Faktor yang tidak Mempengaruhi warna kulit adalah

Faktor yang tidak Mempengaruhi warna kulit adalah


Berikut ini yang bukan organ dari pernapasan adalah ….​


Bantu yaa kak, pls jangan ngasal kaa..​


bantu kk jangan ngasal​


Manfaat yg didapatkan jika kita menggunakan remote access adalah kecuali


Berapa kemungkinan seorang anak laki-laki lahir dari perkawinan laki-laki butawarna dengan perempuan normal ?


Kayu apa yang serupa dari segi Average Dried Weight dan Elasticity dari kayu beech? [Beech average dried weight 710 kg/m3 dan elasticity 14,31 GPa]


gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan kulit bumi yang relatif lamabat dan berlangsung lama meliputih daerah yang luas adalah


Mengapa pemanasan harus dilakukan pada suhu 60 C, bukan pada suhu lebih tinggi?


Protein yangberperan melawan virusatau bakteri yang masuk ke dalam tubuh adalah


Bagaimana cara menentukan F3 dan F4 pada persilangan mendel?

Liputan6.com, Jakarta
Apa tipe kulit yang Anda miliki? Sadarkah bahwa kondisi kulit juga bisa berubah?

Para ahli kecantikan mengakui bahwa ada beberapa faktor internal dan eksternal yang bisa mempengaruhi perubahan kondisi kulit seseorang, seperti penuaan dan dehidrasi. Dilansir dari bustle.com, Senin (17/4/2017), berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perubahan tipe kulit Anda.

1. Perubahan cuaca atau musim

Menurut para ahli, kulit akan melakukan penyesuaian terhadap cuaca untuk menjaga organ tubuh lain tetap aman. Namun, setiap jenis kulit memiliki reaksi yang berbeda-beda.

Selain itu, cara Anda menggunakan pemanas atau pendingin ruangan untuk menanggapi cuaca di luar ruangan juga dapat mempengaruhi kulit. Penting untuk menghindari pemanas atau pendingin yang terlalu ekstrim untuk menjaga kulit tetap seimbang.

2. Kerusakan lingkungan

Cuaca bukan satu-satunya faktor eksternal yang bisa mempengaruhi kesehatan kulit. Faktor lain seperti polutan, radikal bebas, dan sinar matahari juga turut punya andil. Bahkan, sinar matahari dapat menyebabkan penuaan dini lebih cepat sekitar 80 persen.

3. Tingkat hormon

Ada beberapa tingkatan hormon yang bisa menyebabkan perubahan pada kulit Anda, seperti menstruasi, penggunaan pil KB, kehamilan, menopause, dan pra-menopause. Dalam masa-masa ini, kulit kan lebih berminyak dan berjerawat.

4. Pengobatan topikal

Pengobatan topikal mengandung beberapa bahan yang bisa menyebabkan kulit lebih sensitif, seperti perubahan warna, terasa terbakar, iritasi, alergi, dan mengelupas. Untuk mengatasi hal ini, pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya.

Baca Juga :   jelaskan pengertian dari hardware software dan brainware

5. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat membuat kulit terasa lebih kering. Sebaiknya, datang dan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

6. Nutrisi

Ini termasuk ke dalam faktor nutrisi, yaitu pilihan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Contohnya seperti tidak cukup minum air, kekurangan vitamin, mengonsumsi alkohol, kafein, dan tidak melakukan diet seimbang dapat menyebabkan kulit sensitif.

7. Gaya hidup

Gaya hidup Anda juga bisa menyebabkan perubahan pada kulit, seperti stres, kurang tidur, kurang olahraga, dan merokok. Anda memiliki kontrol terhadap tipe kulit yang dimiliki, jadi lakukanlah yang terbaik.

Semua orang tua pasti menginginkan buah hatinya memiliki fisik yang menarik berupa wajah yang rupawan dan kulit yang bersih. Berbicara soal kulit, di Indonesia sendiri ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh Ibu selama masa hamil dapat mempengaruhi warna kulit bayi. Benarkah demikian? Sebelumnya Ibu harus tahu dulu beberapa faktor yang dapat mempengaruhi warna kulit bayi. Ini dia informasi selengkapnya:

1. DNA

DNA atau Deoxyribonucleic Acid adalah materi genetika yang terdapat di dalam tubuh yang diwarisi setiap manusia dari kedua orang tuanya. Gen dari Ibu dan Ayah saling berkombinasi saat bayi berada di dalam kandungan. DNA manusia terbagi menjadi kromosom dengan jumlah total sebanyak 46 kromosom. Bayi akan mewarisi masing-masing 23 kromosom dari setiap orang tuanya.

Para ahli menyebutkan bahwa ada 60 sampai 100 ribu gen dalam 46 kromosom manusia. Dengan banyaknya kemungkinan kombinasi gen tersebut, artinya setiap pasangan berpotensi untuk menghasilkan 64 triliun bayi dengan rupa yang berbeda-beda. Jadi sangat sulit untuk memperkirakan akan seperti apa bayi yang akan lahir kelak. Begitu pula dengan warna kulitnya. Meski begitu, terdapat fakta bahwa melanin dan pigmen yang diwarisi oleh sang Ibu bisa menentukan warna kulit bayi.

2. Melanin

Melanin adalah zat pewarna kulit yang menentukan beragamnya warna kulit manusia. Semakin tinggi melanin yang terkandung di dalam kulit, maka semakin gelap pula warna kulit yang dimiliki individu tersebut. Genetik dari kedua orang tua akan menentukan jumlah melanin yang dimiliki oleh bayi. Bila Ibu dan Ayah mempunyai warna kulit yang berbeda, maka genetik pigmen kulit yang paling dominan lah yang akan diwarisi oleh sang bayi.

Baca Juga :   Kelebihan dan kekurangan penerapan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup

3. Hormon Estrogen dan Progesteron

Warna kulit bayi juga akan ditentukan oleh hormon estrogen dan progesteron yang ada di dalam tubuh. Keduanya mempengaruhi produksi sel melanosit kulit, di mana estrogen akan memberikan warna gelap pada kulit sementara progesteron akan memberikan warna cerah.

Di dalam tubuh terdapat melanocytes yang bertugas mengendalikan proses dari bercampurnya hormon estrogen dan progesteron. Di samping itu juga terdapat dua molekul yang mirip dengan kedua hormon tersebut yang bisa merangsang pencerahan dan penggelapan kulit tanpa merubah bagian tubuh lainnya.

4. Faktor Lingkungan

Selain dari dalam tubuh, faktor eksternal pun ikut menentukan warna kulit bayi. Diantaranya adalah kebersihan, paparan sinar matahari, alergi, kerusakan kulit, dan paparan bahan kimia. Tidak seperti orang dewasa, bayi memiliki ikatan antar sel yang masih lemah dan lapisan kulit yang masih tipis yang mengakibatkan struktur lapisan kulit bayi masih belum berkembang sempurna. Oleh karenanya beberapa hal tersebut pun bisa mempengaruhi produksi melanin dan warna kulit bayi.

Baca Juga: Apa sih Manfaat Protein Bagi Ibu Hamil?

Makanan yang Bantu Mencerahkan Kulit

Setelah mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi warna kulit bayi, bisa disimpulkan bahwa makanan yang dikonsumsi selama hamil tidak akan mempengaruhi kulit bayi. Meski begitu, ada juga beberapa makanan yang diketahui dapat membantu mencerahkan warna kulit, yaitu sebagai berikut:

  • Ikan laut dalam.
    Ikan laut dalam yang berlemak, seperti salmon, sarden, dan tuna mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi. Asam lemak tersebut dapat membantu memperbaiki membran sel yang akan menjaga elastisitas kulit bayi.
  • Buah berry.
    Keluarga buah berry, seperti strawberry, blackberry, blueberry, dan raspberry, adalah jenis buah yang paling kaya antioksidan. Zat tersebut diketahui bermanfaat dalam menangkal efek radikal bebas berupa kerusakan kulit yang menyebabkan penuaan dini.
  • Alpukat.
    Buah yang satu ini juga bersifat antioksidan berkat banyaknya kandungan vitamin C dan E. Selain itu vitamin C juga dapat membantu memproduksi kolagen dalam tubuh dan mengurangi peradangan. Kolagen inilah yang akan mencerahkan warna kulit nantinya.
  • Bengkoang.
    Bengkoang sudah sering digunakan dalam produk perawatan kulit karena buah ini mengandung antioksidan dan mineral yang baik dalam menjaga kesehatan kulit bayi.
Baca Juga :   Apa yang dimaksud dengan nota dinas dan hal hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam nota dinas tersebut?

Warna Kulit Bayi Bisa Berubah

Pernahkah Ibu menjumpai bayi yang warna kulitnya berubah beberapa minggu setelah ia dilahirkan? Rata-rata bayi baru lahir kulitnya masih kemerahan dan belum menunjukkan warna kulitnya yang asli. Untuk mengetahui warna kulit bayi yang asli, Ibu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Tunggu beberapa minggu setelah bayi lahir.
    Apapun warna kulit orang tuanya, kebanyakan bayi yang baru lahir akan memiliki warna kulit yang kemerahan dan biasanya bertahan hingga dua bulan. Ini disebabkan kondisi kulit bayi yang masih tipis, sehingga pembuluh darah akan mempengaruhi warna kulitnya.

Untuk mengecek warna kulitnya yang asli, tunggulah beberapa minggu setelah kelahirannya. Warna kulitnya sudah akan mendekati yang asli dan seiring perkembangan bayi, warnanya pun akan semakin jelas.

  • Cek di bawah sinar matahari.
    Dibandingkan dengan sinar lampu, sinar matahari lebih dapat membantu untuk melihat keaslian warna kulit pada bayi. Ibu bisa mengeceknya saat menjemur bayi di pagi hari.
  • Warna urat nadi.
    Jika Ibu sudah tidak sabar untuk mengetahui warna kulit buah hati, Ibu bisa melihat warna urat nadi bayi yang dapat digunakan untuk menebak warna kulitnya yang asli kelak. Warna biru menandakan kulit aslinya berwarna terang atau dingin, warna hijau menandakan warna hangat seperti sawo matang, sementara jika sulit dibedakan warnanya berarti menunjukkan warna kulit yang netral.
  • Bandingkan dengan bahan berwarna putih.
    Cara yang terakhir adalah dengan membandingkan warna kulit dengan bahan berwarna putih, misalnya sprei. Perbandingan ini akan menunjukkan dengan jelas warna kulit bayi yang asli. Untuk bisa menggunakan cara ini, sebaiknya tunggu hingga usia bayi cukup dan dilakukan di bawah sinar matahari pagi.

Bagaimana, Bu, apakah sudah bisa mengetahui warna kulit bayi? Apapun warnanya, yang terpenting adalah ia lahir dengan sehat dan tumbuh kembangnya optimal ya, Bu. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Laman Tanya Pakar hadir bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Pastikan Ibu sudah
registrasi
terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

www.popmama.com, www.haibunda.com, hamil.co.id

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz

Faktor yang tidak Mempengaruhi warna kulit adalah

Posted by: pskji.org