Nilai apakah yang terkandung dalam cerita obrolan di bukit utara

Nilai apakah yang terkandung dalam cerita obrolan di bukit utara

Jawaban:

Berikut di bawah ini adalah nilai – nilai dalam cerpen, antara lain:

1. Nilai moral, merupakan nilai yang berkaitan dengan akhlak / budi pekerti / kesusilaan ataupun baik buruknya tingkah laku seorang tokoh.

2. Nilai social / kemasyarakatan, merupakan nilai yang berkaitan dengan norma yang hidup di dalam masyarakat.

3. Nilai religious / keagamaan, merupakan nilai yang berkaitan dengan rasa ketuhanan.

4. Nilai Pendidikan / edukasi, merupakan nilai yang berkaitan dengan proses merubah tingkah laku dari tingkah laku yang buruk ke tingkah laku yang baik.

5. Nilai estetika / keindahan, merupakan nilai yang berkaitan dengan hal – hal yang hal – hal yang menyenangkan seperti keindahan dalam kesenian.

6. Nilai etika, merupakan nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.

7. Nilai politis, merupakan nilai yang berkaitan dengan ketatanegaraan maupun kebijakan dalam menjalankan pemerintahan.

8. Nilai budaya, merupakan nilai yang berkaitan dengan adat istiadat yang hidup dalam masyarakat.

9. Nilai kemanusiaan, merupakan nilai yang berhubungan dengan sifat – sifat manusia.

Jawaban panjang

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novel. Asal usul adanya cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer.

Cerita pendek cenderung kurang kompleks dibandingkan dengan novel. Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu yang singkat. Karena mempunyai karakter yang pendek, cerita-cerita pendek dapat memuat pola ini atau mungkin pula tidak. Sebagai contoh, cerita-cerita pendek modern hanya sesekali mengandung eksposisi. Yang lebih umum adalah awal yang mendadak, dengan cerita yang dimulai di tengah aksi. Seperti dalam cerita-cerita yang lebih panjang, plot dari cerita pendek juga mengandung klimaks, atau titik balik. Namun, akhir dari banyak cerita pendek biasanya mendadak dan terbuka dan dapat mengandung atau tidak mengandung pesan moral atau pelajaran praktis. Seperti banyak bentuk seni manapun, ciri khas dari sebuah cerita pendek berbeda – beda yang mana hal ini didasarkan pada keinginan pengarangnya.

Cerpen terdiri atas dua unsur, yakni: unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

1. Unsur intrinsik, terbagi atas : tema, alur (plot), latar atau setting, penokohan, sudut pandang, dan amanat.

2. Unsur ekstrinsik, terbagi atas:

a. Latar belakang masyarakat, yaitu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat sangat lah berpengaruh besar terhadap terbentuknya sebuah cerita khususnya cerpen.

b. Latar belakang pengarang, yaitu merupakan suatu pemahaman atas sejarah yang hidup dan juga sejarah yang merupakan hasil karangan sebelumnya. Latar belakang pengarang biasanya terdiri dari: 1. Biografi, yang berisikan mengenai riwayat hidup pengarang cerita, yang ditulis secara keseluruhan; 2. Kondisi psikologis, yang berisi mengenai pemahaman kondisi atau keadaan yang mengharuskan seorang pengarang menulis cerita atau cerpen; 3. Aliran Sastra, yakni dimana seorang penulis menetukan aliran sastra mana yang akan dia ikuti dalam menghasilkan karya sastranya. Aliran sastra yang dianut / diikuti biasanya sangatlah berpengaruh pada gaya penulisan yang dipakai oleh penulis dalam menciptakan sebuah karya sastra.


jelaskan perairan dangkal padasaat olah gerak kapal


tolong ya plisss mtk kelas 5:(((((​


what is Jesus’ real name?​


mengapa anggota Pramuka perlu mengetahui lambang Pramuka?​


cari lah unsur cerita Bintang dan PlanetSiang itu. Nina merasa sangat bersemangat. Hari ini Nina dan teman-temannya akan mengadakan perkemahan selama …

dua hari di bumi perkemahan. Setelah berkumpul di kolah, rombongan bus yang sudah diisi Nina dan teman-temannya pun berangkat ke bumi perkemahan Sesampainya di sana, mereka segera menylapkan peralatan berkemah, makanan, dan lain sebagainya.Acara dimulai pukul tujuh malam. Nina satu kelompok dengan Lani dan Deli. Mereka berkumpul di lapangan. Ketua panitia berdiri di depan barisan para peserta untuk memberikan arahan. Tidak jauh dari barisan para peserta terdapat api unggun sehingga udara menjadi hangat. Setelah diberikan arahan, seluruh peserta kemah dibolehkan untuk makan malam.Nina, Lani, dan Dell mengobrol sambil memakan makan malam di depan tenda mereka. “Lihat! Langit malam ini indah sekali, yal” seru Lani “Wah lya Cantik sekali Bintang-bintang berkerlap-kerlip” Nina dan Deli serempakberkata sambil mendongak ke atas “Apakah itu semua bintang Nina?” tanya Deli”Ingatkah kamu penjelasan Bu Guru di kelas mengenai bintang?” tanya Nina kepada Deli. Dell menggeleng. “Coba kamu jelaskan kembali tentang penjelasan Bu Guru mengenal bintang Deli menambahkan “Jadi, bintang itu benda langit yang memancarkan cahaya. Matahari juga merupakansalah satu dari jenis bintang, tho, Bintang memiliki daya tarik gravitasi yang sangat kuat. Olehkarena itu, bintang biasanya mempunyai planet yang setia mengelilingi, Nina menjelaskan,”Jadi, apa perbedaan bintang dan planet, Nina?” tanya Lani”Bedanya, planet itu tidak memancarkan cahayanya sendiri seperti bintang Planethanya dapat memantulkan cahaya dari bintang yang dikelilinginya. Planetmempunyal lintasan masing-masing sehingga tidak dapat bertabrakan,” jawab Nina.”Bagaimana kita membedakan bintang dan planet?” tanya Deli “Kita dapat membedakan dari cahayanya. Planet tampak lebih terang daripada bintang jelas Nina.”Kalau planet tidak memancarkan cahaya, kenapa planet bisa tampak lebih terang daripada bintang?” tanya Lani.”Hal ini disebabkan oleh jarak planet yang lebih dekat dengan Bumi. Planet yang paling terang adalah Planet Venus karena jaraknya lebih dekat dengan Bumi” jawab Nina. “Wah, aku jadi paham sekarang perbedaan keduanya. Terima kasih, Nina. Sudah menjelaskan kepada kami berdua,” ujar Dell.​

Baca Juga :   Hal apa saja yang menurut anda perlu disampaikan dalam resensi suatu karya sastra


tema ,suasana ,makna dari puisi yang berjudul buku ,please bantu dijawab.​


Buatlah satu contoh pidato bertema “HARI PENDIDIKAN NASIONAL”lengkap dengan judulnya!​


wartawan akan mewawancarai seorang polisi hutan. menurutmu bagaimana pertanyaan wawancara yang sesuai dengan narasumber tersebut? NB :Menggunakan kata …

ADIKSIMBA !​


Barang yang di hancurin du lu baru bisa di pakai


susunlah akhir cerita tersebutsesuai imajinasi dengan menggunakan kata-katamu sendiri ​!please jawab secepatnya!

Cerpen Karangan: Imelda Oktavera
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 5 September 2016

Cuaca sejuk di sebuah bukit yang menghijau. Bukit hijau yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Daun-daun pohon pinus melambai ditiup angin yang berhembus lembut di pagi ini.
Seperti juga di bukit utara, anga angin berhembus lembut menyapa sahabatnya pino pinus di pagi ini.

“Pagi pino pinus…” sapa anga angin menghembus pino pinus sahabatnya. “Pagi anga angin.” Balas pino pinus. “Apakah hari ini kamu dan teman-temanmu akan bermain di tempat ini sampai siang?” tanya pino pinus. “Mungkin hanya beberapa saja pino pinus karena sepertinya mereka akan bermain ke arah barat siang nanti.” Jawab anga angin. “Kenapa mereka bermain disana?” tanya pino pinus. “Katanya sih mereka ingin berkeliling ke arah barat hari ini, mungkin ingin melihat situasi disana saat ini. Mungkin… mereka akan melewati daerah ini.” ucap anga angin. “Oh… begitu, tapi kamu masih di sini kan anga, kalau kamu dan teman-temanmu tidak bermain di sini bukit ini akan kehilangan kesejukannya.” ucap pino pinus. “Ah… tanpa kami kalian sudah membuat bukit ini sejuk karena oksigen yang kalian keluarkan. Kami pun bisa menghembuskan kesejukan ke seluruh bukit ini karena kalian juga.” ucap anga angin. “Tapi tetap kami membutuhkan kalian.” ucap pino pinus.

“Yeaahhh… kita bekerjasama untuk itu…” ucap anga sambil berputar di sekeliling pino pinus karena kegirangan. Dedaunan pohon pinus bergerak cepat mengikuti arah anga angin dengan ceria.

“Tapi…” anga angin berhenti berputar dan berhembus pelan di dedaunan pino pinus. “Tapi apa?” tanya pino pinus, yang kembali melambai pelan. “Kemaren siang aku ke arah timur…” ucap anga angin. “Lalu?” tanya pino pinus. “Disana beberapa temanmu pepohon sudah tidak kelihatan lagi…” ucap anga angin. “Maksudmu? Tidak kelihatan bagaimana? Apakah di sana matahari tidak bersinar? Tapi di timur bukannya matahari pertama terbit?” tanya pino pinus penasaran. “Bukan karena matahari tidak bersinar di sana, cuma…” ucap anga menghentikan perkataannya. “Cuma… apa?” tanya pino pinus semakin penasaran. “Cuma mereka sepertinya sudah ditebang oleh manusia.” ucap anga angin. “O ya…” ucap pino pinus wajahnya terlihat sedih, dedaunanan di rantingnya sedikit melayu. “Memang mereka pepohonan yang besar dan sudah berusia puluhan tahun. Kamu ingat pak jaka jati yang aku ceritakan ke kamu?” tanya anga angin. “Iya, ingat…” jawab pino pinus, kembali riang. “Aku sudah tidak menemukannya lagi disana. Padahal aku suka bermain di antara dedaunan dan rantingnya…” ucap anga angin sedih, pino pinus kembali sedih dedaunannya dihembus anga angin perlahan. “Tapi jangan khawatir mereka bakalan menanam kembali jati kecil yang baru. Mereka cuma mengganti pohon tua dengan yang muda…” ucap pino pinus penuh harap. “Aku pikir nggak begitu karena sampai sekarang bukit timur masih gundul… dan mulai terasa panas…” ucap anga angin. “O ya…” ucap pino pinus. “Aku takut kalau bukit timur akan longsor seperti bukit barat…” ucap anga angin. “Oh… jangan sampai itu terjadi, akan kemana semua hewan di hutan ini? Mereka pasti akan ketakutan dan tidak punya tempat tinggal.” ucap pino pinus.

“Yeah… bukan hanya hewan-hewan di hutan kita tapi pemukiman dan kebun penduduk pasti terkena dampaknya.” ucap anga angin sambil berputar ke kaki pino pinus.

“Hai pak tata tanah…” sapa anga angin pada pak tata tanah yang ada di bawah pino pinus. “Hai juga anga angin…” ucap pak tata tanah yang pendiam. “Apa kabar hari ini pak?” tanya anga angin pada pak tata tanah. “Baik anga angin…” jawab pak tata tanah. “Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya pino pinus yang cemas, obrolan anga angin dan pak tata tanah terhenti. “Kita nggak bisa berbuat apa-apa pino pinus, kita juga nggak bisa katakan pada pak jaja hujan untuk tidak turun. Semua ada bagiannya, tugasnya.” ucap anga angin, sambil bergerak kembali ke atas. “Kalau pak jaja hujan tidak turun, maka kamu juga tidak bisa bertahan hidup tanpa air. Seluruh alam ini akan kering dan semua pasti akan mati.” ucap anga angin. “Iya kamu benar, tapi kalau pak jaja hujan turun sederas kemarin, bisa-bisa bukit timur akan longsor seperti bukit barat.” ucap pino pinus, anga angin kembali menghembus dedaunan pino pinus. “Ya memang, itulah tugas kamu dan teman pohonmu yang lain pino pinus, untuk mencengkram tanah dan menjaga kestabilannya supaya jangan longsor.” ucap anga angin. “Ya, tapi kalau semua ditebang gimana? Siapa yang akan menjaga kestabilan tanah di bukit ini.” ucap pino pinus. “Ya, itu tugas manusia menjaga pepohonan ini. Supaya tetap berdiri tegak dan tidak ditebang, kalau pun ditebang hanya pohon yang tua kemudian harus diganti dengan pohon yang muda.” ucap anga angin.

Baca Juga :   Cara memindahkan file dari folder ke folder lain

“Iya, kamu benar manusialah yang harus menjaga kami.” ucap pino pinus masih lesu.

“Hei lihat itu… Bu wawa awan sudah mulai tebal dan menghitam, sebentar lagi pasti pak jaja hujan akan turun.” ucap anga angin. “Iya, lihat mereka mulai menutupi pak mata matahari…” ucap pino pinus. “Sebenarnya semua dapat dicegah kalau saja manusia-manusia itu tidak serakah, seandainya mereka menanam kembali pohon-pohon muda pengganti pohon yang sudah tua. Bukit ini pasti akan kembali menghijau dan aku beserta temanku pun pasti sangat senang bisa bermain di pucuk-pucuk pepohonan, di ranting-ranting dan daun yang menghijau.” ucap anga angin. “Ya… dan aku bisa dengar ceritamu tentang pepohonan lain yang hidup di bukit ini.” ucap pino pinus. “Aku dan teman pohonku yang lain bisa menjadi sarang dan tempat berlindung hewan-hewan di hutan ini. Burung-burung akan senang bermain di ranting kami dengan nyanyiannya yang merdu.” ucap pino pinus lagi. “Kita hanya bisa berharap Tuhan membuka mata hati para manusia itu supaya tidak bertindak serakah.” ucap anga angin.

“Ya… kita hanya bisa berdoa supaya Tuhan membuka hati mereka, bukan hanya untuk keselamatan hutan kita tapi juga untuk keselamatan manusia itu sendiri…” ucap pino pinus, pak jaja hujan mulai turun perlahan.

“Halo temanku anga angin dan pino pinus…” sapa pak jaja hujan. “Halo pak jaja hujan.” ucap pino pinus dan anga angin serentak. “Ho ho hooo… Aku akan memberi kalian kesegaran dengan airku…” ucapnya riang sambil mengguyur pino pinus dengan airnya yang mulai deras… “Iya pak jaja hujan… hutan akan menjadi lebih sejuk sekarang.” ucap pino pinus. “Iya, anga angin pasti membantu menyebar kesegaran ini…” ucap pak jaja hujan. “Iya pasti pak jaja hujan…” ucap anga angin senyum. “Yaah… kalian jangan terlalu sedih tentang kejadian di bukit barat, semoga di bukit utara ini tidak terjadi longsor. Di sini masih banyak pepohonan, tu pino masih kuat mencengkram pak tata tanah.” ucap pak jaja hujan, pak tata tanah hanya senyum tak bicara. “Iya pak, semoga ngak akan terjadi longsor lagi. Semoga manusia-manusia itu terbuka hatinya.” ucap pino pinus. “Masih ada beberapa manusia yang peduli pada bukit ini, berharaplah mereka berhasil menyelamatkan bukit ini… hutan ini…” ucap pak jaja hujan. “Yeah… aku melihat kemarin ada beberapa manusia mendatangi bukit selatan, mereka membawa beberapa pohon muda.” ucap dara angin yang sudah nimbrung aja di dekat mereka. Semua mengalihkan pandangan ke dara. “O ya…” ucap pak tata tanah yang sedari tadi diam. “Iya pak tata tanah, aku melihat mereka kemarin.” ucap dara angin semangat sambil menghampiri pak tata tanah, yang membuat beberapa daun yang sudah gugur di atas pak tata tanah bergerak dan terbang rendah. “Syukurlah, semoga kan banyak manusia yang pintu hatinya di buka untuk menjaga kelestarian hutan kita ini. Hutan ini untuk kebaikan kita bersama…” ucap pino pinus sedikit ceria. Anga berhembus ke pucuk pino pinus yang bisa merasakan sedikit kelegaan pino pinus. Pucuk pino pinus melambai pelan.

“Iya, kita harus selalu berharap dan berdoa dan melakukan tugas kita dengan baik.” ucap pak jaja hujan bijak. Semua mulai tersenyum penuh harap.

Baca Juga :   Kaki bagian mana sajakah yang dapat menghentikan bola dalam permainan sepak bola kecuali?

“Hei… lihat teman-teman mulai mengumpul…” ucap dara angin, para teman angin sudah muncul. “Yeah… ayo kita berkeliling, supaya semua merasakan kesejukan hujan, pohon dan angin… juga kelembutan pak tata tanah dong…” ucap anga ceria. “Iya teman-teman, salam untuk pepohonan yang lain ya…” ucap pino pinus yang kembali ceria. “Iya pino, nanti kami akan kembali untuk menceritakan pengalaman kami menjelajah bukit dan hutan ini…” ucap anga angin yang mengelilingi pino pinus sebagai ucapan perpisahan hari ini.

“Iya…” ucap pino riang.

“Hai…” para teman angin menyapa sambil berlalu melewati pino pinus, anga angin, dara angin, pak jaja hujan dan pak tata tanah. “Hai…” balas pino pinus dan pak tata tanah. Pino pinus melambaikan daunnya, anga angin dan dara angin mengelilingi pino pinus dan pak tata tanah. “Hai teman-teman…” balas anga angin dan dara angin ceria. “Hai… para angin…” sapa pak jaja hujan. “Ayo dara angin kita susul teman-teman kita.” ucap anga angin bersemangat melihat teman-temannya yang lebih dahulu berlalu. “Selamat tinggal pino pinus, pak jaja hujan dan pak tata tanah…” ucap anga angin dan dara angin, lalu mereka pun berhembus menyusul teman-temannya. “Ya…” balas pino pinus, pak jaja hujan dan pak tata tanah. “Aku juga akan semakin menyebar nih pino, pak tata tanah. Bu wawa awan sudah mulai bergerak.” ucap pak jaja hujan, semua melihat ke bu wawa awan yang mulai bergerak. “Iya pak jaja hujan, salam untuk bu wawa awan ya pak…” ucap pino pinus. ”Saya juga pak jaja hujan…” ucap pak tata tanah lembut.

“Iya pino pinus dan pak tata tanah…” ucap pak jaja hujan mulai bergerak pergi. Pino pinus melambai ceria. Sepeninggal pak jaja hujan, anga angin dan dara angin. Pino pinus dan pak tata tanah juga tetap melakukan tugasnya. Pino pinus dengan daun, ranting dan batangnya menghalangi pak jaja hujan langsung jatuh ke pak tata tanah sehingga permukaan tanah tak tergerus air pak jaja hujan. Dengan akarnya pino pinus mencoba menjaga kestabilan tanah di sekelilingnya, supaya tidak terjadi erosi tanah. Akar pino pinus pun juga membantu penyerapan air ke pak tata tanah dan daun-daunnya memberikan oksigen untuk sekelilingnya. Pak tata tanah memberi tempat untuk pino pinus berdiri, membiarkan sisa air pak jaja hujan mengalir masuk ke pori-pori pak tata tanah dan menyebarkan air ke sekelilingnya serta menjaga cadangan air dalam tubuh pak tata tanah. Pak tata tanah juga tak lupa memberikan nutrisi yang cukup untuk semua tanaman yang tumbuh di atasnya. Alam melakukan tugasnya… Sebaiknya kita pun begitu. Supaya alam ini dapat lestari dan menjadi tempat hidup yang aman dan nyaman bagi kita semua makhluk ciptaan Tuhan… Seperti tujuan penciptaan Dunia ini oleh Tuhan. Dunia ini milik kita bersama dan juga tanggung jawab kita bersama…

Cerpen Karangan: Imelda Oktavera

Cerpen Obrolan Di Bukit Utara merupakan cerita pendek karangan
Imelda Oktavera, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

“Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!”

Share ke Facebook Twitter Google+

” Baca Juga Cerpen Lainnya! “

Oleh: Aureliia Shalom Salman

“Rafa, Yasmine, ayo bangun nanti telat ditinggal jemputan lhoo…” ayah memanggil namaku dan Rafa adikku, untuk segera bangun, dari tidurku yang nyenyak. Ayah menakut-nakutiku dengan cara bilang, ‘nanti ditinggal

Oleh: Elsa Puspita Ronald

“Bleckkky!” Sarah memanggil Blecky. Tetapi, yang dipanggil tidak datang. “Papa melihat Blecky?” tanya Sarah. Papa menggeleng. Mama juga tidak melihatnya. “Blecky!” seru Claira. Sarah menoleh. Blecky berlari cepat sekali

Oleh: Arnetta Fasya Sayyidina

Suatu pagi yang cerah di daerah Lost Angeles. Anak bernama Dania segera terbangun dari mimpi terakhirnya di Lost Angeles. Hari ini, Dania dan keluarga nya, akan pergi ke Indonesia.

Oleh: Annara Salian Nanda Salombe

Namaku Ina, aku akan menceritakan benda yang berharga saat aku masih SD atau Sekolah Dasar. Aku adalah tipe orang yang suka aksesoris, bahkan aku sering memakai kalung. Sayangnya, kalungku

Oleh: Pingkan Aulia Samara

Malam yang sunyi itu, Mellyza mengerjakan PR-nya di ruang keluarga. Semua keluarganya sudah tidur, kecuali Mellyza dan kakaknya. Sebenarnya, hari itu adalah hari Kamis, dan lebih tepatnya malam Jumat.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”

“Kalau iya… jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan
di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?”

Nilai apakah yang terkandung dalam cerita obrolan di bukit utara

Posted by: pskji.org