Jelaskan peranan PERBANKAN dalam pemberdayaan ekonomi rakyat

Jelaskan peranan PERBANKAN dalam pemberdayaan ekonomi rakyat

Sumber : Google (https://www.merdeka.com/uang/umkm-ini-diyakini-pemerintah-bakal-rajai-pasar-nasional.html)

Di Indonesia tedapat dua macam sistem operasional perbankan diantaranya bank konvensional dan bank syariah. Bank syariah menurut UU No. 21 Tahun 2008 merupakan bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim, dan objek yang haram. Yang menjadi pembeda antara bank syariah dan konvensional disini adalah penggunaan prinsip syariah dalam sistem operasionalnya. Perbankan syariah dalam melakukan kegiatan usahanya berdasarkan pada prinsip syariah, demokrasi ekonomi, dan kehati-hatian. Tujuan dari bank syariah adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat (dikutip dari www.ojk.go.id).

Menurut Wajdi, D, A (2008) yang dikutip oleh Nugroho dan Tamala (2018) bahwa bank syariah wajib memiliki produk yang pro kepada pengusaha mikro dan kecil, bank syariah terlibat dalam membantu pelaksanaan pengentasan kemiskinan yang merupakan bagian dari program sustainable development goals. UMKM merupakan salah satu bentuk upaya pengetasan kemiskinan, hal ini dikarenakan UMKM merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja (padat karya) sehingga dapat mengatasi pengangguran (dalam Purnamasari, F., & Dermawan, A, 2017) yang dikutip oleh Nugroho, L dan Tamala, D, 2018. Salah satu hal yang dapat membatasi ruang gerak UMKM adalah keterbatasan modal, misalnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya dikarenakan tidak dapat memenuhi pesanan dari konsumen. Masalah tersebut apabila tidak segera diatasi maka dimungkinkan akan sulit dalam usaha menciptakan lapangan pekerjaan (dalam Rini, H. Z, 2017). Oleh karena itu kehadiran bank syariah diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal ini juga sebagaimana dalam (Muheramtohadi, S, 2017) bahwa lembaga keuangan syariah tidak hanya berorientasi pada pencarian profit semata, namun juga memiliki sisi kemanusiaan dengan cara melakukan pemberdayaan untuk pengusaha UMKM.

Dorongan untuk melakukan pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh bank syariah lebih besar dibanding dengan bank konvensional. Hal ini dikarenakan prinsip yang digunakan adalah nilai-nilai keislaman dimana unsur pembelaan terhadap kaum yang lemah (mustadhafin) lebih di perioritaskan. Peran bank syariah kepada UMKM berupa bentuk pembiayaan. Dikutip dari (Suretno, S., & Bustam, B, 2020) bank syariah memberikan pembiayaan dalam bentuk modal kerja kepada pelaku UMKM, sehingga dengan adanya modal kerja sektor-sektor rill di masyarakat dapat meningkat dan produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat terpenuhi. Pembiayaan UMKM oleh bank syariah kepada pelaku UMKM memiliki peran yang sangat penting. Dengan adanya pembiayaan tersebut UMKM dapat mendorong perekonomian masyarakat dan mengurangi kemiskinan dan menyerap banyak tenaga kerja sehingga pengangguran dapat diatasi.

Baca Juga :   Penerapan ragam hias pada kayu bisa dilakukan dengan mengukir, yang dimaksud mengukir adalah

Adapun contoh dari peran bank syariah dalam pemberdayaan UMKM adalah sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Akhyar, N (2017) mengenai strategi Bank Syariah Mandiri dalam memberdayakan usaha mikor kecil dan menengah di Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi yang dilakukan Bank Syariah Mandiri dalam memberdayakan UMKM di Kota Kendari, diantaranya: Pertama, menyalurkan pembiayaan untuk UMKM di Kota Kendari dengan menggunakan Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Kedua, dengan cara strategi jemput bola dimana petugas BSM secara aktif mendatangi UMKM untuk menanyakan modal dan membantu dalam kepengurusan data. Ketiga, strategi pembinaan UMKM terkait pengajaran menyusun laporan keuangan usaha pribadi oleh staf customer banking, pembinaan inovasi dan kreatifitas, pembinaan internet marketing, dan mengikutsertakan UMKM dalam pameran. Keempat, Bank Syariah Mandiri menerapkan sistem penagihan harian sehingga memudakan UMKM mengenai cicilan dan bagi hasil yang terasa ringan. Kelima, strategi pencegahan resiko yakni Bank Syariah Mandiri mensyaratkan usaha nasabah UMKM telah dijalankan minimal selama dua tahun serta satu tahun terakhir memperoleh laba.

Dari pemaparan diatas diharapkan bank syariah dapat lebih maksimal dalam pemberdayaan UMKM agar dapat berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi nasional diantaranya dapat menyerap tenaga kerja yang besar, dapat meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) dan mampu bertahan menghadapi krisis ekonomi.

Sumber Rujukan

Akhyar, N. (2017). Strategi Bank Syariah Mandiri dalam Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengha (UMKM) di Kota Kendari (Doctoral dissertation, IAIN Kendari).

Muheramtohadi, S. (2017). Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia. Jurnal Mustaqid Ekonomi dan Perbankan Syariah, No. 1, VII.

Baca Juga :   Sebutkan Peralatan Untuk Membuat Patung Dari Gips

Nugroho, L., & Tamala, D. (2018). Persepsi Pengusaha UMKM Terhadap Peran Bank Syariah. Jurnal SIKAP (Sistem Informasi, Keuangan, Auditing, dan Perpajakan), 3(1), 49-62.

Purnamasari, F., & Dermawan, A. (2017). Islamic Banking and Empowerment of Small Medium Enterprise. Etikonomi, 16 (2), 221-230

Rini, H. Z. (2017). Peran Perbankan Syariah terhadap Eksistensi UMKM Indrustri Rumah Tangga Batik Laweyan. (Surakarta: Jurnal of Multidisciplinary Studies, No. 1, Januari, 1)

Suretno, S., & Bustam, B. (2020). Peran Bank Syariah dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional Melalui Pembiayaan Modal Kerja pada UMKM. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 4(01), 1-19.

Wajdi, D. A. (2008). Banking for the poor: the role of Islamic Banking in microfinance initiatives, Humanomics, 24(1), pp. 49-66.

https://www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/pages/pbs-dan-kelembagaan.aspx diakses pada tanggal 19 Mei 2021

Artikel Terkait

Silakan Login untuk Berkomentar


KONTAN.CO.ID –
JAKARTA.
Peran perbankan dalam menggerakkan perekonomian nasional sangat besar. Pasalnya, perbankan berperan di semua aktivitas ekonomi, termasuk sektor penggerak utama Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah. Ia menjelaskan, penggerak utama ekonomi nasional adalah konsumsi, investasi, serta kegiatan ekspor impor. Perbankan memiliki peran besar dalam ketiga kegiatan tersebut. Kontribusi konsumsi dan investasi menyumbang 80% terhadap ekonomi. “Perbankan berperan di semua aktivitas ekonomi. Sehingga secara logika sederhana bisa dipahami peran besar perbankan dalam perekonomian,” kata  Piter pada Kontan.co.id, Senin (17/8). Piter menambahkan, peran terbesar perbankan dalam perekonomian adalah sebagai lembaga intermediary yakni memberikan pembiayaan untuk kegiatan konsumsi dan produksi.

Baca Juga:
Ekonom BCA memprediksi neraca dagang bulan Juli 2020 masih akan surplus

Di tengah tekanan pandemi Covid-19 ini, peran perbankan dibutuhkan dalam membantu dunia usaha yang sedang mengalami tekanan baik melalui restrukturisasi kredit maupun dengan penyaluran kredit baru. Menurunnya, dalam penyaluran kredit tidak perlu membeda-bedakan sektor. Sedangkan tantangan utama perbankan saat ini adalah bagaimana menjaga kualitas kredit agar tidak berujung dengan kredit macet atau non performing loan (NPL). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor keuangan dan asuransi terhadap PDB kuartal II 2020 baru mencapai 4,44%. Namun, Piter menekankan untuk melihat peran perbankan terhadap ekonomi bukan hanya dari angka kontribusi sektoral saja tetapi harus dilihat secara lebih luas bagaimana peran terhadap semua sektor ekonomi lainnya, dari industri hingga pertanian. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga terus memiliki semangat untuk membantu menggerakkan ekonomi nasional. Peran tersebut tercermin dari usaha perseroan dalam menjaga eksistensi debiturnya di tengah pandemi Covid-19. “BCA menilai pada masa pandemi ini, kami tetap harus menopang ekonomi nasional dengan melepaskan kredit terutama untuk nasabah yang dinilai bisa segera pulih kembali setelah masa transisi Covid-19 selesai,” kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA. BCA melihat kebutuhan kredit di sektor infrastruktur, farmasi, ritel, distribusi dan perkebunan masih sangat besar saat ini. Oleh karena itu, bank swasta terbesar di tanah air ini meningkatkan penyaluran kredit di sektor-sektor itu. Setelah memasuki masa transisi Covid-19, permintaan kredit perumahan berskala kecil menengah dan kredit mobil sudah semakin menggeliat sehingga BCA perlu meningkatkan dukungan ke sektor tersebut.

Baca Juga:
Bank Himbara kebut penyaluran dana PEN ke debitur UMKM

Tidak hanya itu, BCA juga tetap memberikan dukungan kepada sektor-sektor yang terdampak Covid-19 seperti perhotelan dan industri lainnya yang membutuhkan tambahan modal kerja dengan memberikan plafon kredit yang sudah ada atau menambah plafon jika memang diperlukan. “Hal itu dilakukan untuk menjaga eksistensi nasabah.  Hanya saja untuk nasabah baru, kami masih perlu berhati-hati dalam memberikan kredit,” pungkas Jahja. Editor: Yudho Winarto

Baca Juga :   Gerakan melompat sambil menahan bola di udara dari pukulan lawan pada permainan bola voli disebut

Jelaskan peranan PERBANKAN dalam pemberdayaan ekonomi rakyat

Posted by: pskji.org