Pada teknik menggoreng dengan minyak sedikit Shallow frying hasil yang didapat adalah

Pada teknik menggoreng dengan minyak sedikit Shallow frying hasil yang didapat adalah

Jawaban:

Teknik pengolahan pangan kering ( dry heat cooking)

1.
Teknik menggoreng dengan minyak banyak ( deep frying)

pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak atau lemak yang banyak hingga bahan makanan benar-benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy)

contohnya: kentang goreng, tempura, ebi furai

2.
Teknik menggoreng dengan minyak sedikit ( shallow frying)

shallow frying adalah mengolah bahan makanan atau proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada wajan datar.

contohnya ayam, daging ayam yang lunak dipotong tipis lalu digoreng.

telur, telur dadar.

ikan

sayur dengan menambah tumisan bawang goreng.

3. Teknik menumis (sauteing)

teknik menumis adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, setelah ditambahkan sedikit cairan sehingga sedikit berkuah atau basah.

contohnya: menumis sayur

4. Teknik memanggang (Baking)

memanggang adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air.

contohnya: sate dan pizza.

5. Teknik membakar ( Grilling)

teknik membakar adalah teknik mengolah makanan diatas lempengan besi panas (gridle) atau di atas pan dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung.

contohnya: ayam bakar.

Jakarta, CNN Indonesia



Menggoreng

 merupakan salah satu cara memasak yang mudah dilakukan. Tak cuma itu, hasil makanan pun akan terasa lebih renyah dan beraroma. Terdapat lima jenis dan cara menggoreng makanan.

Menggoreng adalah cara mengolah makanan yang dilakukan dengan memasukkan bahan makanan ke dalam minyak panas sekitar 140-190 derajat Celcius.

“Ada dua tahapan dalam menggoreng. Pertama, fase dehidrasi (makanan kekurangan kelembapan) dan kedua saat minyak masuk ke dalam makanan,” kata dokter spesialis gizi klinis Maya Surjadjaja dalam konferensi pers Sasa beberapa waktu lalu.

Tahapan-tahapan itu akan menghasilkan makanan yang lebih gurih dan renyah.

Berikut 3 jenis dan cara menggoreng makanan berdasarkan jumlah minyak yang digunakan.

1. Deep-frying atau menggoreng rendam

Deep-frying merupakan metode menggoreng dengan menggunakan minyak paling banyak. Sehingga seluruh bagian makanan akan benar-benar terendam di dalam minyak panas.

Baca Juga :   Jelaskan Pengertian Pluralitas Masyarakat Indonesia

Metode ini akan membuat banyak minyak meresap ke dalam makanan. Namun di sisi lain, metode ini juga bakal membuat makanan lebih matang merata dan renyah.

2. Shallow-frying atau menggoreng dangkal

Metode shallow-frying dilakukan dengan api yang lebih sedikit, tidak sampai merendam makanan. Metode ini biasa dilakukan untuk memasak ikan, ayam, dan telur dalam porsi kecil.

Proses penggorengan akan membuat warna makanan menjadi lebih cokelat, tergantung lama waktu menggoreng.

3. Sauteing atau menumis

Metode sauteing dilakukan dengan minyak panas yang sangat sedikit untuk menggoreng bahan makanan dalam waktu yang relatif singkat. Jumlah minyak yang sedikit dan waktu yang singkat membuat hanya sedikit minyak yang masuk ke dalam makanan.

4. Stir-frying atau menumis dan diaduk

Stir-frying merupakan teknik menggoreng yang berasal dari China. Bahan makanan ditumis dengan minyak yang sedikit sambil diaduk-aduk dalam waktu yang singkat.

5. Pan-frying atau menggoreng di wajan

Teknik pan frying juga melibatkan minyak yang sedikit. Minyak digunakan untuk melumasi wajan agar bahan makanan tidak lengket.

Pilih jenis dan cara menggoreng yang tepat untuk makanan Anda agar rasa makanan semakin nikmat saat disantap.

(ptj/chs)

[Gambas:Video CNN]

Shallow frying adalah salah satu teknik memasak yang cukup familiar di kalangan umum. Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah mengenal

17 teknik merebus

yang perlu diketahui.

Khususnya buat kamu yang ingin berkarir di hotel divisi kitchen departement, dan shallow frying.

Nah, kali ini kita akan bahas lebih details mengenai Shallow Frying dan Deep Frying beserta contoh masakannya.

Shallow Frying

Contoh penerapan Shallow Frying adalah memasak steak

Shallow frying adalah teknik memasak yang pada umumnya memiliki arti menggoreng dengan minyak yang lebih sedikit.

Makanan yang dimasak tidak “tenggelam” dalam minyak, tetapi ukuran tinggi minyaknya kurang lebih cuman sepertiga dari tinggi makanan.

Sebab itu, umumnya makanan yang dimasak memakai sistem ini cenderung cepat masak atau tidak begitu tebal. Misalkan saja menggoreng ikan.

Supaya semua bagiannya masak sempurna, kita dapat membolak-balikkan ikan dengan hati-hati. Umumnya, minyak yang dipakai untuk shallow frying adalah minyak yang cuma dipakai satu kali saja.

Teknik Memasak Shallow Frying mempunyai beberapa kelemahan dan kelebihan.

Keuntungan yang bisa didapat diantaranya:

  • Mengolah secara cepat,
  • Tidak kehilangan zat nutrisi yang larut di air,
  • Warna makanan yang diolah masih bagus.
Baca Juga :   Riba yang disebabkan karena terjadinya tukar menukar barang yang sejenis

Beberapa kekurangan dari shallow frying:

  • Hanya cocok untuk tipe masakan yang memakai potongan daging kecil-kecil yang mahal harganya.
  • Makanan susah dikunyah karena hanya diolah dalam kurun waktu sebentar,
  • Sepanjang proses mengolah, perlu dilakukan pengecekan terus menerus, agar tidak gosong.

Pemanasan lemak penting dalam sistem shallow frying, karena jika lemak belum panas, makanan yang dimasak dengan langkah ini kurang bagus dan lemak akan teresap oleh makanan.

Jika lemak terlampau panas, ini dapat mengakibatkan asap dan sisi luar masakan jadi terbakar gosong.

Shallow frying adalah sistem yang bagus untuk produk makanan yang cepat masak, memiliki ukuran kecil dan memakan waktu memasak yang cepat.

Misalnya:

Membuat steak, menggoreng fillet daging, ikan, ayam, ikan utuh yang memiliki ukuran kecil atau sedang, sosis, sayur dan omelettes telur.

Contoh Masakan Shallow Frying

Berikut adalah beberapa contoh masakan yang menggunakan teknik Shallow Frying adalah sebagai berikut:

1. Patties Burger

Contoh paling mudah yang bisa kamu temui saat ini adalah Patties.

Daging giling yang sudah dicampur dengan berbagai bumbu ini menjadi syarat wajib sebuah burger. Dan teknik memasak patties adalah menggunakan shallow frying.

Di wajan datar, dan sedikit minyak untuk membuatnya matang.

2. Crispy Chicken Wing

Bagian ayam yang ini memang lumayan banyak penggemarnya.

Tidak hanya dada dan paha, ada juga sayap ayam yang umumnya dibalur dengan tepung dan dimasak dengan memakai teknik shallow frying.

Masak ayam crispy ini dapat dicoba sendiri dirumah. Cukup gampang mendapat kualitas super yang tidak mengecewakan, yang diperlukan hanya beberapa bahan yang pas dan tambahan saos yang nikmat.

3. Pecak Terong

Apa kamu sudah bosan membuat terong balado atau terong goreng? Jika iya, kamu dapat coba kreativitas baru seperti resep Pecak Terong.

Sayur terong yang diolah dengan digeprek dan dibumbu santan ini selanjutnya diproses dengan memakai teknik shallow frying, tidak kalah sedap dengan olahan terong yang lain.

4. Telur Dadar Isi

Telur dadar sebagai satu diantara olahan terkenal untuk dikonsumsi bagi warga indonesia. Rasanya yang nikmat dan akrab, ditambah lagi harga bahan ekonomis.

Masakan ini dapat di kreativitaskan dengan bermacam bahan tambahan.

Baca Juga :   Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi campuran *?

Diantaranya adalah telur dadar dengan sayur bayam dan yang lain. Memiliki bentuk yang memikat membuat makanan ini bisa diberikan kepada anak kecil.

Baca Juga:
Tugas Chef dan Mitos yang Keliru Soal Chef

Deep Frying

Kebalikan dengan shallow frying, deep frying memakai banyak minyak saat menggoreng. Sesuai namanya, makanan yang dimasak tenggelam lebih dalam pada minyak.

Maksudnya, supaya struktur makanan yang dimasak matang secara rata.

Makanan yang dimasak memakai sistem ini umumnya berbalut tepung hingga perlu minyak yang lumayan banyak untuk hasilkan struktur yang krispi di luar tetapi masih moist dalam. Misalnya saja ayam tepung atau French fries.

Teknik memasak deep frying merupakan langkah mengolah makanan dengan memendamnya dalam minyak panas (baiknya bersuhu 176-190 derajat Celsius). Saat direndam makanan akan matang dengan cepat.

Artinya,  saat makanan dicelup ke minyak mendidih, susunan luar makanan mengeras dan membuat susunan yang menghalangi minyak masuk di semua sisi pada makanan.

Sementara itu, temperatur panas yang tinggi membuat semua air pada bagian pada makanan menguap dan membuat makanan masak dari dalam.

Ada dua hal yang perlu dijauhi saat memproses makanan dengan teknik mengolah deep-frying.

  • Pertama, temperatur minyak jangan terlampau rendah. Ini akan membuat minyak menyerap ke bagian dalam makanan hingga membuatnya berminyak.
  • Kedua ,temperatur minyak jangan terlampau tinggi karena akan membuat makanan jadi terlalu kering dan minyak beroksidasi.

Contoh Masakan Deep Frying

Ayam Goreng Tepung

Daging ayam yang mempunyai struktur halus, banyak dicintai oleh beberapa orang.

Apalagi dengan Baluran tepung, hingga jadilah ayam goreng tepung yang banyak dicintai oleh sejuta umat. Makanan ini sebagai salah satu diantara contoh dari teknik Deep frying

Ikan Goreng

Hampir serupa dengan tipe daging-dagingan yang lain.

Ikan diolah dengan dimasak memakai minyak yang banyak, biasa disebut deep frying. Ikan goreng seperti nila, lele, mas dan yang lain begitu nikmat untuk dimakan.

Itulah sedikit ulasan mengenai teknik menggoreng yang ada. Shallow frying adalah teknik menggoreng dengan sedikit minyak. Supaya citarasa hasil masakan dengan teknik penggorengan ini tidak berubah.

Pada teknik menggoreng dengan minyak sedikit Shallow frying hasil yang didapat adalah

Posted by: pskji.org