Mengapa setiap warga negara harus menjalankan kewajiban dengan baik

Mengapa setiap warga negara harus menjalankan kewajiban dengan baik

Visi pembangunan Pemerintahan Jokowi-JK, sebagaimana tercantum dalam Nawacita  adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut harus didukung dengan adanya hubungan yang baik antara negara dengan masyarakat/ warganya.

Hubungan yang baik tersebut sangat erat kaitannya dengan pemenuhan hak dan kewajiban warga negara. Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita,  sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita lakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Sebagai warga negara, tentunya kita layak untuk menerima hak dan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kewajiban itu. Pertanyaan mendasar yang perlu untuk kita ketahui yaitu, apakah hak sebagai warga negara sudah kita terima dengan baik dan apakah kita sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilaksanakan oleh warga negara? Banyaknya kejadian yang mencerminkan tidak seimbangnya hak dan kewajiban sebagai warga negara, antara lain terjadinya intoleransi, korupsi, kepatuhan yang rendah dalam membayar pajak, pelanggaran lalu lintas, kejahatan terhadap anak dan perempuan yang kesemuanya akan bermuara pada terjadinya disharmoni sosial, apalagi tidak disertai dengan penegakan hukum yang kuat.

Untuk mengetahui bagaimana hak diterima dan kewajiban dilakukan oleh warga negara, serta perlunya penguatan hukum, makaLemhannas RI  melakukan jajak pendapat terhadap 598 responden warga negara Indonesia yang berdomisili di 12 kota besar di Indonesia.

Download Hasil Jajak Pendapat

Semua orang di dunia ini pasti memiliki tempat tinggal, dimana dia menjadi warga negara. Dalam menjalani peran sebagai warga negara, tentu kita mempunyai hak yang sepatutnya diterima serta kewajiban yang harus dijalankan.

Namun hak dan kewajiban warna negara setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, hak dan kewajiban warna negara telah diatur dalam hukum dan perundang-undangan.

Apa saja sih hak dan kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia? Yuk, bahas satu per satu!


Hak Warga Negara Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hak adalah hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu. Setiap manusia telah memiliki hak sejak mereka lahir, bahkan sejak di dalam kandungan. Hak-hak warga negara Indonesia yang telah diatur dalam Undang-Undang antara lain adalah:

Hak hidup adalah hak universal yang dimiliki seluruh warga dunia. Hak untuk hidup atau Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang telah diakui oleh organisasi dunia. Contoh dukungan hak hidup bagi warga negara adalah banyaknya bantuan pemerintah baik dalam menyediakan tempat tinggal terjangkau, bantuan kesehatan, serta hukum yang melindungi hidup masyarakat.


  1. Hak Atas Pendidikan dan Pekerjaan
Baca Juga :   Pola lantai dengan membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri merupakan ciri dari pola lantai

Pendidikan dan pekerjaan merupakan hal yang dapat menyokong hidup warga negara dalam bermasyarakat. Oleh karena itu, setiap warga negara berhak atas mendapat pendidikan yang layak dan cukup serta kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Indonesia menyediakan hak ini bagi warganya dengan cara subsidi pendidikan serta kebebasan dalam bekerja dan membuka lapangan pekerjaan dalam batasan aturan yang berlaku.

Hak untuk memiliki keluarga dan meneruskan keturunan adalah hak yang dimiliki warga negara dan dijaga oleh negara. Negara mengakui dan melindungi secara hukum seputar hak berkeluarga. Contohnya, di Indonesia terdapat dokumen resmi yang mengakui keluarga dan keturunan dalam bentuk kartu keluarga dan akta kelahiran.

Hak diakui secara hukum berarti setiap warga negara dipandang sama di mata hukum dan memiliki kesempatan yang sama dalam perlindungan hukum. Hak ini mencerminkan keadilan yang berhak didapatkan setiap warga negara di mata hukum.

Hak kebebasan dimiliki oleh setiap warga negara diluar apa yang dipandang ilegal oleh hukum dan negara. Hak kebebasan ini tentunya memiliki batasan-batasan agar tidak menyimpang dan merugikan orang lain dan negara. Salah satu contoh kebebasan yang dimiliki oleh warga negara Indonesia adalah kebebasan memeluk agama dan kepercayaan.


  1. Hak Perlindungan dan Keamanan

Setiap negara memiliki sistem pertahanan dan keamanan, tak terkecuali Indonesia. Sistem ini dibuat untuk melindungi negara dan seluruh didalamnya termasuk warga negara. Warga negara memiliki hak untuk merasa aman untuk tinggal di dalam suatu negara. Contoh dari upaya negara mewujudkan hak ini adalah adanya TNI, Polisi, sampai pemadam kebakaran dan tim SAR.


Kewajiban Warga Negara Indonesia

Adanya hak tentunya beriringan dengan adanya kewajiban yang harus diemban oleh masing-masing warga negara. Berikut adalah beberapa kewajiban bagi warga negara Indonesia:

Adanya hukum adalah untuk melindungi hak warga negara. Namun, di saat yang bersamaan, warga negara wajib untuk menaati hukum-hukum yang berlaku. Kewajiban menaati hukum sangat berkaitan dengan melindungi hak milik orang lain. Sebagai contoh, seseorang harus mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak menyebabkan kecelakaan dan merenggut hak hidup orang lain.

Baca Juga :   Kelainan pada struktur dan fungsi darah, jantung pembuluh darah dan kaitannya dengan teknologi

Kewajiban bela negara bagi warga negara Indonesia disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk berpartisipasi dalam upaya bela negara sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing.


  1. Kewajiban Menghormati Hak Asasi Manusia

Seluruh warga negara Indonesia mempunyai hak asasi manusia, dan seluruh warga negara Indonesia berkewajiban untuk saling menghormati hak asasi satu sama lain. Oleh karena itu, ada hukuman bagi mereka yang membahayakan hak asasi manusia orang lain. Contohnya, ada hukum bagi pelaku pembunuhan.

Di setiap negara ada pajak yang wajib dibayar oleh warga negaranya, termasuk di Indonesia. Pajak adalah bayaran yang wajib dilakukan oleh warga negara Indonesia. Pajak diberlakukan untuk keberlangsungan jalannya negara.

Setelah menyimak ulasan mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, apakah Anda sudah menjalankan kewajiban sebagai warga negara sebagaimana Anda telah mendapatkan hak?

Ilustrasi warga negara yang memenuhi hak dan kewajiban. Foto: freepik


Hak dan kewajiban adalah hal-hal yang harus dipenuhi setiap individu dalam hidup bermasyarakat. Di Indonesia, hak dan kewajiban

warga

negara tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pada pasal 27 hingga 34.


Mengutip

E-Modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

terbitan Kemendikbud, hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan atau diterima secara penuh tanggung jawab.


Setiap manusia memiliki hak dasar atau

hak asasi manusia

yang melekat pada dirinya sejak lahir. Misalnya mendapatkan kasih sayang, mendapatkan perlindungan dari orangtua, hak mendapatkan pendidikan, dan sebagainya.


Sebagai warga negara, setiap individu juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum, hak kebebasan berpendapat, hak memilih dalam proses demokrasi, hingga hak memeluk agama dan menjalankan sesuai keyakinan masing-masing.


Di sisi lain, untuk mendapatkan haknya, setiap warga negara juga harus menjalankan kewajiban. Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.


Contoh kewajiban warga negara yang diatur dalam UUD 1945 antara lain adalah menjunjung hukum dan pemerintahan, kewajiban bela negara, dan kewajiban untuk mengikuti pendidikan dasar.

Baca Juga :   Diantara senyawa berikut yang dalam keadaan padat tidak menghantarkan listrik


Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu berkewajiban saling menolong, menghormati, dan menghargai orang lain. Mematuhi aturan atau norma-norma yang berlaku dalam

masyarakat

juga menjadi kewajiban yang harus dipenuhi setiap orang.


Mengapa Kita Perlu Melaksanakan Hak dan Kewajiban secara Seimbang?

Ilustrasi akibat tidak seimbangnya hak dan kewajiban. Foto: iStock


Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan hak dan kewajiban adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari kewajiban, akan muncul hak-hak yang harus diterima.


Begitu pula sebaliknya, dengan adanya hak, maka ada kewajiban yang harus dijalankan. Artinya, hak dan kewajiban tersebut harus dilakukan secara seimbang. Mengapa demikian?


Bersama-sama menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban berarti bersama-sama menjaga aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat agar tetap dipatuhi sehingga tidak melanggar hak dan kewajiban orang lain.


Dengan kata lain, pelaksanaan hak dan kewajiban yang seimbang akan membuat pertentangan di kalangan masyarakat berkurang. Kehidupan pun berjalan dengan damai, rukun, nyaman, dan harmonis.


Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, misalnya seorang pelajar berhak mengikuti pembelajaran yang disampaikan guru di sekolah. Sementara itu, kewajibannya adalah hadir tepat waktu, menghormati guru, memerhatikan penjelasan guru, dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan guru dengan penuh tanggung jawab.

Ilustrasi akibat tidak seimbangnya hak dan kewajiban. Foto: iStock


Sebaliknya, ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban akan mengakibatkan hal-hal, seperti:


  • Terciptanya kesenjangan sosial di kalangan masyarakat akibat hak dan kewajiban yang tidak merata.


  • Menimbulkan konflik dan pertikaian karena adanya perbedaan pendapat.


  • Tidak terjaganya tata tertib yang berlaku di lingkungan masyarakat.


  • Angka pengangguran meningkat.


  • Mogok kerja karena tidak terpenuhinya hak yang seharusnya.


  • Terjadinya tawuran atau demo yang meminta haknya untuk dipenuhi.


  • Adanya tindakan kriminal di lingkungan masyarakat.


  • Masyarakat sulit untuk menjalani aktivitas dalam kehidupan karena pasokan listrik yang tidak merata.


  • Diberhentikan dari pekerjaan karena tidak menjalani kewajiban yang seharusnya.


  • Timbul rasa tidak nyaman dan sulit bersosialisasi dengan masyarakat karena hak mendapatkan tempat tinggal yang layak tidak terpenuhi.

Mengapa setiap warga negara harus menjalankan kewajiban dengan baik

Posted by: pskji.org