Mengapa kita harus mengamalkan sila ke-2 dan sila ke-3?

Mengapa kita harus mengamalkan sila ke-2 dan sila ke-3?

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Teman-teman pasti sudah tahu hal itu.

Kenapa sih kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila, apa makna Hari Kesaktian Pancasila itu? Apakah teman-teman sudah tahu?

Makna Hari Kesaktian Pancasila


Sebagai penghormatan kepada seluruh pahlawan yang telah berjatuhan dalam melindungi Pancasila

– Mengingat perjuangan pahlawan sebagai usaha untuk membentengi peranan Pancasila sebagai dasar Negara serta juga sebagai ideologi bangsa

– Meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur

Pengamalan Pancasila

Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia. Konsep dasar Pancasila ini terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Kata Pancasila diambil dari Bahasa Sansekerta, “Panca” memiliki arti lima dan “sila” berarti dasar, jadi Pancasila memiliki arti lima dasar.  Dalam hal ini yang dimaksud adalah lima dasar negara.

Sebagai anak Indonesia, kita wajib mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, simak berikut ini bentuk pengamalam nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.

1. Pengamalan Sila Ke-2 Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Butir-butir pengamalan Pancasila sila pertama bagi rakyat Indonesia adalah percaya dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu harus menghormati adanya perbedaan agama dan keyakinan.

Contoh pengamalan Pancasila sila pertama di lingkungan sekolah;

Menghormati teman atau guru yang berbeda agama.

Tidak menggangu kegiatan beribadah teman yang berbeda agama.

Selalu rukun tanpa membeda-bedakan latar belakang agama.

Menjalankan perintah agama masing-masing.

Tidak menjadikan perbedaan agama sebagai halangan untuk berteman.

2. Pengamalan Sila Ke-2 Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila kedua Pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Butir-butir pengamalan Pancasila sila kedua bagi rakyat Indonesia adalah menghormati dan menghargai sesama manusia.

Contoh pengamalan Pancasila sila kedua di lingkungan sekolah;

Saling menghargai sesama teman.

Saling mengasihi dan tidak membeda-bedakan teman.

Menghormati guru saat melakukan kegiatan pembelajaran.

3. Pengamalan Sila Ke-3 Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia”.

Butir-butir pengamalan Pancasila sila ketiga bagi rakyat Indonesia adalah menjunjung tinggi persatuan antarwarga masyarakat.

Contoh pengamalan Pancasila sila ketiga di lingkungan sekolah;

Bangga menjadi anak Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia saat berbicara dengan guru.

Saling membantu sesame teman.

Menjaga kerukunan dengan teman dan guru di sekolah.

4. Pengamalan Sila Ke-4 Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila keempat Pancasila berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Butir-butir pengamalan Pancasila sila keempat bagi rakyat Indonesia adalah menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan kepentingan bersama.

Contoh pengamalan Pancasila sila keempat di lingkungan sekolah;

Menghargai pendapat teman saat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Mengutamakan kepentingan bersama dan tidak memaksakan kehendak diri sendiri.

5. Pengamalan Sila Ke-5 Pancasila di Lingkungan Sekolah

Sila kelima Pancasila berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Butir-butir pengamalan Pancasila sila kelima bagi rakyat Indonesia adalah mencerminkan sikap gotong roying, dan bersikap adil sesame manusia.

Contoh pengamalan Pancasila sila kelima di lingkungan sekolah;

Saling membantu sesama teman yang kesulitan.

Bergotong royong mengerjakan hal-hal yang sulit.

Bersikap adil kepada semua teman dan guru.

tirto.id – Contoh pengamalan sila ke-3 Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai dasar negara Republik Indonesia, Pancasila berisi rumusan serta pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada kelima sila, masing-masing menyimpan nilai-nilai luhur yang diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh rakyat.

Advertising

Advertising

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang mana pengaplikasiannya sebaiknya diterapkan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari.

Terdapat 5 sila dalam Pancasila sebagai pijakan untuk menjalani kehidupan bernegara, yakni (1) Ketuhanan yang Maha Esa; (2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; (3) Persatuan Indonesia; (4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dan (5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Menurut P.J. Soewarno dalam
Pancasila Budaya Bangsa Indonesia

(1993), meskipun ke-5 sila merupakan satuan yang tidak terpisahkan, tetapi dalam pelaksanaannya dapat ditelusuri perbedaan intensitas masing-masing sila. Walaupun satu tetap lima, masing-masing sila tidak sama asasinya.

Baca Juga :   Banyaknya cara memilih kapten penjaga gawang dan stopper dari satu tim pemain sepak bola adalah

Khusus membahas pengamalan Pancasila sila ke-3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, maka penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat penting karena keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia.

Indonesia memiliki ribuan pulau dengan sangat banyak suku yang berbeda-beda hidup di dalamnya. Begitu pula aneka bahasa daerah yang dipergunakan sehari-hari, jumlahnya juga mencapai ribuan.

Karena itu dalam sila ke-3 Pancasila, terkandung butir-butir pengamalan yang memuat nilai-nilai, isi, serta penjelasan rinci karena bangsa Indonesia sangat majemuk.

Buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) yang disunting oleh Al Khanif, mengungkap bahwa nilai-nilai luhur Pancasila dalam berbagai kondisi masyarakat dapat digali sebagai kunci untuk menghadapi segala macam tantangan yang dihadapi oleh segenap rakyat Indonesia.

Secara bahasa, Pancasila berarti “lima asas” atau “lima prinsip”. Kata tersebut diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna lima asas berisi rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

Butir-Butir Pengamala Sila ke-3 Pancasila

Berikut ini isi butir-butir pengamalan Pancasila sila ke-3 selengkapnya:

1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam butir ketiga dari sila ke-3 Pancasila yaitu “Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa”, contoh pengamalan yang dapat diterapkan adalah dengan membeli produk dalam negeri atau buatan masyarakat Indonesia sendiri.

Dengan begitu maka kehidupan perekonomian rakyat jadi makin baik dan kesejahteraannya meningkat.

Dalam butir keenam sila ke-3 yang berbunyi “Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika”, contoh pengamalannya adalah dengan menggunakan bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi masyarakat kita dengan beragam suku dengan kekayaan budaya berupa bahasa daerah masing-masing yang berbeda.

Bahasa Indonesia diperlukan agar tercipta komunikasi yang baik dan tidak terjadi salah paham.

Pada butir ketujuh sila ke-3, “memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa” contoh pengamalannya adalah dengan berinteraksi dengan semua teman tanpa memandang suku asal mereka.

Walau berbeda suku, seharusnya tidak menjadi batas dalam bergaul karena adanya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Contoh lain dalam butir kedua sila ke-3 yang berbunyi “Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia,” yakni dengan bangga memakai Bahasa Indonesia, memakai produk dalam negeri, juga mempromosikan keindahan alam Indonesia agar pariwisata negara ini makin maju.

Baca juga:

Baca juga artikel terkait ILMU SOSIAL atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita

(tirto.id – cck/adr)

Penulis: Cicik Novita Editor: Yandri Daniel Damaledo Kontributor: Cicik Novita

Tahukah kamu mengapa kita harus mengamalkan
Pancasila? Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Pandangan hidup berarti pancasila menjadi pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila akan berfungsi sebagai pandangan hidup, hanya jika semua penganutnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pancasila mengandung seperangkat nilai yang sangat penting diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejak awal proses perumusannya, para tokoh pendiri bangsa telah menyadari bahwa Pancasila lah yang paling cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah lama hidup dan menjiwai bangsa Indonesia, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Oleh karena itu, kita tidak perlu ragu lagi untuk mengamalkan Pancasila. Seperangkat nilainya telah teruji zaman mampu mempersatukan seluruh bangsa yang terdiri dari banyak suku, adat istiadat, dan agama. Pancasila harus dijadikan sebagai landasan berpikir dan bertindak.

Lantas, mengapa kita harus mengamalkan Pancasila? Nah, berikut ini kami akan memamparkan beberapa alasan pentingnya kita mengamalkan Pancasila. Semoga setelah membaca uraian ini, pengetahuan pembaca tentang Pancasila semakin bertambah.

Baca Juga:

  • Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
  • Nilai Instrumental Pancasila
Baca Juga :   Berikut yang bukan merupakan bagian jaringan tulang keras adalah

Yuk, berikut ini ulasannya…

Adapun alasan mengapa kita harus mengamalkan Pancasila, antara lain sebagai berikut:

Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga kehidupan beragama di Indonesia. Kerukunan agama menjadi penting karena Indonesia adalah negara yang terdiri dari beberapa agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu. Sila pertama Pancasila mengajarkan kepada kita sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama pemeluk agama untuk menciptakan kerukunan.

Alasan kedua mengapa kita harus mengamalkan Pancasila adalah untuk menciptakan sebuah masyarakat yang berkemanusiaan adil dan beradab. Dengan Pancasila, setiap orang akan menyadari persamaan derajat, hak, dan kewajibannya di antara sesama manusia. Tidak ada manusia yang melanggar hak orang lain karena telah terbentuk suasana saling menghargai dan menghormati di antara sesama masyarakat.

Alasan mengapa kita harus mengamalkan Pancasila adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia. Dengan Pancasila, Indonesia yang terdiri dari ribuan suku bangsa dan adat istiadat akan bersatu di bawah naungan Pancasila. Rasa keterikatan sebagai sesama anak bangsa akan mengatasi semua perbedaan-perbedaan yang disebabkan oleh adat istiadat.

Sila keempat Pancasila berbunyi: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Pengamalan Pancasila sangat penting agar masyarakat menyadari perlunya membangun perilaku yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat di setiap penyelesaian masalah.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan menciptakan masyarakat yang bersikap adil terhadap sesama. Semua orang akan saling menghargai hak dan menyadari kewajibannya sebagai warga negara. Sikap saling tolong menolong akan terbangun di tengah-tengah masyarakat saat Pancasila diamalkan secara konsisten.

Berikut ini adalah nilai-nilai Pancasila yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan cara pengamalannya:

Sila pertama berbunyi: “Ketuhanan Yang Maha Esa”, mengandung nilai:

  • Kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai suatu pencipta segala hal dimana sifat-sifat yang sempurna serta suciNya seperti Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Perkasa dan lainnya.
  • Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yaitu menjalankan semua perintah-NYA serta menjauhi larangan-larangannya.

Cara pengamalan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari:

  • Percaya serta Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama serta kepercayaan masing-masing.
  • Hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dan para penganut kepercayaan walaupun berbeda-beda.
  • Saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama serta kepercayaan masing-masing.
  • Jangan memaksakan suatu agama atau kepercayaan terhadap orang lain.
  • Mempunyai sikap toleransi antar umat beragama lain.
  • Tidak bersikap rasis terhadap pemeluk agama yang berbeda kepercayaan.
  • Menyayangi binatang, merawat tumbuh-tumbuhan, serta selalu menjaga kebersihan dan lainnya.

2. Pengamalan Sila Kedua Pancasila

Sila Kedua Pancasila berbunyi: “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”. Sila ini mengandung nilai:

  • Pengakuan atas suatu harkat dan martabat manusia dengan segala hak serta kewajiban asasi yang dimiliki tiap orang.
  • Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, mulai dari diri sendiri, alam sekitar bahkan terhadap Tuhan utamanya.
  • Manusia merupakan makhluk beradab ataupun berbudaya yang mempunyai daya cipta, rasa, karsa serta keyakinan masing-masing yang telah dijelaskan sebelumnya.

Cara pengamalan sila ke 2 dalam kehidupan sehari-hari :

  • Mengadakan atau melaksanakan pengendalian tingkat polusi udara supaya udara yang dihirup bisa tetap terjaga dan nyaman
  • Menjaga kelestarian tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar lingkungan
  • Mengadakan gerakan penghijauan dilingkungan tertentu khususnya tempat tinggal dan lainnya.
  • Mengakui persamaan derajat, hak, serta kewajiban antara sesama manusia.
  • Saling mencintai dan menghormati sesama manusia.
  • Tidak bertindak semena-mena terhadap orang lain.
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  • Berani dalam membela kebenaran serta keadilan.

3. Pengamalan Sila Ketiga Pancasila

Sila ketiga Pancasila berbunyi: “Persatuan Indonesia”. Sila ini mengandung nilai:

  • Persatuan Indonesia merupakan persatuan bangsa dimana seseorang mendiami wilayah Indonesia serta wajib berpartisipasi membela dan menjunjung tinggi (patriotisme);
  • Pengakuan terhadap kebhinneka tunggal ika an suku bangsa (etnis) dan kebudayaan bangsa lain (berbeda-beda tetapi satu jiwa) yang memberikan suatu arah didalam pembinaan atau pergerakan kesatuan bangsa;
  • Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (jiwa nasionalisme).

Cara pengamalan sila ke-3 dalam kehidupan sehari hari:

  • Melakukan inventarisasi tata nilai tradisional yang harus selalu diperhatikan didalam pengambilan kebijaksanaan atau pengendalian pembangunan lingkungan di daerah atau sekitar
  • Mengembangkan tata nilai tradisional melalui pendidikan ataupun latihan serta penerangan dan penyuluhan yang mendorong manusia untuk melindungi sumber daya dan lingkungannya.
  • Menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan bangsa atau negara diatas kepentingan pribadi ataupun golongan.
  • Rela berkorban demi kepentingan bangsa.
  • Cinta tanah air dan bangsa atau negara.
  • Bangga sebagai persatuan bangsa Indonesia dan bertanah air di Indonesia.
  • Memajukan sosialisasi dan kesatuan bangsa yang ber-bhineka tunggal ika.
  • Bangga menggunakan bahasa persatuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Indonesia.
Baca Juga :   Berikut ini merupakan karakteristik atau ciri dari tumbuhan dikotil kecuali

4. Pengamalan Sila Keempat Pancasila

Sila keempat Pancasila berbunyi: “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Sila Keempat mengandung nilai:

  • Kedaulatan negara berada di tangan rakyat
  • Pimpinan kerakyatan merupakan hikmat kebijaksanaan yang dilandasi oleh akal sehat
  • Manusia di Indonesia sebagai warga negara serta warga masyarakat memiliki kedudukan, hak serta kewajiban yang sama;
  • Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat dilaksanakan bersifat kekeluargaan.
  • Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab para pengambil keputusan didalam pengelolaan lingkungan hidup tersebut;
  • Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kesadaran akan hak serta tanggung jawab masyarakatnya didalam pengelolaan lingkungan hidup tersebut;
  • Mewujudkan, menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemitraan usaha.
  • Tidak memaksakan kehendak orang lain

Cara pengamalan sila keempat dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menggunakan akal sehat dan hati nurani dalam bermusyawarah
  • Membuat keputusan berdasarkan mufakat
  • Mematuhi peraturan yang dibuat bersama
  • Bersikap aktif dalam memberikan pendapat dalam rapat
  • Menggunakan hak suara dalam pemilu sesuai hati nurani
  • Turut serta dalam pemilihan ketua RT
  • Tidak bersikap acuh tak acuh saat mengikuti rapat
  • Mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam musyawarah
  • Mengakui persamaan hak sebagai warga negara
  • Mengakui persamaan kewajiban sebagai warganegara
  • Mengakui persamaan derajat sebagai warganegara
  • Tidak melanggar keputusan yang dibuat bersama
  • Tidak melanggar hak-hak kewarganegaraan orang lain
  • Memiliki i’tikad baik dalam mengikuti musyawarah
  • Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara menurut undang-undang
  • Mengakui undang-undang yang dibuat oleh DPR
  • Melaksanakan peraturan pemerintah yang ditetapkan DPR
  • Mengadakan musyawarah untuk membuat keputusan bersama
  • Tidak memaksakan kehendak saat bermusyawarah
  • Mengembangkan suasana kekeluargaan dalam musyawarah
  • Mengadakan rapat untuk membuat keputusan
  • Menghormati keputusan rapat
  • Melaksanakan keputusan rapat
  • Mengikuti musyawarah dengan niat baik
  • Membuat keputusan dengan memperhatikan kepentingan bersama
  • Memberikan hak suara dalam pemilihan umum
  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat di DPR
  • Tidak memaksakan orang lain memilih partai tertentu dalam pemilihan umum
  • Menyampaikan aspirasi masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat
  • Menjunjung nilai kebenaran dan keadilan dalam melakukan mufakat

5. Pengamalan Sila Kelima Pancasila

Sila kelima dari Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Contoh pengamalan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan masyarakat
  • Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat
  • Menolong orang lain untuk mandiri
  • Berpartisipasi untuk membangun desa
  • Tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat sekitar
  • Memelihara fasilitas umum
  • Gotong royong membangun jembatan
  • Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang
  • Melindungi hak-hak orang lain
  • Melakukan kegiatan untuk kesejahteraan bersama
  • Tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain
  • Tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu tetangga
  • Berlaku adil terhadap sesama
  • Menghormati hak orang lain atas dasar keadilan
  • Suka bekerja keras
  • Tidak berperilaku boros
  • Tidak bergaya hidup mewah
  • Suka berhemat
  • Tidak melanggar peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum
  • Tidak menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi
  • Tidak merusak fasilitas umum
  • Tidak malas dalam bekerja
  • Menghargai hasil karya orang lain
  • Tidak menggunakan mobil pribadi untuk kebut-kebutan di jalan raya
  • Tidak merusak lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat
  • Melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama
  • Gotong royong membangun jalan
  • Gotong royong membersihkan sungai
  • Membantu perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha
  • Memberdayakan potensi wisata desa


5+ Alasan Mengapa Kita Harus Mengamalkan Pancasila

2019-10-08T21:15:00-07:00 Rating:
4.5
Diposkan Oleh:

Author Ilmusiana

Mengapa kita harus mengamalkan sila ke-2 dan sila ke-3?

Posted by: pskji.org