Faktor internal yang Mempengaruhi PENETAPAN harga

Faktor internal yang Mempengaruhi PENETAPAN harga

Menjalankan bisnis memang memerlukan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah seputar penetapan harga. Kita tidak bisa sembarangan dalam menetapkan harga sebuah produk karena hal ini akan berpengaruh terhadap keuntungan atau kerugian. Salah menetapkan produk hanya akan membuat Anda merugi. Maka dari itu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi di dalam penetapan harga atau

pricing decision
. Beberapa faktor tersebut akan kami jelaskan selengkapnya di bawah ini.

Apa saja Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Harga?

Di bawah ini merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penetapan harga atau

pricing decision
:

Faktor pertama yang dapat menentukan harga adalah pertimbangan subyektif. Sebenarnya untuk faktor ini tidak mempunyai standar yang pasti. Sesuai dengan namanya, subjektif berarti memanfaatkan penilaian pribadi terhadap produk yang akan dijual. Biasanya faktor ini banyak diterapkan ketika ingin menjual barang-barang bersejarah atau bernilai seni tinggi.

Sementara itu, harga produk yang sejenis, biaya produksi, maupun biaya substitusi tidak memberikan pengaruh terhadap pricing decision. Penetapan harga tersebut hanya berdasarkan pertimbangan secara pribadi antara penjual dengan pembeli. Kita ambil contoh, harga gitar dari penyanyi legendaris Elvis Presley pasti akan mencapai ratusan juta atau bahkan milyaran dibandingkan harga sejenis. Bahkan meskipun kedua gitar tersebut mempunyai bentuk, warna, dan jenis yang sama.

Pertimbangan objektif didasarkan pada apa saja faktor yang dapat mempengaruhinya. Pertimbangan ini berlaku pada mayoritas produk dimana produk tersebut dijual. Pertimbangan ini banyak digunakan untuk produk-produk yang diproduksi dalam jumlah banyak (massal) maupun produk yang dibuat secara terus-menerus.

Terdapat dua hal dalam penentuan harga dengan berdasarkan pertimbangan objektif, yaitu:

Faktor intern (internal) merupakan faktor yang berasal dari kegiatan usaha itu sendiri yang berdampak pada penetapan harga. Pada faktor ini, penjual dapat menentukan harga dengan mempertimbangkan berbagai dampaknya. Misalnya, jika produk dijual dengan harga mahal maka keuntungan yang didapatkan lebih besar. Akan tetapi, produk tersebut berpotensi tidak laku.

Di sisi lain, ketika produk dijual dengan harga murah maka keuntungan yang akan diperoleh terbilang kecil. Akan tetapi, produk tersebut memiliki potensi yang besar untuk laku keras di pasaran. Beberapa faktor intern yang bisa mempengaruhi pricing decision antara lain :

Harga ini merupakan gabungan antara biaya yang sudah dikeluarkan dalam membuat atau menghasilkan sebuah produk. Harga pokok penjualan diperoleh dari hasil biaya produksi ditambah dengan biaya penjualan, biaya pekerja, dan biaya-biaya lainnya. Sementara itu, pada aktivitas usaha dagang harga pokok penjualan diperoleh dari biaya pengangkutan, harga beli, biaya tenaga kerja, serta beberapa biaya yang lain.

  • Waktu untuk Perputaran Modal

Untuk jangka waktu yang diperlukan pada perputaran modal berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh sebuah usaha atau bisnis  dalam beroperasi serta asal dari sumber dana yang diperoleh. Jika modal diperoleh melalui peminjaman, maka pengusaha perlu mempertimbangkan beban biaya termasuk bunga yang masuk ke dalam komponen yang wajib dihitung.

Jika pengusaha menetapkan harga rendah, maka hal ini dapat berdampak pada waktu untuk perputaran modal yang lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang semakin tinggi. Meskipun begitu, perusahaan harus tetap berhati-hati di dalam menetapkan harga. Jangan sampai harga yang ditetapkan terlalu murah karena bisa juga mengakibatkan konsumen ragu dengan kualitas dari produk yang kita tawarkan.

Baca Juga :   Berapa lama waktu olahraga dalam sehari

Untuk faktor ekstern (eksternal) adalah faktor-faktor yang ada di luar aktivitas usaha. Berbeda dengan faktor intern yang masih bisa dikendalikan oleh pengusaha, untuk faktor ekstern ini tidak dapat dikendalikan pengusaha. Pengusaha harus mampu mempertimbangkan segala faktor ekstern untuk dapat memenangkan persaingan.

Faktor ekstern dapat dibagi menjadi dua kelompok:

  1. Faktor Ekstern Bersifat Umum

Faktor yang ada di luar aktivitas usaha yang bisa mempengaruhi penetapan harga. Faktor ini berlaku secara umum terhadap kondisi penjualan. Untuk faktor ekstern yang bersifat umum antara lain :

Harga pokok yang sejenis dapat memberikan pengaruh yang cukup besar, terutama pada produk baru dan bukan produk yang memang baru ada dan masih tidak ditemukan di pasar. Jika harga pokok baru tersebut lebih mahal sementara kualitasnya masih belum diketahui, kemungkinan besar produk tersebut tidak akan laku. Seharusnya harga produk yang baru tersebut lebih rendah atau setidaknya harganya sama dengan ukuran serta kualitas yang ditawarkan.

  • Harga Pokok Pengganti (Substitusi)

Adapun yang dinamakan harga pokok pengganti merupakan produk dengan fungsi yang sama, namun memiliki kualitas yang lebih rendah. Misalnya kompor minyak tanah dengan kompor gas. Jika Anda menemukan produk pengganti mempunyai harga yang lebih rendah, sementara kualitasnya tidak jauh berbeda maka kemungkinan besar konsumen akan berpindah ke barang atau produk substitusi tersebut. Tentu saja alasan utamanya adalah untuk menghemat pengeluaran.

Selain dua faktor di atas, masih ada faktor ekstern secara umum yang juga tidak kalah penting yaitu tentang daya beli masyarakat. Permintaan harga muncul ketika didukung daya beli masyarakat yang tinggi. Toko pakaian yang ada di pusat kota akan menjual pakaian lebih mahal dibandingkan dengan tokoh pakaian yang ada di pinggiran. Pertimbangan seperti ini tentu saja karena daya beli masyarakat kota dengan di daerah tidak sama.

  • Peraturan Pemerintah. Peraturan pemerintah juga memiliki dampak yang mempengaruhi penentuan harga.

  • Penetapan harga maksimal: peraturan yang di dalamnya mengatur harga maksimal dari sebuah produk yang boleh dijual. Misalnya pemerintah memberlakukan penetapan harga maksimum pada obat

  • Penetapan harga minimal: peraturan yang di dalamnya mengatur harga minimal dari sebuah produk yang boleh dibeli. Misalnya penetapan harga minimal untuk gabah

  1. Faktor Ekstern Bersifat Khusus

Untuk faktor ekstern ini hanya akan berpengaruh terhadap penentuan harga dalam kondisi tertentu. Kondisi tersebut bisa berhubungan dengan faktor alam maupun keinginan dari penjual itu sendiri. Jika memang masih menguntungkan, maka dapat dilanjutkan asalkan juga tidak melanggar ketentuan atau aturan pemerintah.

Salah satu contoh faktor ekstern adalah letak geografis. Semakin jauh lokasi konsumen maka menyebabkan produk akan semakin mahal. Hal ini disebabkan oleh biaya distribusi yang tinggi. Peranan harga ini juga akan semakin terasa ketika periode resesi dan inflasi. Sama halnya dengan naik turunnya sebuah produk juga berpengaruh terhadap daya beli dan kepercayaan konsumen.

Baca juga

Apa Itu Kesepakatan Harga Transfer (Advance Pricing Agreement), Cara Pengukuran dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pahami Strategi-Strategi Penetapan Harga dan Manfaatnya Dalam Produksi Barang Penjualan

Cara Membuat Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk Bisnis Online

Baca Juga :   Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih sederhana

Berikut Cara Sederhana Menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan Metode Joint Cost

Apa itu Harga Keseimbangan dan Bagaimana Cara Menghitungnya

Sebuah bisnis yang dijalankan pasti memiliki strategi pemasaran tersendiri untuk melakukan jual-beli yaitu tentang  Harga dari suatu produk atau jasa. Penetapan Harga disini memiliki peranan penting dalam hal kepuasan pelanggan atau konsumen dan juga akan berpengaruh pada terjadinya kesepakatan jual beli antara konsumendan produsen. Melalui penetapan harga yang baik maka akan berpengaruh pada posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya sehingga konsumen mau mempertimbangkan apakah harga tersebut sesuai dengan kualitas barang yang di tawarkan.

Peranan harga dari suatu produk adalah sebagai nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain sesuai atau seimbang antara kualitas dan harga.

Artikel terkait: Pengertian Strategi Produk dan Konsep Siklus Hidup Produk

Istilah harga digunakan untuk memberikan nilai finansial pada suatu produk barang atau jasa.

Siswanto Sutojo (1988: 127) menyatakan harga adalah nilai tukar barang atau jasa dan berbagai macam manfaat lain yang bersangkutan dengan barang atau jasa. Bilson Simamora (2001: 195) mendefinisikan harga sebagai nilai yang dipertukarkan konsumen untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan, atau kepemilikan atas barang atau jasa.

Penetapan harga dan persaingan harga telah menjadi masalah serius bagi manajemen perusahaan dimana banyak perusahaan yang tidak mampu menangani penetapan harga dengan baik. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penetapan harga terlalu berorientasi biaya, harga yang kurang sering direvisi untuk mengantisipasi perubahan pasar, dan harga yang kurang bervariasi untuk produk-produk dan segmen pasar yang berbeda. Selain itu, menurut Hermawan Kartajaya dkk (2003: 185) perusahaan dalam menetapkan harga harus dapat menyeimbangkan antara sisi biaya dan konsumen serta menjaga konsistensi harga agar tidak membingungkan konsumen.

2. Pertimbangan penetapan harga

a. Faktor-faktor internal yang mempengaruhi keputusan penetapan harga

1)    Tujuan perusahaan; sebelum menetapkan harga, perusahaan harus memutuskan strateginya terhadap produk. Semakin jelas tujuan perusahaan, semakin mudah penetapan harga produk. Tujuan perusahaan pada umumnya antara lain:

  1. Kelangsungan hidup; tujuan ini ditetapkan perusahaan ketika menghadapi masalah kapasitas yang berlebihan, persaingan berat, atau keinginan konsumen yang berubah dengan menetapkan harga yang rendah dan berharap permintaan meningkat.
  2. Memaksimalkan laba berjalan; perusahaan mengestimasi permintaan dan biaya apa yang akan menimbulkan perbedaan harga dan memilih harga yang akan menghasilkan laba berjalan, arus kas, atau pengembalian investasi maksimum.
  3. Kepemimpinan mutu produk; pembebanan biaya menjadi tinggi untuk menutup kualitas dan biaya litbang yang tinggi.
  4. Tujuan lain; perusahaan juga bisa menggunakan harga untuk mencapai tujuan lain yang lebih spesifik. Perusahaan dapat menetapkan harga rendah untuk mencegah masuknya persaingan ke pasar atau menetapkan harga setingkat dengan pesaing untuk menstabilkan pasar.

2)    Strategi bauran pemasaran; keputusan yang dibuat untuk variabel-variabel bauran pemasaran lain dapat mempengaruhi keputusan penetapan harga.

3)    Biaya; unsur ini menciptakan landasan bagi harga yang akan dibebankan perusahaan untuk produknya. Perusahaan ingin menetapkan harga yang dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan dan memberikan tingkat pengembalian yang wajar untuk kerja keras dan risiko yang harus ditanggung perusahaan.

Baca Juga :   berapa jam perbedaan dubai dan indonesia

4)    Pertimbangan organisasional; pihak manajemen harus memutuskan siapa yang berwenang dalam menetapkan harga atas dasar kompetensi.

b. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan penetapan harga
  1. Pasar dan permintaan; biaya ditetapkan pada batas harga terendah, sedangkan pasar dan permintaan ditetapkan pada batas harga tertinggi. Pembeli konsumen dan industrial menyeimbangkan harga produk atau jasa dengan manfaat yang akan diperoleh dari kepemilikan atas produk.
  2. Harga dan tawaran pesaing; harga pesaing dan reaksi yang mungkin dilakukan pesaing terhadap tindakan perusahaan merupakan faktor yang berpengaruh dalam penetapan harga. Perusahaan perlu mempelajari harga dan mutu dari setiap tawaran pesaing.
  3. Faktor-faktor eksternal lain; ketika menetapkan harga, perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain di lingkungan eksternalnya. Kondisi ekonomi memiliki pengaruh besar pada strategi penetapan harga perusahaan. Faktor-faktor ekonomi seperti inflasi, resesi, dan tingkat bunga mempengaruhi keputusan penetapan harga karena mempengaruhi biaya produksi dan persepsi konsumen terhadap harga dan nilai produk. Faktor lainnya adalah distributor dimana perusahaan harus menetapkan harga yang memberi distributor laba yang pantas, memberikan dukungan, dan membantu menjual produk dengan efektif. Pemerintah adalah pengaruh eksternal penting lainnya pada keputusan penetapan harga. Faktor terakhir adalah struktur sosial masyarakat dimana dalam menetapkan harga, penjualan jangka pendek, pangsa pasar, dan sasaran laba perusahaan harus dilunakkan dengan pertimbangan-pertimbangan sosial yang lebih luas.

3. Pendekatan penetapan harga

Perusahaan dalam menetapkan harga harus mempertimbangkan hal-hal seperti kepekaan pasar terhadap harga, penentuan biaya produksi, analisis terhadap persaingan, dan peraturan yang berlaku. Penetapan harga dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode berikut:

  1. Penetapan harga mark-up; perusahaan melakukan mark-up terhadap biaya produk tanpa menggunakan perhitungan baku.
  2. Penetapan harga berdasarkan sasaran pengembalian (return target pricing); perusahaan menetapkan harga atas dasar tingkat pengembalian investasi yang diinginkan.
  3. Penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan pembeli atas suatu produk; perusahaan menggunakan variabel-variabel bauran pemasaran non-harga untuk membentuk nilai persepsi dalam benak pelanggan.
  4. Penetapan harga nilai; perusahaan menetapkan harga yang cukup rendah untuk penawaran produk dengan mutu bagus. Harga harus dapat mewakili suatu penawaran yang bernilai tinggi bagi konsumen.
  5. Penetapan harga sesuai harga pasar; perusahaan memutuskan untuk menetapkan harga yang sesuai harga pasar untuk menjaga eksistensi produk di pasar.
  6. Penetapan harga penawaran tertutup; perusahaan menetapkan harga berdasarkan perkiraannya tentang bagaimana kompetitor akan menetapkan harga. Metode ini biasa dilakukan pada saat perusahaan mengikuti suatu tender proyek tertentu.

Baca juga: 4 Strategi Produk Dan Cara Menciptakan Peluang Produk

Harga merupakan salah satu komponen dari sebuah produk, Dalam menentukan harga perusahaan harus bisa mimilih yang sesuai dengan pasar sehingga ketika keputusan itu tepat maka hal ini akan berdampak positih pada perusahaan dan sebaliknya. Ketika konsumen ingin membeli sebuah produk pasti mereka akan mempertimbangkan adari segi harga. Hal inilah perusahaan harus bisa menetapkan harga sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan.

Semoga artikel yang sedikit ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Faktor internal yang Mempengaruhi PENETAPAN harga

Posted by: pskji.org