QS apa yang menjelaskan tentang kematian?

QS apa yang menjelaskan tentang kematian?

Ilustrasi kematian. © Windows8-wallpapers.org

Merdeka.com –

Dalil tentang kematian sebaiknya diketahui setiap muslim. Hal ini sebagai pengingat bahwa semua makhluk hidup akan mengalami kematian. Tidak ada makhluk hidup di dunia ini yang abadi, kematian akan datang jika Allah SWT telah menghendakinya.

Melansir dari
NU
Online, kematian akan datang kepada semua makhluk yang bernyawa, tanpa terkecuali. Semua hanya soal waktu yang membedakan kapan kematian akan datang. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam dalil tentang kematian Alquran Surah Al-Imran ayat 185, sebagai berikut:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imran : 185).

Selain itu, ada beberapa dalil tentang kematian yang wajib diketahui setiap muslim. Berikut sejumlah dalil tentang kematian yang merdeka.com rangkum dari NU Online:

2 dari 3 halaman

Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Dalam dalil tentang kematian, menerangkan bahwa kematian bisa disebabkan dengan berbagai cara. Mulai dari kecelakaan, tenggelam, penyakit, dan lainnya. Ketika Allah sudah menetapkan kematian, tidak ada seorang pun yang mampu menolaknya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam dalil tentang kematian sebagai berikut:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS Jumu’ah : 8).

Jika sudah saatnya, kematian pasti akan terjadi. Meski bersembunyi di benteng paling kuat, berobat ke rumah sakit paling mahal sekalipun, tetap saja ajal akan menjemput. Salah satu ayat yang menggambarkan hal tersebut, tertuang dalam Alquran surah An-Nisa’ ayat 78 sebagai berikut:

تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَالِ هٰٓؤُلَاۤءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

Artinya: “Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” .” (QS. An-Nisa’ : 78).

3 dari 3 halaman

Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Terdapat beberapa tanda-tanda kematian yang akan dialami seseorang sebelum kematian. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam dalil tentang kematian sebagai berikut, artinya:

Baca Juga :   How do you delete a specific node in a circular linked list?

Artinya: “Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan,” (QS As-Sajdah 11)

Adapun tanda-tanda kematian dalam Islam dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

1 Hari Sebelum Kematian

Sehari sebelum kematian, tepatnya sebelum masuk salat Asar, seseorang akan merasakan denyutan pada bagian ubun-ubun. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut tak sempat lagi melihat waktu asar keesokan harinya.

3 Hari Menjelang Kematian

Tiga hari menjelang kematian, seseorang akan merasakan denyutan di dahi, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Apabila tanda-tanda kematian dalam Islam ini dirasakan, sebaiknya menunaikan ibadah puasa pada hari itu juga. Hal ini agar perut tak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan orang lain untuk memandikan jasad orang tersebut.

7 Hari Menjelang Kematian

Tanda-tanda kematian ini hanya akan diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang diuji dengan cara sakit. Umumnya, orang yang sedang sakit tidak akan berselera makan, tiba-tiba ingin sekali untuk makan. Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian benar sudah dekat.

40 Hari Menjelang Kematian

Tanda-tanda 40 hari sebelum kematian, juga akan terjadi pada waktu Asar. Adapun tanda yang dirasakan adalah bagian pusat tubuh yang berdenyut. Hal ini menjadi pertanda bahwa daun yang tertulis nama orang tersebut dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT telah gugur.

100 Hari Menjelang Kematian

Tanda-tanda kematian juga dapat dirasakan 100 hari sebelum ajal menjemput. Biasanya, tanda-tanda ini akan dirasakan setelah masuk waktu Asar. Orang yang akan mengalami kematian akan merasakan seluruh tubuhnya menggigil dari ujung rambut sampai ujung kaki.

[jen]

Baca juga:

Sebagai pengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara

14 Oktober 2021

Kematian adalah sesuatu yang pasti, akan tetapi tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tahu kapan dirinya akan mati. Dalam Islam, dijelaskan bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, kehidupan yang kekal ada di akhirat kelak.

Sebagai umatnya yang beriman, kamu perlu menyiapkan amal sebaik-baiknya sebelum hari kematian datang. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Perbanyaklah kalian dalam mengingat penghancur segala kelezatan dunia, yaitu kematian.” (HR At-Tirmidzi).

Di dalam Alquran, sudah dijelaskan bahwa kematian adalah hal yang nyata. Kematian telah disebut dan dijelaskan di beberapa ayat Alquran. Inilah ayat Alquran mengenai kematian lengkap Arab dan terjemahannya.

unsplash.com/TheDancingRain

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Kullu man ‘alaihaa faan

Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.”

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

Wa yabqa waj-hu rabbika zul-jalali wal-ikram

Artinya: “Dan tetap kekal zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

Pixabay

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Baca Juga :   Cara mencari jumlah bilangan yang habis dibagi

Allazi khalaqal-mauta wal-hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, wa huwal-‘azizul-gafur

Artinya: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

www.duniasantri.co

وَمَا جَعَلۡنَا لِبَشَرٍ مِّنۡ قَبۡلِكَ الۡخُـلۡدَ‌ ؕ اَفَا۟ٮِٕن مِّتَّ فَهُمُ الۡخٰـلِدُوۡنَ

Wa maa ja’alnaa libasharim min qablikal khuld afaimmitta fahumul khaaliduun

Artinya: “Dan kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad) maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?”


كُلُّ نَفۡسٍ ذَآٮِٕقَةُ الۡمَوۡتِ‌ؕ وَنَبۡلُوۡكُمۡ بِالشَّرِّ وَالۡخَيۡرِ فِتۡنَةً‌  ؕ وَاِلَيۡنَا تُرۡجَعُوۡنَ

Kullu nafsin zaaa’iqatul mawt wa nabluukum bishsharri walkhairi fitnatanw wa ilainaa turja’uun

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada kami.”

iStockphoto/evrimertik

قُلۡ يَتَوَفّٰٮكُمۡ مَّلَكُ الۡمَوۡتِ الَّذِىۡ وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُوۡنَ

Qul yatawaffaakum malakul mawtil lazii wukkila bikum thumma ilaa rabbikum turja’uun

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.”

belajaralquran.com

وَ جَآءَتۡ سَكۡرَةُ الۡمَوۡتِ بِالۡحَـقِّ‌ؕ ذٰلِكَ مَا كُنۡتَ مِنۡهُ تَحِيۡدُ

Wa jaaa’at kullu nafsim ma’ahaa saaa’iqunw wa shahiid

Artinya: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.”

www.smartekselensia.net

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Ya ayyuhallazina amanuttaqullaha haqqa tuqatihi wa la tamụtunna illa wa antum muslimun

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.”

www.madaninews.id

وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ اَنۡ تَمُوۡتَ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ وَ مَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الۡاٰخِرَةِ نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ؕ وَسَنَجۡزِى الشّٰكِرِيۡنَ

Wa maa kaana linafsin an tamuuta illaa bi iznillaahi kitaabam mu’ajjalaa, wa mai yurid sawaabad dunyaa nu’tihii minhaa wa mai yurid sawaabal aakhirati nu’tihii minhaa, wa sanajzish shaakiriin

Artinya: “Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

freepik.com

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Kullu nafsin za`iqatul maut, wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamah, fa man zuhziha ‘anin-naari wa udkhilal-jannata fa qad faz, wa mal-hayatud-dun-ya illaa mata’ul-gurur

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Baca Juga :   Sebutkan kelebihan menjadi pengusaha dibandingkan menjadi karyawan PNS yang Anda ketahui

www.inews.id

قُلۡ اِنَّ الۡمَوۡتَ الَّذِىۡ تَفِرُّوۡنَ مِنۡهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيۡكُمۡ‌ ثُمَّ تُرَدُّوۡنَ اِلٰى عٰلِمِ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ

Qul innal mawtal lazii tafirruuna minhu fa innahuu mulaaqiikum summa turadduuna ilaa ‘aalimil ghaibi wash shahaadati fa yunabbi’ukum bimaa kuntum ta’maluun

Artinya: “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Shutterstock

وَلَنۡ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفۡسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا‌ؕ وَاللّٰهُ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

Wa lany yu ‘akhkhiral laahu nafsan izaa jaaa’a ajaluhaa, wallaahu khabiirum bimaa ta’maluun

Artinya: “Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”

blog.kitabisa.com

الَّذِيۡنَ تَتَوَفّٰٮهُمُ الۡمَلٰۤٮِٕكَةُ طَيِّبِيۡنَ‌ ۙ يَقُوۡلُوۡنَ سَلٰمٌ عَلَيۡكُمُۙ ادۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ

Allaziina tatawaf faahumul malaaa’ikatu taiyibiina yaquuluuna salaamun ‘alai kumud khulul jannata bimaa kuntum ta’maluun

Artinya: “(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salamun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.”

freepik.com

وَ لَوۡ تَرٰٓى اِذۡ يَتَوَفَّى الَّذِيۡنَ كَفَرُوا‌ ۙ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَضۡرِبُوۡنَ وُجُوۡهَهُمۡ وَاَدۡبَارَهُمۡۚ وَذُوۡقُوۡا عَذَابَ الۡحَرِيۡقِ

Wa law taraaa iz yatawaf fal laziina kafarul malaaa’ikatu yadribuuna wujuuhahum wa adbaarahum wa zuuquu ‘azaabal hariiq

Artinya: “Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”

Freepik

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Wa huwal-qahiru fauqa ‘ibadihi wa yursilu ‘alaikum hafazah, hatta iza ja`a ahadakumul-mautu tawaffat-hu rusuluna wa hum la yufarritun

Artinya: “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami, dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya.”

Itulah kumpulan ayat Alquran mengenai kematian lengkap dengan bahasa Arab dan terjemahannya. Seluruh makhluk di dunia ini telah ditetapkan waktu kelahiran dan kematiannya. Sebagai umat yang beriman, sudah semestinya kamu mempersiapkan sebaik-baiknya amalan, agar tidak ada penyesalan kelak. Dengan mengingat kematian, akan meningkat juga ketaqwaan dan keinginan untuk memperbaiki diri. Amin.

Baca Juga: 7 Ayat Alquran tentang Hubungan Sesama Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Baca Juga: Urutan Surat dalam Alquran Juz 30, Hafalkan dan Dibaca Saat Salat

Baca Juga: 6 Dalil Alquran tentang Hari Kiamat yang Perlu Kita Tahu dan Pahami

QS apa yang menjelaskan tentang kematian?

Posted by: pskji.org