
  • Berkembang di kalangan masyarakat biasa/rakyat jelata, dan lain-lain.
Baca Juga :   Bukti yang menunjukkan adanya toleransi antar umat beragama di kerajaan Mataram Hindu, yaitu

Jenis-Jenis Tari Tradisional

Tari tradisional dibedakan menjadi 3 jenis tari, yaitu:

Tari Klasik

Pengertian tari klasik adalah tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.

Adapun ciri khas tari klasik, diantaranya yaitu:

  • Berpedoman pada pakem tertentu (ada standardisasi)
  • Memiliki nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam
  • Disajikan dalam penampilan yang serba mewah mulai dari gerak, riasan, hingga kostum yang dikenakan.
  • Contoh tari klasik, diantaranya yaitu Tari Bedhaya, Tari Srimpi, Tari Golek, Tari Bondan, dan lain sebagainya.

Tari Rakyat/Folklasik

Pengertian Tari rakyat adalah jenis tari tradisional yang lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang sejak zaman primitif, dan diturunkan secara turun-temurun sampai sekarang.

Adapun ciri-ciri khas tari rakyat, diantaranya yaitu:

  • Kental dengan nuansa sosial
  • Merujuk pada adat dan kebiasaan masyarakat
  • Memiliki gerak, rias, dan kostum yang sederhana.
  • Contoh tari rakyat, diantaranya yaitu Polostomo, Tari Cikeruhan, Gaplek, Erang, Geboy, Bardin dan lainnya.

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru adalah tari klasik yang mengalami aransemen dan dikembangkan sesuai perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai yang dimiliki di dalamnya. Tari kreasi baru biasanya diciptakan oleh para pakar tari.

Adapun ciri tari kreasi baru, diantaranya yaitu:

  • Terbentuk dari jenis tari tradisional dengan inovasi
  • Terdapat inovasi gerakan, tata rias, alat pengiring dan lagu pengiring
  • Properti yang digunakan lebih modern
  • Contoh tari kreasi baru dan daerahnya, diantaranya yaitu  Tari Nguri, Sumbawa; Tari Merak, Jawa Barat; Tari Rara Ngigel, Yogyakarta; Tari Kupu-kupu, Bali; Tari Manipuren, Jawa Tengah; dan lain sebagainya.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Tari Tradisional, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Tari Tradisional Lengkap Semoga  bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa

Pengertian Tari Tradisional
– Untuk hal ini beragam tari tradisional menghiasi Negeri kita dari sabang sampai merauke. Tari yang kemudian berkembang pada suatu daerah inilah yang dinamakan dengan tari tradisional. Setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing untuk setiap tariannya, dan kita perlu mengetahui atau bahkan mempelajari tari tradisional yang ada untuk membantu melestarikan budaya Indonesia.

Tari sendiri merupakan gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan.

Pengertian Tari Tradisional Secara Umum

Tari tradisional merupakan suatu tarian yang berasal dari masyarakat suatu daerah yang sudah turun-temurun dan telah menjadi budaya masyarakat setempat.

Ciri-Ciri Tari Tradisional

Adapun ciri-ciri tari tradisional yang diantaranya yaitu:

  • Dikembangkan secara turun menurun.
  • Diiringi dengan menggunakan musik tradisional.
  • Berkembang dikalangan masyarakat biasa/rakyat jelata, dll.

Jenis-Jenis Tari Tradisional

Nah berikut ini penjelasan mengenai jenis tari tradisonal diantaranya yaitu:

Baca Juga :   Perbandingan uu no 32 tahun 2004 dengan uu no 23 tahun 2014

Tari Klasik

Pengertian tari klasik ialah tari tradisional yang lahir di lingkungan keraton, hidup dan berkembang sejak zaman feodal, dan diturunkan secara turun temurun di kalangan bangsawan.

Baca Juga :
Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Ciri-Ciri Khas Tari Klasik
  • Berpedoman pada pakem tertentu “ada standardisasi”.
  • Mempunyai nilai estetis yang tinggi dan makna yang dalam.
  • Disajikan dalam penampilan yang serba mewah mulai dari gerak, riasan, hingga kostum yang dikenakan.
Contoh Tari Klasik
  • Tari bedhaya
  • Tari srimpi
  • Tari golek
  • Dan tari bondan

Tari Kerakyatan /Tari Folklasik

Pengertian tari rakyat ialah jenis tari tradisional yang lahir dari kebudayaan masyarakat lokal, hidup dan berkembang sejak zaman primitif, dan diturunkan secara turun-temurun sampai sekarang.

Ciri-Ciri Khas Tari Kerakyatan
  • Kental dengan nuasa sosial
  • Merujuk pada adat dan kebiasaan masyarakat
  • Memiliki gerak, rias dan kostum yang sederhana
Contoh Tari Kerakyatan
  • Polostomo
  • Tari Cikeruhan
  • Gaplek
  • Erang
  • Geboy
  • Bardin

Tari Kreasi Baru

Tari kreasi baru ialah tari klasik yang mengalami aransemen dan dikembangkan sesuai perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai yang dimiliki didalamnya, tari kreasi baru biasanya diciptakan oleh para pakar tari.

Ciri Tari Kreasi Baru
  • Terbentuk dari jenis tari tradisional dengan inovasi
  • Terdapat inovasi gerakan, tata rias, alat pengiring dan lagu pengiring
  • Properti yang digunakan lebih modern
Contoh Tari Kreasi Baru
  • Tari Nguri, Sumbawa
  • Tari Merak, Jawa Barat
  • Tari Rara Ngigel, Yogyakarta
  • Tari kupu-kupu, Bali
  • Tari Manipuren, Jawa Tengah

Fungsi Tari Tradisional

Adapun fungsi tari tradisional  diantaranya yaitu:

Tari Piring

Tari piring merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari wilayah Sumatera Barat. Pada mulanya tarian piring ini digunakan oleh masyarakat Minangkabau pada saat musim panen tiba.

Dimana tari piring ini digunakan sebagai sebuah bentuk ucapan rasa syukur kepada dewi padi yang telah memberikan hasil panen yang sangat melimpah kepada masyarakat Minagkabau. Yang menjadikan tari piring ini unik yaitu tari piring ini memakai properti berupa sebuah piring kecil yang di gunakan oleh masing-masing penarinya.

Tari Saman

Tari saman ialah salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam. Tari saman ini memiliki fungsi yaitu sebagai salah satu media dalam kegiatan dakwah. Dengan kata lain tari saman ini di gunakan sebagai salah satu media untuk menyebarkan agama Islam di masa lalu.

Tari saman ini biasanya ditampilkan pada saat upacara hari-hari besar keagamaan Islam seperti pada peringatan maulid Nabi Muhammad, tari saman ini biasanya dilakukan atau di tarikan oleh banyak orang secara berkelompok dengan iringan musik yang dinamis.

Tari Pendet

Tari pendet merupakan salah satu jenis tarian tradisional yang berasal dari Bali. Tari pendet menurut kepercayaan masyarakat Bali merupakan sebuah jenis tarian yang dipersembahkan dalam proses pemujaan yang dilakukan di lingkungan pura.

Baca Juga :   Bagaimana prinsip kerja bimetal sebagai sensor suhu pada setrika listrik?

Dapat dikatakan bahwa fungsi dari tarian Pendet ini yaitu sebagai sebuah penyambutan untuk kedatangan sanga Dewa ke bumi. Oleh sebab itu tarian pendet ini mempunyai prosesi yang sangat sakral dan penuh dengan filosofi.

Dan tarian ini biasanya digelar pada saat upacara keagamaan agama Hindu berlangsung, namun kini seiring perkembangan jaman, tarian pendet ini juga difungsikan dan digunakan sebagai tari yang dipentaskan atau di pertunjukkan untuk menyambut tamu kehormatan dan sebagai sarana hiburan juga.

Tari Jaipong

Tarian tradisional yang bernama Jaipong ini berasal dari tanah Sunda atau Jawa Barat. Fungsi dari tari Jaipong ini yaitu sebagai sarana hiburan karena tarian ini seringkali digelar untuk menghibur masyarakat di daerah Jawa Barat.

Selain itu tari Jaipong ini juga memiliki fungsi sebagai tarian penyambutan yang biasanya digunakan dalam prosesi penyambutan para tamu besar baik itu yang berasal dari dalam maupun luar negeri yang sedang berkunjung ke daerah Jawa Barat.

Baca Juga :
Tari : Pengertian, Fungsi, Unsur, Jenis Dan Contohnya

Tari Gambyong

Tari Gambyong ialah salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari wilayah Surakarta di Jawa Tengah. Tarian ini dalam gerakannya hampir menggerakkan seluruh anggota badan yaitu seperti pada bagian tangan, kaki, dan kepala.

Pada awalnya tari gambyong ini di fungsikan hanya untuk sebagai sebuah hiburan dan tontonan untuk para masyarakat. Namun kemudian seiring berjalannya waktu tari gambyong ini berubah fungsi menjadi sebuah tari yang digunakan atau yang dipakai dalam penyambutan tamu-tamu besar.

Tari Serimpi

Tari serimpi berasal dari wilayah Yogyakarta, tari serimpi merupakan sebuah tarian yang ditujukan sebagai sarana hiburan para raja yang ada di kesultanan kraton Yogyakarta . Tapi sekarang tarian ini juga dapat di nikmati oleh para wisatawan yang sedang berkunjung ke wilayah keraton. Selain itu tari serimpi ini juga difungsikan sebagai suatu tari yang di pentaskan pada saat ada upacara adat dikeraton Yogyakarta.

Tari Sekapur Sirih

Tari sekapur sirih ini berasal dari wilayah Jambi, asal usul dan sejarah dari tari sekapur sirih ini berawal pada tahun 1962 dan berkembang hingga saat ini. Yang menciptakan gerakan dalam tari sekapur sirih ini yaitu seorang Jambi yang bernama Firdaus Chatab.

Tarian sekapur sirih ini digunakan sebagai tarian sambutan selamat datang kepada para tamu terhormat yang datang ke wilayah Jambi. Tari sekapur sirih ini memakai properti yang merupakan pakaian adat Jambi itu sendiri.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Tari Tradisional semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya,, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. 🙂 🙂 🙂

Berikut ini yang bukan merupakan ciri tari kerakyatan adalah

Posted by: pskji.org