Bagaimana cara yang efektif dalam PEMBELAJARAN Bahasa Inggris untuk sistem online saat ini

Bagaimana cara yang efektif dalam PEMBELAJARAN Bahasa Inggris untuk sistem online saat ini



Penulis: Annisa Rahmadini


MEDIA NASIONAL OBOR KEADILAN | Selasa, (11/08-2020) –

Ditengah kondisi pandemi sekarang ini, pemerintah telah memberikan kebijakan agar lebih baik di rumah saja bahkan sistem pendidikan juga diubah menjadi sistem jarak jauh (remote learning) maka pembelajaran tidak bisa dilaksankaan secara tatap muka di kelas. Kondisi tersebut menuntun lembaga pendidikan terkhususnya guru untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran melalui daring (dalam jaringan).

Pandemi virus covid-19 di Indonesia bahkan dunia mendampakkan banyak sekolah mengehentikan proses pembelajaran secara tatap muka menjadi sistem online dengan memanfaatkan teknologi yang telah berkembang saat ini. Membahas tentang teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah bagaimana pembelajaran tanpa tatap muka ini dapat menjawab permasalahan yang ada dalam pendidikan bahasa Inggris khususnya. Yang mana peran guru sebagai pendidik, motivator, bahkan fasilitator tetap ada dalam hakikatnya seorang guru walaupun tanpa adanya pembelajaran tatap muka.

Karena belajar merupakan suatu aktifitas yang memerlukan dorongan dari orang tua, guru, saudara teman dan lainnya agar tetap semangat dalam menambah pengetahuan siswa. Pembelajaran langsung dengan tatap muka sudah biasa dilakukan oleh guru dengan berbagai strategi dan metode guna mencapai pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan mencapai tujuan yang diharapkan. Namun demikian, dengan pembelajaran jarak jauh tentu saja membutuhkan strategi khusus agar pembelajaran tetap menyenangkan dan tidak menimbulkan rasa bosan. Itulah yang menjadi tuntutan guru khususnya guru bahasa Inggris agar selalu mempunyai cara mengajar sistem daring sehingga pembelajaran tetap aktif seperti biasanya.

Seperti membuat bahan ajar percakapan atau bacaan yang sebagian sudah diterjemahkan dengan menggunakan teknologi yang sudah ada, baik berupa ms. Power Point maupun ms. Sway dan lainnya, agar anak tetap semangat dalam membaca guna menambah kosa kata bahasa Inggris. Dengan memberikan tugas yang telah dipahaminya, murid akan terbiasa melontarkan bahasa Inggris yang baik. Lalu memberikan tugas menerjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.

Siswa boleh menggunakan kamus sendiri atau dengan menggunakan aplikasi yang telah ada sekarang ini, agar siswa dapat berusaha dan mudah memahami dalam setiap kosa kata yang telah diberikan tugas.

Begitu pula dengan pemahaman tata bahasa, siswa diarahkan untuk menonton beberapa media yang telah guru arahkan, baik berupa video maupun CD, serta membiasakan siswa untuk membaca teks atau cerita dalam berbahasa Inggris agar mudah bagi siswa unruk melontarkannya serta mempraktekkannya di kesehariannya.

Bisa juga dengan menggunakan audio membuat percakapan murid dengan gurunya, maupun dengan video tatap muka guru dan murid saling bercerita dengan berbahasa Inggris yang telah diajarkan. Semoga bermanfaat.

“A desire and patience are owned by someone who gets succes”. Kemauan dan ketabahan adalah dasar utama yang dimiliki oleh orang sukses.

IDENTITAS PENULIS

Nama: Annisa Rahmadini

Jurusan: Pendidikan Bahasa Inggris Kelompok 146 KKN-DR UIN SU

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Medan

Hampir seluruh belahan dunia dilanda sebuah virus yang bernama Covid-19. Virus yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China ini sudah ditetapkan sebagai pandemi sejak 11 Maret 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini menjadi pusat perhatian setiap negara dan mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah bijak sebagai bentuk preventif penyebaran wabah virus Covid-19. Pandemi ini juga berdampak pada setiap sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak atau social distancing, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan kampus pun harus ditutup sementara waktu. Akibatnya, segala aktivitas belajar siswa dilakukan dari rumah. Dengan sistem daring/online ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan diharapkan semangat belajar peserta didik tidak surut.

Semua mata pelajaran akan dipelajari peserta didik dari rumah termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Belajar bahasa adalah suatu proses membiasakan diri untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang menjadi target tujuan yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris. Dengan learn from home, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan santai dan waktu yang fleksibel.

Belajar bahasa Inggris dari rumah selama pandemi Covid-19 memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa asing dan meningkatkan kreativitas di rumah. Dengan bantuan smartphone, laptop, computer, atau tools lain, para guru dapat mengarahkan belajar peserta didik melalui sebuah konten edukasi.

Baca Juga :   Rita mengungkapkan perasaannya kepada saya bahwa dia sangat sedih melihat adiknya sakit

Peserta didik juga bisa mendengarkan musik bahasa Inggris kapan saja, menonton film-film bahasa Inggris, membaca ebook atau buku bahasa Inggris, menggunakan aplikasi-aplikasi bahasa Inggris seperti duolinggo, memerise, bahasotalk, dan lain-lain, serta adanya youtube juga membantu peserta didik agar terus dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka, baik dari segi speaking, listening, reading, dan writing.

Strategi belajar dari rumah akan terasa efektivitasnya tergantung pada peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dan guru yang proaktif dan kreatif selama mengajar di tengah pandemi. Strategi belajar harus dipetakan oleh para guru yang proaktif dan kreatif dalam menggunakan teknologi sebagai media belajar sehingga belajar mengajar online akan sama efektifnya dengan belajar tatap muka.

Tantangan lain akan muncul dari daerah Indonesia yang lambat atau belum familiar dengan akses internet. Pembelajaran seperti bahasa Inggris atau mata pelajaran lain akan terasa lebih sulit, karena peserta didik harus pergi ke suatu tempat untuk dapat mengakses jaringan internet. Hal serupa juga berlaku pada peserta didik yang kurang memahami penggunaan teknologi.

Satu-satunya cara ialah dengan memberi banyak tugas kepada peserta didik lalu kemudian disetor saat kelas tatap muka kembali dilaksankan. Selain itu, peran orang tua dalam memotivasi atau membantu anak-anaknya (peserta didik) dalam memahami pelajaran seperti bahasa Inggris atau lainnya sangat besar dibutuhkan selama pembelajaran daring dilakukan.

Setiap kebijakan yang diambil pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk dunia pendidikan saat ini adalah dengan menerapkan learn from home merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Efektivitas pembelajaran dengan sistem apapun akan sama efektifnya, tergantung pada pihak-pihak yang bersangkutan yaitu para guru dan peserta didik. Pembelajaran dengan sistem tatap muka juga tidak akan efektif apabila minat belajar peserta didik kurang atau mungkin para guru yang kurang aktif dan kreatif.


Page 2

Hampir seluruh belahan dunia dilanda sebuah virus yang bernama Covid-19. Virus yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China ini sudah ditetapkan sebagai pandemi sejak 11 Maret 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini menjadi pusat perhatian setiap negara dan mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah bijak sebagai bentuk preventif penyebaran wabah virus Covid-19. Pandemi ini juga berdampak pada setiap sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak atau social distancing, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan kampus pun harus ditutup sementara waktu. Akibatnya, segala aktivitas belajar siswa dilakukan dari rumah. Dengan sistem daring/online ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan diharapkan semangat belajar peserta didik tidak surut.

Semua mata pelajaran akan dipelajari peserta didik dari rumah termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Belajar bahasa adalah suatu proses membiasakan diri untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang menjadi target tujuan yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris. Dengan learn from home, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan santai dan waktu yang fleksibel.

Belajar bahasa Inggris dari rumah selama pandemi Covid-19 memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa asing dan meningkatkan kreativitas di rumah. Dengan bantuan smartphone, laptop, computer, atau tools lain, para guru dapat mengarahkan belajar peserta didik melalui sebuah konten edukasi.

Peserta didik juga bisa mendengarkan musik bahasa Inggris kapan saja, menonton film-film bahasa Inggris, membaca ebook atau buku bahasa Inggris, menggunakan aplikasi-aplikasi bahasa Inggris seperti duolinggo, memerise, bahasotalk, dan lain-lain, serta adanya youtube juga membantu peserta didik agar terus dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka, baik dari segi speaking, listening, reading, dan writing.

Strategi belajar dari rumah akan terasa efektivitasnya tergantung pada peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dan guru yang proaktif dan kreatif selama mengajar di tengah pandemi. Strategi belajar harus dipetakan oleh para guru yang proaktif dan kreatif dalam menggunakan teknologi sebagai media belajar sehingga belajar mengajar online akan sama efektifnya dengan belajar tatap muka.

Baca Juga :   Jelaskan menurut Anda apa yang dimaksud dengan internet marketing dan berikan Contohnya

Tantangan lain akan muncul dari daerah Indonesia yang lambat atau belum familiar dengan akses internet. Pembelajaran seperti bahasa Inggris atau mata pelajaran lain akan terasa lebih sulit, karena peserta didik harus pergi ke suatu tempat untuk dapat mengakses jaringan internet. Hal serupa juga berlaku pada peserta didik yang kurang memahami penggunaan teknologi.

Satu-satunya cara ialah dengan memberi banyak tugas kepada peserta didik lalu kemudian disetor saat kelas tatap muka kembali dilaksankan. Selain itu, peran orang tua dalam memotivasi atau membantu anak-anaknya (peserta didik) dalam memahami pelajaran seperti bahasa Inggris atau lainnya sangat besar dibutuhkan selama pembelajaran daring dilakukan.

Setiap kebijakan yang diambil pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk dunia pendidikan saat ini adalah dengan menerapkan learn from home merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Efektivitas pembelajaran dengan sistem apapun akan sama efektifnya, tergantung pada pihak-pihak yang bersangkutan yaitu para guru dan peserta didik. Pembelajaran dengan sistem tatap muka juga tidak akan efektif apabila minat belajar peserta didik kurang atau mungkin para guru yang kurang aktif dan kreatif.

Lihat Edukasi Selengkapnya


Page 3

Hampir seluruh belahan dunia dilanda sebuah virus yang bernama Covid-19. Virus yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China ini sudah ditetapkan sebagai pandemi sejak 11 Maret 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini menjadi pusat perhatian setiap negara dan mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah bijak sebagai bentuk preventif penyebaran wabah virus Covid-19. Pandemi ini juga berdampak pada setiap sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak atau social distancing, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan kampus pun harus ditutup sementara waktu. Akibatnya, segala aktivitas belajar siswa dilakukan dari rumah. Dengan sistem daring/online ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan diharapkan semangat belajar peserta didik tidak surut.

Semua mata pelajaran akan dipelajari peserta didik dari rumah termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Belajar bahasa adalah suatu proses membiasakan diri untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang menjadi target tujuan yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris. Dengan learn from home, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan santai dan waktu yang fleksibel.

Belajar bahasa Inggris dari rumah selama pandemi Covid-19 memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa asing dan meningkatkan kreativitas di rumah. Dengan bantuan smartphone, laptop, computer, atau tools lain, para guru dapat mengarahkan belajar peserta didik melalui sebuah konten edukasi.

Peserta didik juga bisa mendengarkan musik bahasa Inggris kapan saja, menonton film-film bahasa Inggris, membaca ebook atau buku bahasa Inggris, menggunakan aplikasi-aplikasi bahasa Inggris seperti duolinggo, memerise, bahasotalk, dan lain-lain, serta adanya youtube juga membantu peserta didik agar terus dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka, baik dari segi speaking, listening, reading, dan writing.

Strategi belajar dari rumah akan terasa efektivitasnya tergantung pada peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dan guru yang proaktif dan kreatif selama mengajar di tengah pandemi. Strategi belajar harus dipetakan oleh para guru yang proaktif dan kreatif dalam menggunakan teknologi sebagai media belajar sehingga belajar mengajar online akan sama efektifnya dengan belajar tatap muka.

Tantangan lain akan muncul dari daerah Indonesia yang lambat atau belum familiar dengan akses internet. Pembelajaran seperti bahasa Inggris atau mata pelajaran lain akan terasa lebih sulit, karena peserta didik harus pergi ke suatu tempat untuk dapat mengakses jaringan internet. Hal serupa juga berlaku pada peserta didik yang kurang memahami penggunaan teknologi.

Satu-satunya cara ialah dengan memberi banyak tugas kepada peserta didik lalu kemudian disetor saat kelas tatap muka kembali dilaksankan. Selain itu, peran orang tua dalam memotivasi atau membantu anak-anaknya (peserta didik) dalam memahami pelajaran seperti bahasa Inggris atau lainnya sangat besar dibutuhkan selama pembelajaran daring dilakukan.

Baca Juga :   Jelaskan dua bagian tipe atau penulisan naskah Public Relation

Setiap kebijakan yang diambil pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk dunia pendidikan saat ini adalah dengan menerapkan learn from home merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Efektivitas pembelajaran dengan sistem apapun akan sama efektifnya, tergantung pada pihak-pihak yang bersangkutan yaitu para guru dan peserta didik. Pembelajaran dengan sistem tatap muka juga tidak akan efektif apabila minat belajar peserta didik kurang atau mungkin para guru yang kurang aktif dan kreatif.

Lihat Edukasi Selengkapnya


Page 4

Hampir seluruh belahan dunia dilanda sebuah virus yang bernama Covid-19. Virus yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China ini sudah ditetapkan sebagai pandemi sejak 11 Maret 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini menjadi pusat perhatian setiap negara dan mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah bijak sebagai bentuk preventif penyebaran wabah virus Covid-19. Pandemi ini juga berdampak pada setiap sektor kehidupan termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan imbauan pemerintah untuk selalu jaga jarak atau social distancing, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan kampus pun harus ditutup sementara waktu. Akibatnya, segala aktivitas belajar siswa dilakukan dari rumah. Dengan sistem daring/online ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan diharapkan semangat belajar peserta didik tidak surut.

Semua mata pelajaran akan dipelajari peserta didik dari rumah termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Belajar bahasa adalah suatu proses membiasakan diri untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang menjadi target tujuan yang dalam hal ini adalah bahasa Inggris. Dengan learn from home, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan santai dan waktu yang fleksibel.

Belajar bahasa Inggris dari rumah selama pandemi Covid-19 memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari bahasa asing dan meningkatkan kreativitas di rumah. Dengan bantuan smartphone, laptop, computer, atau tools lain, para guru dapat mengarahkan belajar peserta didik melalui sebuah konten edukasi.

Peserta didik juga bisa mendengarkan musik bahasa Inggris kapan saja, menonton film-film bahasa Inggris, membaca ebook atau buku bahasa Inggris, menggunakan aplikasi-aplikasi bahasa Inggris seperti duolinggo, memerise, bahasotalk, dan lain-lain, serta adanya youtube juga membantu peserta didik agar terus dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mereka, baik dari segi speaking, listening, reading, dan writing.

Strategi belajar dari rumah akan terasa efektivitasnya tergantung pada peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi dan guru yang proaktif dan kreatif selama mengajar di tengah pandemi. Strategi belajar harus dipetakan oleh para guru yang proaktif dan kreatif dalam menggunakan teknologi sebagai media belajar sehingga belajar mengajar online akan sama efektifnya dengan belajar tatap muka.

Tantangan lain akan muncul dari daerah Indonesia yang lambat atau belum familiar dengan akses internet. Pembelajaran seperti bahasa Inggris atau mata pelajaran lain akan terasa lebih sulit, karena peserta didik harus pergi ke suatu tempat untuk dapat mengakses jaringan internet. Hal serupa juga berlaku pada peserta didik yang kurang memahami penggunaan teknologi.

Satu-satunya cara ialah dengan memberi banyak tugas kepada peserta didik lalu kemudian disetor saat kelas tatap muka kembali dilaksankan. Selain itu, peran orang tua dalam memotivasi atau membantu anak-anaknya (peserta didik) dalam memahami pelajaran seperti bahasa Inggris atau lainnya sangat besar dibutuhkan selama pembelajaran daring dilakukan.

Setiap kebijakan yang diambil pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk dunia pendidikan saat ini adalah dengan menerapkan learn from home merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Efektivitas pembelajaran dengan sistem apapun akan sama efektifnya, tergantung pada pihak-pihak yang bersangkutan yaitu para guru dan peserta didik. Pembelajaran dengan sistem tatap muka juga tidak akan efektif apabila minat belajar peserta didik kurang atau mungkin para guru yang kurang aktif dan kreatif.

Lihat Edukasi Selengkapnya

Bagaimana cara yang efektif dalam PEMBELAJARAN Bahasa Inggris untuk sistem online saat ini

Posted by: pskji.org