Identifikasilah nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen hujan hari minggu

Identifikasilah nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen hujan hari minggu

Nilai-nilai kehidupan yaitu perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus kita jauhi. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen, yaitu sebagai berikut:

  1. Nilai moral, yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik ataupun nilai yang buruk.
  2. Nilai budaya/adat, yaitu nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat yang berlaku.
  3. Nilai agama/religi, yaitu hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam cerpen, berkaitan dengan ajaran agama.
  4. Nilai sosial, yaitu nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan, dan masyarakat sekitar tokoh.

Dengan demikian, nilai-nilai kehidupan dalam cerpen terdiri dari nilai moral, nilai budaya/adat, nilai agama/religi, dan nilai sosial
.

Artikel ini akan menjelaskan analisis yang dilakukan dalam unsur ekstrinsik cerpen.

Dalam cerpen, ada dua unsur pembangun di dalamnya. Unsur tersebut ialah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur intrinsik
adalah unsur yang ada di dalam cerpen itu sendiri, seperti tema, alur, tokoh, latar, dan lain-lain. Sedangkan
unsur ekstrinsik
adalah unsur dari luar cerpen.

Nah, saat kalian berada di kelas IX, kalian tentu sudah belajar mengenai apa saja unsur ekstrinsik dari sebuah cerpen. Kali ini, kita akan mencoba untuk langsung menganalisis cerpen dan menemukan unsur ekstrinsiknya.

Terdapat
tiga hal utama
dalam
unsur ekstrinsik cerpen, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen. Mari kita bahas satu per satu dengan analisisnya ya.

Baca Juga :   Apakah yang menyebabkan seorang pemain menerima kartu merah dari wasit dalam permainan sepak bola?

Latar Belakang Masyarakat

Dalam sebuah cerpen, latar belakang masyarakat bisa menjadi penentu nilai ekstrinsiknya. Ada pun beberapa hal yang bisa masuk dalam latar belakang masyarakat antara lain:

Sekarang langsung saja kita analisis bersama latar belakang masyarakat dalam cerpen “Koruptor Kita Tercinta” karya Agus Noor.

Ia menjadi orang paling dibenci. Baik buruk memang lebih cepat dari membalik telapak tangan. Oleh majalah terpenting di negeri kami, ia dinobatkan Man of The Year sebagai pejabat paling jujur. Karena kejujurannya itulah ia dihormati dan dicintai. Kau tahu sendiri, sekarang ini, mencari pejabat jujur lebih sulit dari mencari jarum di tumpukan jerami. Pejabat jujur ibarat binatang langka yang harus dilindungi.

Lalu bukti-bukti korupsi itu terkuak. Dan orang-orang yang selama ini begitu memujanya terbelalak. Bertahun-tahun, dengan cara yang cerdik, ia mengatur: agar setiap kali ada orang buang hajat, ia mendapatkan keuntungan.

Bagaimana setelah teman-teman membaca cerpen tadi, apakah tidak asing dengan fenomena dalam cerpen tersebut? Dari kutipan tersebut, kita dapat melihat bahwa pengarang memasukan
latar belakang masyarakat
pada cerpennya. Kutipan “Oleh majalah terpenting di negeri kami, ia dinobatkan Man of The Year sebagai pejabat paling jujur” menunjukkan bahwa  masyarakat yang
melek membaca dan teknologi.

Baca Juga: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh Teks Prosedur

Latar Belakang Pengarang

Tidak hanya latar belakang masyarakat saja, latar belakang pengarang juga memengaruhi cerpen yang dihasilkan. Seorang penulis cerpen dengan berbagai macam latar belakang bisa menciptakan unsur ekstrinsiknya sendiri. Kenapa? Beberapa hal yang bisa mempengaruhi latar belakang pengarang yang kemudian berdampak pada unsur ekstrinsik cerpen antara lain:

Apakah kalian pernah mendengar pengarang A. A. Navis? Tahukan kalian siapakah beliau?

Baca Juga :   Tulislah lima hikmah beriman kepada qada dan qadar

A. A. Navis adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia. Karyanya yang terkenal adalah cerita pendek “Robohnya Surau Kami”. A.A Navis memiliki julukan ‘Sang Pencemooh’. Dia banyak ‘mencemooh’ atau mengkritik kondisi sosial masyarakat dalam karya-karyanya. Sebagai laki-laki berdarah Minang, A. A Navis juga banyak memberikan latar belakang masalah sosial masyarakat Minang dalam karya-karyanya, seperti “Surau Kami”, Bianglala (1963), Kemarau (1967), Cerita Rakyat Sumbar (1994), dan masih banyak lagi.

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Unsur ekstrinsik yang terakhir ialah nilai yang terkandung di dalam cerpen.  Contoh dari nilai-nilai tersebut antara lain:


Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat kutipan cerpen di bawah ini!

AYAHKU MEMILIKI DARAH tana’ bulaan, bangsawan tinggi Toraja. Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ keturunan tana’ bulaan diselenggarakan secara besar-besaran bagaikan pesta. Tedong bonga yang berharga ratusan juta, menjadi syarat utamanya. Orang Toraja percaya, tedong bonga akan menjadi kendaraan dan bekal menuju puya. Makin banyak tedong bonga, kedudukan arwah Ayah di puya akan  makin agung. Arwah Ayah bisa diangkat Deata menjadi To Membali Puang. Ia akan sejajar dengan para leluhur. Dengan demikian, arwah Ayah akan melindungi dan mengabulkan doa-doa kami. (dikutip dari cerpen “Rambu Solo”)

Tanpa harus lama membaca cerpen ini kita pasti dapat dengan mudah melihat nilai apa yang terkandung pada kutipan cerpen tersebut. Iya, nilai budaya kental sekali dalam kutipan cerpen tersebut. Hal itu terlihat dari kutipan “Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ keturunan tana’ bulaan diselenggarakan secara besar-besaran bagaikan pesta. Tedong bonga yang berharga ratusan juta, menjadi syarat utamanya. Orang Toraja percaya, tedong bonga akan menjadi kendaraan dan bekal menuju puya”

Baca Juga :   Rangkaian listrik pada gambar disebut rangkaian

Contoh Soal Analisis Unsur Ekstrinsik Cerpen

Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!

Es di gelas itu sudah mencair, membaur dengan kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu. Seiring dengan membaurnya kedua cairan itu, aku masih saja menatap ke luar jendela, kala hujan masih saja turun membasahi bumi. Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.

Latar waktu, suasana, dan tempat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

  1. Malam hari, hujan, dan restoran.
  2. Malam hari, sendu, dan kedai kopi.
  3. Sore hari, hujan, dan kedai kopi.
  4. Petang hari, sepi, dan kedai kopi.
  5. Malam hari, haru, dan kedai kopi.


Jawaban : B


Pembahasan :

Latar waktu
malam
kita dapat temukan pada kutipan “Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.” Latar suasana
sendu
tersirat dari kutipan “malam yang tak berbintang itu”. Ada kesan sendu (perasaan sedih) dari kalimat tersebut. Tambahan pula, kutipan “aku masih saja menatap ke luar jendela” kalimat ini menunjukkan kesedihan seseorang yang Mungkin sedang menanti seseorang yang tak kunjung datang. Latar tempat
kedai kopi
kita dapat ketahui dari kutipan “…kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu”. Dengan demikian, jawaban yang tepat B.

Itulah tadi contoh analisis untuk menemukan unsur ekstrinsik pada cerpen. Jangan lupa untuk terus berlatih sendiri ataupun dengan guru ya Squad. Jika kamu masih memerlukan bimbingan, kalian bisa mencari guru privat yang sesuai dengan kriteria kalian di
ruangles. Selamat belajar!

Referensi:

Suherli dkk. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas 11. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Artikel diperbarui 7 April 2021

Identifikasilah nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerpen hujan hari minggu

Posted by: pskji.org