Sebutkan huruf vokal yang dipakai dalam latihan bernyanyi

Sebutkan huruf vokal yang dipakai dalam latihan bernyanyi

tirto.id – Pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) terdapat huruf-huruf yang digunakan untuk penulisan bahasa Indonesia.

Terdapat bermacam jenis huruf seperti huruf abad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf diftong, huruf gabungan huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal.

Huruf vokal dan huruf konsonan merupakan dua jenis huruf yang berbeda pada susunan alfabet.

Berikut adalah pengertian serta perbedaannya yang dikutip dari buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia (Mengenal Orasi Literasi, Pemakaian dan Penulisan Huruf, Penulisan Kata dalam Bahasa Indonesia).

Huruf vokal

Vokal merupakan bunyi atau ujaran bahasa yang dihasilkan alat bicara jika aliran udara yang keluar dari paru-paru tidak mengalami hambatan.

Vokal juga disebut huruf hidup atau bunyi. Pada bahasa Indonesia huruf yang melambangkan vokal adalah a,e, i,o, dan u.

Untuk penulisan huruf (e) dapat disertai dengan tanda aksen yang membedakan (e) yang dilafalkan dalam kata ekor dan kata enam.

Misalnya adalah:

– Setiap hari Senin, ayah mengikuti apel (apél) bendera di kantornya

– Adik suka makan apel

– Kakaknya mengalami gangguan mental (mental).

Untuk mempermudah mengetahui pengucapan kata yang benar pada huruf “e” terdapat diakritik yang dapat digunakan, diantaranya:

1. Diakritik taling tertutup (é) yang dilafalkan (e), misalnya:

– Anak-anak bermain di teras (téras)

– Kedelai merupakan bahan pokok kecap (kécap).

2. Diakritik taling terbuka (è) dilafalkan (ɛ), misalnya:

– Kami menonton film seri (sèri)

– Pertahanan militer (militèr) Indonesia cukup kuat.

3. Diakritik pepet (ê) dilafalkan (ə), misalnya:

– Pertandingan itu berakhir seri (sêri)

– Upacara itu dihadiri pejabat teras (têras) Bank Indonesia

– Kecap (kêcap) dulu makanan itu.

Huruf konsonan

Konsonan merupakan bunyi atau ujaran bahasa yang terjadi karena adanya uadara yang keluar dari paru-paru mendapat hambatan, konsonan disebut juga huruf mati. Pada bahasa Indonesia huruf yang melambangkan konsonan terdiri atas b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.

Pada huruf q dan x, sering digunakan untuk nama serta keperluan ilmu. Serta pada huruf (x) yang berada di posisi awal diucapkan dengan huruf (s).

Mengutip dari laman PUEBI, huruf konsonan (c, q,x, dan y) tidak digunakan pada posisi akhir kata dasar bahasa Indonesia.

Konsonan (y) dapat diletakkan di akhir, namun dalam bentuk gabungan huruf konsonan (sy), misalnya adalah arasy.

Namun pada pada PUEBI 2015, huruf (k) yang melambangkan bunyi hamzah dengan contoh “rakyat” dan “bapak” telah dihilangkan.

Baca juga:

  • Cara Menuliskan Nama, Gelar, dan Jabatan yang Benar Menurut PUEBI
  • Apakah Boleh Menulis Kata “Tetapi” di Awal Kalimat?

Baca juga artikel terkait HURUF VOKAL atau tulisan menarik lainnya Endah Murniaseh

(tirto.id – end/adr)


Penulis: Endah Murniaseh
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Kontributor: Endah Murniaseh

Baca Juga :   Berapa lama proses pewarnaan rambut di salon

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Jakarta

Unisono adalah salah satu teknik bernyanyi berkelompok dengan satu jenis suara, seperti menyanyikan melodi suatu lagu.

Menyanyi secara unisono tidak dapat dilakukan dengan seorang diri, melainkan dilakukan oleh sekumpulan orang dengan satu suara. Partitur lagu (tulisan untuk menyimpan nada-nada) bernyanyi unisono hanya melodi pokoknya saja.

Sederhananya, unisono diartikan sebagai teknik bernyanyi dengan satu jenis suara, secara berkelompok.

Dilansir dari modul Seni Budaya Kelas VII oleh Sarjiyem, M.Pd. MA. dan Frangky Kurniawan, S.Pd., Gr, menyanyi secara unisono adalah tahap awal sebelum menyanyi dengan paduan suara, di mana dalam paduan suara terdapat perpaduan suara 1, suara 2, maupun suara 3.

Untuk dapat menyanyi unisono, dibutuhkan kerjasama antar anggotanya, sehingga suara yang ditimbulkan dapat menjadi sebuah harmoni.

Contoh penerapan dalam paduan suara, misalnya, terdapat berbagai jenis suara tenor, sopran, alto dan bas. Jika dalam notasi lagu para penyanyi bertemu dengan “tanda unisono”, maka yang terjadi adalah semua suara akan melebur menjadi satu atau dinyanyikan dengan bersama-sama.

Lagu daerah merupakan lagu yang dapat dinyanyikan dengan bernyanyi secara unisono. Contoh lagu daerah yang dapat dinyanyikan dengan unisono diantaranya, Pinang Muda dari Jambi, Gembang Suling dari Jawa Tengah, Tokecang dari Jawa Barat, Apuse dari Papua, dan masih banyak lagi.

Melatih Vokal

Menyanyi secara vokal grup adalah cara bernyanyi dalam kelompok kecil, yang dalam praktiknya vokal grup dapat dilakukan secara bergantian antar anggota vokal grup.

Dalam bernyanyi solo maupun vokal grup dituntut untuk memiliki kemampuan vokal dan kemampuan berekspresi yang baik, sesuai dengan lagu yang dibawakan, agar menghasilkan suara dan penampilan yang indah.

Latihan vokal dapat dilakukan sambil menyanyi, dengan melakukan eksplorasi lagu model untuk mengenal konsep elemen musik, yang dinyanyikan dengan cara nada dasar secara berturut-turut naik dan turun.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bernyanyi adalah teknik vokal, diantaranya:

  • Artikulasi adalah cara pengucapan baik dan jelasnya kata demi kata, agar pesan lagu dapat tersampaikan kepada pendengar.
  • Phrasering adalah kaidah aturan baik dan benar pemenggalan kalimat, agar dimengerti.
  • Intonasi adalah tinggi rendahnya nada yang harus dijangkau dengan tepat.
  • Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, atau gema yang timbul dari adanya ruangan berdinding keras.

Dalam menginterpretasikan karya musik, kita juga perlu memahami unsur-unsur musik (irama, tanda tempo, dinamika, ekspresi, dan birama), tema lagu, klimaks lagu, sikap dan penjiwaan saat bernyanyi, serta pesan dan kesan yang disampaikan dari lagu tersebut.

Teknik Pernapasan Saat Bernyanyi

Berikut adalah beberapa teknik pernapasan dalam bernyanyi, yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

  • Pernapasan Bahu

    Melakukan pernapasan dengan cara menarik napas sambil mengangkat bahu. Namun, kebanyakan cara seperti ini, tidak cukup baik untuk bernyanyi.
  • Pernapasan Dada
    Pernapasan dilakukan degan cara membusungkan dada, bagian tubuh akan mengembang. Kelemahan dari teknik pernapasan dada adalah penyanyi akan mudah kehabisan napas. Jenis pernapasan ini sifatnya sangat pendek, dan tidak cocok digunakan dalam vokal, sehingga biasanya dipakai untuk menghasilkan nada-nada yang rendah saja.
  • Pernapasan Perut
    Pernapasan dilakukan dengan mengembangkan perut, agar udara dari luar dapat masuk, sehingga dapat menghasilkan suara yang sangat keras. Sayangnya, udara yang masuk pun akan dengan cepat keluar, sehingga membuat paru-paru akan menjadi cepat lelah dan lemah. Pernapasan perut tidak begitu baik dan kurang efektif untuk digunakan dalam bernyanyi atau vokal.
  • Pernapasan Pernapasan Diafragma

    Saat diafragma menegang, rongga perut akan menjadi longgar yang menyebabkan volume menjadi bertambah. Volume yang bertambah mengakibatkan tekanan berkurang, sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru. Dalam pernapasan diafragma udara akan ditarik sedalam mungkin untuk disimpan. Kemudian, udara yang telah disimpan dapat dikeluarkan secara perlahan-lahan dan teratur sewaktu bernyanyi. Teknik pernapasan diafragma adalah teknik pernapasan yang optimal dalam bernyanyi unisono, karena memungkinkan penyanyi untuk menghasilkan suara yang murni dengan napas yang panjang.
Baca Juga :   Tentukan barisan geometri yang terbentuk di antara 1 per 5 dan 125 disisipkan 3 buah bilangan

Simak Video “Eksklusif! Single Terbaru Tompi – Makan Teman

(pal/pal)


Merdeka.com –

Cara melatih vokal dan pernapasan bisa dilakukan di rumah. Terdapat berbagai cara meningkatkan kualitas suara menjadi lebih merdu an indah. Ya, suara juga perlu untuk dilatih dan dibentuk. Tujuannya tentu agar suara kalian menjadi lebih merdu.

Selain dengan pelatih, cara melatih vokal juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Kalian juga bisa loh melatih pernapasan di rumah. Penasaran bagaimana cara melatih vokal dan pernapasan di rumah?

Melansir dari Wikihow, Selasa (6/10/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 6 halaman

Cara melatih vokal dan pernapasan di rumah yang pertama adalah bernapas dengan irama berbeda. Caranya cukup mudah untuk dilakukan. Mulailah berlatih dengan bernapas pendek-pendek. Selain itu, kalian juga bisa berlatih dengan napas cepat selama kurang lebih 30 detik.

Setelah itu kalian bisa berlatih bernapas sedikit lebih panjang dengan irama lambat. Seperti sebelumnya, lakukan hal tersebut selama sekitar 30 detik. Kemudian akhiri latihan kalian dengan bernapas dalam-dalam secara tenang dan teratur selama 30 detik.

Tahukah kalian, mengubah irama dan panjang napas mampu meningkatkan kemampuan mengatur napas. Pastikan juga kalian dapat merasakan udara mengalir masuk ke dalam paru-paru. Khususnya saat kalian tengah menarik napas dalam-dalam.

3 dari 6 halaman

Cara melatih vokal dan pernapasan berikutnya yaitu dengan berlatih membuang napas. Lakukan hal tersebut dengan embusan panjang yang terkendali. Biasakan juga kalian menarik napas dalam-dalam sebelum menyanyi atau berbicara. Tujuannya tentu agar kalian nantinya tidak kehabisan napas.

©©2012 Shutterstock/Robert Kneschke

Berikutnya luruskan lengan ke depan dan arahkan jari telunjuk ke atas. Tarik napas dalam-dalam dan bayangkan jari telunjuk kalian adalah api lilin yang hendak dimatikan. Buang napas sebanyak 5 kali. Pastikan kalian mengeluarkan embusan yang sama panjang dan memiliki kekuatan yang sama. Untuk diketahui, latihan ini mampu membuat napas kalian menjadi lebih bertenaga. Sehingga, suara yang dihasilkan nantinya tidak membosankan atau terdengar datar. Baik saat berbicara maupun bernyanyi.

Baca Juga :   Mengapa melakukan elektrolisis terhadap larutan NaNO3 tidak efektif jelaskan

4 dari 6 halaman

Cara melatih vokal dan pernapasan berikutnya yakni dengan melakukan lip trill. Bagi yang belum tahu, lip trill dilakukan dengan cara menggetarkan bibir. Tujuan melakukan lip trill adalah agar suara yang dikeluarkan tidak cempreng. Jangan salah, pita suara yang terlalu sering digunakan untuk berbicara atau bernyanyi justru bisa rusak.Jika sudah rusak, biasanya suara yang dikeluarkan akan cempreng. Untuk itu, alih-alih mengeluarkan suara rendah yang parau atau kasar dari tenggorokan bagian bawah, lebih baik belajar produksi suara dari bagian depan rongga mulut. Cara melakukan lip trill memang gampang-gampang susah. Pertama tarik napas panjang sembari rapatkan bibir, lalu lakukan lip trill. Caranya dengan mengalirkan udara melalui celah bibir hingga bibir bergetar dengan cepat. Jika sudah bisa, kalian bisa melakukan lip trill sembari bernyanyi semua nada naik turun sesuai rentang vokal. Kalian juga diperbolehkan bersenandung jika kesulitan melakukan lip trill. Cara ini berguna untuk memindahkan sumber suara dari tenggorokan ke mulut.

5 dari 6 halaman

Lakukan vokalisasi dengan mengucapkan huruf hidup juga menjadi salah satu melatih vokal. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan pita suara kalian. Caranya juga cukup mudah untuk dilakukan.

©YouTube/Miss Joy

Berdiri lah tegak dengan merenggangkan kedua telapak kaki. Bahu juga harus ditarik lebih ke belakang. Kemudian, tarik napas panjang dan gunakan suara tebal untuk bernyanyi. Kalian juga bisa melakukannya dengan mengucapkan kata-kata seperti, ‘Maaa, meee, miii, mooo, muuu”. Tahukah kalian, latihan ini akan membantu memproduksi suara yang lebih lantang dan dalam kondisi rileks. Akan tetapi, pastikan kalian bisa merasakan otot perut yang mengencang ya. Khususnya saat menyanyikan atau mengucapkan kata-kata seperti di atas.

6 dari 6 halaman

Cara melatih vokal dan pernapasan selanjutnya adalah bernyanyi sesuai dengan tangga nada. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi tiap not dengan nada yang tepat. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan menyanyikan tangga nada naik turun dengan iringan piano.Mulailah dengan berlatih menyembunyikan tangga nada mayor kunci C sembari menyanyikan ‘do, re, mi, fa, sol, la, si, do’. Kemudian turun lagi ke ‘do’ dan lakukan secara berulang dengan nada dasar yang semakin tinggi. Menyanyikan tangga nada seperti itu akan membuat telinga kita berlatih mendengar dan menyesuaikan nada dasar.Terakhir buatlah program latihan pemanasan vokal dan pernapasan yang praktis. Jika memungkinkan, kalian bisa meminta tolong pada pelatih vokal untuk membuat program latihan khusus. Kalian sebenarnya juga dibolehkan menyusun sendiri latihan pemanasan selama 10-15 menit dengan gerakan ringan dan nyaman. Lakukan latihan pemanasan vokal dan pernapasan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Sebutkan huruf vokal yang dipakai dalam latihan bernyanyi

Posted by: pskji.org