Mengapa kita melakukan perbandingan politik?

Mengapa kita melakukan perbandingan politik?

Sistem Perbandingan Politik

Gabriel Almond memulai artikelnya dengan mengutarakan bagaimana metode sosial, khususnya sosiologi dan antropologi dapat menyediakan perbandingan sistematis di antara tipe-tipe operasional sistem politik major yang sudah ada (Almond, 1956: 391). Kehadiran studi perbandingan politik adalah untuk memenuhi tuntutan dikarenakan kepentingan internasional Amerika yang semakin diluaskan menjangkau negara-negara di luar batas negara dan sifatnya yang semakin urgen.

Pemerintah yang bersifat partikularistik adalah pemerintah Amerika, pemerintah Inggris, Uni Soviet. Pemerintah yang bersifat regional adalah pemerintahan di Timur jauh yaitu di negara-negara Balkan dan negara-negara Amerika selatan. Pemerintah yang bersifat politikal adalah Persemakmuran Inggris dan pemerintahan koloni. Sedangkan yang bersifat fungsional adalah usaha-usaha membandingkan secara komprehensif terbatas pada wilayah Eropa dan Amerika, sepertihalnya yang telah dilakukan oleh Finer dan Friedrich, perbandingan institusional yang spesifik seprti permbandingan antarpartai dan antarbirokrasi politik pemerintah).

Dalam hal ini penulis seolah menuangkan kritik terhadap perbandingan politik dengan klasifikasi dengan kecenderungan: tidak spesifik, artinya perbandingan yang dibuat selama ini sangat general—terlalu luas, sehingga terkesan tidak tepat sasaran. Ia pula mengemukakan inilah pentingnya terdapat metode sosial, melalui penelitian yang berbeda, dapat dengan bebas melakukan klasifikasi yang diinginkan berdasarkan hipotesis yang sudah diuji. Oleh karena itu ia mempromosikan tipologi sistem politik secara empiris, berdasarkan bangsa yakni Anglo-American,  masyarakat Skandinavia dan negara-negara kecil, masyarakat pre industrial, atau masyarakat sebagian industrial, sistem politik di luar Eropa dan Amerika, serta sistem politik totalitarian.

Sistem politik mencakup serangkaian aksi yang dilakukan oleh aktor dan peraturan-peraturan yang mungkin disepakati bersama baik secara kolektif maupun universal. Aktor yang terlibat dalam sistem politik dapat berupa formal offices, institusi, organisasi, informal offices, orang-orang dalam ruang lingkupnya, elektoral, pelobi dan sekelompok orang (groups).

Tidak meninggalkan klasifikasi sistem politik klasik, Gabriel Almond melengkapinya pendekatan dengan perspektif baru dalam memahami dan mengenali sistem politik di beberapa negara tempat sistem politik pertama kali tumbuh.  Yang menjadi subjek klasifikasi sistem politik Gabriel Almond adalah negara-negara Anglo-American (seperti Inggris dan Amerika), negara pre industri atau partially industrial state, negara totaliter, negara-negara Eropa kontinental (Italia, Perancis, dan Jerman).

Pendekatan yang diutarakan oleh G Almond terdiri dari dua sudut pandang, yakni sistem politik berdasarkan ciri khususnya dan berdasarkan struktur peran yang dibawa.

  1. Sistem politik Anglo-Amerika

Pertama sistem politik Anglo-Amerika, G Almond mengklasifikasikannya dengan deskripsi yang memuat homogenitas dan budaya politik yang sekuler. Homogenitas mengandung maksud kesamaan. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan tujuan yang dimiliki oleh aktor-aktornya. Misalnya, diuraikan bahwa kesamaan tujuan itu berupa kesatuan nilai, antara lain nilai-nilai yang terdiri dari kemerdekaan, kesejahteraan massal dan keamanan (bebas dari rasa takut dan ancaman). Suatu kecenderungan ditemukan muncul dalam sistem politik yang demikian. Kecenderungan itu adalah aktor-aktor berbagi nilai yang sama.

Secularized political system. Sistem politik sekuler yang dianut masyarakat dalam negara maupun negara itu sendiri merupakan prinsip autonom (dependen) terhadap berbagai peran yang ada. Secara singkat merujuk pada setiap aktor memiliki peran tersendiri yang distinct. Hal ini kemudian didukung oleh setiap aktor yang biasanya memegang peran struktural masing-masing tanpa bercampur dengan peran lainnya.

Peran struktural masing-masing kelompok politik dalam sistem politik demikian adalah sangat terdiferensiasi, terorganisasi dengan baik sudah dilengkapi oleh birokrasi tersendiri, menjaga kestabilan dengan baik dan terdapat difusi kekuatan secara ekivalen. Peran masing-masing kelompok diterjemahkan secara jelas ke permukaan, sehingga mudah dikenali wujud manifestasinya. Salah satu wujudnya adalah menghasilkan berbagai tipe. Misal group dalam amerika, terbagi ke dalam pressure group dan lobbying group, pressure group berperan signifikan sebagai pihak yang memaksakan kehendaknya secara koersif maupun agitasi untuk mempengaruhi pemegang kekuasaan (baik eksekutif maupun legislatif), sedangkan lobbying group memainkan perannya secara lebih halus mempengaruhi pembuat kebijakan supaya melegitmasi aturan yang berpihak pada mereka.

  1. Sistem politik pre industrial atau partially industrial state
Baca Juga :   Apa fungsi bunga bagi tumbuhan brainly

Pada pre industrial state maupun partially industrial state, sistem politiknya identik dengan sistem politik secara campuran kultural. Sehingga peran yang dilakukan oleh lembaga politik, parlemen misalnya, tidak terbatas pada perihal parlementer, bisa lebih. Peran masing-masing lembaga politik bisa saling bercampur satu sama lain, sehingga sifatnya tidak lagi spesifik dan unik seperti Anglo-Amerika, sebaliknya bersifat unpredictable. Karena kecenderungan yang bercampur inilah, ada dua kemungkinan yang bisa diprediksi, yaitu sewaktu-waktu sistem politik yang ada dapat mengalami transformasi menuju sistem yang baru, atau menuju kembali ke sistem politik lama, berkultur tradisional.

Peran struktural sistem politik industrial state, mudah dikenali melalui derajat kerendahan differensiasi (banyak kesamaan dan kemiripan peran satu sama lain), identik dengan aksi kekerasan, dan ketidakstabilan.

Sistem politik totaliter dapat dikenali melalui sifatnya yang homogen, akan tetapi homogen di sini memiliki arti homogen yang sintetik (dapat dibuat dengan kesengajaan). Peran struktural identik dengan tidak adanya legitimasi kekuasaan, artinya kekuasaan yang mengarahkan dan membentuk sistem politik tidak memperoleh legitimasi dari warganegara yang dinaunginya. Jadi peran strukturalnya sangat bertitik tolak pada tidak adanya legitimasi kekuasaan. Karakteristik utamanya meliputi penggunaan kekerasan, adanya dominasi kuat oleh penguasa, dan peran kekuatan yang ada malah menciptakan ketidakstabilan dimana unsur-unsur negara menjadi cacat fungsi karena kekuasaan terkonsentrasi pada pusat. Tidak ada distribusi kekuasaan yang ekivalen.

  1. Sistem politik negara-negara kontinental Eropa

Berkebalikan dengan Anglo-Amerika dimana budaya sistem politik membentuk suatu sistem yang berdasarkan pada nilai-nilai yang dianut bersama, maka sistem politik negara kontinental Eropa adalah fragmentasi budaya sistem politik yang tadinya terkonsentrasi utuh menjadi beberapa komponen-komponen. Sistem politik identik dengan perkembangan yang tidak paralel.

Simpulan

G Almond menyuguhkan pengetahuan baru tipologi sistem politik negara-negara Eropa pada umumnya. Tipologi ini bisa digunakan sebagai generalisasi dan prediksi untuk mempelajari kecenderungan dan kemiripan yang barangkali dimiliki oleh negara-negara lain di luar Eropa dan Amerika. Prinsip pragmatisme tentu saja tidak bisa ditinggalkan begitu saja karena tipologi G Almond bukanlah sesuatu yang solid pasti akan terjadi. Studi perbandingan politik hanya menyediakan berbagai pendekatan untuk memahami kecenderungan yang barangkali terjadi di masa depan.

Sumber

Almond, Gabriel. 1956. Comparative Political System. Southern Political Science Association.

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.


Politik komparatif
atau
perbandingan politik
adalah suatu bidang dalam ilmu politik, yang ditandai dengan pendekatan empiris berdasarkan metode komparatif. Dengan kata lain, perbandingan politik adalah studi mengenai politik dalam negeri, lembaga-lembaga politik, dan konflik dalam negara. Hal ini sering melibatkan perbandingan antara negara-negara dan antarwaktu dalam satu negara, dengan penekanan dalam pola kesamaan dan perbedaan. Arend Lijphart berpendapat bahwa perbandingan politik tidak memiliki substantif fokus dalam dirinya sendiri, melainkan fokus metodologis: yakni yang berfokus pada ” bagaimana tapi tidak menentukan apa yang menjadi objek analisis.”[1] dengan kata lain, perbandingan politik tidak didefinisikan oleh objek penelitian, melainkan melalui metode yang digunakan untuk mempelajari fenomena politik. Peter Mair dan Richard Rose memberikan suatu definisi yang agak berbeda, dengan alasan bahwa perbandingan politik didefinisikan oleh kombinasi fokus substantif pada studi dari sistem politik negara-negara dan metode untuk mengidentifikasi dan menjelaskan persamaan dan perbedaan antara negara-negara menggunakan konsep-konsep umum.[2][3] Rose menyatakan bahwa, dalam definisinya: “fokus secara eksplisit atau secara implisit diletakkan pada satu negara atau lebih, dengan demikian mengikuti penggunaan yang umum dalam ilmu politik yang tidak memasukkan perbandingan dalam negera. Secara metodologis, perbandingan dibedakan oleh penggunaan konsep-konsep yang berlaku di lebih dari satu negara.”

Ketika diterapkan dalam bidang studi yang spesifik, perbandingan politik dapat disebut dengan nama lain, seperti
pemerintahan komparatif

(studi perbandingan dari bentuk-bentuk pemerintahan) atau
perbandingan kebijakan luar negeri
(membandingkan kebijakan luar negeri dari negara-negara yang berbeda dengan tujuan untuk membangun hubungan empiris yang umum antara karakteristik negara dan karakteristik kebijakan luar negerinya).

Baca Juga :   Jenis tari yang tidak mengindahkan aturan atau pola yang telah ada disebut

Terkadang, terutama di Amerika Serikat, istilah “comparative politics” digunakan untuk merujuk kepada “politik dari negara-negara asing.” Penggunaan istilah ini, bagaimanapun, sering dianggap salah.[4][5]

“Perbandingan ilmu politik” sebagai istilah umum untuk suatu bidang studi, bukannya sebagai metodologi penelitian, dapat dilihat sebagai berlebihan. Unsur politik hanya dapat terlihat sebagai unsur yang benar-benar politik ketika suatu perbandingan dibuat. Sebuah studi dari sebuah entitas politik tunggal, baik masyarakat, subkultur atau periode, akan menunjukkan unsur politik sebagai realitas kasar yang sederhana tanpa dibandingkan dengan masyarakat, subkultur, atau periode lain.

Penghargaan tertinggi dalam disiplin ilmu Perbandingan Politik adalah Karl Deutsch, yang diberikan oleh International Political Science Association. Sejauh ini, penghargaan tersebut telah diberikan kepada Juan Linz (2003), Charles Tilly (2006), Giovanni Sartori (2009), dan Alfred Stepan (2012).

Metode komparatif adalah – bersamaan dengan metode eksperimen, metode statistik dan pendekatan studi kasus – merupakan salah satu dari empat metode ilmiah dasar yang dapat digunakan untuk menguji validitas proposisi teoretis, sering dengan menggunakan data empiris yaitu untuk membangun hubungan antara dua atau lebih variabel empiris atau konsep-konsep sementara ketika semua variabel lainnya tetap konstan.[6] Secara khusus, metode komparatif ini umumnya digunakan ketika eksperimen maupun metode statistik tidak dapat digunakan: di satu sisi, percobaan sangat jarang untuk dapat dilakukan dalam ilmu politik;[7] di sisi lain metode statistik menyiratkan manipulasi matematis data kuantitatif dalam sejumlah besar kasus, sementara terkadang penelitian politik harus dilakukan dengan menganalisis perilaku dari variabel kualitatif dalam sejumlah kecil kasus.[8]

Strategi komparatif

Dua strategi utama digunakan dalam penelitian komparatif.[9]

  • Most Similar Systems Design/Metode Perbedaan Mill: metode ini terdiri dari pembandingan kasus yang sangat mirip yang hanya berbeda dalam variabel dependen, dengan asumsi bahwa cara ini akan membuat lebih mudah untuk mengidentifikasi – variabel independen yang menjelaskan ada/tidaknya variabel dependen. Strategi ini sangat membantu karena membandingkan objek-objek yang serupa. Dalam artian dasar, MSSD dimulai dengan variabel yang mirip diantara subjek dan mencoba untuk mengidentifikasi mengapa hasil yang didapatkan antar subjek dapat berbeda. Kekurangan utama metode ini adalah ketika membandingkan negara-negara, dikarenakan jumlahnya yang terbatas, semua faktor penjelasan yang potensial tidak dapat ditetapkan sama sekali. Dengan demikian, meskipun banyak kemungkinan variabel, hanya terdapat kasus-kasus yang terbatas untuk penerapan metode ini. Terdapat dua metode untuk menerapkan MSSD, yang pertama adalah penerapan yang lebih ketat dan yang kedua adalah penerapan yang longgar. Penerapan yang ketat menyiratkan bahwa peneliti akan memilih berbagai negara yang memiliki jumlah variabel yang sama, disebut juga sebagai variabel kontrol, yang hanya akan dibedakan antar satu sama lain oleh satu variabel independen. Penerapan longgar menggunakan konsep umum yang sama, tetapi peneliti memilih negara-negara yang memiliki karakteristik yang sama tetapi karakteristik tidak benar-benar dicocokkan kepada satu set variabel kontrol. Karena kerumitan dari begitu banyak variabel, namun tidak cukup kasus, kedua metode itu dilimpahkan untuk digunakan bersamaan dengan MSSD.[10]
  • Most Different Systems Design/Metode Kesamaan Mill: metode ini terdiri dari membandingkan kasus yang sama sekali berbeda, namun memiliki kesamaan yang sama variabel dependen, sehingga keadaan lain dalam semua kasus dapat dianggap sebagai variabel independen. MDSD, berbeda dari MSSD dengan fokus dan fakta bahwa MDSD itu tidak menggunakan penerapan variabel yang ketat. MDSD menggunakan perbedaan antara negara-negara bukan kesamaan antara negara-negara sebagai variabel, dikarenakan para ilmuwan sosial telah menemukan bahwa perbedaan antara negara-negara tidak menjelaskan kesamaan yang mereka miliki. Ide lebih dasar dari MDSD yakni mengambil subjek dengan variabel-variabel yang berbeda dalam diri mereka dan mencoba untuk mengidentifikasi mengapa hasil akhir diantara subjek tersebut sama. Ketika menggunakan MDSD sebagai perbandingan metode penelitian, para ilmuwan melihat perubahan interaksi antara sistem di negara-negara dan kemudian setelah semua data dikumpulkan, hasilnya dibandingkan dengan sistem yang berbeda. Jika hasil yang diperoleh dari penelitian ini berbeda antara satu sama lain, peneliti harus bergerak sampai ke tingkat sistem dan beralih ke metode MSSD. Ketika menggunakan MSSD sebagai perbandingan pendekatan penelitian, terdapat variabel independen dan dependen yang turut teridentifikasi, khususnya variabel dependen yang menjadi sesuatu yang umum di semua subyek penelitian dan variabel independen yang akan menjadi perbedaan karakteristik antara subyek penelitian. MSSD lebih tepat dan ketat dalam menemukan poin-poin perbedaan dalam suatu kesamaan, tapi MDSD tidak memiliki begitu banyak variabel dan hanya berfokus untuk menemukan satu kesamaan atau perbedaan di antara berbagai pilihan sistem.
Baca Juga :   Jika atlet lempar lembing dengan jarak yang sangat jauh maka dinyatakan
  • Aristoteles

Dalam karyanya Politik, Aristoteles membandingkan berbagai “konstitusi”, dengan memperkenalkan tipologi terkenal berdasarkan dua kriteria: jumlah penguasa (satu, sedikit, banyak) dan sifat dari rezim politik (baik atau rusak). Dengan demikian ia membedakan enam jenis yang berbeda dari “konstitusi”: monarki, aristokrasi, dan pemerintahan (baik jenis), versus tirani, oligarki dan demokrasi (korup).

  • Gabriel Almond dan Sidney Verba

Dalam karya mereka, The Civic Culture, Almond dan Verba memulai survei sikap lintas-nasional pertama untuk menentukan peran budaya politik dalam menjaga stabilitas rezim demokratis.

  • Robert A. Dahl

Polyarchy

  • Montesquieu

The Spirit of the Laws

  • Barrington Moore

Dalam ocial Origins of Dictatorship and Democracy: Lord and Peasant in the Making of the Modern World (1966) Moore membandingkan revolusi di negara-negara seperti Inggris, Rusia dan Jepang. Tesis Moore adalah bahwa massa yang dipimpin revolusi mengusir elit tuan tanah dan mengakibatkan Komunisme, dan bahwa revolusi oleh elit mengakibatkan Fasisme. Dengan demikian hanya revolusi oleh kaum borjuis yang menghasilkan pemerintahan yang demokratis.

  • Perbandingan hukum
  • Sejarah sosiologi
  • Ilmu politik

  1. ^

    Lijphart, Arend (1971). “Comparative politics and the comparative method”. American Political Science Review.
    65
    (3): 682–693. doi:10.2307/1955513. JSTOR 1955513.



  2. ^

    Mair, Peter (1996). “Comparative politics: An introduction to comparative.overview”. Dalam Goodin, Robert E.; Klingemann, Hans-Dieter. A New Handbook of Political Science. Oxford: Oxford University Press. hlm. 309–335. ISBN 0-19-829471-9.



  3. ^

    Rose, Richard; MacKenzie, W. J. M. (1991). “Comparing forms of comparative analysis”. Political Studies.
    39
    (3): 446–462. doi:10.1111/j.1467-9248.1991.tb01622.x. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-21. Diakses tanggal
    2017-10-18
    .



  4. ^

    Hopkin, J. [2002 (1995)] “Perbandingan Metode”, di rawa-Rawa, D. G. Stoker (ed.) Teori dan Metode dalam Ilmu Politik, Palgrave Macmillan, hal 249-250

  5. ^

    van Biezen, Ingrid; Caramani, Daniele (2006). “(Non)comparative politics in Britain”. Politics.
    26
    (1): 29–37. doi:10.1111/j.1467-9256.2006.00248.x. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-05. Diakses tanggal
    2017-10-18
    .



  6. ^

    Lijphart, A. (1971), cit., p. 683

  7. ^

    Hopkin, J. [2002 (1995)], cit., p. 250

  8. ^

    Perlu dicatat bahwa, seperti Lijphart poin dalam artikel yang dikutip di atas, eksperimental dan metode statistik berbagi logika yang sama seperti metode komparatif: mereka semua berarti perbandingan antara kasus-kasus yang berbeda pada variabel-variabel yang diteliti, sedangkan sisanya identik pada semua variabel-variabel lain yang mungkin.

  9. ^

    “Salinan arsip”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-22. Diakses tanggal
    2017-10-18
    .



  10. ^

    Anckar, Carsten. “Pada Penerapan yang Paling Mirip Sistem Desain dan Sistem yang Berbeda dalam Desain Penelitian Komparatif.” Internasional Jurnal Metodologi Penelitian Sosial 11.5 (2008): 389-401. Informaworld. Web. 20 juni 2011.
  • Comparative Methods in Political & Social Research Diarsipkan 2007-03-08 di Wayback Machine.: useful resources from Prof. David Levi-Faur’s course at the University of Haifa.
  • Comparative Politics in Argentina & Latin America: Site dedicated to the development of comparative politics in Latin America. Paper Works, Articles and links to specialized web sites.
  • Comparative Politics and the Comparative Method (Arend Lijphart)[pranala nonaktif permanen]

Dead link

Month and year

August 2017

Bot name

InternetArchiveBot

Fix attempted

yes

  • Comparative Politics and the Comparative Method (Arend Lijphart)
  • Comparative Politics Research Group Diarsipkan 2017-10-01 di Wayback Machine.: An initiative by the University of Innsbruck containing useful resources and references to scientific publications.

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Politik_komparatif&oldid=18687046”

Mengapa kita melakukan perbandingan politik?

Posted by: pskji.org