Apa alasan golongan tua menolak pendapat golongan muda yang ingin segera melaksanakan proklamasi

Apa alasan golongan tua menolak pendapat golongan muda yang ingin segera melaksanakan proklamasi

no 4 Alasan Golongan Tua Menolak Pandangan Para Pemuda yakni Golongan tua khawatir akan timbul pertumpahan darah dengan pasukan pemerintahan Jepang yang masih di Indonesia, bila kemerdekaan dipercepat, selain itu gologan tua ingin pembicaraan tentang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia dibicarakan dalam rapat PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi golongan tua cenderung menyesuaikan diri dengan pemerintah Jepang.

Peristiwa Regasdengklok
bermula dari menyerahnya Jepang pada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Sehingga tejadi kekosongan kekuasaan atau
vacuum of power
di wilayah jajahan Jepang termasuk di Indonesia.Takluknya Jepang ini beritanya diketahui oleh para pemuda dari siaran radio BBC. Para pemuda (golongan muda) kemudian mengadakan perundingan dipimpin oleh
Chaerul Saleh

pada tanggal 15 Agustus 1945 di ruang belakang laboraturium Bakteriologi (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) dan mereka sepakat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu dari Jepang, karena para pemuda beranggapan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri. Hasrat mempercepat kemerdekaan ini disampaikan kepada golongan tua. Akan tetapi, Ir.Soekarno wakil dari golongan tua, menolak pandangan para pemuda. Hal ini mengakibatkan timbulnya perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua tentang masalah kemerdekaan Indonesia.


Alasan Golongan Tua Menolak Pandangan Para Pemuda

yakni Golongan tua khawatir akan timbul pertumpahan darah dengan pasukan pemerintahan Jepang yang masih di Indonesia, bila kemerdekaan dipercepat, selain itu gologan tua ingin pembicaraan tentang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia dibicarakan dalam rapat PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi golongan tua cenderung menyesuaikan diri dengan pemerintah Jepang.

Menghadapi sikap golongan tua ini, para pemuda mengadakan rapat lagi di jalan Cikini 71 Jakarta pada pukul 24.00 WIB tanggal 16 Agustus 1945. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 itu, para pemuda menculik Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta kemudian membawanya ke Rengasdengklok. Tujuannya agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang dan untuk mendesak keduanya supaya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia terlepas dari segala ikatan dengan Jepang.

Baca Juga :   Perbedaan crewneck pria dan wanita

Sementara itu di Jakarta terjadi perundingan antara Golongan Tua dan Golongan Muda. Golongan Tua diwakili Ahmad Soebardjo dan golongan muda diwakili oleh Wikana. Mereka sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di Jakarta dan dilaksanakan keesokan harinya yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Setelah ada kesepakatan, maka diutuslah Yusuf Kunto dan Sudiro (golongan muda) untuk menemani Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Setelah itu Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dilepaskan oleh komandan kompi PETA Cudanco Subeno untuk kembali ke Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945 pada malam harinya jam 23.00 WIB, mereka langsung menuju rumah
Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol Nomor 1
(sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) yang diperkirakan aman dari Jepang.  Pada malam itu juga, di rumah Laksamana Maeda itu kemudian diadakan rapat untuk menyusun teks proklamasi, yang dihadiri oleh golongan muda dan golongan tua.

Unknown
4/28/2012
Admin
Lombok Indonesia

Peristiwa Regasdengklok
bermula dari menyerahnya Jepang pada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Sehingga tejadi kekosongan kekuasaan atau
vacuum of power
di wilayah jajahan Jepang termasuk di Indonesia.Takluknya Jepang ini beritanya diketahui oleh para pemuda dari siaran radio BBC. Para pemuda (golongan muda) kemudian mengadakan perundingan dipimpin oleh
Chaerul Saleh

pada tanggal 15 Agustus 1945 di ruang belakang laboraturium Bakteriologi (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) dan mereka sepakat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu dari Jepang, karena para pemuda beranggapan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hak dan masalah rakyat Indonesia sendiri. Hasrat mempercepat kemerdekaan ini disampaikan kepada golongan tua. Akan tetapi, Ir.Soekarno wakil dari golongan tua, menolak pandangan para pemuda. Hal ini mengakibatkan timbulnya perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua tentang masalah kemerdekaan Indonesia.


Alasan Golongan Tua Menolak Pandangan Para Pemuda

yakni Golongan tua khawatir akan timbul pertumpahan darah dengan pasukan pemerintahan Jepang yang masih di Indonesia, bila kemerdekaan dipercepat, selain itu gologan tua ingin pembicaraan tentang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia dibicarakan dalam rapat PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Jadi golongan tua cenderung menyesuaikan diri dengan pemerintah Jepang.

Baca Juga :   Apa maksud dari pangsa pasar luas

Menghadapi sikap golongan tua ini, para pemuda mengadakan rapat lagi di jalan Cikini 71 Jakarta pada pukul 24.00 WIB tanggal 16 Agustus 1945. Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 itu, para pemuda menculik Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta kemudian membawanya ke Rengasdengklok. Tujuannya agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang dan untuk mendesak keduanya supaya segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia terlepas dari segala ikatan dengan Jepang.

Sementara itu di Jakarta terjadi perundingan antara Golongan Tua dan Golongan Muda. Golongan Tua diwakili Ahmad Soebardjo dan golongan muda diwakili oleh Wikana. Mereka sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di Jakarta dan dilaksanakan keesokan harinya yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Setelah ada kesepakatan, maka diutuslah Yusuf Kunto dan Sudiro (golongan muda) untuk menemani Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Setelah itu Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dilepaskan oleh komandan kompi PETA Cudanco Subeno untuk kembali ke Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945 pada malam harinya jam 23.00 WIB, mereka langsung menuju rumah
Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol Nomor 1
(sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) yang diperkirakan aman dari Jepang.  Pada malam itu juga, di rumah Laksamana Maeda itu kemudian diadakan rapat untuk menyusun teks proklamasi, yang dihadiri oleh golongan muda dan golongan tua.

Labels:
Sejarah

Thanks for reading
PERISTIWA RENGASDENGKLOK. Please share…!


D.soal isian. dokter , penjahit, dan pengemudi kendaraan umum bekerja untuk memperoleh penghasilan di bidang ​


tulis 2 faktor yang memengaruhi berkurang nya ketersediaan air tanah


Indonesia menjalin kerjasama ekonomi antar negara dalam bentuk ekspor komoditas tertentu komoditas ekspor unggulan dalam sektor agraris Indonesia anta …

ra lain…A.pupuk urea,kertas, dan minyak atsiriB.batu bara,aluminium, dan bijih besiC.jagung,lada putih, dan getah karetD.kayu lapis,minyak kelapa, dan mebel​

Baca Juga :   Apa alasan manusia purba selalu hidup berpindah-pindah pada zaman berburu dan meramu


4. d. produksi un ke mo 2. Penjualan hasil produksi pertanian di ber pasar tradisional banyak dibeli oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan …

sehari-hari. Pemenuhuhan kebutuhan sehari-hari masayarakat dalam ekonomi termasuk kegiatan… a. distribusi untu itu dis nsi b. konsumsi c. migrasi d. Produksi ​


tolong bantu Jawab plisssss​


tolong bantu Jawab plisssss​


Brunei Darussalam merupakan negara yang kaya negaranya unggul di sektor?​


bantu jwb makasi…….​


cepet kak mau di kumpulin​


cepet kak mau di kumpulin​

Lihat Foto

Peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu ditandai upacara penandatanganan di atas kapal perang USS Missouri di Teluk Tokyo, 2 September 1945. Menteri Luar Negeri Jepang Mamoru Shigemitsu menandatangani mewakili pemerintah Jepang.

KOMPAS.com – Proklamasi kemerdekaan Indonesia dipicu oleh kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Kekalahan Jepang memberi celah Indonesia untuk dapat segera memproklamasikan kemerdekaan.

Sebelumnya, Jepang juga sudah memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia.

Untuk memenuhi janji tersebut, Jepang membentuk dua buah badan, yaitu Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Ketika Jepang menyerah terhadap Sekutu, mereka menyembunyikan berita ini dari Indonesia.

Sampai akhirnya Sutan Sjahrir, salah satu tokoh golongan muda, mendengar kabar melalui sebuah radio bahwa Jepang telah menyerah tanpa alasan kepada Sekutu.

Mereka mendesak Soekarno dan Hatta untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Raden Dewi Sartika: Kehidupan, Gagasan, dan Kiprahnya

Golongan Muda menolak Proklamasi melalui PPKI

Pada 14 Agustus 1945 Jepang secara sembunyi-sembunyi telah menyerah kepada Sekutu.

Berita ini mereka sembunyikan agar Indonesia tidak mengetahui peristiwa itu. Semua alat komunikasi di Indonesia telah dikuasai oleh Jepang.

Namun, beberapa pejuang kemerdekaan, khususnya golongan muda, berhasil mengetahui info kekalahan Jepang.

Apa alasan golongan tua menolak pendapat golongan muda yang ingin segera melaksanakan proklamasi

Posted by: pskji.org