Apa saja alat yang digunakan untuk membuat karya cetak tinggi?

Apa saja alat yang digunakan untuk membuat karya cetak tinggi?

Saat kita meminjam buku di perpustakan, pada kertas/cover buku biasanya ada tanda stempel yang merujuk pada kepemilikan buku tersebut. Stempel merupakan salah satu contoh alat untuk mencetak seni grafis cetak tinggi.

Seni grafis merupakan bagian dari seni rupa yang termasuk dalam bagian karya seni rupa dwimatra atau dua dimensi yang bertujuan untuk menyampaikan ide, gagasan, atau emosi dari pembuat karya seni tersebut. Seni grafis sangat beragam dan dibagi berdasarkan teknik pembuatannya, salah satunya seni grafis cetak tinggi.

Seni grafis cetak tinggi merupakan bagian dari seni grafis yang menggunakan klise yang memiliki bagian-bagian menonjol. Apabila klise diolesi dengan tinta cetak, bagian yang menonjol akan menyerap tinta sementara bagian yang tidak menonjol tidak akan menerima tinta. Setelah ditempelkan ke media seni grafis, maka akan terbentuk gambar sesuai dengan bagian yang menonjol pada klise.

Teknik ini cukup diminati di kalangan mahasiswa maupun seniman. Pasalnya, disini tidak diperlukan peralatan dan banyak bahan serta bisa dilakukan dimana saja. Selain itu, teknik seni grafis cetak tinggi juga mempunyai karakter khas yang susah ditiru sehingga bisa dimanfaatkan untuk menghindari plagiarism.

Baca juga: Ada di Seni Grafis, Apa yang Dimaksud Proses Afdruk?

Pada dasarnya, cara kerja seni grafis cetak tinggi ini memanfaatkan perbedaan ketinggian pada permukaan klise. Contohnya stempel, dimana pada stempel dapat kita lihat terdapat pola gambar atau tulisan yang lebih menonjol daripada permukaan stempel yang lain. sehingga gambar yang dihasilkan akan sesuai dengan pola yang menonjol pada stempel.

Adapun proses pembuatan seni grafis cetak tinggi dibagi ke dalam tujuh langkah sebagai berikut :

  • Buatlah sketsa gambar atau tulisan pada plat
  • Potonglah karet klise sesuai dengan kebutuhan
  • Buat desain karet pada karet yang telah dipotong menggunakan pensil
  • Cukil bagian-bagian klise menggunakan cutter atau alat pahat sehingga pola yang diinginkan lebih tinggi dari pada pola yang tidak diinginkan
  • Beri tinta pada plat klise yang telah memiliki pola dengan menggunakan scrool
  • Tempelkan kerta pada bagian plat yang telah diberi tinta ratakan dan tekan menggunakan beberapa saat
  • Lepaskan kertas, jadilah seni grafis cetak tinggi

» smp7seni SeniRupa RachmatSuhernawanRizal

» Pengertian Apresiasi Seni Rupa

» Seni Audio Seni Visual Visual Art Seni Audiovisual Seni Rupa Seni Musik

» Seni Grafis Seni Keramik Desain Produk Desain Arsitektur Seni Rupa Dua Dimensi Dwimatra Seni Rupa Tiga Dimensi Trimatra

» Pendidikan Rekreasi Komunikasi KeagamaanReligi

» Bidang Gambar Pensil Pensil Warna Pastel Krayon

» Cat Air Cat Poster Tinta Bak Pewarna Alam Pewarna Kue EsensGincu Palet Kuas

» Teknik Perspektif Teknik Sketsa Teknik Siluet Teknik Komposisi

» Apa Gambar Bentuk itu? Mari Menggambar Bentuk

» Seni Hias Merancang Karya Seni Kriya

» Seni Kriya Gerabah smp7seni SeniRupa RachmatSuhernawanRizal

» Teknik Lempeng Slabing Teknik P

» Teknik Pilin Teknik Putar Teknik Cetak Tekan Press Teknik Cor atau Tuang

» Arsir Teknik Dusel Dusseler Teknik Pointilis Teknik Aquarel

» Kegiatan Mengamati Kegiatan Menghayati Kegiatan Mengevaluasi Kegiatan Berapresiasi

» Peranan Apresiasi Seni bagi Siswa dan Masyarakat Pentingnya Kegiatan Apresiasi Seni

» Bentuk Abstrak Bentuk Geometris Bentuk Stilasi Bentuk Deformasi Bentuk Visual Realistis

» Aspek Bahan Aspek Teknik Aspek Kriya Aspek Alat Aspek Fungsi

» Batik Ragam Seni Kriya Nusantara

» Membuat Batik Merancang Motif Batik

» Jenis-Jenis Gambar Menggambar Ilustrasi

» Teknik Menggambar Menggambar Ilustrasi

» Fungsi Seni Kriya Jenis-Jenis Seni Kriya

» Seni Desain Design Mengapresiasi Seni Rupa Terapan

» Penikmatan Karya Seni Penilaian Karya Seni Empati Aspek Fisik Aspek Psikis

» Cetak Tinggi Woodcut Alat dan Bahan Cetak Tinggi Cara Membuat Cetak Tinggi

» Pameran Karya Seni Rupa Tujuan Pameran Seni Rupa Pengunjung Pameran

» Pemilihan Karya Pemilihan Tempat Pengunjung

» Kerjakan soal-soal berikut dengan baik dan benar Kerjakan soal-soal berikut dengan baik dan benar

» Lukisan Cat Minyak Oil Painting Lukisan Cat Air Water Colour Lukisan Pastel Oil Pastel Lukisan Arang Conte

» Lukisan Al-Fresco Lukisan Al Secco Lukisan Tempera Lukisan Azalejo Lukisan Mozaik

» Bahan dan Teknik Pembuatan Patung Bentuk dan Wujud Seni Patung Teknik Membuat Patung

» Tujuan Religius Tujuan Magis Tujuan Simbolis Tujuan Estetis Tujuan Komersil Tujuan Ekspresi

» Kanvas Pensil Warna Cat Air Pastel Cat Akrilik Palet dan Kuas

» Media Objek Teknik Cara Menggambar Ekspresif

» Alat dan Bahan Langkah Pengerjaan

» Seni Lukis Prasejarah Indonesia Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia

» Latar Belakang Perkembangan Seni Lukis Indonesia Baru

» Proses Berkarya Seni Rupa Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni

» Tahap Awal Tahap Penghayatan Tahap Penilaian

» Cetak Saring Silkscreen Cetak Tinggi Cetak Timbul

» Cetak Datar Lithography Cetak Dalam

Show more

Lihat Foto

Karya para perupa Kalbar yang dipamerkan dalam Pontianak Art Exhibition 2017 yang diselenggarakan di komplek Museum Kalbar bulan Juni 2017.

KOMPAS.com
– Pembuatan karya seni grafis membutuhkan bahan dan alat yang beragam.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, berikut ini alat dan bahan dalam seni grafis:

Bahan dalam seni grafis

Beberapa bahan yang digunakan dalam membuat karya seni grafis antara lain:

  1. Lem
  2. Kertas
  3. Karet linolium
  4. Papan kayu
  5. Hardboard atau tripleks
  6. Tinta cetak

Berikut ini penjelasannya:

Baca juga: Seni Grafis: Pengertian dan Contoh

Lem digunakan untuk menempelkan sketsa pada klise atau plat. Tujuan pemberian lem untuk mempertahankan kekokohan posisi sketsa pada saat dipindahkan agar tidak bergeser atau bergerak dari klise atau plat.

Kertas digunakan sebagai media untuk membuat sketsa atau desain. Selain untuk membuat sketsa atau desain, kertas terkadang juga dijadikan media cetak dalam seni grafis.

Karet linoleum ini digunakan sebagai media pembuatan cetakan atau klise. Karet linoleum berupa lembaran berwarna hitam, bagian depan licin dan mengilat serta bagian belakang kasar. Bagian yang dijadikan media cetakan (klise) adalah bagian depan yang licin.

Papan kayu digunakan sebagai media pembuatan cetakan atau klise. Papan yang bagus untuk membuat cetakan atau klise adalah papan yang tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras.

Tujuannya memudahkan seniman mencukil sketsa atau desain yang ada di atas papan kayu.

Hardboard atau tripleks digunakan sebagai media pembuatan cetakan atau klise.

Pengertian Seni Grafis:
Kata grafis dalam bahasa Inggris adalah graph atau graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh atau digores. Grafis dalam bahasa Yunani adalah graphein berarti menulis atau menggambar.

Seni grafis termasuk karya seni rupa dwimatra, dua dimensi  yang dibuat untuk mencurahkan ide atau gagasan dan emosi seseorang  dengan menggunakan teknik cetak.

Baca Juga :   Gerakan melompat sambil menahan bola di udara dari pukulan lawan pada permainan bola voli disebut

Istilah  seni  grafis  dikenal  juga  dengan  seni mencetak.  Cetakan grafis adalah berupa negatif film yang bisa menciptakan bentuk, gaya, warna ataupun ragam yang sama.

Teknik cetak memungkinkan membuat karya dalam jumlah banyak sekaligus. Keistimewaan seni grafis adalah penggandaan karya seni dari cetakan pertama sampai terakhir dianggap orisinal.

Seni grafis diciptakan diatas permukaan yang disebut dengan plat. Plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, plat logam, 1embaran kaga akrilik, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis lain yang disebut dengan senigrafi atau cetak saring (screen-printing)  menggunakan  lembaran  kain berpori yang direntang pada sebuah kerangka.

Teknik Prinsip Karya Seni Grafis

Prinsip kerja seni grafis adalah melalui proses pencetakan. Ini artinya, dalam pembuatannya, diperlukan suatu acuan cetak yang disebut klise yang terbuat dari berbagai material.

Klise akan dibubuhi tinta atau pigmen untuk selanjutnya dicetakkan pada bidang permukaan tertentu.

Jenis Teknik seni grafis dapat dibedakan menjadi: cetak tinggi (relief print), cetak dalam (intaglio), cetak datar (planografi), dan cetak saring (serigrafi, screen printing)

A). Teknik

Cetak

T
inggi
(Relief Print) Seni Grafis

Disebut cetak tinggi karena bagian dari permukaan acuan cetak yang terkena tinta dan nantinya akan tercetak adalah bagian permukaan yang tinggi atau menonjol. Bagian yang tinggi ini dicapai dengan melakukan menempel atau dengan mencukil bagian yang tidak akan dicetak, dengan menggunakan pisau cukil khusus.

Disebut pula relief print atau cetak tinggi atau cetak timbul karena bagian permukaan acuan cetak ada yang tinggi dan ada yang rendah sehingga serupa dengan relief. Stempel merupakan salah satu alat untuk mencetak gambar atau tulisan dengan teknik cetak tinggi.

Acuan permukaan yang timbul atau meninggi berfungsi sebagai penghantar tinta, baik monokrom maupun polikrom.

Bagian dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedang bagian yang terkena tinta disebut bagian positif.

Apabila alat cetak dioles dengan tinta, bagian yang menonjol akan menerima tinta. Jika klise/ alat cetak itu ditempelkan pada kertas   kemudian   diangkat,   maka  tinta pindah ke kertas dan tampaklah   gambar   pada kertas tersebut.

Cetak Tinggi memanfaatkan bentuk /permukaan yang paling tinggi dari suatu plat klise. Pada gap/ stempel tersebut dapat dilihat adanya gambar atau tulisan yang timbul yang nantinya akan menghasilkan  suatu  gambar  atau  tulisan  pada  benda  yang diberi warna.

Untuk mendapatkan bentuk acuan yang timbul dilakukan dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang tidak diperlukan untuk menghantarkan tinta. Dengan demikian  tertinggal bagian-bagian yang difungsikan sebagai penghantar warna atau tinta.

Menoreh bagian-bagian yang tidak diperlukan bukanlah satu-satunya cara atau tekhnik untuk mewujudkan acuan cetak timbul, teknik lain dapat pula diperoleh dengan menempelkan atau merekatkan bahan-bahan yang akan dipergunakan sebagai penghantar warna atau tinta cetak.

Jenis Teknik Cetak Tinggi

Adapun Teknik cetak tinggi relief print dapat dibagi menjadi wood cut, wood engraving dan kolase.

a). Teknik Relief Print

Woodcut Seni Grafis

Dikenal dengan cukil kayu karena pada awalnya klise acuan cetak yang dipakai menggunakan potongan papan kayu.

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya adalah dengan menggambar pola gambar atau desain, kemudian mencukil atau membuang bagian yang tidak diperlukan untuk dicetak dengan menggunakan pisau/pahat cukil khusus untuk cukil kayu (woodcut knife).

Teknik lain yang sama prosesnya namun hanya berbeda materialnya adalah yang disebut linocut karena menggunakan material karet linoleum.

b). Teknik Relief Print Wood Engraving Seni  Grafis

Teknik ini secara proses pengerjaannya hampir sama dengan woodcut, hanya saja yang membedakan adalah pada teknik woodcut papan klise menggunakan kayu yang dipotong secara vertikal sehingga memanfaatkan serat kayu yang membujur.

Sedangkan pada wood engraving papan klise menggunakan kayu yang dipotong horisontal sehingga memanfaatkan serat kayu yang melintang. Dengan perbedaan serat kayu ini maka peralatan yang digunakan juga berbeda, akan tetapi tahapan proses pengerjaannya sama.

c). Teknik Relief Print Kolase Seni Grafis

Proses pengerjaan klise/acuan cetaknya dengan menempelkan materialmaterial tertentu pada suatu bidang material dengan permukaan datar. Material yang ditempel bisa berupa potongan-potongan atau pola dari karton, benang, kain, dan lain sebagainya.

Bahan Alat Seni Grafis C
etak

T

inggi Seni Grafis

Adapun bahan dan alat yang digunakan untuk Teknik cetak tinggi diantaranya adalah :

a).
Plat atau Acuan Cetak. Plat cetak yang dapat digunakan diantaranya adalah papan kayu (MDF), linoleum, hardboard  permukaan halus, dan karet vinyl.

Contoh Plat Cetak,  Acuan Cetak, Plat Klise  Seni Grafis

Contoh Plat Cetak, Acuan Cetak, Plat Klise Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

b).
Pisau Pahat Cukil
.
Pahat atau pisau cukil berfungsi untuk membentuk gambar pada acuan cetak.
Pisau Pahat Cukil
digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta.

Mata pisau pahat terbuat dari besi baja dan tangkainya terbuat dari kayu, plastik, atau besi.

Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen seperti layaknya menggambar, bukan dipukul seperti pahat ukir. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Bentuk mata pisau pahat cukil antara lain adalah bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar.

Bentuk U (lengkung) berfungsi untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berfungsi untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berfungsi untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar.

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

Contoh Pahat Cukil Plat Klise Seni Grafis

c). Pensil:
Digunakan untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak atau plat. Selain itu juga digunakan untuk menandai ukuran serta memindahkan modul gambar yang dibuat di kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak.

Pensil untu kertas memiliki jenis ukuran, kekerasan tertentu, contohnya 2B, 4B, 6B dan Pensil untuk membuat modul gambar (desain) pada acuan cetak dari bahan karet vinyl (karena permukaannya berwarna hitam), agar modul gambar terlihat jelas, dapat menggunakan pensil dermatograph atau pensil warna putih.

Contoh Pensil Seni Grafis

Contoh Pensil Seni Grafis

d).
Tinta

C
etak
:
Sebagai bahan pewarna untuk mencetak plat atau acuan cetak ke bidang kertas. Tinta cetak yang biasa digunakan di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin. Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.

Contoh Tinta Warna Seni Grafis Cetak Tinggi, Seni Grafis

Contoh Tinta Seni Grafis Cetak Tinggi,

e).
Rol

K
aret: Berfungsi untuk menghantarkan cat atau tinta dari kaca setelah mengalami proses pengolahan, ke permukaan plat yang timbul atau yang akan dicetak. Alat ini terbuat dari karet dengan pegangan plastik, kayu, ada pula yang besi.

Contoh Rol Karet Cetak Tinggi,

Baca Juga :   Siapakah Pencipta Lagu Membuang Sampah

Contoh Rol Karet Seni Grafis

f). Lem:
Digunakan untuk menempelkan modul gambar pada kertas transparan atau kertas kalkir ke plat atau acuan cetak yang akan dicukil, agar modul gambar tesebut tidak lepas pada saat proses cukil berlangsung.

g). Kaca:
Digunakan sebagai media untuk mengolah tinta sebelum dihantarkan ke plat atau acuan cetak. . Tinta ditorehkan pada kaca untuk diproses.

Proses

P
embuatan

Karya Seni Grafis Teknik C
etak

T
inggi

Secara garis bear, Proses pembuatan cetak tinggi terdiri dari 3 (tiga) tahap, dimulai dari pembuatan sketsa gambar di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maupun pembuatan rancangan modul gambar langsung pada plat atau acuan cetak, kemudian proses cukil dan yang terakhir adalah proses cetak.

Tahapan proses pembuatan cetak tinggi adalah sebagai berikut.

a). Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak. Proses menggambar dapat dilakukan di atas kertas transparan atau kalkir terlebih dahulu, baru direkatkan pada plat atau acuan cetak, ataupun langsung Digambar pada plat atau acuan cetak.

Teknik menggambar dapat dilakukan secara manual, menggunakan pensil atau
dermatograph
putih, atau berupa hasil print-out komputer, baru kemudian dijiplak atau ditempelkan pada plat atau acuan cetak yang diinginkan.

Membuat sketsa atau gambar pada acuan cetak.

b). Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret. Bagian yang tidak boleh terkena tinta dibuang dengan cara dicukil.

Jika pembuatan sketsa gambar dilakukan di atas kertas transparan atau kertas kalkir, maka kertas tersebut harus direkatkan terlebih dahulu ke permukaan plat atau acuan cetak yang akan dicukil.

Material yang digunakan untuk mencukil adalah pisau cukil. Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat papan kayu (MDF). Mata pisau yang tajam akan membuat bekas cukilan menjadi bersih dan jelas.

Bagian yang tidak akan dicetak atau tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) akan dicukil dengan menggunakan pisau cukil, sedangkan bagian yang akan dicetak (bagian positif) akan tetap sejajar dengan permukaan plat atau acuan cetak.

Mencukil dan memahat dengan menggunakan pahat grafis atau pahat coret.

c). Meratakan tinta di atas kaca. Ambil tinta secukupnya dengan alat bantu yang misalnya kape.

Letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang berfungsi sebagai landasan untuk mengolah tinta. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk diproses dengan menggunakan rol karet.

Meratakan tinta di atas kaca

d). Memberi tinta pada permukaan acuan cetak. Caranya adalah pindahkan tinta tersebut pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol karet. Pastikan tinta tersebut merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak.

Memberi tinta pada permukaan acuan cetak

e). Apabila tinta telah merata ke seluruh permukaan plat atau acuan cetak yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas dengan posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas.

Meletakkan acuan cetak di atas kertas

f). Untuk memperoleh hasil yang baik, tekanlah permukaan kertas dengan menggunakan rol.

Menekan permukaan kertas dengan menggunakan rol

g). Mengangkat kertas secara perlahan dari permukaan acuan cetak.

Mengangkat kertas dari permukaan acuan cetak

h). Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Supaya tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada figura.

Tempatkan karya pada Figura.

B). Teknik

Cetak

D
alam (
I
ntaglio

P
rint
) Seni Grafis

Cetak  dalam  adalah  seni  cetak  yang  menggunakan  klise dalam,  artinya  bagian  dalam  menyerap  tinta  dan  akan membekas pada kertas. Jenis-jenis cetak dalam antara lain: etsa,  mezzo  tint,  drypoint, dan lain sebagainya.

Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium atau kuningan yang  permukaannya  ditoreh  hingga  menghasilkan  goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan, diratakan atau dirolkan pada bagian yang dalam tersebut.

Kertas yang sudah dibasahi dengan  air  lalu  diletakkan  di  atasnya.  Tinta  akan  melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, jarum,
burin
atau logam
runging.

C). Teknik

Cetak

D
atar (Planography Print ) Seni Grafis

Cetak  datar  adalah  teknik  cetak  yang  menggunakan  klise datar dengan prinsip saling menolak dan menerima antara tinta dan air. Cetak datar adalah memperbanyak hasil cetakan dengan media permukaan yang datar. Teknik ini ditemukan pada abad ke – 16 di Eropa. Klise cetak ini menggunakan batu cadas (limestone) . Selain batu, sekarang dapat juga menggunakan lempengan logam (seng) untuk memperingan proses kerja.

Planography
  (Cetak  Datar)  dimana  matrix  permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk mengiptakan image/gambar. teknik ini meliputi : litografi, monotype dan teknik digital.

Cetak datar salah satunya terdapat pada teknik fotografi yaitu proses mengetak foto hasil jepretan kamera. Teknik cetak bisa menggunakan bahan film, kertas foto, dan bahan gugi film. Kemudian dengan teknik cetak digital menggunakan kamera digital, komputer,dan printer.

D). Teknik

Cetak

S
aring
Screen Printing Seni Grafis

Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan  layar  (screen)  dengan  kerapatan  serat  tertentu. Cetak saring dilakukan dengan menggunakan kain gasa atau kasa yang dibingkai yang disebut screen.

Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil.

Cetak saring di Indonesia lebih dikenal dengan istilah cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon, di Indonesiakan menjadi sablon. Cetak sablon dilakukan dengan menggunakan model cetakan atau mal.

Sablon  banyak  digunakan  untuk  mencetak  tulisan maupun gambar pada permukaan datar atau rata. Contohnya adalah untuk mengetak tulisan atau gambar pada kertas,  kaos,  kain  span-duk,  undangan,  plastik,  dan  media lainnya. Kain screen ini direntangkan  dengan  kuat  agar  menghasilkan  layar  dan  hasil  cetakan yang datar.

Pembuatan Teknik

Cetak

S
aring Seni Grafis

1). Alat Bahan Teknik Cetak Saring Seni grfis

Adapun Alat dan Bahan yang digunakan dalam proses cetak saring diantarannya adalah:

a).

Kerangka

Sc
reen

Cetak Saring Sablon

, Seni Grafis

Bingkai yang terbuat dari kayu atau alumunium dan  Screen terbuat dari kain kasa atau Monyl  merupakan kain berserat yang berfungsi sebagai sarana untuk membentuk gambar atau tulisan pada benda-benda yang akan disablon.

Kain screen berpori-pori dan bertekstur sangat halus menyerupai kain sutera. Lubang pori-pori pada screen ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah zat warna yang keluar.

Ada bermacam-macam jenis kain screen, jenis kain screen terbagi atas kualitas, bahan dasar serat, warna dan besar kecilnya lubang.

Contoh Screen Cetak Saring Sablon

Contoh Screen Cetak Saring Sablon Seni Garfis

Sumber: tokopedia.com

b).

Meja

C
etak

Saring Sablon Seni Grafis

Meja cetak berfungsi sebagai alas atau landasan atau tempat untuk melakukan penyablonan.

Baca Juga :   Sebutkan Empat Prinsip Dasar Pegangan Stick Atau Tongkat

c).

Pe
l
apis

Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Pelapis digunakan untuk menyerap tinta yang berlebihan.

d).

Rake
l Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Rakel merupakan alat yang digunakan untuk menyaput zat warna ke atas permukaan kain atau media cetak. Rakel berfungsi untuk meratakan tinta di screen.

Terbuat dari karet yang dijepit pada kayu atau alumunium. Ada 5 jenis rakel: rakel tumpul, bulat, lancip, miring dan persegi.

Contoh Karet Rakel Cetak Saring

Contoh Karet Rakel Cetak Saring Seni Grafis

Sumber: tokopedia.com

Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Proses afdruk dapat menggunakan sinar matahari dan dapat juga menggunakan meja yang dilengkapi dengan lampu neon / TL agar hemat energi jika cuaca mendung atau hujan.

Waktu penyinaran jika menggunakan lampu neon 6 x 20 watt, pada jarak 20 cm adalah 4 menit atau waktu menyesuaikan dengan jenis film diapositif yang akan diafdruk.

Contoh Meja Afdruk Cetak Saring Sablon Seni Grafis

e).

Rak

J
emuran

Cetak Saring Sablon

Rak jemuran berfungsi untuk mengeringkan benda/ kain hasil sablonan.

f).

Obat

S
ab
l
on
: E
mu
l
si

dan S
ensitizer

Cetak Saring Seni Grafis

Obat sablon merupakan Obat yang peka terhadp cahaya.
Obat peka cahaya merupakan larutan pokok dalam proses afdruk screen. Obat peka cahaya atau obat sablon merupakan campuran antara emulsi dan sensitizer (cairan peka cahaya).

Dipasaran bahan ini terdapat dalam satu kemasan dus kecil yang berisi dua buah botol. Botol besar berisi cairan emulsi, botol kecil berisi cairan sensitizer (larutan Kromatin). Digunakan untuk melapisi screen pada proses afdruk, pelapisan dilakukan pada ruang gelap atau ada cahaya lampu merah.

Penghapus Screen Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Apabila Screen sudah tidak digunakan, untuk menghapus obat peka cahaya pada screen digunakan ulano 5 atau kaporit. Sedangkan Ulano 8 untuk menghapus bayangan pada screen.

g).

Tinta

Zat Warna Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Hampir semua jenis zat warna yang digunakan dalam industri tekstil dapat digunakan untuk proses cetak saring sablon.

Namun demiian zat warna pigmen banyak digunakan adalah sandy colour walaupun sifatnya hanya menempel pada permukaan serat tekstil atau kain, tetapi penggunaannya sangat mudah, seperti untuk warna pokok Merah, Biru, Kuning dan Hitam atau CMYK (Cian, Magenta, Yellow dan Hitam).

Industri besar dan kecil banyak menggunakan zat warna Reaktif (Remazol, Procion dan Cibacron) dan Zat warna Dispersi untuk kain sintetis.

h). Pengental dan Obat Bantu Seni Grafis

Soda Abu: Soda Ash (Na2CO3) termasuk alkali kuat berfungsi sebagai pengikat dalam pewarnaan zat warna reaktif.

Soda kue: Sodium bikarbonat (NaHCO3), termasuk alkali lemah berfungsi sebagai fiksasi zat warna reaktif, untuk membuat suasana alkali.

i). Kodatrace Cetak Saring Sablon Seni Grafis

Kodatrace digunakan sebagai film diapositif yaitu untuk memisah motif tiap warna sebelum diafdruk.

2).

Proses Pembuatan Klise (Negative Film) Seni Grafis

Bahan untuk klise harus transparan agar pada saat penyinaran (pengeksposan) bagian yang seharusnya tidak tembus oleh tinta akan terkena sinar secara utuh. Bahan yang digunakan untuk klise adalah kertas kalkir, film dan mika film.

Teknik Membuat Klise Film Negatif

Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah:

  • Teknik

    Langsung

    Buat Film Negatif P
    ada

    Seni Grafis

Pada teknik ini setelah screen (kain kasa) diberi tulisan atau  gambar corak.  Untuk  area  yang  diinginkan  tidak tembus oleh tinta diberi emulsi yang dicampur dengan sensitizer kemudian dijemur/ penyinaran, setelah kering siap untuk dipergunakan mencetak.

  • Teknik

    Manual

    Buat Klise Film Negatif Seni Grafis

Teknik manual dilakukan dengan menggambar di  kertas putih. Untuk mendapatkan tulisan/ gambar yang jelas dapat digunakan tinta jenis rapido atau drawing pen.

Kemudian, kertas tersebut kemudian dibasahi dengan menggunakan minyak goreng/ minyak tanah, sehingga menjadi trasnparan. Setelah kertas tersebut kering dapat dilakukan pengeksposan gambar.

  • Setting Komputer Seni Grafis

Teknik pembuatan klise melalui komputer dilakukan dengan cara membuat gambar /tulisan pada komputer. Terus dicetak dengan menggunakan printer jenis lasser agar tulisan/ gambar hasil cetakan lebih jelas. Kemudian dilumuri minyak goreng /minyak tanah, selanjutnya dikeringkan dan siap untuk pengekposan gambar (negatif film)

3).

Proses Afdruk

P
engekposan Seni Grafis

Afdruk/ pengeksposan/ penyinaran adalah proses memindahkan gambar berupa selembaran kertas yang akan menjadi model/ desain ke screen dengan bantuan bahan yang disebut emulsi sablon. Berikut ini tahapan afdruk, antara 1ain

  • Pelapisan (
    C
    oating
    ) Seni Grafis

Meliputi proses pencampuran emulsi dengan sensitilizer (obat afdruk siap pakai) dan dioleskan ke screen dengan menggunakan alat yang disebut dengan  coater  (pelapis)  bisa  juga  dipakai  pengaris,  tahap pengolesan ini dilakukan di dalam ruang yang gelap.

  • Pengeringan

    A
    wal Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan bantuan dryer seperti hair dryer.  Namun dapat juga didiamkan sampai kering sendiri atau menggunakan kipas angin. Proses pengeringan tidak boleh terkena sinar matahari atau lampu yang mengandung sinar ultra violet seperti neon. Hal ini untuk mencegah agar cahaya tidak mengenai emulsi yang akan mengakibatkan tidak bisa digunakan untuk proses berikutnya

  • Penyinaran

    Sc
    reen

    Oleh P
    anas

    M
    atahari, Seni Grafis

Screen yang sudah kering dari larutan emulsi, lalu bagian  bawah  di  alas  dengan  busa  hitam,  sedangkan  dibagian atas diletakkan klise negatif/ kertas yang siap diekpose.

Selanjutnya ditutup dengan kaca untuk mengekpos klise supaya menempel rapat ke ke screen. Laksanakan penyinaran sekitar 20 detik untuk cahaya terik dan 50 detik pada cahaya matahari yang redup

  • Pembuatan

    Kl
    ise Seni Grafis

Semprot dengan air untuk menghilangkan bagian yang bukan desain sehingga tersisa bagian screen yang kita desain, gunakan semprotan yang sesuai

  • Pengeringan Klise  Seni Grafis

Proses pengeringan dilakukan dengan dryer atau hair dryer atau dapat juga dengan panas sinar matahari

4)
.  Proses

Pencetakan Seni Grafis

Scceen kering yang sudah melalui proses pengekposan gambar siap untuk dicetak. Letakan kertas atau media yang akan dicetak  Tuangkan  warna  yang  diinginkan  dan  ratakan  dengan rakel. Proses cetak saring selesai

Daftar Pustaka:

  1. Sumardjo, J., 2000, “Filsafat Seni”, Penerbit ITB, Bandung.
  2. Soedarsono, sp., 1990, “Tinjauan seni. Sebuah pengantar untuk apresiasi seni”, Suku Dayar Sana, Yogyakarta.
  3. Hadiatmojo, Supardi, 1990, “Sejarah Seni Rupa Eropa”, IKIP Semarang Press, Semarang.
  4. Agus, 1986, “Seni, Desain dan Teknologi”, Pustaka, Bandung.
  5. Setiawati, Puspita, 2004, “Kupas Tuntas Teknik Proses Membatik”, Absolut, Yogyakarta.
  6. Wartono, Teguh, 1984, “Pengantar Pendidikan Seni Rupa”, Penerbit Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
  7. Darmawan, Budiman, 1988, “Penuntun Pelajaran Seni Rupa”, Ganeca Exact, Bandung.
  8. Sumardjo J., 2010, “Filsafat Seni”, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta
  9. Sahman, Humar, 1993, “Mengenal Dunia seni Rupa”, IKIP Semarang, Semarang
  10. Rangkuman Ringkasan:

Apa saja alat yang digunakan untuk membuat karya cetak tinggi?

Posted by: pskji.org