Wahyu pertama yang diterima nabi muhammad saw adalah

Wahyu pertama yang diterima nabi muhammad saw adalah

Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira Makkah

Mast Irham/EPA

Rasulullah SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira Makkah. Ilustrasi Gua Hira Makkah

Rep: Meiliza Laveda Red: Nashih Nashrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al Alaq. Permulaan wahyu itu diceritakan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Baca Juga

Ulama karismatik asal Suriah, Syekh Said Ramadhan Al Buthy, mengatakan dalam The Great Episodes of Muhammad, Sayyidah Aisyah menceritakan mula-mula yang dialami Rasulullah adalah mimpi yang wajar.

Setiap kali Rasulullah memimpikan sesuatu, pasti akan menjadi kenyataan. Rasulullah mulai suka menyendiri dan memilih Gua Hira sebagai tempat menyepi. Di sana, Rasulullah beribadah sepanjang malam. Rasulullah pulang hanya untuk mengambil bekal lalu pergi lagi mendatangi Gua Hira. Sampai suatu saat, Rasulullah didatangi malaikat yang mengatakan “Bacalah!”

Rasulullah menjawab “Aku tidak bisa membaca.” Rasulullah menuturkan “Dia (Malaikat Jibril) meraihku dan mendekapku hingga aku merasa payah lalu melepaskanku dan berkata ‘Bacalah.’ Aku menjawabnya lagi ‘Aku tidak bisa membaca.’ Kemudia dia meraihku dan mendekapku untuk ektiga kalinya, melepaskanku, dan berkata ‘Bacalah dengan menyebut Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Setelah itu, Rasulullah pulang dengan hati yang kacau. Dia langsung menemui istrinya Khadijah dan berkata, “Selimuti aku. Selimuti aku.” Maka Khadijah menyelimuti Rasulullah hingga kegelisahannya mereda.

Rasulullah memberi tahu Khadijah tentang kejadian itu dan mengatakan “Aku sungguh mengkhawatirkan diriku.”

Khadijah menjawabnya, “Sama sekali tidak. Demi Allah, selamanya Allah tidak akan menghinakanmu. Engkau selalu menjalin kekerabatan, memikul beban, menolong orang yang tidak punya, memuliakan tamu, dan membantu pihak yang benar.”

Selanjutnya, Khadijah mengantarkan Rasulullah ke sepupunya Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul bin Uzza yang merupakan penganut Nasrani. Khadijah mengatakan, “Wahai sepupuku, dengarlah cerita anak saudaramu ini.” Waraqah pun bertanya kepada Rasulullah, “Wahai anak saudaraku, apa yang kau lihat?” Maka Rasulullah menceritakan apa yang beliau lihat.

Menanggapi itu, Waraqah mengatakan, “Itu adalah an-namus yang berarti wahyu yang turun kepada Musa. Seandainya aku masih muda dan kuat dan andai saja aku masih hidup ketika kaummu mengusirmu.”

Kemudian Rasulullah bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Dia menjawab “Ya. Setiap kali seseorang membawa apa yang kau bawa, pastilah dia dimusuhi. Apabila masamu itu kualami, niscaya aku akan menolongmu sekuat tenaga.”

Tak lama setelah itu, Waraqah meninggal dunia lantara usianya sudah terlalu tua. Sementara itu, wahyu tidak turun dalam waktu lama.

Dalam jarak waktu antara wahyu pertama dan kedua, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengemukakan tiga tahun dan ada yang mengatakan kurang dari tiga tahun.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah yang bercerita tentang masa tidak turunnya wahyu itu. Dia mengatakan Rasulullah bersabda, “Ketika berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Maka aku melihat ke atas. Ternyata itu adalah malaikat yang pernah datang menemuiku di gua.

Dia duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa takut terhadapnya sehingga aku bergegas pulang. Aku berkata ‘Selimuti aku. Selimuti aku.’ Lantas Allah Azza wa Jalla menurunkan firman ‘Hai orang yang berselimut,’ hingga firman-Nya. ‘dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.’ Sejak itu, wahyu diturunkan secara sambung-menyambung.”

Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw. adalah?

  1. Surah Al-Fatihah ayat 1-7
  2. Surah Al-Alaq ayat 1-3
  3. Surah Al-Alaq ayat 1-5
  4. Surah Al-Mudatsir 1-3
  5. Surah Al-Hijr ayat 94

Jawaban yang benar adalah: C. Surah Al-Alaq ayat 1-5.

Dilansir dari Ensiklopedia, wahyu pertama yang diterima nabi muhammad saw. adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5.

Baca Juga :   Top 10 mika tumpeng mini bulat sekat dapur solo terbaik 2022

Pembahasan dan Penjelasan

Menurut saya jawaban
A. Surah Al-Fatihah ayat 1-7
adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.

Menurut saya jawaban
B. Surah Al-Alaq ayat 1-3
adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Baca Juga :   Pembangkit listrik tenaga air menggunakan aliran untuk menggerakkan turbin

Menurut saya jawaban
C. Surah Al-Alaq ayat 1-5
adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

Menurut saya jawaban
D. Surah Al-Mudatsir 1-3
adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan.

Baca Juga :   Sebutkan contoh perilaku yang tidak mencerminkan persatuan dan kesatuan di sekolah

Menurut saya jawaban
E. Surah Al-Hijr ayat 94
adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C. Surah Al-Alaq ayat 1-5.

Baca Juga :   Perbandingan python dengan bahasa pemrograman lain

Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.

Home Hot Gossip
Berita Hot Gossip

Selasa, 08 Dec 2020 19:45 WIB

Jakarta, Insertlive

Al-Alaq menjadi surat pertama yang diturunkan saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu.

Nabi Muhammad menerima wahyu itu dari Malaikat Jibril yang menjadi perantara Allah SWT.

Pemimpin Pesantren Syawarifiyyah, Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Abul Hayyi Nur, mengatakan Alquran turun pertama kali pada 17 Ramadhan. Saat itu lah surat Al-Alaq ayat 1-5 diturunkan.

Rasulullah menerima wahyu pertama di Gua Hira. Rasulullah menerima wahyu pada 17 Ramadhan atau pada 6 Agustus 610 Masehi.

Dalam sebuah buku Pengantar Studi Al-Quran oleh Abdul Hamid, Lc, MA, hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebut Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

Malaikat mendatanginya seraya berkata: Iqra (bacalah). Maka Rasulullah menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”

Seperti apa kisah selengkapnya? Lanjutkan membaca di SINI.

(agn/fik)

Umat Islam berdesakan berziarah ke Gua Hira tempat pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Alquran melalui Malaikat Jibril /Maksuni Husen/Kabar Banten/Dokumentasi 2019

KABAR BANTEN
– Bagi jemaah Indonesia yang melaksanakan haji dan umrah, Gua Hira, merupakan salah satu lokasi yang diziarahi.

Gua Hira merupakan tempat bersejarah karena menjadi tempat bagi Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT berupa Al Quran yang disaampaikan melalui Malaikat Jibril.

Wahyu pertama kali yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira yakni berupa Surat Al Alaq.

Baca Juga: Dari Mekkah ke Madinah Al Munawwarah

Bagi Anda yang hendak berziarah ke Gua Hira harus mempersiapkan fisik karena letaknya
di Gunung Jabal Nur.

>

Letak Jabal Nur berada di kawasan Hejaz berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram.

Jabal Nur merupakan gunung bebatuan yang sangat terjal. Nama Jabal Nur berarti gunung cahaya (jabal artinya gunung, nur artinya cahaya).

Baca Juga: Masjid Nabawi, Azan dan Kerinduan

Dinamakan Jabal Nur karena gunung tersebut terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT.

Umat Islam berdesakan mengunjungi Gua Hira tempat pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT berupa Alquran melalui Malaikat Jibril /Kabar Banten/Maksuni Husen/

KABAR BANTEN
– Gua Hira merupakan tempat bersejarah bagi umat Islam. Di Gua Hira tersebut Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT berupa Alquran yang disaampaikan melalui Malaikat Jibril berupa Surat Al Alaq.

Gua Hira, terletak di Gunung Jabal Nur. Letak Jabal Nur berada di kawasan Hejaz berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram. Jabal Nur merupakan gunung bebatuan yang sangat terjal. Nama Jabal Nur berarti gunung cahaya (jabal artinya gunung, nur artinya cahaya). Dinamakan Jabal Nur karena gunung tersebut terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril berupa surat Al Alaq.

Gua Hira merupakan gua kecil dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1,5 meter, serta letaknya berada 4 meter dari atas bagian puncak gunungnya.

Baca Juga: Indonesia Kirim 27 Imam Masjid ke Uni Emirat Arab, Terbanyak dari Banten, Berikut Daftar Namanya

Pada malam hari, Jabal Nur tersinari lampu dari Kota Mekkah sehingga tidak terlalu gelap gulita. Banyak umat Islam berkunjung ke Gua Hira sengaja menjelang Magrib sekaligus salat di puncak Jabal sambil melihat Gua Hira.

>

Terpaan angin menambah kesahduan pengunjung merasakan dinginnya udara di Gua Hira.

Jarak naik ke Gua Hira sekitar 645 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian dan kecuraman yang tinggi, sehingga pengunjung harus berhati-hati karena jalan sangat terjal.

Baca Juga: Mereka Tercabik Puasa

Dengan kondisi tersebut dibutuhkan stamina dan fisik yang kuat. Tak sedikit jemaah memilih tidak melanjutkan ke puncak Jabal Nur karena kelelahan dan istirahat pada tempat duduk yang sederhana. Bagi yang kehausan banyak pedagang yang menawarkan air mineral.

Wahyu pertama yang diterima nabi muhammad saw adalah

Posted by: pskji.org