Hal yang harus diperhatikan pada saat menyusun meja di function room adalah

Hal yang harus diperhatikan pada saat menyusun meja di function room adalah

You’re Reading a Free Preview

Pages

4

to

6

are not shown in this preview.

STCIndonesia –  Hotel memiliki banyak jenis ruangan yang biasanya tidak hanya digunakan untuk menginap, salah satunya adalah function room. Function room merupakan salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh hotel untuk berbagai macam keperluan sesuai dengan kebutuhan pemesan / tamu seperti meeting ataupun sebagai tempat untuk melaksanakan pesta yang sering disebut party.

 Maka dapat didefinisikan bahwa function room adalah suatu ruangan multi fungsi yang biasa digunakan untuk menyelenggarakan rapat (meeting), bonus perjalanan (incentive), pertemuan (convention), pameran (exhibition), perjamuan (function) pada periode dan dengan tujuan tertentu.

Dan pada setiap function room tersebut juga dilakukan sebuah tata letak. Sebelum menata ruang, biasanya perlu dibuat lay out yang sesuai dengan pesanan. Ada beberapa jenis lay out ruang rapat/seminar pada hotel diantaranya:

1.U-Shape Style

Model ruangan ini biasanya menggunakan penutup meja yang dipasang menjuntai kebawah sampai menutup kaki meja. Ditepi luar dipasang kursi sesuai dengan keperluan. Dibagian atas dipasang meja terpisah beserta kursinya (head table) untuk pembicara. Lay out ini sangat cocok untuk rapat dewan atau staf.

2.Class Room Style

Lay out ini seperti ruang kelas, dimana para peserta duduk di kursi belakang meja.Model ini sering dijumpai pada acara penataran, program diklat dll.

3.V Shape

Penataan dengan V shape biasanya berbentuk seperti aslinya yaitu huruf ‘V”. Dibagian depan dipasang lebih dari satu alat peraga, agar semua peserta melihat dengan jelas apa yang dipresentasikan oleh pembicara.

 4.Y Shape

Bentuk/model ini digunakan untuk acara fashion show yang dikenal dengan istilah cat walk. Biasanya hanya menggunakan kursi banquet tanpa meja agar pengunjung dapat melihat secara penuh.

5.I Shape

Pengaturan ini tidak menggunakan Head Table, biasanya posisi memanjang membentuk huruf “I”. Bentuk ini biasanya digunakan dalam perusahaan atau 1 organisasi.

 6.Theater Style

Model ini hanya dipasang dengan kursi tanpa meja agar dapat menampung lebih banyak peserta. Dibagian depan dipasang meja dengan kursi sebagai Head Table untuk pembicara atau ketua siding, dibagian pentas diletakkan podium sebagai tempat berbicara.

7.Hollow Shape

Pada style ini tidak ada head table karena tata letak kursi saling mengikuti, dan bagian tengah terlihat kosong. Biasanya digunakan sebagai tempat berbicara, ataupun agar para peserta lebih aktif dalam berinteraksi.

Baca Juga :   Dunia cecilia catatlah unsur-unsur dari karya yang diulas dalam teks ulasan tersebut

8.Wedding style

Dan yang terakhir adalah wedding style, style ini paling sering digunakan pada acara pernikahan. Biasanya menggunakan meja bundar agar keluarga yang diundang dapat duduk bersama dalam 1 meja dan melihat pengantin.

Dengan berbagai lay out dalam meeting room tersebut tentunya kamu membutuhkan banyak IBM/Foldable table dan Banquet Chair. STCIndonesia sebagaidistributor perlengkapan hotel Indonesia tentunya memiliki berbagai jenis dan ukuran Meja IBM/Foldable hingga kursi banquet. Tidak hanya itu kami juga menyediakan podium yang digunakan untuk berbicara didepan meeting room tersebut.

Untuk pemesanan meja IBM dankursi banquet Indonesia kamu dapat menuju disini atau hubungi T. +62 61 455 9100(Medan) , T. +62 812 133 7373(Jakarta).

Seperti yang sudah Anda ketahui, setiap ruang meeting memiliki konsep dan desain seating yang berbeda-beda. Mulai dari U-Shape, Classroom, Boardroom dan masih banyak lagi. Tahukah Anda perbedaan dan fungsi dari setiap desain dan jenis seating dari setiap ruang meeting tersebut? Sebelum Anda salah memilih untuk meeting selanjutnya, yuk kita bahas satu per satu!

U-Shape

Kebanyakan ruang meeting di Indonesia didesain dengan menggunakan seating U-Shaped, yaitu ruang meeting dengan pola bangku dan kursi yang berbentuk seperti huruf U, sesuai dengan namanya. Bentuk huruf U ini biasanya digunakan untuk meeting medium dengan kapasitas hingga 20 orang yang memudahkan sang pembicara untuk berinteraksi dan juga berkomunikasi dari setiap peserta yang ada. Dengan bentuk U-Shape juga setiap peserta lebih mudah berinteraksi antara satu dan yang lainnya karena bentuknya dengan konsep terbuka dan memudahkan setiap partisipan untuk berkontribusi. U-Shape ini juga lebih mengedepankan konsep kekeluargaaan karena meja dan kursinya yang memang sengaja didesain bersebelahan dan bersebrangan. Konsep seating ini biasanya sangat disukai oleh rapat perusahaan atau tim-tim medium.

Ruangan meeting dengan konsep U-Shape ini memang dapat meningkatkan interaksi setiap peserta satu sama lain dan juga lebih terfokus kepada satu pembicara yang bisa melihat ke setiap penjuru, namun sayangnya tidak semua ruangan dapat didesain menjadi U-Shape ini karena keterbatasan space, bisa dibilang, ruangan dengan desain U-Shape ini membutuhkan space yang besar untuk bisa mengakomodir setiap peserta.

Boardroom

Selain U-Shape, Boardroom juga menjadi salah satu desain ruang rapat yang paling sering ditemukan di Indonesia. Boardroom ini biasanya bisa menjangkau peserta sedikit sampai medium. Konsep ruangan Boardroom ini biasanya menggunakan meja panjang yang berada di tengah-tengah para peserta yang duduk berhadapan. Tentunya, konsep tempat duduk ini dapat memaksimalkan komunikasi dan interaksi para peserta satu sama lain. Terutama itu karena konsep bangku yang berhadapan, dapat dipastikan bahwa 90% dari peserta tersebut memiliki tingkat konsentrasi yang lebih maksimal untuk memperhatikan pembicara. Konsep Boardroom ini dinilai lebih maksimal dan juga efektif karena selain bisa meningkatkan interaksi, setiap peserta juga lebih mudah untuk mencatat berbagai hasil diskusi dan juga materi yang disampaikan. Namun sayangnya, desain Boardroom ini tidak bisa memfasilitasi jumlah peserta yang terlampau banyak karena jangkauan dari ujung ke ujung yang terlalu jauh. Selain itu, untuk presentasi menggunakan layar atau proyektor juga harus diposisikan dengan maksimal dan sudah dipertimbangkan dengan baik dan memastikan setiap peserta dapat menjangkau pembicara dengan baik.

Baca Juga :   Situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 2021

Classroom

Seperti kembali ke masa sekolah dulu, ruang meeting dengan desain Classroom ini memang dibuat dengan meja dan kursi berjajar ke belakang dengan satu fokus utama menghadap ke pembicara. Meskipun desain Classroom ini memang bisa mengakomodir peserta yang lebih banyak dan maksimal, tapi sayangnya model Classroom ini tidak bisa meng-cover setiap partisipan yang hadir karena bisa jadi peserta yang duduk di paling belakang tidak fokus dan tidak bisa mendengar serta memperhatikan pembicara dengan maksimal karena adanya distraksi dan jarak yang cukup jauh dengan pembicara. Terlebih lagi, saat partisipan lain di depannya yang mengganggu, seluruh partisipan lain yang duduk di belakangnya pasti terdistraksi. Desain Classroom ini memang efektif untuk kapasitas peserta yang sedikit sampai medium, namun jika dilakukan untuk meeting besar, desain Classroom ini kurang maksimal karena tidak bisa menjangkau peserta yang paling belakang.

Teater

Image: pinterest.com

Untuk meeting kapasitas besar, Teater Style lah yang paling sering digunakan dan menjadi alternatif yang paling tepat. Teater Style bisa dibilang kurang lebih salam dengan Classroom style, namun bedanya, di bagian tengah para peserta ini disediakan jalanan terbuka yang memisahkan peserta yang duduk di sisi kiri dan sisi kanan. Biasanya, Teater Style ini hanya bisa diaplikasikan di ruangan yang berukuran besar untuk bisa mengakomodir setiap bagiannya. Biasanya juga, Teater Style ini tidak memberikan fasilitas meja, sehingga kurang efektif untuk materi yang membutuhkan banyak catatan.

Karena Teater Style ini hanya bisa diaplikasikan di tempat yang besar, oleh karena itu sangat dibutuhkan sound system, pencahayaan dan bahkan layar tambahan untuk memudahkan peserta yang duduk di bangku paling atas atau paling belakang untuk tetap bisa mengikuti materi dari pembicara tersebut. Sayangnya juga, dengan desain Teater Style ini biasanya interaksi para peserta terbatas dan bahkan minim, oleh karena itu hanya terfokus pada pembicaranya saja dan menjadi pendengar pasif.

Baca Juga :   Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan termasuk kerjasama dalam bidang

Banquet

Yang satu ini memang jarang ditemukan di Indonesia, jika ada, umumnya ruangan meeting yang satu ini bergaya glamor dan juga eksklusif karena tidak hanya digunakan sebagai tempat meeting, namun juga bisa menjadi tempat lunch sekaligus. Desain Banquet ini umumnya lebih memakan tempat karena tersedia ruangan kosong yang terbuang di tengah-tengah meja tersebut, belum lagi jarak antara setiap meja pasti dibuat berjarak cukup jauh untuk menjaga privasi satu sama lain. Meskipun konsep Banquet ini lebih bounding dan juga akrab, namun membutuhkan ruangan yang cukup spacey dan juga harga sewa yang lebih mahal untuk mendapatkannya.

Konsep Banquet ini biasanya digabung dengan acara besar, rasanya jarang sekali ada satu meja bundar dalam satu ruangan meeting, namun biasanya meja bulat ini tersedia beberapa di satu ruangan besar. Guna memisahkan setiap peserta menjadi satu meja bulat ini adalah membagi setiap divisi, membagi tim diskusi ataupun memisahkan per bagian atau jabatan. Biasanya juga, konsep Banquet ini langsung dilanjutkan menjadi acara general yang melibatkan setiap peserta, mulai dari makan siang, makan malam atau acara yang lainnya. Biasanya, kalau acara kantor tersebut mengundang para petinggi perusahaan, pasti konsep Banquet yang digunakan. Namun, perlu diperhatikan bahwa kapasitas peserta per meja ini umumnya 6-8 orang, tergantung dengan diameter meja yang disediakan.

Nah, itu dia berbagai konsep seating yang ada di berbagai ruang meeting yang wajib Anda ketahui. Sebagian besar ruang meetingi menawarkan konsep seating yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan juga keinginan Anda, namun kembali lagi dengan space yang tersedia, tidak semua konsep seating dapat diaplikasikan di ruangan yang berbatas. Oleh karena itu, sangat penting hukumnya untuk mengetahui dan mengerti berbagai konsep tata letak di ruangan meeting dan mempertimbangkan luas ruangan meeting yang akan Anda sewa. Pastikan kapasitas ruangan, kapasitas peserta dan juga seating tersebut sudah disesuaikan dengan baik.

Untuk Anda yang masih kesulitan menemukan ruang kantor atau ruang meeting yang sesuai dengan kebutuhan, sekarang sudah ada XWORK yang bisa menemukannya untuk Anda. Hanya perlu akses XWORK melalui website  XWORK atau langsung dapatkan aplikasinya di iOS atau Android. Selain itu, ada banyak review ruangan meeting dan ruang kantor yang paling direkomendasikan di blog XWORK!

Hal yang harus diperhatikan pada saat menyusun meja di function room adalah

Posted by: pskji.org