Tulislah lafal yang mengandung hukum bacaan mim sukun dalam surat al kafirun

Tulislah lafal yang mengandung hukum bacaan mim sukun dalam surat al kafirun

Jakarta

Izhar syafawi
adalah salah satu hukum tajwid mim mati ( مْ ) jika bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah. hukum mim mati atau mim sukun lainnya adalah ikhfa syafawi dan idgham mimi atau idgham mutamatsilain.

Berikut pengertian, huruf, cara baca, dan contoh izhar syafawi

A. Pengertian izhar syafawi

Pengertian izhar syafawi adalah ketika mim sukun bertemu semua huruf hijaiyah kecuali mim ( م ) dan ba ( ب ). Dikutip dari Dasar-dasar Ilmu Tajwid yang ditulis Dr Marzuki, MAg dan Sun Choirol Ummah, SAg, MSI, izhar artinya menyamarkan dna syafawi adalah bibir.

B. Cara membaca izhar syafawi

Cara membaca hukum bacaan izhar syafawi adalah dengan menyuarakan mim mati ( مْ ) dengan jelas di bibir serta mulut tertutup.

C. Huruf izhar syafawi

Huruf-huruf yang termasuk dalam huruf
izhar syafawi
adalah: alif ( ا ), ta ( ت ), tsa ( ث ), jim ( ج ), ha ( ج ), kho ( خ ), dal ( د ), dzal ( ذ ), ro ( ر ), za ( ز ), sin ( س ), syin ( ش ), shod ( ص ), dhod ( ض ), tho ( ط ), zho ( ظ ), ain ( ع ), ghoin ( غ ), fa ( ف ), qof ( ق ), kaf ( ك ), lam ( ل ), nun ( ن ), ha ( هـ ), wa ( و ), dan ya ( ي ).

Seluruh huruf hijaiyah adalah bagian dari izhar syafawi kecuali mim ( م ) dan ba ( ب ). Pemahaman tentang idgham bighunnah ini dijelaksan dalam Kitab Hidayatush Shibyan.

“Apabila ada mim mati (sukun) bertemu sisa semua huruf hijaiyah selain yang disebut di atas ( م dan ب ) yang totalnya ada 26 huruf, maka wajib dibaca izhar syafawi,” tulis kitab tersebut.

D. Contoh izhar syafawi

1. هُمْ نَائِمُوْنَ dibaca hum naaaaaimuuna

Sebab: Mim bertemu dengan nun

2. قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ dibaca qul na’am wa antum

Sebab: Mim bertemu dengan wa

3. اَنْتُمْ دَاخِرُوْنَ dibaca antum daakhiruuna

Sebab: mim bertemu dengan dal

4. اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ dibaca am lam tundzirhum

Sebab: mim bertemu dengan ta

5. يَمْكُرُوْنَ dibaca yamkuruuna

Sebab: mim bertemu dengan kaf

Baca Juga :   Jelaskan apa yang dimaksud dengan gambar ilustrasi?

6. اَمْهَلْهُمْ رُوَيْدًا dibaca amhilhum ruwaidan

Sebab: mim bertemu dengan ro’.

Nah, itu tadi penjelasan singkat terkait hukum bacaan
izhar syafawi. Semoga bermanfaat!

Simak Video “Silaturahmi Senior Golkar Usai Peresmian Mesjid Baru di Markas Partai

(row/row)

Jakarta

Idgham
adalah salah satu hukum tajwid saat nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah. Hukum tajwid idgham terdiri dari bilaghunnah dan bighunnah bergantung dari huruf hijaiyah yang ditemui.

“Huruf yang dibaca idgham harus sesuai huruf yang didepannya, sehingga keduanya seperti huruf yang sama,” tulis Dr Marzuki, M Ag dan Sun Choirol Ummah, S Ag, MSI dalam buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid.

Secara etimologis (lughawi) kata idgham berarti memasukkan sesuatu kepada yang lain. Selain nun sukun atau tanwin, hukum tajwid juga ditemui pada mim sukun atau tanwin.

Belajar dan mempraktikkan hukum tajwid
idgham
pada nun mati terasa lebih mudah dengan contoh. Berikut penjelasannya,

A. Contoh idgham bilaghunnah dalam surat pendek

Huruf idgham bilagunnah terdiri dari lam (ل) dan ra (ر). Contohnya adalah:

1. QS Al Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: “Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

2. QS Ad Dhuha ayat 4

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

Arab latin: wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

B. Contoh idgham bighunnah dalam surat pendek

Huruf idgham bighunnah terdiri dari ya (ي), nun (ن), mim (م), wawu (و). Contohnya adalah:

1. QS Al Lahab ayat 1

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

Arab latin: tabbat yadā abī lahabiw wa tabb

Artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.”

2. QS Al Kafirun ayat 4

وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ

Arab latin: wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

Artinya: “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.”

3. QS Al Zalzalah ayat 6

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ

Arab latin: yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a’mālahum

Artinya: “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.”

Baca Juga :   Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat merupakan gejala sosial yang sering ditemui negara berkembang

4. QS An Naba ayat 30

فَذُوقُوا۟ فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

Arab latin: fa żụqụ fa lan nazīdakum illā ‘ażābā

Artinya: “Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.”

Hukum belajar ilmu tajwid, termasuk
idgham
dan contohnya, adalah fardhu kifayah. Namun menggunakan ilmu tajwid saat membaca Al Quran adalah fardhu ‘ain.

Karena itu, tiap muslim disarankan belajar ilmu tajwid sehingga membaca Al Quran dengan tartil. Membaca dengan tartil adalah teratur, perlahan, membaguskan, dan berusaha menghayati maknanya sesuai firmanNya dalam Al Muzammil ayat 4.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab latin: Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

Artinya: “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”

Simak Video “Diduga Nistakan Agama, Pendeta Saifuddin Ibrahim Dilaporkan ke Bareskrim!

(row/erd)

Sejumlah santri belajar membaca Alquran bersama. (Foto: Antara

Kastolani
Kamis, 04 Februari 2021 – 21:56:00 WIB

JAKARTA, iNews.id
– Dalam membaca Alquran agar baik dan benar Muslim perlu mengetahui hukum bacaan tajwidnya. Salah satunya memahami hukum bacaan Izhar Syafawi.

IzharSyafawi yaitu bagian dari ilmu tajwid yang terjadi ketika huruf hijaiyah Mim Sukun ( مْ ) ketemu dengan seluruh huruf hijaiyah, selain huruf hijaiyah Mim dan huruf hijaiyah Ba.

BACA JUGA:

Hukum Bacaan Mad Wajib Muttasil dan Pengertiannya

Izhar berarti terang (jelas) atau tak berdengung. Syafawi berarti bibir; sebab huruf hijaiyah Mim makhrajul hurufnya yaitu bertemunya bibir di bagian bawah dan bibir di bagian atas.

Dalam istilahnya seperti dikutip iNews.id dari laman ilmutajwid, Izhar Syafawi yaitu melafalkan huruf-huruf hijiayah yang ketemu dengan huruf Mim Sukun dengan terang dan jelas, dan ini tidak disertai dengan berdengung (ghunnah.

BACA JUGA:

Hukum Bacaan Ikhfa Syafawi dan Contohnya

Dalam  Izhar Syafawi bisa terjadi dalam satu kalimat (kata) ataupun di luar kalimat (kata) yang terpisah.

Contoh Izhar Syafawi

BACA JUGA:

Contoh Idgham Bilaghunnah dan Hukum Bacaannya dalam Alquran

هُمْ نَائِمُوْنَ = hum naaaaaimuuna

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ = qul na‘am wa antum

BACA JUGA:

Hukum Bacaan Idgham Bighunnah, Jumlah Huruf Beserta Contohnya

Contoh Izhar Syafawi dalam Alquran yakni:

Baca Juga :   Tuliskan sebab sebab terjadinya kekurangan dari teks ulasan

1. Surat Al Fatihah ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Alhamdulillaahi rabbil ‘Alamiin

Artinya:Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

2. Surat Al Fatihah ayat 7

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Shirootholladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoooooolliiin.

Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

3. Surat Al Ikhlas ayat 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

Lam yalid wa lam yuulad.

Artinya: Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan”.

4. Surat Al Ikhlas ayat 4

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Wa lam yakullahuu kufuwan Ahad.

Artinya: dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.

Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah- PISS KTB, hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, bila sebagian orang dari suatu kaum telah mempelajarinya maka gugur kewajiban atas lainnya sedangkan hukum membaca Alquran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu ‘ain.

Maka diwajibkan bagi seseorang saat membaca Alquran sesuai dengan kaidah tajwid yang benar yang ia dapatkan dengan cara musyafahah (tatap muka dengan seorang guru).

Allah SWT berfirman:

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Artinya: Atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan. (QS. Surat Al Muzzamil: 4).

Ibnu Katsir menerangkan maksud ayat tersebut di atas adalah bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW Sehingga Siti Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi SAW bila membaca Alquran yaitu perlahan-lahan sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang Lain.

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas ra, bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Maka ia menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan oleh beliau panjang.

Wallahu A’lam.

Editor : Kastolani Marzuki

TAG : alquran Hukum bacaan Izhar Syafawi

​ ​ ​

Tulislah lafal yang mengandung hukum bacaan mim sukun dalam surat al kafirun

Posted by: pskji.org