Rasul juga melakukan aktivitas seperti makan minum dan tidur hal ini karena Rasul mempunyai sifat

Rasul juga melakukan aktivitas seperti makan minum dan tidur hal ini karena Rasul mempunyai sifat

123
Iman Kepada
Rasul Allah
Rukun iman ada 6 macam, salah satunya adalah iman kepada
Rasul Allah. Tahukah kamu siapa saja Rasul Allah? Apa pula
perbedaan rasul dengan nabi?
Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang Rasul Allah, Nabi
dan apa saja sifat-sifat Rasul Allah.
Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat menjelaskan
pengertian iman kepada Rasul Allah, menyebutkan nama dan sifat-sifat
Rasul Allah serta dapat meneladani sifat-sifat Rasul Allah.
11
Tujuan Pembelajaran
Aspek Aqidah
Sumber: Dokumentasi Penulis
Gambar 11.1
Kita dengan mudah menemukan kitab yang berisi kumpulan hadis
Nabi Muhammad saw. serta meneladani pribadi beliau.
Di unduh dari : Bukupaket.com

Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VIII
124
Iman kepada rasul Allah artinya mempercayai bahwa
Allah swt. telah mengutus rasul untuk memberikan petunjuk dan
pedoman hidup kepada umat manusia agar sejahtera di dunia dan
di akhirat. Rasul adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah swt.
berupa syariat tertentu dan diperintahkan untuk menyampaikan
wahyu tersebut kepada umatnya. Sedangkan nabi adalah orang
yang diberi wahyu oleh Allah tetapi tidak wajib menyampaikan
kepada umatnya.
Ada beberapa cara beriman kepada rasul Allah, yaitu sebagai
berikut.
1.
Mengikuti ajarannya
Rasul diutus oleh Allah swt. untuk menyampaikan wahyu
kepada manusia sehingga pada hakekatnya mengikuti ajaran rasul
sama dengan mengikuti ajaran Allah swt. Rasul diutus oleh Allah
untuk kepentingan umat tertentu, seperti Nabi Hud diutus untuk
kaum ‘Ad, Nabi Saleh diutus untuk kaum Samut, nabi Syu‘aib diutus
untuk penduduk Madyan, Nabi Musa dan Nabi Ishak diutus untuk
kaum Bani Israil. Khusus untuk Nabi Muhammad terdapat
pengecualian, karena Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah swt.
untuk semua umat manusia di dunia.
Allah swt. berfirman dalam Surah al-An’am ayat 48 :
Wa m± nursilul-mursal³na ill± mubasysyir³na wa mun©ir³n(a), faman
±mana wa a£la¥a fal± khaufun ‘alaihim wa l± hum ya¥zan
μ
n(a)
Artinya: “
Dan tidaklah Kami mengutus para rasul melainkan
untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan.
Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan,
maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati
.” (Q.S al-An’am/6: 48)
A
Pengertian Iman kepada Rasul Allah
B
Cara Beriman kepada Rasul Allah
.
Di unduh dari : Bukupaket.com

125
2.
Tidak membeda-bedakan rasul
Pada hakekatnya semua rasul adalah sama, yaitu sama-sama
utusan Allah swt. sehingga kita tidak boleh membeda-bedakan
antara rasul yang satu dengan rasul yang lain.
3.
Meneladani perilaku para rasul dalam kehidupan sehari-hari
dan menjadikan rasul sebagai contoh dan panutan. Hal ini
sesuai dengan firman Allah swt. dalam Q.S. al-Ahzab/33: 21)
Laqad k±na lakum f³ ras
μ
lill±hi uswatun ¥asana(tun)
Artinya: “
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang
banyak mengingat Allah
. (Q.S. al-Ahzab/33: 21)
4.
Taat dan patuh dalam menjalankan segala perintah dan

Baca Juga :   Perbedaan ciri yang terdapat pada monera protista fungi plantae animalia

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 14 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.

Mengimani rasul-rasul Allah Swt. merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah Swt. tersebut. Perintah beriman kepada rasul Allah Swt. terdapat dalam surah an-Nisa/4: 136.

Artinya :  “Wahai orang-orang yang beriman Tetaplah beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah Swt., malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. an-Nisa/4: 136)

Sifat Rasul – Rasul Allah Swt

Rasul sebagai utusan Allah Swt. memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

1. Sifat Wajib

Sifat wajib
artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, yaitu seperti berikut.

a. As-siddiq

As-siddiq, yaitu rasul selalu benar. Apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu yang tidak memberi manfaat  dan mudarat, jauhilah. Peristiwa ini diabadikan pada Q.S. Maryam/19: 41, berikut ini:

Artinya :
“Dan eritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.” (Q.S. Maryam/19: 41)

Baca Juga :   Petunjuk Suhu Pada Termometer Raksa Didasarkan Pada Perubahan

b. Al-Amanah

Al-Amanah, yaitu rasul selalu dapat dipercaya. Di saat kaum Nabi Nuh as. mendustakan apa yang dibawa olehnya. Allah Swt. pun menegaskan bahwa Nuh as., adalah orang yang terpercaya (amanah). Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. asy-Syu’ara/26 106-107 berikut ini:

Artinya :
“Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa Sesungguhnya aku ini seorang rasul keperayaan (yang diutus) kepadamu.” (Q.S. asy-Syu’ara/26: 117)

c. At-Tablig

At-Tablig, yaitu rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad saw. dan tidak disampaikan kepada umatnya. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak terdapat dalam al-Qur’an, Ali pun menegaskan bahwa: “Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan keuali pemahaman seseorang terhadap al-Qur’an.” Penjelasan ini terkait dengan Q.S. al-Maidah/5: 67 berikut ini.

Artinya :
“Wahai rasul Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. dan Allah Swt. memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah Swt. tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. al-Maidah/5: 67)

d. Al-Fatanah

Al-Fatanah, yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di Mekah, setiap kelompok memaksakan kehen dak untuk meletakkan al-Hajar alAswad (batu hitam) di atas Ka’bah. Rasulullah saw. lalu menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung kain yang dibawa nya. Kemudian, Nabi meletakk an batu itu di tengahnya, dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas Ka’bah. Sungguh cerdas Rasulullah saw.

2. Sifat Mustahil

Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada rasul. Sifat mustahil ini lawan dari sifat wajib, yaitu seperti berikut.

a. Al-Kizzib

Al-Kizzib, yaitu mustahil rasul itu bohong atau dusta. Semua perkataan dan perbuatan rasul tidak pernah bohong atau dusta.

Artinya :
“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diuapkan itu (al-Qur’an) menurut keinginannya tidak lain (al-Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Q.S an-Najm/53: 2-4)

b. Al-Khianah

Al-Khianah, yaitu mustahil rasul itu khianat. Semua yang diamanatkan kepadanya pasti dilaksanakan.

Artinya :
“Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Q.S al-An’am/6: 106).

c. Al-Kitman

Al-Kitman, yaitu mustahil rasul menyembunyikan kebenaran. Setiap firman yang ia terima dari Allah Swt. pasti ia sampaikan kepada umatnya.

Artinya :
“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah Swt. ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat.Aku hanya mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (Q.S. al-An’am/6: 50)

Baca Juga :   Jelaskan Kronologi penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949

d. Al-Baladah

Al-Baladah yaitu mustahil rasul itu bodoh. Meskipun Rasulullah saw. tidak bisa membaca dan menulis (ummi) tetapi ia pandai.

Artinya :
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Q.S alA’raf/7: 199)

3. Sifat Jaiz

Sifat Jaiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan, yaitu al-ardul basyariyah, artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan seorang rasul tetap meninggal sebagai mana makhluk lainnya.

Selain rasul memiliki sifat wajib dan juga lawannya, yaitu sifat mustahil, rasul juga memiliki sifat jaiz. Akan tetapi sifat jaiz rasul dengan sifat jaiz Allah Swt. sangat berbeda. Allah Swt. berfirman:

Artinya: “…(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan seperti apa yang kamu makan dan dia minum seperti apa yang kamu minum.” (Q.S. al-Mu’minµn/23:33 ).

Rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain rasul, yaitu seperti berikut.

  1. Ishmaturrasul
    adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah Swt. Oleh karena itu, seorang Rasul selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.
  2. Iltiamurrasul
    adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah Swt. meskipun untuk menjalankan perintah Allah Swt. harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.

Baca Juga :

Demikian artikel tentangSifat Rasul – Rasul Allah Swt Yang Harus Kamu Ketahui,
Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.

diambil dari berbagai sumber.

  • Pengertian Hadis dan Fungsi Hadis

  • Pengertian dan Prinsip Asuransi Syariah Dalam Islam

  • Tips Damaikan Negeri Ini Dengan Cara Bertoleransi

  • Perintah Berlaku Jujur Dalam Al-Qur’an dan Hadits

  • Macam – Macam Mu’amalah Dalam Islam

Rasul juga melakukan aktivitas seperti makan minum dan tidur hal ini karena Rasul mempunyai sifat

Posted by: pskji.org