Berhubungan saat menstruasi hampir selesai

Berhubungan saat menstruasi hampir selesai

Suara.com –
Berhubungan suami istri merupakan salah satu aktivitas yang memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kesehatan suami-istri, menjaga keharmonisan rumah tangga hingga memiliki nilai ibadah di hadapan Allah SWT.

Namun bagaimana jika berhubungan intim ketika istri sedang haid? Menurut ajaran Islam, saat istri sedang haid atau menstruasi, hubungan intim menjadi perbuatan yang diharamkan.

Larangan tersebut telah tercantum dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 222, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (QS Al-Baqarah 222).

Baca Juga: Kasus Dokter Cabul di Semarang, Ini Hukum Menelan Sperma dalam Islam

Ayat itu turun ketika ada seorang sahabat yang menanyakan tentang hubungan intim suami-istri ketika sang istri sedang haid. Setelah ayat ini turun, umat Islam diharamkan untuk berhubungan intim hingga haid telah bersih.

Hukum Berhubungan Intim saat Haid Menurut Islam. Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Ulama juga sepakat hukum berhubungan intim saat istri haid merupakan haram yang menimbulkan dosa besar. Karena ayat tersebut dengan jelas menyebutkan agar suami dan istri menjauhkan diri dari aktivitas hubungan intim dalam sementara waktu.

Melalui kitab Bidayat al-Mujtahid karya Abul Walid Ahmad Ibnu Rusyd disebutkan bahwa Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa pasangan tersebut harus segera istighfar memohon ampun kepada Allah SWT.

Hal itu merujuk kepada sebuah hadist yang berbunyi, “Seorang laki-laki menjima’ istrinya yang sedang haid, apabila itu dilakukan saat darah haid istrinya berwarna merah, dikenai denda 1 dinar, sedangkan jika dilakukan saat darahnya sudah berwarna kekuningan, dendanya 1/5 dinar.” (HR Tirmidzi).

Itulah informasi singkat mengenai hukum berhubungan intim suami-istri ketika sang istri sedang dalam masa haid. Berhubungan intim saat haid merupakan hal yang dilarang dalam Islam dan juga memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan bagi suami maupun istri.

Baca Juga: Ayah Taqy Malik Bantah Anal Seks Istrinya Sampai Bikin Cedera

Kontributor :
Muhammad Zuhdi Hidayat

Ilustrasi pasangan di atas ranjang. shutterstock.com


TEMPO.CO
,

Jakarta

– Bagi beberapa pasangan, bercinta merupakan salah satu aspek dalam pernikahan yang penting untuk tetap ada tiap minggunya. Namun,
menstruasi

seringkali menjadi penghambat untuk dapat melakukan hubungan seksual. Mungkin beberapa pasangan akan tetap melakukan hubungan seksual di hari-hari menstruasi.

Baca Juga :   Pada Prinsipnya Kelompok Sosial Adalah

Faktanya, tidak ada masalah jika Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual saat sedang dalam masa menstruasi. Asalkan Anda dan pasangan tidak memiliki masalah dengan pendarahan yang terjadi. Bahkan membuat beberapa pasangan akhirnya memutuskan untuk melakukan hubungan intim di hari terakhir masa menstruasi untuk menghindari pendarahan yang banyak di awal-awal datang bulan.

Tidak ada efek
bercinta
saat haid terakhir yang mengkhawatirkan ataupun membahayakan, tetapi jika Anda dan pasangan sedang tidak ingin punya anak, maka Anda perlu lebih waspada. Meskipun peluang hamil lebih kecil saat sedang dalam menstruasi, tetapi bukan berarti kehamilan tidak dapat terjadi akibat efek berhubungan saat haid terakhir.

Tiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, biasanya wanita yang memiliki siklus haid yang pendek akan memiliki risiko kehamilan yang lebih tinggi. Ditambah lagi, sperma pria dapat tetap hidup di dalam tubuh wanita selama kurang lebih lima hari. Umumnya, waktu subur wanita adalah pada hari ke-11 atau 21. Bila Anda mengalami datang bulan selama lima sampai tujuh hari dan berhubungan saat haid terakhir, maka terdapat kemungkinan wanita tersebut bisa hamil.

Misalnya Anda mulai berhenti pendarahan pada hari keenam dan melakukan hubungan seksual di hari ketujuh sementara ovulasi dimulai pada hari ke-11, maka terdapat kemungkinan sperma yang berada di hari ketujuh bisa membuahi sel telur yang diproduksi pada hari ke-11. Selain itu, wanita yang memiliki
siklus menstruasi
sebanyak 22 hari dapat langsung mengalami ovulasi setelah datang bulan dan sperma yang masih hidup dalam tubuh wanita tersebut masih mampu membuahi sel telur dan menimbulkan kehamilan.

Pada dasarnya peluang wanita mengalami kehamilan akan semakin besar seiring dengan berkurangnya pendarahan akibat menstruasi, karenanya kehamilan masih bisa terjadi dan dapat menjadi efek berhubungan saat haid terakhir.

Selain itu, efek lain dari berhubungan saat haid dalah tingginya risiko penyebaran penyakit menular seksual, seperti virus HIV atau hepatitis yang dapat menyebar melalui kontak darah menstruasi dengan organ intim.

Sebagai langkah pencegahan untuk kehamilan maupun peluang terjangkit penyakit menular secara seksual, Anda dapat menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom. Sebaiknya pilihlah jenis kondom yang berbahan lateks.

Bila Anda hanya ingin mengurangi risiko
kehamilan
, Anda dapat mencoba mengonsumsi pil kontrasepsi sesuai aturan. Tidak ada salahnya menyiapkan tisu kering dan basah untuk membersihkan organ intim seusai berhubungan seksual di hari terakhir menstruasi.

Baca Juga :   Top 7 make up set lengkap murah remaja terbaik 2022

Selain di saat terakhir haid, ada pula manfaat melakukan hubungan intim saat sedang masa menstruasi, seperti:

– Hasrat seksual yang meningkat
Saat wanita sedang dalam masa menstruasi, libido atau hasrat seksual wanita akan mengalami perubahan. Beberapa wanita merasakan peningkatan hasrat seksual saat dalam masa datang bulan.

– Memperpendek masa menstruasi
Kontraksi otot saat orgasme di masa haid dapat membuat dinding rahim yang meluruh lebih cepat keluar dan membuat wanita memiliki masa menstruasi yang lebih cepat atau pendek.

– Mengurangi kram akibat haid
Anda atau pasangan dapat mengurangi kram akibat menstruasi dengan berhubungan seksual. Saat orgasme, otot akan berkontraksi dan mengeluarkan dinding rahim yang meluruh dan mengurangi rasa kram. Selain itu, berhubungan intim juga membuat tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang berkontribusi dalam mengurangi kram atau ketidaknyaman saat menstruasi.

– Mengatasi sakit kepala
Manfaat berhubungan intim saat
menstruasi
diyakini mampu mengurangi sakit kepala migrain yang disebabkan oleh datang bulan.

SEHATQ

Rabu, 28 Okt 2015 18:15 WIB

Jakarta
– Dear Dokter Andri, saya Nina, salam kenal ya. Saya belum bersih haidnya (masih keluar kecoklatan) apakah sudah boleh berhubungan badan dengan suami? Berpengaruh dengan masa subur saya tidak ya Dok? Terimakasih.

Nina
(Wanita, 27 tahun)

Tinggi 160 cm, berat 93 kg

Jawaban

Hubungan intim saat haid belum bersih sebaiknya dihindari. Masalahnya, dikhawatirkan masih ada pembuluh darah yang terbuka, yang bisa memicu gelembung udara (emboli) saat gerakan-gerakan penis ketika penetrasi ke dalam vagina.

Baca juga:
Tak Melulu Menurun, Gairah Bercinta Wanita Juga Bisa Meningkat Saat Haid

Emboli ini bisa terbawa arus aliran darah yang bila menyumbat pembuluh darah jantung (arteri coronaria) akan fatal akibatnya. Hubungan intim saat haid belum bersih tidak ada kaitannya dengan gangguan kesuburan.

Dr. Andri Wanananda MS

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

(hrn/up)

Agar seks saat haid lebih nikmat dan Anda serta pasangan terhindar dari masalah yang tidak diinginkan, berikut tips-tipsnya:

1. Lepas tampon terlebih dahulu

Selain itu, jangan lupa untuk melepas tampon sebelum berhubungan seks saat haid. Tampon yang lupa dilepas bisa terdorong hingga jauh ke dalam vagina. Hal ini bisa membuat Anda sulit untuk mengeluarkannya.

Jika tampon bersarang terlalu lama di dalam tubuh, Anda berisiko mengalami berbagai masalah mulai dari keputihan abnormal hingga infeksi. Selain itu, Anda juga butuh bantuan dokter untuk mengeluarkannya.

Baca Juga :   Simpulan Merupakan Akhir Dari Uraian Panjang Suatu Bacaan Atau Teks

2. Pilihlah waktu saat haid tak terlalu deras

Berhubungan seks saat haid perlu beberapa strategi. Salah satunya agar seks menjadi lebih nyaman, usahakan untuk melakukannya saat aliran darah haid mulai sedikit.

Anda bisa melaukannya di hari-hari menuju akhir sehingga seks tak akan mengotori tempat tidur. Selain itu, Anda juga tak akan merasa waswas perihal darah haid yang mungkin berantakan.

3. Alasi kasur

Menggunakan alas kasur membantu menjaga tempat tidur tetap bersih dan bebas dari noda darah. Gunakan alas kasur seperti perlak yang bisa menahan cairan agar tidak merembes ke kasur. Siapkan juga tisu di dekat Anda supaya mudah diambil kapan pun dibutuhkan untuk menyeka darah atau cairan sperma yang keluar.

4. Pilih posisi seks yang nyaman

Gaya misionaris adalah posisi dimana laki-laki berada di atas dan perempuan di bawah yang bisa dijadikan posisi seks saat menstruasi. Gaya misionaris mengurangi aliran darah yang keluar saat berhubungan ketika haid.

Namun, Anda juga perlu membatasi diri agar tidak melakukan penetrasi terlalu dalam. Pasalnya, penetrasi yang terlalu dalam bisa mengenai serviks. Ini karena posisi serviks lebih rendah dan lebih sensitif saat haid.

Jangan sungkan untuk menyampaikan pada pasangan saat seks mulai terasa sakit atau tidak mengenakkan. Jika masih bisa dilanjutkan, minta pasangan untuk bergerak perlahan.

5. Mencoba varian seks yang lain

Seks tak melulu harus melalui vaginal, oral, atau anal. Anda juga bisa melakukan kegiatan seks lain seperti bermesraan, berciuman, atau berpelukan. Anda juga bisa membuat pasangan terangsang dengan memainkan penisnya.

Selain itu, cara lain yang bisa dicoba yaitu berhubungan seks sembari mandi. Artinya Anda dan pasangan mandi bersama sambil bermesraan tanpa khawatir mengotori kasur. Jika Anda memiliki bath tub, Anda bisa berendam bersama untuk tetap merasakan nikmatnya bercinta.

6. Menggunakan kondom

Kondom menjadi salah satu barang yang sebaiknya digunakan saat berhubungan baik sedang haid atau tidak. Pasalnya, kondom cukup bisa melindungi Anda dan pasangan dari risiko infeksi menular seksual.

Agar efektif, Anda dan pasangan perlu tahu cara menggunakan kondom dengan benar. Pastikan membeli produk yang sesuai ukuran, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Kemudian, pakai sesuai petunjuk yang tertera di kemasan.

Berhubungan saat menstruasi hampir selesai

Posted by: pskji.org