Apa nama lain dari ikan louhan dalam bahasa inggris

Apa nama lain dari ikan louhan dalam bahasa inggris

Ikan Lou Han
(bahasa Inggris: Flowerhorn) aku merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berpotongan khas berjuluk “benjol kelam”. Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun ketika ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus sudah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini.

Asal Mula

Progam pengembangbiakan sudah dimulai semenjak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal kepada Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di anggota barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini bernilai kepada para peminat penduduk Taiwan kepada tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.

Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang memproduksi macam baru yang dikata Five-Colors God of Fortune.[1] Karena warnanya yang indah, ikan ini dijadikan cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga dikata kepada Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini habis memproduksi generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang yang belakang sekali didampingi dengan perkenalan flowerhorn yang belakang sekali.

Kedatangan di Dunia Barat

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya berada dua macam ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di selang segala macam flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang memiliki mutiara, dijadikan skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit dijadikan keemasan yang menarik ditaruh pada flowerhorn kulit abu-abu itu.

Pada tahun 1999, berada empat macam flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih kepada penampilan tanpa memperhatikan terminologi. [1] Akibatnya, nama dijadikan sesuatu yang membingungkan dan macam keturunan dijadikan sulit dilacak.

Sekitar 2000-2001, beragam Kamfa muncul. Ini merupakan hibrida dari setiap macam flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid macam apapun.[1] Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin luhur di anggota kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus adun itu peternakan ikan kepada mengembangkan lebih cepat dan dijadikan lebih berwarna, kepada bersaingan dengan macam Kamfa.[1]

Perawatan

Flowerhorn Cichlid diharuskan kepada disimpan pada suhu cairan 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon kepada tumbuh. Bila sifat menyerang dan teritorial, dua atau lebih flowerhorn pada umumnya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi pokok tangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.

Galleri

Kritik

Kritik juga sudah terdengar mengenai flowerhorn, yang sebenarnya merupakan ikan hasil pekerjaan manusia, ke dalam taksa ikan, yang disiapkan kepada identifikasi spesies yang ditemukan di dunia. Praktek ini dapat menciptakan identifikasi cichlid semakin sulit. Pembiakan dengan garis keturunan yang murni spesies Cichlid sudah terjadi di sejumlah cichlid yang umumnya disimpan kepada tujuan hobi, risiko kerugian merupakan mengenai materiil genetik.

Pengembangbiakan Flowerhorn juga memberikan kontribusi akan permintaan komersial kepada pembuatan ikan macam baru dan berlainan yang mungkin dapat menyebabkan praktik yang dipertanyakan serta diragukan seperti peternakan kepada penyimpangan bentuk anatomi (seperti yang terjadi di peternakan ikan mas).

Flowerhorn sudah dikritik oleh beberapa penggemar Cichlid dan pemerhati sekeliling yang terkait kepada sejumlah argumen. Minat flowerhorn mengakibatkan pemusnahan surplus dan cacat ikan, beberapa yang dibuang di dunia liar di Malaysia dan Singapura, di mana mereka mudah beradaptasi dan mengganggu ekosistem sungai dan kolam.[2][3][4] Seperti cichlids yang lain, flowerhorn bersifat sifat menyerang dan dapat mengembang biak dengan cepat, bersaingan dan memangsa ikan asli.[5]

Referensi

edunitas.com


Page 2

Ikan Lou Han
(bahasa Inggris: Flowerhorn) aku merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berpotongan khas berjuluk “benjol kelam”. Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun ketika ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus sudah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini.

Asal Mula

Progam pengembangbiakan sudah dimulai sejak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di anggota barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini bernilai bagi para peminat penduduk Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.

Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang memproduksi jenis baru yang dikata Five-Colors God of Fortune.[1] Karena warnanya yang indah, ikan ini dijadikan cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga dikata sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini belakangnya memproduksi generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang yang belakang sekali didampingi dengan perkenalan flowerhorn selanjutnya.

Kedatangan di Dunia Barat

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya berada dua jenis ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di selang segala jenis flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang mempunyai mutiara, dijadikan skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit dijadikan keemasan yang menarik ditaruh pada flowerhorn kulit abu-abu itu.

Pada tahun 1999, berada empat jenis flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih bagi penampilan tanpa memperhatikan terminologi. [1] Akibatnya, nama dijadikan sesuatu yang membingungkan dan jenis keturunan dijadikan sulit dilacak.

Baca Juga :   Berapa pin yang terdapat pada kabel data hard disk/cd-rom yang menggunakan kabel jenis ide?

Sekitar 2000-2001, berbagai Kamfa muncul. Ini merupakan hibrida dari setiap jenis flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apapun.[1] Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin luhur di anggota kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus adun itu peternakan ikan bagi mengembangkan lebih cepat dan dijadikan lebih berwarna, bagi bersaingan dengan jenis Kamfa.[1]

Perawatan

Flowerhorn Cichlid diharuskan bagi disimpan pada suhu cairan 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon bagi tumbuh. Jika sifat menyerang dan teritorial, dua atau lebih flowerhorn pada umumnya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi pokok tangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.

Galleri

Kritik

Kritik juga sudah terdengar mengenai flowerhorn, yang sebenarnya merupakan ikan hasil pekerjaan manusia, ke dalam taksa ikan, yang disiapkan bagi identifikasi spesies yang ditemukan di dunia. Praktek ini dapat menciptakan identifikasi cichlid semakin sulit. Pembiakan dengan garis keturunan yang murni spesies Cichlid sudah terjadi di sejumlah cichlid yang umumnya disimpan bagi tujuan hobi, risiko kerugian merupakan tentang material genetik.

Pengembangbiakan Flowerhorn juga memberikan kontribusi akan permintaan komersial bagi pembuatan ikan jenis baru dan berlainan yang mungkin dapat menyebabkan praktik yang dipertanyakan serta diragukan seperti peternakan bagi penyimpangan bentuk anatomi (seperti yang terjadi di peternakan ikan mas).

Flowerhorn sudah dikritik oleh beberapa penggemar Cichlid dan pemerhati sekeliling yang terkait bagi sejumlah argumen. Minat flowerhorn mengakibatkan pemusnahan surplus dan cacat ikan, beberapa yang dibuang di dunia liar di Malaysia dan Singapura, di mana mereka mudah beradaptasi dan mengganggu ekosistem sungai dan kolam.[2][3][4] Seperti cichlids lainnya, flowerhorn bersifat sifat menyerang dan dapat mengembang biak dengan cepat, bersaingan dan memangsa ikan asli.[5]

Referensi

edunitas.com


Page 3

Ikan Lou Han
(bahasa Inggris: Flowerhorn) aku merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berpotongan khas berjuluk “benjol kelam”. Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun ketika ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus sudah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini.

Asal Mula

Progam pengembangbiakan sudah dimulai sejak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di anggota barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini bernilai bagi para peminat penduduk Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.

Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang memproduksi jenis baru yang dikata Five-Colors God of Fortune.[1] Karena warnanya yang indah, ikan ini dijadikan cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga dikata sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini belakangnya memproduksi generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang yang belakang sekali didampingi dengan perkenalan flowerhorn selanjutnya.

Kedatangan di Dunia Barat

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya berada dua jenis ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di selang segala jenis flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang mempunyai mutiara, dijadikan skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit dijadikan keemasan yang menarik ditaruh pada flowerhorn kulit abu-abu itu.

Pada tahun 1999, berada empat jenis flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih bagi penampilan tanpa memperhatikan terminologi. [1] Akibatnya, nama dijadikan sesuatu yang membingungkan dan jenis keturunan dijadikan sulit dilacak.

Sekitar 2000-2001, berbagai Kamfa muncul. Ini merupakan hibrida dari setiap jenis flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apapun.[1] Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin luhur di anggota kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus adun itu peternakan ikan bagi mengembangkan lebih cepat dan dijadikan lebih berwarna, bagi bersaingan dengan jenis Kamfa.[1]

Perawatan

Flowerhorn Cichlid diharuskan bagi disimpan pada suhu cairan 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon bagi tumbuh. Jika sifat menyerang dan teritorial, dua atau lebih flowerhorn pada umumnya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi pokok tangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.

Galleri

Kritik

Kritik juga sudah terdengar mengenai flowerhorn, yang sebenarnya merupakan ikan hasil pekerjaan manusia, ke dalam taksa ikan, yang disiapkan bagi identifikasi spesies yang ditemukan di dunia. Praktek ini dapat menciptakan identifikasi cichlid semakin sulit. Pembiakan dengan garis keturunan yang murni spesies Cichlid sudah terjadi di sejumlah cichlid yang umumnya disimpan bagi tujuan hobi, risiko kerugian merupakan tentang material genetik.

Pengembangbiakan Flowerhorn juga memberikan kontribusi akan permintaan komersial bagi pembuatan ikan jenis baru dan berlainan yang mungkin dapat menyebabkan praktik yang dipertanyakan serta diragukan seperti peternakan bagi penyimpangan bentuk anatomi (seperti yang terjadi di peternakan ikan mas).

Flowerhorn sudah dikritik oleh beberapa penggemar Cichlid dan pemerhati sekeliling yang terkait bagi sejumlah argumen. Minat flowerhorn mengakibatkan pemusnahan surplus dan cacat ikan, beberapa yang dibuang di dunia liar di Malaysia dan Singapura, di mana mereka mudah beradaptasi dan mengganggu ekosistem sungai dan kolam.[2][3][4] Seperti cichlids lainnya, flowerhorn bersifat sifat menyerang dan dapat mengembang biak dengan cepat, bersaingan dan memangsa ikan asli.[5]

Referensi

edunitas.com


Page 4

Ikan Lou Han
(bahasa Inggris: Flowerhorn) aku merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara di dalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berpotongan khas berjuluk “benjol kelam”. Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun ketika ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus sudah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini.

Baca Juga :   Bagaimanakah saran anda terhadap siswa dengan frekuensi denyut nadi rendah maupun tinggi

Asal Mula

Progam pengembangbiakan sudah dimulai semenjak tahun 1993. [1] Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal kepada Karoi atau “kapal perang”, ditemukan di anggota barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini bernilai kepada para peminat penduduk Taiwan kepada tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.

Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang memproduksi macam baru yang dikata Five-Colors God of Fortune.[1] Karena warnanya yang indah, ikan ini dijadikan cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga dikata kepada Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan.[1] Pembelesteran ini habis memproduksi generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang yang belakang sekali didampingi dengan perkenalan flowerhorn yang belakang sekali.

Kedatangan di Dunia Barat

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya berada dua macam ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base.[1] Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di selang segala macam flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang memiliki mutiara, dijadikan skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit dijadikan keemasan yang menarik ditaruh pada flowerhorn kulit abu-abu itu.

Pada tahun 1999, berada empat macam flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader.[1] Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih kepada penampilan tanpa memperhatikan terminologi. [1] Akibatnya, nama dijadikan sesuatu yang membingungkan dan macam keturunan dijadikan sulit dilacak.

Sekitar 2000-2001, beragam Kamfa muncul. Ini merupakan hibrida dari setiap macam flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid macam apapun.[1] Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin luhur di anggota kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus adun itu peternakan ikan kepada mengembangkan lebih cepat dan dijadikan lebih berwarna, kepada bersaingan dengan macam Kamfa.[1]

Perawatan

Flowerhorn Cichlid diharuskan kepada disimpan pada suhu cairan 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon kepada tumbuh. Bila sifat menyerang dan teritorial, dua atau lebih flowerhorn pada umumnya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi pokok tangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.

Galleri

Kritik

Kritik juga sudah terdengar mengenai flowerhorn, yang sebenarnya merupakan ikan hasil pekerjaan manusia, ke dalam taksa ikan, yang disiapkan kepada identifikasi spesies yang ditemukan di dunia. Praktek ini dapat menciptakan identifikasi cichlid semakin sulit. Pembiakan dengan garis keturunan yang murni spesies Cichlid sudah terjadi di sejumlah cichlid yang umumnya disimpan kepada tujuan hobi, risiko kerugian merupakan mengenai materiil genetik.

Pengembangbiakan Flowerhorn juga memberikan kontribusi akan permintaan komersial kepada pembuatan ikan macam baru dan berlainan yang mungkin dapat menyebabkan praktik yang dipertanyakan serta diragukan seperti peternakan kepada penyimpangan bentuk anatomi (seperti yang terjadi di peternakan ikan mas).

Flowerhorn sudah dikritik oleh beberapa penggemar Cichlid dan pemerhati sekeliling yang terkait kepada sejumlah argumen. Minat flowerhorn mengakibatkan pemusnahan surplus dan cacat ikan, beberapa yang dibuang di dunia liar di Malaysia dan Singapura, di mana mereka mudah beradaptasi dan mengganggu ekosistem sungai dan kolam.[2][3][4] Seperti cichlids yang lain, flowerhorn bersifat sifat menyerang dan dapat mengembang biak dengan cepat, bersaingan dan memangsa ikan asli.[5]

Referensi

edunitas.com


Page 5


Hiu karpet berbintik
adalah hewan endemik Indonesia. Nama ilmiah hewan ini adalah Hemiscyllium freycineti. [1] Hewah khas Indonesia ini termasuk dalam suku ”Hemiscylliidae” dengan genus Hemiscyllium.[2] Hiu karpet berbintik termasuk hewan bertulang balik.[1]Jenis hiu ini juga masuk ke dalam jenis hiu bambu.[1] Hiu karpet berbintik dipercaya ditemukan di Papua akuratnya di perairan Kepulauan Raja Ampat.[1] Hiu karpet berbintik mulai diketahui luar pada tahun 2003.[2]

Daftar isi

  • 1
    Ciri-ciri
  • 2
    Habitat
  • 3
    Status perlindungan
  • 4
    Rujukan

Ciri-ciri

Hiu karpet berbintik memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul.[2]Pola tsb benbentuk heksagonal, berwarna coklat berbintik.[2] Pola ini tersebar merata diseluruh permukaan hiu karpet berbintik anggota atas.[2] Anggota moncong hiu karpet berbintik terdapat bintik-bintik kecil dan berwarna gelap menutupi moncongnya. [2]

Hiu karpet berbintik susunannya menyerupai dengan hiu lainnya. Anggota badannya terdiri dari ekor, dua sirip samping, dua sirip dibagian pungggung, dua mata yang terletak kepala anggota atas, dan tentu moncong mulut.[2] Hiu jenis ini memiliki tubuh panjang.[3] Anggota monconnya relatif pendek apabila dibandingkan dengan hiu lainnya.[3] Mulut hewan bertulang punggung ini berada di depan mata.[3] Hewan ini juga memiliki spirakel yang terletak di bawah mata.[3] Sirip yang dimiliki hiu karpet berbintik bermodel tebal dan bermodel segitiga dengan tumpul dibagian ujung.[3]

Ukuran panjang maksimal hiu karpet berbintik adalah 46 cm berpihak kepada yang benar untuk kelamin jantan maupun betina[3] Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut.[4] Makanna hiu karpet berbintik adalah hewan kecil jenis invertebrata.[5]

Habitat

Habitat hiu karpet berbintik adalah pada perairan dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut.[4] Sebagian kawasan distribusi hewan ini adalah Papua, Wigeo, dan Papua New Guinea.[4]

Status perlindungan

Hiu karpet berbintik termauk hewan yang nyaris punah, oleh karena itu termasuk hewan yang dilindungi.[2] Lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik karena banyak terumbu karang untuk habitatnya rusak. [2] Kerusakan terumbu karang sebagian akbar terjadi karena penangkapan ikan memanfaatkan dinamit.[2] Keindahan warna hiu jenis ini juga memancing orang untuk menjadikan penghias aquarium.[2] Meningkatnya permintaan akan hiu karpet berbintik serta harganya yang mahal akan menjadikan penangkapan besar-besaran terhadap hiu karpet berbintik.[2] Hal tsb tentu akan berdampak lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik di habitat aslinya.[2]

Rujukan

edunitas.com


Page 6


Hiu karpet berbintik
adalah hewan endemik Indonesia. Nama ilmiah hewan ini adalah Hemiscyllium freycineti. [1] Hewah khas Indonesia ini termasuk dalam suku ”Hemiscylliidae” dengan genus Hemiscyllium.[2] Hiu karpet berbintik termasuk hewan bertulang balik.[1]Jenis hiu ini juga masuk ke dalam jenis hiu bambu.[1] Hiu karpet berbintik dipercaya ditemukan di Papua akuratnya di perairan Kepulauan Raja Ampat.[1] Hiu karpet berbintik mulai diketahui luar pada tahun 2003.[2]

Baca Juga :   Perbedaan kepribadian dengan watak

Daftar isi

  • 1
    Ciri-ciri
  • 2
    Habitat
  • 3
    Status perlindungan
  • 4
    Rujukan

Ciri-ciri

Hiu karpet berbintik memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul.[2]Pola tsb benbentuk heksagonal, berwarna coklat berbintik.[2] Pola ini tersebar merata diseluruh permukaan hiu karpet berbintik anggota atas.[2] Anggota moncong hiu karpet berbintik terdapat bintik-bintik kecil dan berwarna gelap menutupi moncongnya. [2]

Hiu karpet berbintik susunannya menyerupai dengan hiu lainnya. Anggota badannya terdiri atas ekor, dua sirip samping, dua sirip dibagian pungggung, dua mata yang terletak kepala anggota atas, dan tentu moncong mulut.[2] Hiu jenis ini memiliki tubuh panjang.[3] Anggota monconnya relatif pendek apabila dibandingkan dengan hiu lainnya.[3] Mulut hewan bertulang punggung ini berada di depan mata.[3] Hewan ini juga memiliki spirakel yang terletak di bawah mata.[3] Sirip yang dimiliki hiu karpet berbintik bermodel tebal dan bermodel segitiga dengan tumpul dibagian ujung.[3]

Ukuran panjang maksimal hiu karpet berbintik adalah 46 cm berpihak kepada yang benar untuk kelamin jantan maupun betina[3] Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut.[4] Makanna hiu karpet berbintik adalah hewan kecil jenis invertebrata.[5]

Habitat

Habitat hiu karpet berbintik adalah pada perairan dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut.[4] Sebagian kawasan distribusi hewan ini adalah Papua, Wigeo, dan Papua New Guinea.[4]

Status perlindungan

Hiu karpet berbintik termauk hewan yang nyaris punah, oleh karena itu termasuk hewan yang dilindungi.[2] Lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik karena banyak terumbu karang untuk habitatnya rusak. [2] Kerusakan terumbu karang sebagian akbar terjadi karena penangkapan ikan memanfaatkan dinamit.[2] Keindahan warna hiu jenis ini juga memancing orang untuk menjadikan penghias aquarium.[2] Meningkatnya permintaan akan hiu karpet berbintik serta harganya yang mahal akan menjadikan penangkapan besar-besaran terhadap hiu karpet berbintik.[2] Hal tsb tentu akan berdampak lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik di habitat aslinya.[2]

Rujukan

edunitas.com


Page 7


Hiu karpet berbintik
adalah hewan endemik Indonesia. Nama ilmiah hewan ini adalah Hemiscyllium freycineti. [1] Hewah khas Indonesia ini termasuk dalam suku ”Hemiscylliidae” dengan genus Hemiscyllium.[2] Hiu karpet berbintik termasuk hewan bertulang balik.[1]Jenis hiu ini juga masuk ke dalam jenis hiu bambu.[1] Hiu karpet berbintik dipercaya ditemukan di Papua akuratnya di perairan Kepulauan Raja Ampat.[1] Hiu karpet berbintik mulai diketahui luar pada tahun 2003.[2]

Daftar isi

  • 1
    Ciri-ciri
  • 2
    Habitat
  • 3
    Status perlindungan
  • 4
    Rujukan

Ciri-ciri

Hiu karpet berbintik memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul.[2]Pola tsb benbentuk heksagonal, berwarna coklat berbintik.[2] Pola ini tersebar merata diseluruh permukaan hiu karpet berbintik anggota atas.[2] Anggota moncong hiu karpet berbintik terdapat bintik-bintik kecil dan berwarna gelap menutupi moncongnya. [2]

Hiu karpet berbintik susunannya menyerupai dengan hiu lainnya. Anggota badannya terdiri atas ekor, dua sirip samping, dua sirip dibagian pungggung, dua mata yang terletak kepala anggota atas, dan tentu moncong mulut.[2] Hiu jenis ini memiliki tubuh panjang.[3] Anggota monconnya relatif pendek apabila dibandingkan dengan hiu lainnya.[3] Mulut hewan bertulang punggung ini berada di depan mata.[3] Hewan ini juga memiliki spirakel yang terletak di bawah mata.[3] Sirip yang dimiliki hiu karpet berbintik bermodel tebal dan bermodel segitiga dengan tumpul dibagian ujung.[3]

Ukuran panjang maksimal hiu karpet berbintik adalah 46 cm berpihak kepada yang benar untuk kelamin jantan maupun betina[3] Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut.[4] Makanna hiu karpet berbintik adalah hewan kecil jenis invertebrata.[5]

Habitat

Habitat hiu karpet berbintik adalah pada perairan dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut.[4] Sebagian kawasan distribusi hewan ini adalah Papua, Wigeo, dan Papua New Guinea.[4]

Status perlindungan

Hiu karpet berbintik termauk hewan yang nyaris punah, oleh karena itu termasuk hewan yang dilindungi.[2] Lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik karena banyak terumbu karang untuk habitatnya rusak. [2] Kerusakan terumbu karang sebagian akbar terjadi karena penangkapan ikan memanfaatkan dinamit.[2] Keindahan warna hiu jenis ini juga memancing orang untuk menjadikan penghias aquarium.[2] Meningkatnya permintaan akan hiu karpet berbintik serta harganya yang mahal akan menjadikan penangkapan besar-besaran terhadap hiu karpet berbintik.[2] Hal tsb tentu akan berdampak lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik di habitat aslinya.[2]

Rujukan

edunitas.com


Page 8


Hiu karpet berbintik
adalah hewan endemik Indonesia. Nama ilmiah hewan ini adalah Hemiscyllium freycineti. [1] Hewah khas Indonesia ini termasuk dalam suku ”Hemiscylliidae” dengan genus Hemiscyllium.[2] Hiu karpet berbintik termasuk hewan bertulang balik.[1]Jenis hiu ini juga masuk ke dalam jenis hiu bambu.[1] Hiu karpet berbintik dipercaya ditemukan di Papua akuratnya di perairan Kepulauan Raja Ampat.[1] Hiu karpet berbintik mulai diketahui luar pada tahun 2003.[2]

Daftar isi

  • 1
    Ciri-ciri
  • 2
    Habitat
  • 3
    Status perlindungan
  • 4
    Rujukan

Ciri-ciri

Hiu karpet berbintik memiliki warna kulit dengan pola seperti macan tutul.[2]Pola tsb benbentuk heksagonal, berwarna coklat berbintik.[2] Pola ini tersebar merata diseluruh permukaan hiu karpet berbintik anggota atas.[2] Anggota moncong hiu karpet berbintik terdapat bintik-bintik kecil dan berwarna gelap menutupi moncongnya. [2]

Hiu karpet berbintik susunannya menyerupai dengan hiu lainnya. Anggota badannya terdiri dari ekor, dua sirip samping, dua sirip dibagian pungggung, dua mata yang terletak kepala anggota atas, dan tentu moncong mulut.[2] Hiu jenis ini memiliki tubuh panjang.[3] Anggota monconnya relatif pendek apabila dibandingkan dengan hiu lainnya.[3] Mulut hewan bertulang punggung ini berada di depan mata.[3] Hewan ini juga memiliki spirakel yang terletak di bawah mata.[3] Sirip yang dimiliki hiu karpet berbintik bermodel tebal dan bermodel segitiga dengan tumpul dibagian ujung.[3]

Ukuran panjang maksimal hiu karpet berbintik adalah 46 cm berpihak kepada yang benar untuk kelamin jantan maupun betina[3] Hiu karpet berbintik biasanya berenang dalam kedalaman 0-12m di bawah permukaan laut.[4] Makanna hiu karpet berbintik adalah hewan kecil jenis invertebrata.[5]

Habitat

Habitat hiu karpet berbintik adalah pada perairan dangkal dengan terumbu karang, pasir dan rumput laut.[4] Sebagian kawasan distribusi hewan ini adalah Papua, Wigeo, dan Papua New Guinea.[4]

Status perlindungan

Hiu karpet berbintik termauk hewan yang nyaris punah, oleh karena itu termasuk hewan yang dilindungi.[2] Lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik karena banyak terumbu karang untuk habitatnya rusak. [2] Kerusakan terumbu karang sebagian akbar terjadi karena penangkapan ikan memanfaatkan dinamit.[2] Keindahan warna hiu jenis ini juga memancing orang untuk menjadikan penghias aquarium.[2] Meningkatnya permintaan akan hiu karpet berbintik serta harganya yang mahal akan menjadikan penangkapan besar-besaran terhadap hiu karpet berbintik.[2] Hal tsb tentu akan berdampak lebih susutnya banyak hiu karpet berbintik di habitat aslinya.[2]

Rujukan

edunitas.com

Apa nama lain dari ikan louhan dalam bahasa inggris

Posted by: pskji.org