Apa yang dimaksud dengan formalisasi

Apa yang dimaksud dengan formalisasi

Formalisasi dalam Organisasi

Formalisasi menunjukkan tingginya standardisasi atau pembakuan tugas-tugas maupun jabatan dalam suatu organisasi. Semakin tinggi derajat formalisasi maka semakin teratur perilaku bawahan dalam suatu organisasi.

Formalisasi bisa dicapai melalui pengaturan yang bersifat on the job dimana organisasi akan menggunakan lebih banyak peraturan maupun prosedur untuk mengatur kegiatan karyawan. Akan tetapi, formalisasi juga bisa dicapai apabila latihan maupun pendidikan dilakukan di luar organisasi (off the job), yaitu sebelum seseorang menjadi anggota organisasi.

Berbagai Teknik Formalisasi

Seleksi, persyaratan peran, peraturan, prosedur, kebijakan, pelatihan, dan ritual merupakan teknik-teknik yang digunakan dalam formalisasi. Berbagai teknik ini pada dasarnya bertujuan untuk membakukan jabatan dan pelaksanaan kegiatan. Peningkatan kompleksitas organisasi juga sering kali merupakan tindakan untuk membuat organisasi dengan lebih banyak bagian yang bersifat baku sehingga juga meningkatkan formalisasi.

Penganut teori X cenderung tidak mempercayai kreativitas bawahan dan lebih menginginkan bawahan bertindak sesuai prosedur baku sehingga lebih menyukai derajat formalisasi yang lebih tinggi.

Sentralisasi

Sentralisasi menunjukkan tingkatan, di mana pengambilan keputusan dipusatkan atau dikonsentrasikan dalam organisasi. Konsentrasi pengambilan keputusan pada tingkatan hierarki yang tinggi menunjukkan tingkat sentralisasi yang tinggi. Sentralisasi berkaitan erat dengan corak pembagian otoritas maupun rantai komando yang digunakan dalam sebuah organisasi.

Pentingnya Derajat Sentralisasi yang Sesuai
Derajat sentralisasi yang tinggi maupun yang rendah dibutuhkan pada situasi atau kondisi yang berbeda. Faktor situasi akan menentukan derajat sentralisasi yang sesuai. Oleh karena itu, perlu diidentifikasikan cara yang paling efektif untuk mengambil keputusan dalam suatu organisasi sehingga juga bisa diusahakan derajat sentralisasi yang sesuai.

Perusahaan Manufaktur
Penelitian Woodward menemukan bahwa bentuk organisasi yang terbaik tergantung pada jenis teknologi yang digunakan. Penelitian Woodward dianggap sebagai suatu penelitian yang sangat penting dalam perkembangan teori organisasi karena mengakhiri kepercayaan terhadap prinsip-prinsip manajemen dan organisasi klasik, yang beranggapan bahwa teori organisasi dan manajemen berlaku universal, yaitu berlaku umum di setiap tempat maupun pada berbagai kondisi, seperti apa pun juga. Penelitian Woodward membuka cakrawala baru, memunculkan prinsip ketergantungan (contingency), yang menyatakan bahwa karakteristik organisasi, karakteristik manajemen, maupun keberhasilan organisasi mempunyai ketergantungan terhadap faktor-faktor tertentu, seperti teknologi.

Baca Juga :   Salah satu ciri khas penelitian geografi adalah penggunaan pendekatan kompleks wilayah

Teknik – teknik yang biasa dipakai pengelola organisasi dalam proses formalisasi adalah sebagai berikut :

§  Proses seleksi (selection)

§  Persyaratan jabatan (role requirement)

§  Aturan, prosedur, dan kebijakan (rules,procedures, politicies).

§  Proses pelatihan (training)

§  Ritual (rituals)

You’re Reading a Free Preview

Pages

4

to

5

are not shown in this preview.

FORMALISASI

Inggris: formalization; dari bahasa Latin forma (bentuk).

1. Sebuah metode untuk menentukan secara lebih tepat isi pengetahuan. Ini dijalankan dengan membandingkan atas cara tertentu obyek atau gejala yang dipelajari dengan konstruksi material yang relatif stabil. Formalisasi memungkinkan tersingkap dan terbentuknya aspek yang esensial dan yang sesuai dengan hukum dari obyek yang diuji. Sebagai metode epistemologi, formalisasi membantu memantapkan dan mengkhususkan isi dengan memastikan dan menetapkan bentuknya. Setiap for malisasi diperlukan untuk memberikan suatu gambaran kasar tentang kenyataan yang hidup, yang berkembang. Tetapi gam baran kasar ini merupakan aspek hakiki dari proses kognisi.

2. Secara historis, formalisasi timbul bersamaan dengan pikiran dan bahasa. Langkah penting dalam perkembangan formalisasi berhubungan dengan munculnya bahasa tulisan. Kemudian, tatkala ilmu berkembang, khususnya matematika, tanda khusus ditambahkan pada bahasa natural. Bersama dengan logika for mal muncullah metode formalisasi logis, yang digunakan untuk menyingkapkan bentuk logis kesimpulan dan bukti. Penciptaan kalkulus yang menggunakan huruf-huruf dalam matematika dan munculnya gagasan tentang kalkulus logis, merupakan ta hap penting dalam perkembangan metode formalisasi. Kon struksi kalkulus logis, yang mulai dalam logika matematis da lam pertengahan abad ke-19, memungkinkan diterapkannya metodenya pada formalisasi seluruh cabang ilmu pengetahuan. Bidang pengetahuan yang diformalisasikan dengan logika matematis, memperoleh karakter sistem logis.

3. Formalisasi pengetahuan tidak menghilangkan hubungan kontradiktoris dialektis antara isi dan bentuk, karakteristik penge tahuan sebagai keseluruhan. Hasil-hasil logika modern mimperlihatkan, jika sebuah teori dengan isinya direfleksikan secara penuh dalam sebuah sistem formal, sesuatu di dalam ttori si lalu tetap tidak tersingkap dan tidak diformalisasikan. Ketidak cocokan antara formalisasi dan isi yang diformalisasikan bcr tindak sebagai sumber internal untuk mengembangkan cara cara logis dan formal ilmu dan biasanya dinyatakan dalam pe nemuan proposisi-proposisi yang tidak dapat dipecahkan dalam sistem formal yang ada.

Baca Juga :   Jenis cetak yang diatur dan dilakukan dengan menggunakan komputer adalah cetak ….

4. Bentuk lain di mana tampak kontradiksi ini adalah antinomi. Situasi ini dapat diperbaiki dengan membangun sistem formal yang baru di mana bagian yang tidak tercakup di dalam for malisasi yang mendahului diformalisasikan. Maka, formalisasi isi yang selalu Iebih dalam, efektif tetapi kelengkapan mutlaknya tidak pernah tercapai.

Incoming search terms:

  • formalisasi
  • pengertian formalisasi
  • Formalisasi adalah
  • arti formalisasi
  • definisi formalisasi
  • arti kata formalisasi
  • apa itu formalisasi

Formalisasi menunjukkan tingginya standardisasi atau pembakuan tugas-tugas maupun jabatan dalam suatu organisasi. Semakin tinggi derajat formalisasi maka semakin teratur perilaku bawahan dalam suatu organisasi.

Formalisasi bisa dicapai melalui pengaturan yang bersifat on the job dimana organisasi akan menggunakan lebih banyak peraturan maupun prosedur untuk mengatur kegiatan karyawan. Akan tetapi, formalisasi juga bisa dicapai apabila latihan maupun pendidikan dilakukan di luar organisasi (off the job), yaitu sebelum seseorang menjadi anggota organisasi.

Berbagai Teknik Formalisasi

Seleksi, persyaratan peran, peraturan, prosedur, kebijakan, pelatihan, dan ritual merupakan teknik-teknik yang digunakan dalam formalisasi. Berbagai teknik ini pada dasarnya bertujuan untuk membakukan jabatan dan pelaksanaan kegiatan. Peningkatan kompleksitas organisasi juga sering kali merupakan tindakan untuk membuat organisasi dengan lebih banyak bagian yang bersifat baku sehingga juga meningkatkan formalisasi.

Penganut teori X cenderung tidak mempercayai kreativitas bawahan dan lebih menginginkan bawahan bertindak sesuai prosedur baku sehingga lebih menyukai derajat formalisasi yang lebih tinggi.

Beberapa teknik formalisasi yang biasa digunakan oleh organisasi :

1.
Seleksi

Organisasi tidak memilih karyawan secara acak

2.
Peran yang dibutuhkan
Peran yang dibutuhkan mungkin eksplisit dan didefinisikan dengan
sangat rinci. Dalam kasus tersebut, tingkat formalisasi yang tinggi.peran
lain memungkinkan kebebasan karyawan untuk bereaksi terhadap situasi
dengan cara yang unik.

3.
Aturan, prosedur, dan kebijakan

4.
Sosialisasi
Proses adaptasi dimana mereka mempelajari nilai, norma dan pola
perilaku yang diharapkan untuk pekerjaan dan organisasi dimana mereka
akan menjadi bagian.

5.
Pelatihan

Banyak organisasi menyediakan pelatihan bagi karyawannya.
Tujuannya adalah untuk menanamkan pada karyawan sikap dan perilaku
kerja yang disukai

Baca Juga :   Saat ada tetangga yang berbeda suku merayakan acara sesuai kebudayaannya sikap kita sebaiknya

Sentralisasi

Sentralisasi menunjukkan tingkatan, di mana pengambilan keputusan dipusatkan atau dikonsentrasikan dalam organisasi. Konsentrasi pengambilan keputusan pada tingkatan hierarki yang tinggi menunjukkan tingkat sentralisasi yang tinggi. Sentralisasi berkaitan erat dengan corak pembagian otoritas maupun rantai komando yang digunakan dalam sebuah organisasi.

Pentingnya Derajat Sentralisasi yang Sesuai
Derajat sentralisasi yang tinggi maupun yang rendah dibutuhkan pada situasi atau kondisi yang berbeda. Faktor situasi akan menentukan derajat sentralisasi yang sesuai. Oleh karena itu, perlu diidentifikasikan cara yang paling efektif untuk mengambil keputusan dalam suatu organisasi sehingga juga bisa diusahakan derajat sentralisasi yang sesuai.

Perusahaan Manufaktur
Penelitian Woodward menemukan bahwa bentuk organisasi yang terbaik tergantung pada jenis teknologi yang digunakan. Penelitian Woodward dianggap sebagai suatu penelitian yang sangat penting dalam perkembangan teori organisasi karena mengakhiri kepercayaan terhadap prinsip-prinsip manajemen dan organisasi klasik, yang beranggapan bahwa teori organisasi dan manajemen berlaku universal, yaitu berlaku umum di setiap tempat maupun pada berbagai kondisi, seperti apa pun juga. Penelitian Woodward membuka cakrawala baru, memunculkan prinsip ketergantungan (contingency), yang menyatakan bahwa karakteristik organisasi, karakteristik manajemen, maupun keberhasilan organisasi mempunyai ketergantungan terhadap faktor-faktor tertentu, seperti teknologi.

Perusahaan Non-Manufaktur
Woodward mempelajari teknologi perusahaan manufaktur, Thompson mempelajari teknologi perusahaan non-manufaktur, sedangkan kelompok Aston dan Perrow mempelajari teknologi tanpa memisahkan perusahaan manufaktur dari perusahaan non-manufaktur. Keseluruhan penelitian ini walaupun dilakukan dengan cara dan objek yang berbeda menunjukkan bahwa teknologi yang digunakan dalam sebuah organisasi berpengaruh terhadap bentuk yang sesuai untuk digunakan oleh organisasi tersebut. Kesesuaian ini menentukan berpengaruh terhadap keberhasilan organisasi, dan merupakan penyesuaian bentuk organisasi terhadap kegiatan internalnya.

Imperatif Teknologi Pada saat awal penelitian terhadap teknologi organisasi mulai dilakukan, para peneliti menjadi terlalu percaya bahwa teknologi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap struktur organisasi. Kondisi tersebut dinamakan imperatif teknologi.

Saling-ketergantungan antara berbagai jenis kegiatan yang terdapat dalam suatu organisasi ternyata menentukan apakah jenis kegiatan perlu disatukan ataupun dipisahkan dari jenis kegiatan lainnya.

Apa yang dimaksud dengan formalisasi

Posted by: pskji.org