Apakah minuman Red Bull mengandung alkohol

Apakah minuman Red Bull mengandung alkohol

Kalau mau minum minuman energi harus diketahui sisi kehalalannya. Selama ini minuman energi dikenal mengandung taurin maka perlu diketahui asal usulnya.

Taurin bisa saja berasal dari alami bisa juga berasal dari empedu hewan. Dari hewan inilah yang mesti diketahui asal usulnya, apakah hewan halal atau tidak. Sebab Muslim harus minum produk minuman yang halal.

(Foto: Pixabay)

Dalam sebuah iklan televisi sekelompok anak muda yang sedang berolahraga terlihat kecapaian dan tidak punya tenaga. Tidak lama seorang anak muda lainnya menghampiri dan menertawakan sekelompok anak muda tadi.

Saat itu juga ia mengeluarkan produk minuman serbuk berenergi dari sakunya dan seketika anak muda yang baru datang tadi langsung memperagakan gerakan olah raga yang langsung membuat sekelompok anak muda tadi terperangah akibat efek minuman berenergi tersebut.

Sekelumit iklan dalam televisi tersebut memberikan gambaran kepada kita betapa ‘ajaibnya’ minuman berenergi itu sehingga dengan hanya meninumnya badan kita menjadi bertenaga serta berenergi. Tidak hanya itu beberapa produk sejenis juga memberikan gambaran yang hampir sama dengan iklan tersebut, dengan meninum beberapa teguk langsung terasa berenergi badan kita.

Seperti dilansir dalam situs resmi MUI, fenomena minuman berenergi tidak lepas dari cerita sejarah tentang minumen energi itu sendiri. Dimulai pada tahun 1960 di Jepang, Taisho Pharmaceuticals mulai mengembangkan medicinal tonic drink dengan nama (Lipvitan – D) yang mengandung aneka vitamin, niacin dan taurin. Racikan tersebutlah yang membuat dan mendorong tubuh untuk menciptakan energi secara cepat.

Minuman energi lain yakni Kratingdaeng, ditemukan di Thailand oleh Chaleo Yoovidhyta dan mulai dipasarkan sejak tahun 1976. Pada tahun 1987, Dietrich Mateschitz berkewarganegaraan Austria tertarik pada kratingdaeng dan mulai memasarkan produk ini ke seluruh dunia dengan merk dagang Red Bull.

Di Indonesia sendiri minuman energi mulai marak pada tahun 1990 an, yakni mulai masuknya lipovitan dari Jepang dan dipasarkannya extra joss pada tahun 1994 serta diikuti oleh Kratingdaeng pada 1997. Beberapa tahun ke belakang merk dagang lain seperti M-150, Kuku Bima, Hemaviton dan beberapa merk lain seperti Enerjos yang ikut meramaikan pasar produk minuman energi di Indonesia.

Kandungan minuman berenergi

Minuman energi mengandung beberapa macam bahan utama yakni air, gula, kafein, taurin, ginseng, ginkobiloba, vitamin dan mineral. Porsi dan racikan masing masing merk minuman berenergi tersebut berbeda beda, tergantung dari varian serta formulasi dari perusahaan tersebut.

Baca Juga :   Setelah terjadi di organisasi sosial maka masyarakat akan berusaha untuk

Cara kerjanya minuman berenergi adalah memberikan stimulus kepada tubuh untuk memberikan energi dalam beraktivitas. Zat zat seperti kafein dan taurin lah yang mengandung asam amino untuk membantu metabolisme sehingga tidak jarang setelah meminum minuman energi tubuh kita akan merasa bersemangat dan memiliki energi untuk melalukan aktivitas.

Bagi Muslim, halal menjadi salah satu alasan yang utama dalam mengkonsumsi produk minuman berenergi. Pilihlah minuman berenergi yang sudah bersertifikat halal LPPOM MUI. Bisa dilihat dari logo halal MUI yang tercantum dalam kemasan.

“Sebab Kandungan taurin dalam minuman energi mesti diketahui asal usulnya. Taurin bisa saja berasal dari natural (alami) atau sintetis. Alami biasanya berasal dari empedu hewan, nah hewan inilah yang mesti diketahui asal usulnya, apakah hewan halal atau tidak,” terang Auditor Senior LPPOM MUI, Nur Wahid.

Wahid menambahkan, vitamin yang ada dalam kandungan juga harus jelas kehalalannya. Vitamin yang beredar saat ini sebagian besar berasal dari vitamin sintetis atau produk mikrobial. Jarang sekali ditemukan vitamin alami yang berasal dari alam.

Proses mikrobial yang sering dipakai dalam memproduksi vitamin selalu menggunakan media untuk menumbuhkan mikroba tersebut. Bahan yang terdapat pada media tersebut bisa berasal dari bahan-bahan haram dan najis, jika media yang digunakan haram, maka produk yang dihasilkannya akan menjadi haram pula.

“Pada vitamin yang tidak stabil sering ditambahkan bahan pelapis coating untuk melindungi vitamin agar aktivitas dan khasiatnya tidak menurun oleh pengaruh sinar atau suhu tinggi. Bahannya bisa berasal dari gelatin yang mesti kritisi kehalalannya, apakah berasal dari tulang hewan seperti sapi atau babi sehingga harus jelas asal usul dan proses penyembelihannya jika berasal dari tulang sapi,” ujar Wahid.

Selain itu, zat pewarna dan flavor rasa juga merupakan bahan yang harus diperhatikan kehalalannya sebab bisa saja menggunakan bahan baku yang tidak jelas kehalalannya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur’an di
Okezone.com, Klik Tautan Ini:
https://muslim.okezone.com/alquran

Dosis tepat

Pengetahuan konsumen dalam mengkonsumsi produk minuman berenergi juga harus diperhatikan. Jangan hanya ingin mengejar mendapatkan efek kesegaran dan bertenaga konsumen tidak memperhatikan dosis tepat dalam penggunaannya. Sebab salah salah bisa saja tubuh yang akan mendapatkan efak samping.

Intinya, mengkonsumsi minuman berenergi dengan takaran dan frekuensi yang tepat, tak akan menimbulkan efek bagi kesehatan tubuh. Namun jika berlebihan, tentu sangat tidak dianjurkan.

Baca Juga :   Sebuah benda padat berbentuk setengah bola dengan diameter 21 cm volume benda tersebut adalah

Sebagian besar minuman berenergi mengandung kafein, yang apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi akan menyebabkan berbagai macam efek samping berjangka waktu pendek. Kandungan kafein per botol minuman berenergi sangat bervariasi, dari 50 mg hingga 505 mg.

Oleh karena itu, seseorang dapat saja minum terlalu banyak kafein. Reaksi normal yang terjadi apabila terlalu banyak kafein yang masuk ke tubuh meliputi meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, dehidrasi (pada beberapa kasus), sakit kepala, serta kesulitan tidur.

“Jika sudah begini maka selain halal, thoyib juga harus diperhatikan. Jangan karena sudah merasa halal maka thayib dilupakan. Intinya jangan melebihi dosis yang dianjurkan pada kemasan produknya,” tegas Wahid.

  • #Halal
  • #Bahaya Minuman Berenergi
  • #Minuman Berenergi

Krating Daeng
(bahasa Thai:
กระทิงแดง,
rtgs:krathing daeng, pengucapan[krà.tʰīŋ dɛ̄ːŋ]; artinya “banteng merah” atau “seladang merah”)[1] adalah minuman energi yang diciptakan oleh Chaleo Yoovidhya. Minuman ini dijual di Asia Tenggara, Asia Timur, dan 165 negara lain.[2] Chaleo menamakannya dari seladang (Thai:
กระทิง

krathing), salah satu banteng liar Asia Tenggara. Logonya berupa dua banteng merah yang saling beradu melambangkan kekuatan; merah bermakna keberanian, dan matahari melambangkan energi.[2] Kratingdaeng menjadi dasar dari minuman energi Red Bull. Saat Chaleo meninggal pada 2012 dalam usia 88 tahun, Chaleo sudah tergolong multi-miliarder.[3]

Krating DaengJenisMinuman energiNegara asalThailandDiperkenalkan1976; 46 tahun lalu
 (1976)Produk terkaitRed BullSitus webwww.kratingdaeng.com

Kratingdaeng diresepkan tahun 1975, mengandung air, gula tebu, kafein, taurin, inositol, dan vitamin B. Diperkenalkan di seantero Thailand tahun 1976 sebagai minuman penyegar dahaga para pekerja di sana. “Awalnya tidak populer…,” kata Saravoot sang direktur saat ini, “itu sangat berbeda dari pasar, dan Chaleo memfokuskan pada pasar pedesaan daripada di kota tempat banyaknya kompetitor mencari pasar.”[2]

Keidentikan minuman ini dengan kelas pekerja diwujudkan dalam sponsor dalam perhelatan Muaythai matches, saat logo Kratingdaeng tampil di sela-sela acara.

Kratingdaeng kalah saing dengan minuman populer lainnya di Thailand seperti M-150 dan kini berada pada posisi ketiga,[4][5] dan pangsa pasarnya diperkirakan hanya 7 persen tahun 2014.[4]

Kaleng Kratingdaeng Red Bull

Produk ini berbeda dengan merek internasional Red Bull yang diformulasikan oleh wirausahawan Austria Dietrich Mateschitz.[6] Mateschitz dulunya adalah karyawan pemasaran Blendax, perusahaan pasta gigi Jerman, saat ia berkunjung ke Thailand pada 1982 dan menemukan bahwa Kratingdaeng membantunya untuk mengobati mabuk udara.[7] Ia bekerja bersama dengan produsen Kratingdaeng T.C. Pharmaceuticals untuk mengadaptasi resep dan komposisinya agar sesuai dengan lidah Barat.[8] Red Bull diluncurkan tahun 1987. Keduanya sering disalahartikan; tetapi merupakan entitas yang terpisah dengan target pasar berbeda, dengan saham Red Bull GmbH selaku produsen dipegang oleh keluarga Chaleo Yoovidhya sebanyak 51 persen selaku pemegang merek dagang.[2]

Baca Juga :   Tuliskan pengertian base dalam permainan rounders

Dalam volume, Kratingdaeng memiliki kafein kurang dari 33% daripada Red Bull; Kratingdaeng mengandung 32 mg kafein per 150 mL botol,[9] sedangkan Red Bull mengandung 80 mg kafein per 250 mL botol.[10]

Kratingdaeng mengandung taurin, glukosa, dan vitamin B.[9]


  1. ^

    “T.C. PHARMACEUTICAL INDUSTRIES CO., LTD. export product: COMPANY PROFILE”. export.redbullthailand.com. 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-10-25. Diakses tanggal
    2016-10-18
    .


  2. ^
    a
    b
    c
    d

    Nivatpumin, Chiratas; Treerapongpichit, Busrin (2015-12-28). “Red Bull still charging ahead”. Bangkok Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-17. Diakses tanggal
    29 December
    2015
    .


    (Subscription required.)

  3. ^

    “Thai billionaire who created Red Bull dies at 88”. Asian Correspondent. Bristol, England: Hybrid News Limited. AP. March 17, 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 20, 2012. Diakses tanggal
    March 17,
    2012
    .


  4. ^
    a
    b

    “Carabao aims to energise Thai IPO market”. FinanceAsia. 2014-11-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-06-29. Diakses tanggal
    2015-06-27
    .



  5. ^

    “Thailand: Energy drink nation”. Global Post. 2010-09-19. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-06-30. Diakses tanggal
    2015-06-23
    .



  6. ^

    “Red Bull’s Origins”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-12. Diakses tanggal
    2008-07-15
    .



  7. ^

    Selling Energy”, The Economist, 9 May 2002″. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 June 2008. Diakses tanggal
    15 July
    2008
    .



  8. ^

    Roll, Martin (2005-10-17). Asian Brand Strategy: How Asia Builds Strong Brands. Springer. hlm. 199. ISBN 9780230513068. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-06-10. Diakses tanggal
    2012-09-24
    .


  9. ^
    a
    b

    Krausz, Tibor. “The Red Bull story: how world’s top energy drink began in Thailand, but it took an Austrian to make it a global phenomenon”. South China Morning Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 March 2019. Diakses tanggal
    5 February
    2019
    .



  10. ^

    “Caffeine content Red Bull”. redbull.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 February 2019. Diakses tanggal
    5 February
    2019
    .



  • Situs web resmi

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Krating_Daeng&oldid=19518541”

Apakah minuman Red Bull mengandung alkohol

Posted by: pskji.org