Alat musik tradisional pui-pui berasal dari daerah

Alat musik tradisional pui-pui berasal dari daerah


5:02:00 PM

Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar, dahulu disebut Ujungpandang.

Alat Musik Tradisional Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)
meliputi: Alosu, Anna Baccing, Jalappa atau Kancing Kancing, Kacaping atau Kecapi, Katto-katto, Kere-kere Gallang, Keso, Lalosu Sessungriu, Pa`pompang, Puik puik / Pui-pui, Popondi, Sessungriu.

Daftar Alat Musik Tradisional Provinsi Sulawesi Selatan beserta Gambarnya:


Anna Baccing


Anna Baccing

Anna Baccing adalah alat musik yang terbuat dari besi. Bentuknyaseperti anak panah (runcing pada kedua ujungnya). Ana’ baccing bagian dari sarana upacara ritual kerajaan pada masyarakat Karangpuang. Alat musik ini merupakan bagian dari perangkat tarian Bugis, yaitu tari bissu yang dipertunjukkan saat upacara pernikahan, pelantikan dan kematian raja, saat terjadi wabah penyakit dan sebagai tanda dimulainya masa tanam padi. Prosesi tarian bissu diawali dengan gerakan Ma’dewata dan pembacaan mantera oleh Puang Towa (dukun) diiringi dengan seperangkat alat musik paseiya-seiya, genta, lalosu, dan beberapa alat dari logam.


Gesok gesok

Gesok-gesok adalah jenis rebab Sulawesi berdawai dua. tabung resonansinya dari tempurung kelapa atau rongga kayu. Dikenal di Toraja dalam berbagai nama: Gesong-gesong, keso-keso, kere-kere galang. Gesok-gesok yang berdawai tunggal biasanya dimainka dalam paduan 2-3 orang pemain. Alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. Gesok-gesok adalah alat musik sejenis rebab dengan dua dawai. Alat musik ini berbentuk menyerupai jantung atau daun keladi yang dilengkapi dengan tongkat gesek. Gesok-gesok dimainkan untuk mengiringi syair-syair “Sinlirik”, mengisahkan tentang sejarah masa lalu yang berisi tentang petuah / nasihat. Dahulu alat musik ini dimainkan secara terbatas untuk kalangan keluarga saja, namun saat ini menjadi permainan musik rakyat.


Jalappa atau Kancing Kancing


Jalappa atau Kancing Kancing

Jalappa atau Kancing Kancing adalah alat musik sejenis simbol yang dibunyikan saat upacara adat (pernikahan, khitanan, tolak bala) dan persembahan sesaji untuk para dewata ‘sewwae’ yang yang terbuat dari kuningan. Jalappa juga menjadi bagian dari peralatan dukun (Puang Towa). Sebelum tarian bissu dimulai terlebih dahulu dibacakan mantera oleh Puang Towa diiringi dengan seperangkat alat musik simbol (kancing), gendang bulo panggilu / bulo pasetya, genta, lalosu, dan beberapa alat dan logam.


Kacaping


Kacaping

Kacaping adalah sebutan dari daerah Bugis. Kecapi adalah sebutan dari daerah Makasar. Menurut sejarahnya kecapi ditemukan/diciptakan oleh seorang pelaut, sehingga bentuknya menyerupai perahu yang memiliki 2 dawai, dawai diambil karena  penemuannya dari tali layar perahu. Cara memainkannya dengan cara dipetik. Alat musik ini dikenal dalam etnis Makassar, Bugis, dan Mandar. Alat musik ini mirip dengan hasapi (Tapanuli), atau kecapi untuk etnis Sunda dan Jawa.Secara etimologis, Pakacaping diartikan sebagai pemain kecapi yang berasal dari dua suku kata yaitu pa berarti ‘pemain’ dan kata Kacaping berarti ‘instrumen kecapi’. Alat musik ini terbuat dari kayu berdawai dua dan berbentuk menyerupai perahu. Dahulu kecapi sangat digemari dikalangan tua dan muda, dapat menjadi pelipur lara dikala gundah ataupun teman bersuka ria. Seiring perjalanan zaman pemainan kecapi sebagai sarana hiburan tampil berdasar pada permintaan masyarakat. Contohnya pada acara penjemputan para tamu, perkawinan, hajatan, bahkan hiburan pada hari ulang tahun. Kecapi dapat dimainkan oleh satu orang dapat juga secara berkelompok dalam bentuk ansambel sejenis. Juga dapat dimainkan bersama dengan alat musik tradisional lainnya seperti gendang, suling, gong, biola, mandaliong, katto-katto dan lain-lain. Adakalanya disertai penyanyi laki-laki atau penyanyi perempuan. Permainan kecapi juga digunakan sebagai pengiring tarian.


Kere-kere Gallang

Kere kere galang merupakan alat musik sejenis rebab yang berasal dari gowa, sulawesi selatan


Lalosu Sessungriu


Lalosu Sessungriu

Lalosu Sessungriuadalah alat musik yang terbuat dari kayu dan tekstil. Alat bunyi-bunyian ini berupa tabung bambu yang diisi dengan batu-batu kecil. Tabung ini dibungkus dengan kain warna merah dan putih. Salah satu ujungnya berbentuk kepala ayam. Sessungriu merupakan perangkat yang digunakan dalam tarian Alusu, lalosu berasal dari kata lao-lisu yang artinya bolak-balik. Diberi nama demikian karena saat menari alat ini digoyangkan ke kiri dan ke kanan atau diayun ke depan lalu ke samping hingga menimbulkan bunyi. Tarian Alusu berasal dari Bugis yang merupakan rangkaian dari tarian Bissu (tarian yang penarinya adalah kelompok waria), dipentaskan saat upacara adat keagamaan, pelantikan raja, penyambutan tamu agung dan upacara lainnya.


Pa`pompang


Pa`pompang

Pa`pompang atau Pa`bas adalah alat musik bambu yang berasal dari tanah Toraja Sulawesi Selatan. Cara memainkannya dibunyikan dengan cara ditiup. Penduduk setempat menyebutnya dengan Pa`pompang atau Pa`bas karena suara bas yang lebih dominan terdengar. Meskipun mirip dengan angklung, namun musik bambu Toraja merupakan jenis alat musik yang ditiup untuk mengeluarkan bunyi yang memiliki jangkauan nada dua setengah oktaf tangga nada. Meski termasuk alat musik tradisional, tetapi alat musik bambu ini bisa juga dikolaborasikan dengan alat musik modern lain seperti terompet, saksofon, organ, atau piano saat mengiringi lagu. Alat musik ini bisa dimainkan oleh semua orang, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Selain dipergunakan sebagai musik pengiring dalam kebaktian di gereja, Pa`pompang sering juga dipentaskan dalam acara-acara khusus komunitas Toraja di berbagai daerah, seperti acara-acara pernikahan dan peringatan hari-hari besar. Pa`pompang biasa dimainkan oleh 25-35 orang.

Baca Juga :   Top 15 baju couple buat lebaran 2022 pasangan model terbaru terbaik 2022


Puik puik / Pui-pui


Puik puik / Pui-pui

Puik puik merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup, terbuat dari kayu besi yang dibentuk kerucut dan pada bagian pangkalnya terdapat pipa sebagai penghasil suara. Pangkal pada puik puik terbuat dari lempengan logam. pipa tersebut menghasilkan suara yang bersumber dari potongan daun lontar yang ditiup. Biasanya, pada puik puik terdapat dua bilah daun lontar, salah satunya menjadi cadangan jika daun lontar yang lain rusak. Karena menggunakan daun lontar, meniup alat musik tradisional ini perlu keahlian khusus. Jika meniup dengan sembarang, puik puik hanya akan menghasilkan suara yang aneh bahkan sama sekali tidak bersuara.


Talindo atau Popondi


Talindo atau Popondi

Talindo/Popondi merupakan alat musik jenis sitar berdawai satu (one stringed stick zilher). Alat musik tradisional Talindo / Popondi berbentuk busur seperti tanduk kerbau atau tanduk sapi yang bertumpu pada sebuah tempurung kelapa, di ujungnya atas bagian tanduk dipasang 1 buah senar dan dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini terbuat dari kayu, tempurung kelapa, dan senar. Tempurung kelapa berfungsi sebagai resonator. Alat musik ini dimainkan secara tunggal setelah para petani merayakan pesta panen dan untuk mengisi waktu senggang bagi para remaja. Kata Tolindo adalah sebutan yang berasal dari daerah Bugis. Sedangkan kata Popondi adalah sebutan dari daerah Makasar.

Berbagai Sumber

Rekomendasi untuk anda :

Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan
– Mengenal berbagai jenis alat musik tradisional Sulawesi Selatan merupakan salah satu cara kita untuk semakin mengenal budaya bangsa kita. Dengan begitu kita juga bisa semakin mencintai keberagaman yang ada di negara kita, Indonesia.

Namun pertanyaannya, apa saja alat musik tradisional Sulawesi Selatan? Bagaimana keunikan dari masing-masing alat musik tersebut? Dan bagaimana cara memainkannya?

Semua pertanyaan tersebut dapat terjawab dengan kita membaca sampai selesai artikel mengenai alat musik tradisional Sulawesi Selatan berikut ini.

Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan
cdn.idntimes.com

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang begitu melimpah. Tidak perlu heran, karena memang daerah Sulawesi Selatan tergolong wilayah yang banyak dihuni oleh kelompok etnis yang beraneka ragam.

Kelompok etnis atau suku ini tidak hanya hidup di tanah Sulawesi Selatan, melainkan juga meninggalkan jejak berupa kesenian daerah seperti yang banyak dikenal adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan.

Beberapa alat musik tradisional yang beragam ini dimainkan oleh suku Makassar, Toraja, Mandar, maupun Bugis. Alat musik tersebut dimainkan dalam berbagai acara, seperti upacara adat, tarian adat maupun pertunjukan kesenian daerah lainnya. Bahkan tidak jarang, jika alat musik tradisional Sulawesi Selatan dimainkan hanya untuk kepentingan hiburan pribadi semata.

Macam Macam Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Berdasarkan jenisnya, alat musik tradisional Sulawesi Selatan dibedakan menjadi 12 jenis alat musik. Dari 12 jenis alat musik tersebut meliputi, alat musik Lalosu Sessungiru, Ana Bacing, Basi-basi, Gendang Bulo, Kancing-kancing, Kacaping, Pa’pompang, Talindo, Puik-puik, Terbang Rebana, dan Suling Lembang.

Penjelasan mengenai ke-12 jenis alat musik tradisional Sulawesi Selatan dapat diamati sebagai berikut:

No Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan
1 Alat Musik Alosu (Lalosu Sessungiru)
2 Alat Musik Ana Bacing
3 Alat Musik Basi-Basi (Klarinet)
4 Alat Musik Gendang Bulo
5 Alat Musik Gesok-Gesok (Keso-Keso)
6 Alat Musik Jalappa (Kancing-Kancing)
7 Alat Musik Kacaping (Kecapi)
8 Alat Musik Pa`pompang (Pa’bas)
9 Alat Musik Talindo (Popondi)
10 Alat Musik Puik puik (Pui-pui)
11 Alat Musik Terbang Rebana
12 Alat Musik Suling Lembang


Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Alat Musik Lalosi Sessungiru
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah yang pertama adalah alat musik Alosu atau juga dikenal dengan sebutan Lalosu Sessungiru. Alat musik tradisional ini merupakan alat musik khas suku Bugis.

Alat musik tradisional Alosu tergolong ke dalam kategori alat musik ritmis, yakni alat musik yang hanya memiliki satu nada saja.

Bahan pembuatan alat musik Lalosu Sessungiru adalah bambu, kayu, dan tekstil. Bambu yang dipilih adalah bambu bulat dengan garis tengah kecil, kemudian diisi dengan biji-bijian atau kerikil. Dan bagian luar bambu dilapisi dengan kain berwarna merah dan putih. Serta salah satu bagiannya dibuat menyerupai bentuk kepala ayam.

Sesuai dengan namanya, kata lao-lisu diartikan sebagai bolak-balik, sehingga dapat diketahui bahwa alat musik jenis ini dimainkan dengan cara digoyangkan ke kanan atau ke kiri dan diayunkan ke atas atau ke bawah, sembari para pemain menarikan tarian daerah yang dikenal dengan Tari Ulusu.

Baca Juga :   Salah satu lingkup ekonomi kreatif adalah arsitektur yang mana kegiatan ini berkaitan dengan

Alat musik dimainkan bersama tarian Ulusu dimainkan ketika ada upacara adat suku Bugis, pelantikan raja, penyambutan tamu dan upacara lainnya.

Alat Musik Ana Bacing

Alat Musik Aca Bacing
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang selanjutnya adalah Ana Bacing. Uniknya, alat musik jenis ini biasa dibuat dari bahan besi dan dibentuk semacam anak panah.

Cara memainkannya yakni dengan membenturkan dua alat musik Ana Bacing, yakni bagian ujung yang bercabang dipertemukan dengan bagian dengan satu ujung lancip, sehingga kedua ujung dari masing-masing Ana Bacing akan saling mengunci dan berbenturan kemudian menghasilkan suara yang khas.

Alat musik tradisional Ana Bacing ini biasa dimainkan dalam mengiringi tarian daerah suku Bugis, tari tersebut dikenal dengan sebutan tari Bissu yang dipertunjukkan dalam upacara pernikahan, kematian, dan pelantikan raja baru.

Selain itu, alat musik Ana Bacing juga dimainkan bersamaan dengan tari Bissu ketika datangnya wabah penyakit dan menyampaikan tanda bahwa telah memasuki masa menanam padi.

Alat Musik Basi-Basi (Klarinet)

Alat Musik Basi-Basi
www.percepat.com

Selain beberapa alat musik di atas, terdapat alat musik tradisional Basa-basi yang juga merupakan alat musik masyarakat Bugis. Beberapa orang Makassar menyebutnya dengan alat musik Klarinet.

Alat musik Basa-basi merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang biasa dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tradisional Basa-basi ini biasa dimainkan pada saat upacara adat masyarakat Bugis, beberapa acara tersebut meliputi pesta rakyat, upacara perkawinan, dan upacara tasyakuran.

Alat Musik Gendang Bulo

Alat Musik Gendang Bulo
www.percepat.com

Gendang juga merupakan salah satu jenis alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Gendang khas Sulawesi Selatan lebih banyak dikenal dengan sebutan Gendang Bulo.

Uniknya, Gendang khas Sulawesi Selatan ini memiliki ukuran lebih kecil dan lebih panjang jika dibandingkan dengan Gendang pada umumnya, seperti Gendang khas Jawa. Kedua ujung Gendang Bulo dibentuk dengan ukuran yang berbeda, dimana pada salah satu bagian dibuat lebih besar dibandingkan bagian yang lain.

Dalam permainannya, Gendang Bulo biasa dimainkan dengan cara memukul bagian sisi yang besar menggunakan kayu, sementara pada bagian lebih kecilnya ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.

Karena cara memukul kedua sisi Gendang Bulo berbeda, maka cara peletakannya juga harus diperhatikan dengan seksama. Bagi orang normal, maka Gendang bagian lebih besar berada di sisi kanan, sementara bagi orang kidal maka diletakkan dengan posisi sebaliknya.

Alat Musik Gesok-Gesok (Keso-Keso)

Alat Musik Keso-keso
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan selanjutnya dinamakan sebagai alat musik Gesok-Gesok. Beberapa masyarakat mengenalnya dengan sebutan alat musik Keso-keso.

Sesuai dengan namanya, alat musik jenis ini biasa dimainkan dengan cara digesek-gesek pada bagian dawainya menggunakan busur penggesek.

Alat musik Keso-keso ini semacam alat musik Rebab hanya saja memiliki dua buah dawai. Bahan baku pembuatan alat musik Gesok-gesok adalah kayu yang dibentuk menyerupai jantung atau daun keladi, kulit hewan, dan senar.

Pada zaman dahulu, Gesok-gesok biasa dimainkan untuk mengiringi syair-syair Sinilirik. Syair Sinilirik merupakan syair yang berisi kisah sejarah yang kaya akan nilai nasihat dan petuah.

Dahulu, alat musik tradisional Keso-keso ini hanya dimainkan dalam lingkup keluarga saja, namun seiring berkembangnya zaman, alat musik ini dapat dimainkan sebagai alat musik rakyat.

Alat Musik Jalappa (Kancing-Kancing)

Alat Musik Kancing-kancing
www.percepat.com

Jalappa juga merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Alat musik jenis ini juga kerap dikenal dengan sebutan Kancing-kancing.

Dinamakan Kancing-kancing ini dikarenakan bentuknya yang hampir menyerupai dua kancing hanya saja berukuran besar. Jalappa atau Kancing-kancing ini dibuat dari bahan logam kuningan yang pada dasarnya berbentuk semacam simbal.

Cara memainkan alat musik tradisional jenis ini dengan cara dibenturkan antara dua permukaan Jalappa. Alat musik Jalappa biasa dimainkan sebagai simbol musik pada saat dilangsungkan upacara adat Sulawesi Selatan, seperti upacara pernikahan, khitanan dan tolak balak.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Jalappa juga merupakan salah satu peralatan dukun (puang towa) yang dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional Sulawesi Selatan lainnya, seperti Gendang Bulo, Genta, dan Lalosu ketika dilangsungkan pembacaan mantra sebelum dilaksanakannya tarian Bissu khas Sulawesi Selatan.


Alat Musik Tradisional Maluku

Alat Musik Kacaping
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan berikutnya adalah alat musik Kacaping. Masyarakat Bugis biasa menyebutnya dengan Kacaping, sementara masyarakat Makassar menyebutnya dengan nama Kecapi. Alat musik jenis ini merupakan alat musik yang biasa dimainkan dengan cara dipetik.

Konon, diceritakan bahwa alat musik Kecapi ini dibuat oleh seorang pelaut sehingga tidak heran jika bentuk alat musik ini menyerupai bentuk perahu atau kapal tradisional.

Dalam pembuatannya, Kecapi dibuat dengan menggunakan bahan kayu, kemudian dibentuk semacam perahu dan diberi lubang di bagian tengahnya. Pada bagian tengah kayu tersebut dibentangkan senar dari ujung satu ke ujung lainnya.

Pada awal perkembangannya, alat musik Kacaping sangat digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari kawula muda sampai kawula tua. Biasanya masyarakat memainkan alat musik ini untuk menghibur diri dan bersuka ria.

Baca Juga :   apa bedanya kartu kredit dan atm

Namun seiring dengan perkembangan zaman, alat musik Kacaping hanya dimainkan jika ada upacara tertentu atau atas permintaan dari masyarakat setempat untuk menyambut tamu dan upacara pernikahan adat Sulawesi Selatan.

Alat Musik Pa`pompang (Pa’bas)

Alat Musik Pa’pompang
www.percepat.com

Alat musik tradisional Pa’pompang merupakan salah satu jenis alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Alat musik tradisional ini berasal dari tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Beberapa masyarakat juga mengenalnya dengan sebutan Pa’bas. Nama Pa’bas disematkan ini dikarenakan suara yang dihasilkan cenderung bersifat bass.

Alat musik Pa’pompang ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan alat musik Angklung dari Jawa. Akan tetapi dalam permainannya, kedua alat musik ini sangatlah berbeda. Jika alat musik angklung dimainkan dengan cara digetarkan, sementara alat musik Pa’pompang ini dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik tradisional Pa’pompang ini dapat mengeluarkan jangkauan nada dua setengah oktaf dalam tangga nada. Alat musik jenis ini biasa dimainkan oleh semua kalangan masyarakat, baik dari usia anak-anak sampai orang dewasa.

Dalam permainannya, alat musik Pa’pompang biasa dimainkan secara beramai-ramai, yakni mencapai 25 sampai 35 orang pada upacara-upacara khusus dan peringatan hari besar orang-orang Toraja, sehingga akan terlihat sangat meriah dan memukau.

Alat Musik Talindo (Popondi)

Alat Musik Talindo
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan selanjutnya adalah alat musik Talindo. Menurut masyarakat suku Bugis, alat musik ini dikenal dengan nama Talindo. Sedangkan menurut masyarakat Makassar dikenal dengan sebutan Popondi.

Alat musik tradisional ini memiliki bentuk yang cukup sederhana, yakni dibuat dengan kayu dan tempurung kelapa, serta dilengkapi dengan satu senar atau dawai saja.

Talindo merupakan alat musik yang biasa dimainkan oleh para petani saat melakukan panen di sawah. Selain itu juga dimainkan oleh para remaja untuk digunakan mengisi waktu luang dan menghibur diri.

Alat Musik Puik puik (Pui-pui)

Alat Musik Puik-puik
www.percepat.com

Alat musik Puik puik merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Beberapa masyarakat juga menyebutnya sebagai Pui-pui. Alat musik tradisional ini biasa dimainkan dengan cara ditiup.

Alat musik Puik puik biasa dibuat dari bahan kayu dan besi yang berbentuk kerucut memanjang, bagian pangkal dari alat musik ini dibuat dari lempeng logam dan dilengkapi dengan potongan daun lontar sebagai penghasil suara ketika Puik puik ditiup.

Karena untuk menghasilkan bunyi yang khas, para pemain ini harus memainkan alat musik ini dengan teknik dan keahlian khusus. Karena jika meniup Puik puik ini dengan sembarang, malah yang keluar justru suara aneh atau bahkan tidak keluar suara sama sekali.


Alat Musik Tradisional

Alat Musik Terbang Rebana

Alat Musik Terbang Rebana
www.percepat.com

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan juga meliputi alat musik Terbang Rebana. Alat musik jenis ini memang cukup populer di Indonesia, pasalnya banyak ditemukan di beberapa daerah selain Sulawesi Selatan.

Alat musik jenis rebana ini memiliki beragam sebutan, dan nama Terbang Rebana diambil dari sebutan khas masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan.

Semacam alat musik Rebana pada umumnya, alat musik Terbang Rebana ini dibuat dari kayu pipih dan berongga pada bagian tengahnya, salah bagiannya dilapisi dengan kulit hewan maupun bahan sintetis yang serupa.

Cara memainkan alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini yaitu dengan cara dipukul atau ditabuh menggunakan telapak tangan dengan teknik dan ritme khusus, sehingga menghasilkan irama yang khas.

Alat Musik Suling Lembang

Alat Musik Suling Lembang
www.percepat.com

Suling Lembang juga merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Alat musik tradisional jenis ini berasal dari daerah Toraja, Sulawesi Selatan.

Bentuk dan rupa alat musik Suling Lembang memang hampir sama seperti Suling pada umumnya, yakni berbentuk silinder panjang dan dibuat dari bahan bambu berongga. Bedanya, alat musik Suling Lembang ini memiliki ukuran lebih besar yakni berukuran panjang dari 400 sampai 100 cm, dengan garis tengahnya sekitar 2 cm.

Alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini dibuat dengan 6 lubang nada. Cara memainkannya dengan cara ditiup, sembari jari-jari tangan membuka dan menutup lubang-lubang nada dengan teknik dan ketentuan khusus, sehingga dapat menghasilkan nada yang indah dan berirama merdu.

Dalam permainannya, alat musik Suling Lembang dimainkan secara bersama-sama dengan alat musik Suling lainnya yang serupa. Permainan ini dikenal dengan kesenian Suling Deata, yakni kesenian yang biasa dimainkan untuk mengiringi tarian Toraja, yakni tarian Ma’marakka.

Penutup

Kita sudah membahas bersama-sama mengenai 12 jenis alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Semoga dengan belajar bersama mengenai alat musik tradisional ini semakin menambah wawasan kita dan tentunya rasa cinta kita kepada budaya bangsa kita, bangsa Indonesia.


Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan
sumber referensi:

https://tambahpinter.com/alat-musik-sulawesi-selatan/https://percepat.com/alat-musik-sulawesi-selatan/

https://guratgarut.com/alat-musik-sulawesi-selatan/

Alat musik tradisional pui-pui berasal dari daerah

Posted by: pskji.org