Ciri-ciri syair yang paling tepat ditunjukkan pada nomor

Ciri-ciri syair yang paling tepat ditunjukkan pada nomor


Ilustrasi membaca (dok. Pixabay.com/ThoughtCatalog/Putu Elmira)

Bola.com, Jakarta –
Syair merupakan bentuk karya sastra Indonesia lama yang berasal dari Persia atau Arab. Syair memiliki karateristiknya sendiri. Ada beberapa
ciri-ciri syair
yang mudah dikenali.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, syair diartikan sebagai puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat baris dan mempunyai akhir bunyi yang sama.

Adapun secara istilah, kata atau istilah syair berasal dari bahasa Arab, yaitu Syi’ir atau Syu’ur yang berarti ‘perasaan yang menyadari’.

Di sisi lain, syair mempunyai karakteristik sendiri. Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan syair dengan jenis karya sastra lainnya.

Mengetahui
ciri-ciri syair
bisa membantumu mengenali syair dengan mudah. Apa saja ciri-ciri syair?

Berikut ini penjelasan
ciri-ciri syair, seperti dirangkum dari laman DosenBahasa dan Liputan6, Jumat (28/8/2020).


Ilustrasi membaca buku. | unsplash.com/@fabspotato

Sebelum memahami ciri-ciri syair, perlu diketahui terlebih dahulu jenis-jenisnya. Berikut ini jenis-jenis syair:

Syair Panji

Syair panji merupakan syair pelipur lara. Syair ini biasanya bertema kisah pengembaraan dan peperangan. selain itu, dalam syair panji terdapat unsur kisah percintaan.

Syair Romantis

Syair romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara hikayat maupun cerita rakyat.

Syair Kiasan

Syair kiasan menyampaikan pesan dalam bentuk kiasan. Syair ini disebut juga syair binatang dan bunga-bungaan. Isinya merupakan sindirian atau kiasan terhadap suatu peristiwa.

Syair Sejarah

Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan.

Syair Agama

Syair Agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat, yaitu syair sufi, syair tentang ajaran Islam, syair riwayat cerita nabi, dan syair nasihat.

Baca Juga :   Balok A massanya 3 kg diam diatas lantai


Ilustrasi membaca buku. Credit: freepik.com

1. Terdiri dari 4 baris

Ciri-ciri syair yang pertama adalah terdiri dari 4 baris. Syair bisa teridiri dari beberapa bait. Namun, di tiap baitnya, syair harus terdiri dari 4 baris.

Contohnya adalah syair karya St. Takdir Alisjahbana:

Berhentilah kisah raja Hindustan (baris 1)

Tersebutlah pula suatu perkataan (baris 2)

Abdul Hamid Syah paduka Sultan (baris 3)

Duduklah baginda bersuka-sukaan (baris 4)

Penggalan syair di atas menunjukkan jumlah baris dalam syair, yaitu sebanyak empat baris.

2. Tiap baris terdiri dari 4-6 kata

Ciri-ciri syair selanjutnya adalah terdiri dari 4 sampai 6 kata dalam tiap barisnya. Berikut contohnya:

Paksi / Simbangan /konon / namanya (4 kata)

Cantik / dan / manis / sekalian / lakunya (5 kata)

Matanya / intan / cemerlang / cahayanya (4 kata)

Paruhnya / gemala / tiada / taranya (4 kata)

3. Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata

Tiap baris syair memiliki 8-12 suku kata. Suku kata merupakan jumlah gabungan satu atau lebih huruf konsonan dan satu huruf vokal. Sebagai contoh, kata kamus terdiri dari dua suku kata: ka dan mus. Berikut contohnya:

Ter/bang/nya/ Sim/bang/an ber/pe/ri/-pe/ri/ (11 suku kata)

Lin/tas/ di/ Kam/pung/ Ba/yan/ Jo/ha/ri/ (10 suku kata)

Ter/li/hat/lah ke/pa/da/ pu/tri/nya/ Nu/ri/ (12 suku kata)

Mu/ka/nya/ ce/mer/lang/ ma/nis/ ber/se/ri/ (11 suku kata)


Ilustrasi menulis buku diary. Credit: pexels.com/Kaboompics

4. Semua baris adalah isi

Berbeda dengan pantun yang memiliki sampiran di dua awal barinya, syair hanya terdiri dari isi dalam 4 barisnya. Ciri-ciri syair inilah yang membedakannya dengan pantun dan puisi lama lainnya.

Tiap baris dalam syair biasanya menyampaikan cerita atau pesan. Berikut contohnya:

Bermula kisah kita mulai

Zaman dahulu zaman bahari

Baca Juga :   Perbedaan sekuler dan atheis

Asal mulanya sebuah negeri

Timbulnya kerajaan Raja di Candi

Kerajaan bernama Negara Dipa

Raja pertama Empu Jatmika

Putra tunggal Mangkubumi dengan Sitira

Asal Negeri Keling di Tanah Jawa

Mangkubumi saudagar kaya

Kerabat raja yang bijaksana

Berputera seorang elok rupanya

Empu Jatmika konon namanya

5. Memiliki rima akhir a-a-a-a

Ciri-ciri syair lainnya adalah memiliki rima atau akhiran a-a-a-a tiap barisnya. Ini berbeda dengan ciri pantun yang memiliki rima a-b-a-b. Contoh:

Paksi Simbangan konon namanya

Cantik dan manis sekalian lakunya

Matanya intan cemerlang cahayanya

Paruhnya gemala tiada taranya

6. Berisi cerita atau pesan

Syair biasanya berisi tentang sebuah cerita atau kisah yang mengandung unsur mitos, sejarah, agama/filsafat, atau rekaan belaka. Syair juga bisa berisi petuah atau nasihat bijak.


Ilustrasi buku. (dok. mohamed_hassan/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Syair Burung Nuri Karya Sultan Badaroedin

Paksi Simbangan konon namanya

Cantik dan manis sekalian lakunya

Matanya intan cemerlang cahayanya

Paruhnya gemala tiada taranya

Terbangnya Simbangan berperi-peri

Lintas di Kampung Bayan Johari

Terlihatlah kepada putrinya Nuri

Mukanya cemerlang manis berseri

Simbangan mengerling ke atas geta

Samalah sama berjumpa mata

Berkobaran arwah leburlah cinta

Letih dan lesu rasa anggauta

Sumber:
DosenBahasa, Liputan6.com (Reporter: Anugerah Ayu Sendari, Editor: Rizki Mandasari. Published: 20/8/2019).

Ciri-ciri syair yang paling tepat ditunjukkan pada nomor

Posted by: pskji.org