Berikut ini bukan merupakan tujuan politik luar negeri Indonesia menurut UUD nri tahun 1945 adalah

Berikut ini bukan merupakan tujuan politik luar negeri Indonesia menurut UUD nri tahun 1945 adalah

Tujuan politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Berdasarkan tujuan nasional bangsa Indonesia tersebut, Mohammad Hatta dalam bukunya yang berjudul Dasar Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1953) mengemukakan tujuan politik luar negeri Indonesia adalah:

  1. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara;
  2. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya;
  3. Meningkatkan perdamaian internasional dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat;
  4. Meningkatkan persaudaraan antarbangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.

Dengan demikian, tujuan politik luar negeri Indonesia adalah mempertahankan kemerdekaan serta meningkatkan kesejahteraan dan persaudaraan.

Jadi jawaban yang tepat adalah D.


Merdeka.com –

Semua negara memiliki politik luar negerinya masing-masing untuk memenuhi tujuan. Politik luar negeri adalah sikap dan komitmen suatu negara terhadap lingkungan eksternal, strategi dasar guna mencapai tujuan kepentingan nasional yang diterapkan dalam sejumlah kebijakan politik luar negeri suatu bangsa.

Proses ini guna mengembangkan tindakan-tindakan yang diikuti oleh usaha-usaha untuk mencapai pelaksanaan garis-garis kebijakan luar negerinya.

Tujuan politik luar negeri untuk mewujudkan tujuan, cita-cita nasional serta memenuhi kebutuhan utama suatu negara. Politik luar negeri merupakan langkah nyata mencapai, mempertahankan dan melindungi kepentingan nasional negara tersebut.

Berikut tujuan politik luar negeri Republik Indonesia beserta contohnya:

2 dari 4 halaman

Setiap negara tentunya memiliki hukum, asas, ideologi, dan juga landasan. Sebagai sebuah negara, Indonesia mempunyai landasan-landasan yang dipegang teguh sebagai panutan bangsa yang berfungsi sebagai pedoman bangsa dalam berinteraksi dengan negara lain.

Menurut Jurnal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam
Alasan Indonesia dalam Melakukan Hubungan Kerjasama dengan Melanesian Spearhead Group (MSG), landasan politik luar negeri yang ideologis adalah yang bersumber pada Proklamasi, Pancasila 1 Juni 1945, dan Pembukaan UUD 1945.

Proklamasi dan Pancasila 1 Juni 1945 menegaskan jati diri dan identitas kita sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pembukaan UUD 1945 dengan jelas mengamanatkan arah tujuan nasional dari pembentakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 digunakan sebagai landasan konstitusional di mana kehidupan berbangsa dan bernegara telah diatur di dalamnya dan berkaitan dalam penentuan kebijakan luar negeri Indonesia. Artinya politik luar negeri yang dijalankan Indonesia tidak lain merupakan salah satu cara mencapai kepentingan nasional.

Selaras dengan apa yang disampaikan Pemerintah Republik Indonesia, Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri berdasarkan kepentingannya sendiri dan tidak ditentukan oleh arus politik negara lain.

Hal ini berarti pasal-pasal UUD 1945 yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara memberikan garis-garis besar dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Baca Juga :   Apa saja komponen komponen dalam rangkaian listrik sederhana jelaskan beserta fungsinya?

Maka, semakin jelas bahwa politik luar negeri Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mencapai kepentingan nasional Indonesia, yang termuat dalam UUD 1945. Sedangkan landasan idiil politik luar negeri Indonesia, yaitu Pancasila.

Mohammad Hatta menyebutnya sebagai salah satu faktor yang membentuk politik luar negeri Indonesia. Kelima sila yang termuat dalam Pancasila, berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendi kehidupan manusia.

Lebih lanjut Hatta menyatakan bahwa Pancasila merupakan salah satu faktor objektif yang berpengaruh atas politik luar negeri Indonesia. Hal ini karena Pancasila sebagai falsafah negara mengikat seluruh bangsa Indonesia, sehingga golongan atau partai politik mana pun yang berkuasa di Indonesia tidak dapat menjalankan suatu politik negara yang menyimpang dari Pancasila.

3 dari 4 halaman

Tujuan kebijakan politik luar negeri sebenarnya merupakan fungsi dari proses dimana tujuan negara disusun. Tujuan tersebut dipengaruhi oleh sasaran yang dilihat dari masa lalu dan aspirasi untuk masa yang akan datang. Sementara itu, Plano berpendapat bahwa setiap kebijakan luar negeri dirancang untuk meraih tujuan nasional.

Tujuan nasional yang hendak diraih melalui kebijakan politik luar negeri merupakan formulasi konkret dan dirancang dengan mangaitkan kepentingan nasional terhadap situasi internasional yang sedang berlangsung serta power yang dimiliki untuk menjangkaunya.

Politik luar negeri setiap masa kepemimpinan presiden di Indonesia memiliki tujuan spesifik yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:

Kepemimpinan Presiden Soekarno, Mohammad Hatta merumuskan enam tujuan politik luar negeri Indonesia, yaitu:

  1. Untuk mempertahankan kemerdekaan rakyat dan menjaga keamanan negara;
  2. Untuk memperoleh barang-barang kebutuhan pokok yang berasal dari luar negeri guna meningkatkan standar hidup masyarakat seperti nasi, obat-obatan, dan sebagainya;
  3. Untuk memperoleh modal guna membangun kembali apa yang telah hancur atau rusak, dan modal untuk industrialisasi, konstruksi baru dan mekanisasi pertanian;
  4. Untuk memperkuat prinsip hukum internasional dan untuk membantu meraih keadilan sosial pada lingkungan internasional, yang sejalan dengan piagam PBB khususnya artikel satu, dua dan lima puluh lima;
  5. Untuk memberikan penekanan khusus pada upaya membangun hubungan baik dengan negara tetangga yang pada masa lalu juga mengalami penjajahan;
  6. Untuk membangun persaudaraan antar-negara melalui realisasi idealita dalam Pancasila, sebagai filosofi dasar bangsa Indonesia.

Tujuan Politik Luar Negeri di Era Reformasi

MelansirJurnal Lipi,Politik Luar Negeri Indonesia Refleksi dan Prediksi 10 Tahun, berikut tujuan politik luar negeri Indonesia di era Reformasi:

  1. Politik luar negeri ditujukan untuk membantu memulihkan citra Indonesia yang terpuruk sebagai akibat imbas krisis multi dimensi yang mendera sejak tahun 1997.
  2. Politik luar negeri ditujukan untuk membantu program stabilisasi ekonomi terutama untuk menarik investasi dari luar negeri dan mendapatkan peluang pasar untuk ekspor produk Indonesia.
  3. Politik luar negeri ditujukan untuk memainkan peran penting untuk mencegah meluasnya internasionalisasi masalah politik domestik Indonesia yang berkaitan dengan ancaman separatisme Aceh Papua dan Maluku serta untuk menegaskan dukungan internasional terhadap integritas kedaulatan wilayah Indonesia.
  4. Politik luar negeri harus mampu mendorong terciptanya keamanan dan stabilitas regional serta terpeliharanya perdamaian dunia.
Baca Juga :   Kita wajib mengimani Nabi dan Rasul Allah yang jumlahnya

4 dari 4 halaman

Berikut tujuan politik luar negeri Joko Widodo melansir dari Jurnal Universitas Katolik Parahyangan,
Orientasi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 66 di bawah Pemerintahan Jokowi-JK:

  1. Mengedepankan identitas sebagai negara kepulauan dalam pelaksanaan diplomasi dan membangun kerja sama internasional;
  2. Meningkatkan peran global melalui diplomasi middle power yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan regional dan kekuatan global secara selektif dengan memberikan prioritas kepada permasalahan yang secara langsung berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara Indonesia;
  3. Memperluas keterlibatan regional di Indo Pasifik, dan;
  4. Merumuskan dan melaksanakan politik luar negeri yang melibatkan peran, aspirasi dan keterlibatan masyarakat.


Merdeka.com –

Dalam era global seperti sekarang ini, sebuah negara tidak mungkin untuk hidup menyendiri. Sebuah negara pasti perlu membuka diri dan menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa yang lainnya di dunia.

Sebuah negara butuh kerja sama dalam berbagai bidang dengan negara-negara lain. Hal tersebut karena kebutuhan menjalin hubungan serta kerja sama dengan bangsa-bangsa lain itulah pada akhirnya setiap negara memiliki kebijakan luar negeri atau lebih tepat lagi politik luar negeri.

Tidak dapat dibantah lagi, bahwa negara Indonesia menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat internasional dan juga banyak terlibat dalam berbagai forum internasional. Indonesia menjadi anggota PBB, ASEAN, OKI (Organisasi Konferensi Islam), Gerakan Non-Blok (GNB), dan lain sebagainya. Jadi, negara Indonesia memiliki kebijakan atau politik luar negeri.

Sebuah negara pastinya memiliki tujuan politik luar negerinya masing-masing, tak terkecuali juga untuk negara Indonesia.
Tujuan politik luar negeri untuk mewujudkan tujuan, cita-cita nasional serta memenuhi kebutuhan utama suatu negara. Politik luar negeri merupakan langkah nyata mencapai, mempertahankan dan melindungi kepentingan nasional negara tersebut.

Agar Anda lebih mengerti mengenai tujuan politik dari negara Indonesia, berikut ini kami telah rangkum untuk Anda 13 tujuan politik luar negeri Indonesia beserta pengertiannya, yang dilansir dari Freedomsiana.id:

2 dari 5 halaman

Sebelum kita mengetahui apa saja tujuan politik luar negeri Indonesia, ada baiknya kita juga mengetahui terlebih dahulu mengenai pengertian politik luar negeri. Menurut J.R Childs mendefinisikan politik luar negeri sebagai pokok-pokok hubungan luar negeri dari suatu negara.

Sementara itu, Riza Sihbudi dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bidang hubunga internasional atau kebijakan politik luar negeri mengatakan, politik luar negeri pada hakikatnya merupakan “perpanjangan tangan” dari politik dalam negeri suatu negara.

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa politik luar negeri dapat diartikan sebagai kebijakan, sikap, dan tingkah pemerintahan suatu negera dalam hal melakukan hubungan dengan negara lain, organisasi internasional, dan badan-badan hukum internasional.

Baca Juga :   Jumlah suku ganjil deret geometri tak hingga

Biasanya politik luar negeri suau negara dipengaruhi minimal tiga faktor, yaitu sebagai berikut:a. Faktor politik dalam negeri.b. Faktor kemampuan ekonomi dan militer.

c. Faktor lingkungan internasional.

3 dari 5 halaman

Mengingat bahwa sebuah politik luar negeri bagi suatu negara merupakan pokok-pokok hubungan dengan negara lain maupun dunia internasional, dengan sendirinya ia akan mempunyai sebuah tujuan.

©2020 Merdeka.com

Lalu, sebenarnya apa saja tujuan politik luar negeri Indonesia? Jika Anda memerhatikan Pembukaan UUD 1945, tujuan politik luar negeri Indonesia tercermin dalam alenia pertama dan keempat. Adapun uraian tentang tujuan politik luar negeri Indonesia dalam Pebukaan UUD 1945 tersebut, antara lain sebagai berikut:

  1. Indonesia mengupayakan agar setiap manusia di muka bumi bergaul dengan damai antara satu dengan yang ain, menghormati hak asasi manusia, dan juga menghormati kedaulatan negara masing-masing.
  2. Indonesia menghendaki pergaulan internasional tertib tanpa pertikaian, perang, atau penjajahan oleh satu bangsa kepada bangsa lain.
  3. Indonesia mengupayakan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi, sosial, dan politik antara negara satu dengan yang lain.
  4. Indonesia berusaha agar hasil-hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri, tetapi juga disumbangkan kepada masyarakat di negara lain.
  5. Indonesia berusaha memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan berpartisipasi aktif dalam organisasi internasional untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

4 dari 5 halaman

Dalam buku yang berjudul Dasar-Dasar Politik Luar Negeri Indonesia, Moh. Hatta telah menguraikan tujuan politik luar negeri Indonesia sebagai berikut:

  1. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
  2. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar kemakmuran rakyat apabila barang-barang tersebut tidak ada atau belum dihasilkan sendiri.
  3. Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan damai Indonesia dapat membangun dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat.
  4. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksana cita-cita yang tersimpul daam Pancasila, yang menjadi dasar negara dan falsafah negara Indonesia.

5 dari 5 halaman

Selanjutnya, dilansir dari Jurnal Universitas Katolik Parahyangan berjudul Orientasi Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Bawah Pemerintahan Jokowi-JK, berikut ini beberapa tujuan politik luar negeri Indonesia era Presiden Joko Widodo:

  1. Mengedepankan identitas sebagai negara kepulauan dalam pelaksanaan diplomasi dan membangun kerja sama internasional;
  2. Meningkatkan peran global melalui diplomasi middle power yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan regional dan kekuatan global secara selektif dengan memberikan prioritas kepada permasalahan yang secara langsung berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara Indonesia;
  3. Memperluas keterlibatan regional di Indo Pasifik, dan;
  4. Merumuskan dan melaksanakan politik luar negeri yang melibatkan peran, aspirasi dan keterlibatan masyarakat.

Berikut ini bukan merupakan tujuan politik luar negeri Indonesia menurut UUD nri tahun 1945 adalah

Posted by: pskji.org