Manakah yang dilakukan oleh golongan tua menjelang proklamasi

Manakah yang dilakukan oleh golongan tua menjelang proklamasi

Upacara pengibaran bendera merah putih merupakan salah satu cara kita merayakan hari Kemerdekaan, mengenang para pahlawan yang telah berjuang.

(Foto: Hendra Wiradi/ Uzone.id)

Jepang semakin terpukul mundur dalam Perang Asia Timur Raya. Keinginan kuat untuk Kemerdekaan Republik Indonesia terus bergulir selepas dibubarkannya Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPPUPKI).

Beberapa Peristiwa Penting pun terjadi sebelum Hari Proklamasi tiba.

Diberi Kemerdekaan 7 September 1945

Saat Jepang semakin kritis karena Kota Hiroshima luluh lantak karena bom Atom oleh Amerika Serikat. Komando Tentara Jepang wilayah Selatan mengadakan rapat besar.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945. Jendral Terauchi menyetujui pembentukan Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 7 Agustus 1945.

Seorang yang memerankan patung hidup di komplek wisata Kota Tua sedang berdiri di samping meriam yang menjadi salah satu senjata perang zaman dahulu.

(Foto: Hendra Wiradi/ Uzone.id)

Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat, Saigon, untuk pelatikan sekaligus penegasan bahwa Pemerintah Jepang menyerahkan Kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia.

Ingin Cepat Merdeka

Sesampainya di Jakarta, ketiga tokoh ini mendengar Jepang terpojok karena Bom Atom juga dijatuhkan di Nagasaki. Dengan demikian jepang benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa.

Dilansir dari Situs Seketariat Negara, akhirnya pada 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu.

Para tokoh yang mengikuti perkembangan Perang Dunia II memiliki ide untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu keputusan Jepang. Namun terjadi perbedaan antara golongan tua dan golonngan muda.

Golongan muda mendesak agar Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan. Sementara golongan tua lebih menghindari pertumpahan darah, mengingat pasukan Jepang masih banyak di Indonesia. Sehingga menunggu keputusan Jepang.

Baca Juga :   Hubungan Simbiosis Parasitisme Dapat Kita Lihat Pada Contoh

Diculik ke Rengasdengklok

Golongan Muda yang terjadi antara Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, menculik dan membawa Soekarno serta Hatta ke Rengasdengklok.

Tujuan utama dari penculikan ini jelas, agar Soekarno dan Hatta mengumumkan proklamasi kemerdekaan Indonesia saat itu juga. Namun, mereka sempat menolaknya.

Setelah perundingan yang alot, Soekarno dan para tokoh lainnya sepakat untuk memilih tanggal 17 Agustus 1945 sebagai proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Bagi Soekarno angka 17 adalah angka yang suci. Saat itu Agustus merupakan bulan suci Ramadhan. Selain itu 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat yang dipercaya sebagai hari suci dan berbahagia.

Menyusun Naskah Proklamasi

Sekembalinya dari Rengasdengklok, rombongan Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pukul 23.00 WIB pada 16 Agustus 1945 tepatnya di rumah Laksamana Muda Maeda Tadashi.

Jenderal Jepang ini yang memberikan jaminan akan keselamatan para tokoh ini agar bisa menproklamiskan diri.

DI rumah tersebutlah, Soekarno, Hatta dan dibantu Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sekitar pukul 05.00 WIB mereka keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

Setelah orang berkumpul, akhirnya Soekarno didamping Hatta membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atas nama Bangsa Indonesia.

Proklamasi Kemerdekaan yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus adalah sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Proklamasi, telah mengubah perjalanan sejarah, membangkitkan rakyat dalam semangat kebebasan. Merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Proklamasi, ternyata didahului oleh perdebatan hebat antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat.

Baca Juga :   Pemanfaatan Lingkungan Hidup Yang Sesuai Dengan Pembangunan Berkelanjutan Adalah

Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah, jika tetap bekerjasama dengan Jepang. Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir.

Soekarno dan Hatta bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dengan cara itu, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang.

Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang. Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri. Lepas sama sekali dari campur tangan pemerintah Jepang.

Skip to content

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia terwujud dengan dorongan para pemuda yang didukung oleh golongan tua. Sempat berbeda pendapat hingga terjadi Peristiwa Rengasdengklok, dua golongan tersebut lantas membulatkan tekad memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

KOMPAS/IMAN NUR ROSYADI Rumah millik Djiauw Kee Siong di Kampung Bojong, Rengasdengklok, Jawa Barat, menjadi tempat bersejarah karena sempat menampung Soekarno dan Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945, setelah kedua pimpinan negara itu […] This entry was posted in Paparan Topik and tagged 17 Agustus, Agustusan, Dirgahayu RI 75, HUT RI 75, Kemerdekaan RI, proklamasi, Rengasdengklok.


Siapakah pemimpin pasukan Muslim yang terkenal sebagai Penakluk Konstantinopel? A. Shalahuddin Al AyyubiB. Muhammad Al FatihC. Mustafa Kemal Ataturk D …

. Asasuddin Syirkuh​


TOKOH MUHAMMADIYAH yang mengusulkan penggunaan kalender hijriyah sebagai penanggalan nasional adalah *PKM ​


Jelaskan kondisi politik dunia yang kamu ketahui saat ini!​


Secara mendasar, bentuk kolonialisasi dan imperialisme yang paling ditentang para penguasa di indonesia di bidang ekonomi adalah … .​

Baca Juga :   Top 4 kulot jeans anak perempuan 4 6 terbaik 2022


Seseorang akan membuka usaha pembuatan roti pisangdgn omzet perhari 200 unit untuk 1 unit rotipisang dibutuhkan:tepung terigu 200 gram dengan harga rp …

. 6.000 per kg(pembelian parte besar)pisang 1 buah dgn harga rp 7.000 per sisir (1 sisirberisi 10 buah)bahan lain dgn kemasan rp 550,- dan tenaga kerjarp 250.- blaya lain rata-rata i bulan rp 300.000• informasi lain untuk menghemat biaya tepung harus dibeliuntuk kebutuhan i minggu (5 hari); proses produksi1 hari ; penjualan dilakukan dengan jalan dititipkan ke toko-tokokue dan pembayaran 2 hari, kas minimal ditetapkanrp 100.000,- hitunglah berapa besar modal kerjayang dibutuhkan untuk dapat melakukan usah tersebut​


Siapa pedagang yahudi yg melihat nabi muhammad baru lahir pingsan


Sunan dapat menyatakan keterlibatan Sunan Kalijaga dalam membangun masjid Demak….. tolong menjawab plisssssss​


Sebutkan nama-nama tarekat yang dipelajari sunan gunung jati••jangan ngawur••ngawur? report#belajarbersamabrainly​


ketika berada di dalam pesawat melaksanakan salat fardu hukumnya….​


alasan umar bin khatab membentuk tim formatur

Manakah yang dilakukan oleh golongan tua menjelang proklamasi

Posted by: pskji.org