Apa Penyebab kegiatan Pasar Terapung Muara Kuin sekarang berkurang?

Apa Penyebab kegiatan Pasar Terapung Muara Kuin sekarang berkurang?

Ikon Kalimantan Selatan yang sangat terkenal adalah budaya pasar terapung yaitu pasar yang memanfaatkan sungai sebagai lokasi dan jukung (perahu kecil/sampan) sebagai toko. Budaya pasar terapung sendiri sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno di Kalimantan Selatan. Menariknya pasar terapung dengan ciri khas dan keunikannya ini kemudian menjadi objek wisata yang menarik banyak minat wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan keunikan pasar ini. Namun belakangan ini pasar terapung mulai berkurang jumlah pelakunya (jukung) karena kalah bersaing dengan pasar modern.

Hal inilah yang coba di manfaatkan oleh pemerintah kota Banjarmasin untuk terus melestarikan budaya pasar terapung yang sudah kadung menjadi ikon pariwisata Banjarmasin. Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah Kota Banjarmasin adalah dengan membuat sebuah gelaran budaya akbar yang berlangsung selama tiga hari yang dinamakan “Festival Pasar Terapung”.

Festival Pasar Terapung Banjarmasin di Kalimantan Selatan



Pasar Terapung Muara Kuin

Di mulai pada tahun 1526, Sultan Suriansyah mendirikan istananya di sekitar tepi sungai Kuin, yang kelak menjadi cikal bakal dari kota Banjarmasin. Sejak saat itulah tepian sungai ini mulai ramai dikunjungi dan melahirkan sebuah pasar tradisional unik yaitu Pasar Terapung. Dinamakan Pasar Terapung karena aktifitas pasar ini dilakukan di atas sampan atau Jukung sebutan orang Banjar untuk perahu kecil tanpa mesin dan masih berlangsung hingga kini.

Sama seperti pasar terapung Lok Baintan aktifitas di pasar terapung di mulai dari selepas subuh hingga sekitar jam 8:00/9:00 waktu setempat.

Pasar Terapung Lok Baintan

Selain Pasar Terapung Muara Kuin terdapat juga pasar terapung Lok Baintan, pusat berkumpulnya para pedagang di Pasar Terapung Lok Baintan adalah di sebuah pelabuhan kecil bernama “Pelabuhan Lok Baintan” di atas Sungai Pinang. Lebih dari 100 Jukung yang datang setiap harinya ke Pasar Terapung Lok Baintan untuk bertransaksi.

Sudah menjadi tradisi bahwa yang mengayuh Jukung-Jukung dan bertransaksi kebanyakan adalah perempuan, karena laki-laki biasanya pergi bertani atau menjadi nelayan dan hasilnya akan di jual atau ditukarkan (barter) dengan kebutuhan mereka di Pasar Terapung Lok Baintan.

Baca Juga :   Untuk Merata Kanankan Teks Menggunakan Perintah

Aktifitas di pasar inipun di mulai sejak fajar, yaitu selepas subuh dan berakhir antara pukul 8:00 atau 9:00 waktu setempat.

Festival Pasar Terapung

Festival Pasar Terpung merupakan pentas budaya dan seni yang di ikuti oleh berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan beberapa daerah

lain yang ada di Indonesia serta beberapa Negara tetangga.

Festival ini selalu diadakan setiap tahun oleh pemerintah daerah Banjarmasin. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya festival dan media pengenalan semua budaya-budaya serta wisata-wisata yang ada di Kalimantan Selatan, festival ini juga digunakan untuk menarik minat para wisatawan untuk datang ke Kalimantan Selatan.

Di festival ini, dihadirkan berbagai atraksi budaya yang akan mempesona Anda, tidak hanya budaya yang bisa kita temui setiap hari, budaya-budaya yang terkesan langka pun akan di tampilkan di gelaran festival pasar terapung.

Atraksi Budaya di Festival Pasar Terapung

Diantara sekitan atraksi budaya yang digelar di Festival Pasar Terapung yang utama adalah budaya Pasar Terapung itu sendiri.

Budaya pasar terapung yang terdapat di Muara Kuin dan Lok Baintan memang membutuhkan usaha lebih untuk bisa menyaksikannya, sebut saja anda diharuskan bangun subuh dan pergi ke lokasi dengan menggunakan perahu dan atau melewati jalan yang tidak mudah, semua itu membutuhkan usaha lebih selain memakan biaya perjalanan yang tidak sedikit.

Nah bagi anda yang mungkin tidak sempat atau tidak memiliki waktu untuk bangun pagi dan pergi ke Muara kuin atau lok Baintan, anda tidak perlu khawatir di Festival Pasar Terapung anda akan menyaksikan kegiatan pasar terpung yang sama bahkan jumlah pesertanya (jukung) bisa mencapai 3 sampai 4 kali lipat lebih banyak dibandingkan yang akan anda saksikan di Pasr Terapung Muara Kuin atau Lok Baintan.

Sedangkan atraksi budaya pendukung yang lain yang tidak kalah menari diantaranya adalah:

  1. Atraksi Budaya Bagasing
  2. Atraksi Budaya Badaku
  3. Atraksi Budaya Batungkau
  4. Atraksi Budaya Balogo
  5. Atraksi Budaya Banyanyi
  6. Atraksi Budaya Madihin
  7. Atraksi Budaya Dagongan
  8. Atraksi Budaya Bakarasminan
  9. Festival Sinoman Hadrah
  10. Atraksi Budaya Jukung Hias
  11. Atraksi Budaya Jukung Tradisional
  12. Atraksi Budaya Tanglong hias (Kelotok)
  13. Atraksi Budaya Lomba Ketinting (balap perahu bermesin)
  14. Atraksi Budaya Lari Menggunakan Sandal dari tempurung kelapa
  15. Atraksi Budaya Aneka adat dari 13 kabupaten
  16. Atraksi Budaya Naik Manu (kayu berduri)
  17. Peragaan Kain Sasirangan
  18. Atraksi Budaya Tari Gintur Dayak
  19. Atraksi Budaya Musik Kurung-kurung
  20. Atraksi Budaya Musik Panting
  21. Atraksi Budaya Tarian Baksa Kembang
  22. Atraksi Budaya Tarian Radap Rahayu
  23. Atraksi Budaya Madihin
  24. Atraksi Budaya Engrang
  25. Atraksi Budaya Sasuduran
  26. Serta berbagai Atraksi budaya yang lain.
Baca Juga :   Jelaskan sifat-sifat yang harus terkandung dalam satuan Rajas Tamas pada aliran filsafat Samkhya

Pada malam harinya festival ini akan di isi dengan berbagai hiburan rakyat, Pameran Budaya, kerajinan rakyat, kuliner khas daerah serta kembang api di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.

Kegiatan lainnya adalah Mappanretasie (memberi makan laut) di Pantai Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Peserta Budaya berasal dari seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan serta beberapa daerah diantaranya:

  1. Kalimantan Barat
  2. Kalimantan Timur
  3. Kalimantan Tengah
  4. Jawa Barat
  5. Jawa Timur
  6. serta propinsi lainnya.

Festival ini biasanya di adakan pada bulan September setiap tahunnya.



Lokasi Festival Pasar Terapung

Festival Budaya Pasar Terapung bertempat di Jl. Sudirman dan Sungai Martapura Kalimantan Selatan.

Akses ke Lokasi Festival Pasar Terapung

Anda dapat mengakses lokasi Festival Pasar Terapung melalui beberapa jalur. Jika anda berasal dari luar Daerah Kalimantan Selatan, ada dapat mengakses kota ini melalui laut maupun udara, salah satunya adalah Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin yang melayani penerbangan dengan rute Banjarmasin-Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Serta daerah lainnya.

Fasilitas dan

Akomodasi

Tempat Parkir Luas

Hotel dan penginapan

Restaurant dan Rumah Makan

Toilet Umum

ATM/Bank

Pusat Perbelanjaan

Rumah Sakit

Tips

Ada baiknya anda mengecek jadwal serta agenda Festival Pasar Terapung dari website dinas pariwisata Kalimantan Selatan untuk memastikan kapan tepatnya berlangsungnya Festival Pasar Terapung.

Bekali diri anda dengan jadwal acara ketika anda berada di Festival Pasar Terapung karena akan sangat membantu anda memilah atraksi yang ingin anda saksikan dan berada di tempat pada waktu yang tepat.

Keep Clean! Jaga selalu kebersihan objek wisata dengan membuang sampah pada tempatnya.

Sumber Ilustrasi: http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku

Pasar Terapung adalah pasar tradisional yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas air dengan menggunakan perahu. Ada dua pasar terapung yang terkenal di Indonesia, yang pertama berada di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin, dan yang kedua adalah Pasar Terapung Lok Baintan di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Para pedagang di pasar tradisional ini umumnya adalah ibu–ibu yang mengayuh jukung (perahu) sambil menjajakan hasil pertanian. Ironisnya, saat ini aktivitas pasar terapung di Banjarmasin mulai berkurang, baik dari jumlah pedagang maupun rentang waktu kegiatan.

Baca Juga :   Jelaskan dan berilah ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di indonesia

Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur menyebabkan aktivitas pasar terapung di Banjarmasin kian tergerus. Kondisi jalan yang menghubungkan berbagai desa di Banjarmasin dan daerah–daerah sekitarnya, termasuk Kabupaten Barito Kuala, menyebabkan banyak pedagang yang dulunya memanfaatkan transportasi sungai pindah ke jalur darat. Hal ini diperparah dengan maraknya penawaran kredit motor sehingga banyak pedagang yang meninggalkan jalur sungai. Penggunaan motor mempermudah para pedagang untuk pergi ke toko–toko grosir dan membeli barang–barang untuk dijual kembali di desa atau daerah asal para pedagang tersebut.

Selain itu, saat ini masyarakat lebih memilih datang ke pusat perbelanjaan seperti Duta Mall, yang dilengkapi dengan berbagai toko dan sarana hiburan seperti Cineplex Studio 21, Gramedia, dan Hypermart. Kehadiran mall yang menawarkan beragam pilihan ini menjadi tujuan utama bagi masyarakat provinsi Kalimantan Selatan, bahkan masyarakat Kalimantan Tengah. Hal menyebabkan pasar terapung makin ditinggalkan.

Melihat kondisi aktivitas pasar terapung yang mulai surut, pemerintah setempat tidak tinggal diam. Berbagai tindakan dilakukan untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap pasar terapung. Beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah adalah menjadikan pasar terapung sebagai objek wisata bagi para wisatawan lokal dan internasional, membuat event di lokasi pasar terapung seperti lomba Bakayuh Jukung, serta membuat pasar terapung buatan yang berlokasi di depan taman siring Sungai Martapura dan digelar setiap minggu. Strategi-strategi ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk kembali berkunjung ke pasar terapung. (Dari berbagai sumber)

Reporter: Dwi Arie Kurniawan (Banjarmasin)

Apa Penyebab kegiatan Pasar Terapung Muara Kuin sekarang berkurang?

Posted by: pskji.org