Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk menghindari tidak ketergantungan gadget dan media sosial ke arah yang negatif?

Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk menghindari tidak ketergantungan gadget dan media sosial ke arah yang negatif?

Ilustrasi Instagram. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com –

Saat ini, media sosial sudah seperti barang wajib yang harus dimiliki oleh setiap orang. Memang tak bisa dipungkiri jika media sosial menjadi platform yang menyenangkan untuk mengisi waktu. Selain berguna untuk menghubungkan kita dengan orang lain, media sosial juga menyajikan berbagai informasi dan hiburan bagi penggunaannya.

Namun, kelebihan media sosial ini justru membuat seseorang menjadi terlalu dekat dengan dunia maya dan perlahan meninggalkan kehidupan sosial di lingkungan mereka. Penggunaannya yang berlebihan inilah yang nantinya akan memberikan dampak buruk pada seseorang.

Kecanduan media sosial bisa berpengaruh buruk pada hubungan Anda dengan lingkungan, keluarga, atau pasangan. Penggunaan media sosial yang berlebihan juga akan mengganggu produktivitas hingga waktu tidur Anda. Selain itu, menatap layar ponsel dalam waktu lama juga akan berdampak pada kesehatan mata.

Oleh karena itu, jika Anda begitu terikat dengan akun media sosial, sebaiknya cari cara mengatasi kecanduan media sosial. Hindari sejenak dunia maya yang ada di genggaman Anda, dan kembali ke dunia nyata bersama lingkungan, keluarga, atau pasangan Anda.

Untuk membantu Anda mengatasi kecanduan media sosial, berikut beberapa cara mengatasi kecanduan media sosial yang kami rangkum dari bustle.com.

©2016 Merdeka.com

Cara mengatasi kecanduan media sosial yang pertama adalah dengan mematikan notifikasi. Ketika Anda mematikan notifikasi atau pemberitahuan media sosial, Anda mungkin dapat lebih mudah berkonsentrasi pada pekerjaan dan tidak mudah teralihkan.

Notifikasi ini adalah pengingat yang secara terus-menerus memberitahu sesuatu yang sedang terjadi di dunia maya, yang ketika mendengarnya, membuat Anda merasa harus mengeceknya. Jadi untuk menghentikan kondisi FOMO Anda, matikan notifikasi. Sebagai bonus, ketika Anda memeriksa media sosial, Anda mungkin memiliki lebih banyak notifikasi sehingga membuatnya menjadi lebih menarik.

Batasi Penggunaan

Cara mengatasi kecanduan media sosial yang kedua adalah dengan membatasi penggunaan media sosial. Atur timer di jam tangan atau ponsel Anda, untuk membatasi jumlah waktu yang Anda habiskan di media sosial.

Baca Juga :   Balok abcd.efgh dengan panjang ab=bc=3 cm

Pilih batas yang sesuai pada tingkat keparahan dari kecanduan Anda, katakanlah satu jam sehari, yang setara dengan tujuh jam per minggu. Saat sudah mencapai batas, jangan tergoda untuk menambah waktu ekstra dan segera keluar dari media sosial Anda.

3 dari 4 halaman

©2018 Merdeka.com

Cara mengatasi kecanduan media sosial yang ketiga yaitu dengan mencari hobi baru. Dengan mencoba mengurangi waktu penggunaan media sosial, Anda mungkin jadi memiliki banyak waktu luang.

Dengan begitu, Anda dapat mencoba hobi baru atau melakukan sesuatu yang selalu ingin Anda lakukan. Hobi baru yang akan Anda lakukan ini akan membuat pikiran dan tangan Anda sibuk sehingga dapat melupakan media sosial Anda sejenak.

Jadikan seperti Hadiah

Cara mengatasi kecanduan media sosial yang selanjutnya yaitu dengan menjadikan media sosial sebagai reward bagi Anda. Buat aturan di mana Anda hanya diizinkan melihat media sosial ketika Anda telah mencapai sesuatu atau telah melakukan sesuatu yang produktif terlebih dahulu. Dengan cara ini Anda mungkin dapat mengubah cara berpikir Anda tentang media sosial.

4 dari 4 halaman

©2016 Merdeka.com

Cara mengatasi kecanduan media sosial yang kelima adalah dengan menghapus aplikasi yang tidak digunakan. Jika Anda sudah lama tidak memeriksa salah satu akun media sosial Anda, hapus segera aplikasi tersebut. Ini juga akan mengurangi notifikasi dan godaan untuk mengecek layar ponsel Anda. Jika Anda benar-benar perlu memeriksanya, Anda bisa menggunakan ada laptop.

Pernahkah terlintas di benak kita beragam cara media sosial terjalin dalam kehidupan sehari-hari kita? Ini semakin nyata kita alami selama setahun terakhir; media sosial terbukti menjadi alat komunikasi penting untuk berhubungan dengan keluarga dan teman, menyediakan dukungan sosial lewat komunitas daring, dan mendapat jawaban cepat dari pertanyaan mendesak rekan kita.

Di dunia, sebelum pandemi, diperkirakan 3,4 miliar orang menggunakan media sosial dan angka ini terus meningkat tiap tahunnya. Namun, cara kita menggunakan media sosial dapat menentukan apakah kita akan mendapatkan dampak positif atau negatif dalam hidup kita.

Penelitian tentang penggunaan media sosial termasuk di kalangan remaja dan dewasa menunjukkan hubungan positif, misalnya adanya rasa ikatan dengan pengguna lain dan akses pada informasi. Namun, akibat negatif terkait kesehatan mental, termasuk depresi dan gangguan kecemasan, juga ditemukan.

Baca Juga :   Mengapa pada masa Dinasti Abbasiyah menjelma menjadi negara adikuasa yang sangat disegani

Penelitian kami fokus pada bagaimana teknologi digital mempengaruhi perilaku manusia, dan bagaimana kita bisa menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kesehatan kita.

Laporan CNN tentang hubungan antara media sosial dan depresi.

Ungkapan “comparison is the thief of joy” (membanding-bandingkan akan merusak kegembiraan) berlaku juga di penggunaan media sosial. Peneliti telah menemukan hubungan antara penggunaan media sosial dan FOMO (fear of missing out atau takut ketinggalan) dan pembandingan sosial.

Karena media sosial adalah sesuatu yang relatif baru, penelitian terkait penggunaan teknologi digital ini untuk kesehatan juga baru muncul. Misalnya, ada riset menarik yang mendalami penggunaan media sosial dalam bentuk aplikasi interaktif (apps) untuk berkomunikasi dan mendukung orang-orang meraih target-target pribadi dan menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Karena COVID-19 memicu peningkatan masalah kesehatan mental, maka penting agar kita menjadi pengguna media sosial yang sadar agar bisa menggunakannya secara positif dan efekftif.


Read more: Komunitas online memang berisiko bagi kaum muda, tapi mereka juga merupakan sumber dukungan yang penting

Tips untuk mendapat pengalaman online yang positif

Berdasarkan pada apa yang kami ketahui dari penelitian-penelitian yang sudah ada, ada cara-cara yang kita bisa lakukan saat ini untuk membantu mengelola media sosial dalam hidup kita.

1. Pengingat waktu sosial:
Gunakan timer atau aplikasi penghitung waktu untuk membatasi penggunaan media sosial berlebihan. Alat bantu ini bermanfaat untuk kesehatan mental karena penelitian menunjukkan bahwa membatasi penggunaan media sosial tidak lebih dari 30 menit sehari dapat mengurangi perasaan kesepian dan depresi. Hal ini bisa kita lakukan sesederhana dengan memasang pengingat, atau menggunakan aplikasi seperti Forest atau Space.

Menetapkan pembatasan penggunaan media sosial dapat meningkatkan produktivitas juga – media sosial dapat menjadi pengganggu dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan tugas-tugas akademik.

Membatasi penggunaan dapat meningkatkan produktivitas kita.

(Shutterstock)

2. Aktivitas sosial:
Ingatlah untuk tidak terus-menerus menatap layar. Salah satu cara adalah mengubah pengaturan dan mematikan notifikasi aplikasi, menyembunyikan aplikasi di dalam folder, atau bahkan menghapus aplikasi.

Baca Juga :   Siapa yang menyebarkan agama Islam di Maluku?

Terapkan kegiatan bebas-dari-layar lewat kegiatan fisik reguler, yang juga membantu mencegah ketergantungan pada media sosial. Meningkatkan kegiatan fisik dan menghabiskan lebih banyak waktu aktif di luar ruang juga dapat membantu mengurangi stres dan depresi.

3. Cemilan sosial:
Ini bukan tentang menikmati cemilan sambil menelusuri media sosial! Jika makanan dapat digolongkan pada makanan tinggi nutrisi (misalnya apel dan wortel) yang baik untuk tubuh, dan makanan rendah nutrisi (misalnya gorengan dan permen) yang tidak begitu baik bagi tubuh, maka media sosial dapat kita golongkan secara serupa: ada kegiatan media sosial yang baik untuk kita dan ada yang tidak baik.

Usahakan untuk menggunakan media sosial dengan cara yang memberikan kita perasaan positif atau punya tujuan berguna. Penggunaan media sosial yang produktif dan positif misalnya untuk berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarga yang suportif, atau untuk mencari informasi berguna. Sebelum berinteraksi di media sosial, berhati-hatilah agar tidak berbagi berlebihan (overshare) atau membuat postingan di saat cemas atau stres karena dapat mengakibatkan pengalaman media sosial yang negatif.

4. Pertanggungjawaban sosial:
Kita perlu bertanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain atas penggunaan media sosial kita. Ini bisa berarti meminta bantuan keluarga, teman, dan rekan kerja yang kita percayai untuk membantu mengingatkan kita jika kita sibuk dengan layar ponsel saat bersama mereka. Atau, kita bisa juga memanfaatkan aplikasi pengawasan media sosial di ponsel kita untuk menentukan tujuan-tujuan kita dalam bermedia sosial dan menggunakan aplikasi untuk mencatat kemajuan kita.

Kita perlu menganggap media sosial sebagai sebuah alat yang memerlukan sedikit pelatihan agar kita dapat menggunakannya dengan baik. Dengan mencari strategi yang sesuai dengan kita untuk mengelola penggunaannya, kita bisa mendapatkan hubungan yang positif dan sehat lewat media sosial.

Langkah apa yang akan Anda lakukan untuk menghindari tidak ketergantungan gadget dan media sosial ke arah yang negatif?

Posted by: pskji.org