كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ makna dari penggalan kalimat tersebut adalah

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ makna dari penggalan kalimat tersebut adalah

Categories:

Belajar Agama Islam

Setiap yang berjiwa itu akan merasakan apa yang namanya kematian. Meskipun dia berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kematian dengan ribuan dokter dan triliunan dolar untuk mencegah kematiannya, maka tidak akan pernah bisa.

Mengapa demikian?

Karena, kematian itu adalah sebuah ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah azza wa jalla kepada siapapun mahluk yang berjiwa. Hal ini sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur’anul karim dan tertera di banyak ayat.

Allah azza wa jalla, berfirman:

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).Lalu …Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Semoga bermanfaat untuk semakin membuat kita mengingat akan kematian yang tidak akan pernah bisa untuk dihindari.

Repost Islamkafah

Rahmatanlilalamin.or.id – Shalat tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ada…

Rahmatanlilalamin.or.id, Cara Aman Sedekah Online – Sedekah online merupakan tren baru dalam berbagi kebaikan terhadap…

Rahmatanlialamin.or.id – Seorang muslim hendaknya melaksanakan salah satu tahajud di sepertiga dan istiqamah melakukannya untuk…

Rahmatanlilalamin.or.id, Manfaat Sedekah di Hari Jumat – Islam merupakan agama yang mengajarkan kepada para pemeluknya…

Rahmatanlilalamin.or.id, Harga Hewan Qurban 2022- Menjelang hari raya Idul Adha 2022, banyak umat Islam yang…

Rahmatanlilalamin.or.id, Keutamaan Berangkat Shalat Jumat Lebih Awal – Shalat Jumat merupakan satu dari beberapa tuntunan…


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya :Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Tafsir dari Surat Ali Imran ayat 185 :

Al Muyassar :

كل نفس لا بدَّ أن تذوق الموت، وبهذا يرجع جميع الخلق إلى ربهم؛ ليحاسبهم. وإنما تُوفَّون أجوركم على أعمالكم وافية غير منقوصة يوم القيامة، فمن أكرمه ربه ونجَّاه من النار وأدخله الجنة فقد نال غاية ما يطلب. وما الحياة الدنيا إلا متعة زائلة، فلا تغترُّوا بها.

Baca Juga :   Top 8 kulot jeans wanita high waist jeans premium import terbaik 2022

Al Jalalain

«كل نفس ذائقة الموت وإنما توفَّون أجوركم» جزاء أعمالكم «يوم القيامة فمن زُحزح» بعد «عن النار وأدخل الجنة فقد فاز» نال غاية مطلوبه «وما الحياة الدنيا» أي العيش فيها «إلا متاع الغرور» الباطل يتمتع به قليلا ثم يفنى.

Al Quran Tafsir dan Terjemah Indonesia Surat Ali Imran ayat 159 فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Tafsir dari Surat Ali Imran ayat 159 : Al Muyassar : فبرحمة من الله لك ولأصحابك -أيها النبي- منَّ الله عليك فكنت رفيقًا بهم، ولو كنت سيِّئ الخُلق قاسي القلب، لانْصَرَفَ أصحابك من حولك، فلا تؤاخذهم بما كان منهم في

Al Quran Tafsir dan Terjemah Indonesia Surat Ali Imran ayat 190 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, Tafsir dari Surat Ali Imran ayat 190 : Al Muyassar : إن في خلق السموات والأرض على غير مثال سابق، وفي تعاقُب الليل والنهار، واختلافهما طولا وقِصَرًا لدلائل وبراهين عظيمة على وحدانية الله لأصحاب العقول السليمة. Al Jalalain «إن في خلق السماوات والأرض» وما فيهما من العجائب «واختلاف الليل والنهار» بالمجيء والذهاب والزيادة والنقصان «لآيات» دلالات على قدرته تعالى «لأولي الألباب» لذوي العقول.

Al Quran Tafsir dan Terjemah Indonesia Surat Al Baqarah ayat 164 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Tafsir dari Surat Al Baqarah ayat 164 : Al Muyassar : إن في

Baca Juga :   Dasar laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter disebut shelf

Keterangan Gambar :
http://bit.ly/FotoMojokCo

Dzikrul Maut

Allah azza wa jalla, berfirman:

Baca Lainnya :

�귌뤫꾔� 瑪�먜녪뫹� 碼�꾔믗끯롕댶믖べ� 碼�꾔뫹롔겟먜� 魔�롕곘먛근뫹뤫댶녪� �끯먜녪믗뉄� �곘롔��먜녪뫹롕뉄� �끯뤫꾔롔Ω귌먜듲꺳뤫끯� 麻�뤫끯뫹� 魔�뤪근롔��뫹뤫댶녪� 瑪�먜꾔롕� 晩�롔Ω꾔먜끯� 碼�꾔믖붙롕듲믖ⓜ� �댶롔Ω꾓다뫹롕뉄롔㎔��롔⒨� �곘롕듲뤫녪롔ⓜ뫹먛┽뤫꺳뤫끯� 磨�먜끯롔� �꺳뤫녪믖べ뤫끯� 魔�롔바믗끯롕꾔뤫댶녪�

��쏫atakanlah: ��쏶esungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.��� (QS. Jumu��셙h: 8).

粒�롕듲믗녪롕끯롔� 魔�롕꺳뤫댶녪뤫댵� �듲뤪��믖근먜꺳뤫꺳뤫끯� 碼�꾔믗끯롕댶믖べ� �댶롕꾔롕댶�



�꺳뤫녪믖べ뤫끯� �곘먜� 磨�뤪근뤫댵з� �끯뤪다롕듲뫹롔��롔⒨�

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.��� (QS. An Nisa���: 78).

�댶롕끯롔� 寞�롔바롕꾔믗녪롔� �꾔먛ⓜ롔다롔근� �끯먜녪� �귌롔ⓜ믗꾔먜꺳� 碼�꾔믖��뤫꾔믖���

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).��� (QS. Al Anbiya���: 34).

�꺳뤫꾔뫹� �끯롕녪� 晩�롕꾔롕듲믗뉄롔� �곘롔Ω녪� (26) �댶롕듲롔ⓜ믗귌롕� �댶롔з믗뉄� 邈�롔ⓜ뫹먜꺳� 莫�뤫� 碼�꾔믖з롕꾓Ω꾔� �댶롔Ω꾓��꺳믖근롔Ω끯� (27

)

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.��� (QS. Ar Rahman: 26-27).Lalu ��쪺etiap jiwa pasti akan merasakan kematian ���

�꺳뤫꾔뫹� �녪롕곘믖넨� 莫�롔㎔┽먜귌롔⒨� 碼�꾔믗끯롕댶믖べ�

��쏷iap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.��� (QS. Ali Imran: 185).

Buya Hamka, dengan kalam hikmahnya dalam Tasawuf Modern, salah satu buku dalam tetralogi mutiara falsafah beliau, menuliskan di antara sebab orang takut menghadapi kematian; yakni diri yang tak memahami hakikat kematian; tiada menginsafi kemana hendak pergi sesudah mati; takut akan siksa di kubur hingga neraka atas dosa yang diperbuat; juga perasaan takut, lebih tepatnya sekedar sedih hati dan enggan untuk meninggalkan anak serta hartanya.

Kemudian dibagilah keadaan manusia dalam mengingat mati menjadi tiga, ada orang yang sama sekali lupa dan abai, hingga tak mengerti hakikat mati, hingga ia sendiri yang menemuinnya.

 Ada yang senantiasa takut saja mengingat kematian itu sendiri dengan cemas atau gemetar sebab datangnya tak pernah mengingat umur, waktu serta keadaan.

 Terakhir, adalah orang yang mengingatnya dengan akal budi dan hikmah, guna mengumpulkan sebanyak-banyak bekal jika malaikat maut datang tiba-tiba.

Golongan ketiga itulah sejalan dengan  hadis yang dikisahkan Ibnu Umar, di mana Rasulullah Saw bersabda; bahwa orang mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya.

Orang yang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Mereka itulah orang-orang yang berakal.

Penggunaan kata takut mati, akan lebih baik dan indah jika diganti dengan mengingat mati, atau dzikrul maut. Sebagai seorang yang mengimani adanya kehidupan setelah dunia, Allah senantiasa mengingatkan kita untuk tiada takut dan bersedih hati.

Baca Juga :   Teknik memasak bahan makanan dalam lemak pada api besar sampai kecoklatan di sebut

Kematian dunia sesungguhnya hanyalah kematian jasad, untuk selanjutnya melanjutkan hidup di alam akhirat sesuai ganjaran perbuatan sebelumnya.

Selalu ingat mati (zikrul maut) akan merangsang kita untuk memperbanyak amal saleh.

Paling tidak, ada lima zikrul maut yang bisa kita lakukan.

Pertama, menjenguk orang sakit guna mendapatkan hikmah agar menjadi semakin sadar betapa pentingnya kesehatan itu. Dengan sakit, seseorang tidak akan bisa melakukan apa-apa, sehingga akan tertanam tekad untuk memanfaatkan masa sehat dengan banyak beribadah kepada Allah SWT. ”Barang siapa yang mengunjungi orang yang sakit, maka berserulah Malaikat dari langit. Engkau telah berbuat baik, baik pula perjalananmu, engkau akan mendiami rumah dalam surga.” (HR Ibnu Majah).

Kegiatan kedua untuk mengingat mati adalah dengan takziyah atau mendatangi orang yang meninggal. Takziyah dimaksudkan untuk mendoakan mereka yang mati, menggembirakan anggota keluarga yang ditinggal, serta ikut mengurus jenazah dengan memandikan, menshalatkan, dan menguburkannya. ”Cukuplah mati sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan.” ( HR Thabrani).

Ketiga adalah melakukan ziarah kubur. Ziarah kubur ini semula dilarang oleh Rasulullah SAW, namun kemudian dianjurkan dalam rangka zikrul maut. Ziarah kubur akan memberi kesadaran bahwa cepat atau lambat, kita pun akan seperti orang yang berada dalam kuburan itu. Masalahnya, kebahagiaan atau siksaan yang akan kita terima, sangat tergantung dari amal saleh yang kita lakukan selama hidup.

Zikrul maut keempat adalah dengan memantapkan keimanan kita akan datangnya hari kiamat atau hari akhir. Bukan seperti keyakinan orang-orang kafir yang memungkiri akan adanya hari akhirat. ”Dan mereka berkata, kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS Al-Jaatsiyah (45): 24).

Kelima adalah menghayati dalil-dalil kehidupan akhirat yang banyak tergambar dalam Alquran maupun hadis Rasulullah SAW berupa siksaan bagi yang ingkar dan balasan surga buat yang beramal saleh. ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang baru, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS An-Nisa (4): 56).

Wallahu a’lam

Nur Ngazizah

Ketua PDNA Kabupaten Purworejo, Ketua Majelis Tabligh PDA Purworejo dan Anggota Majelis Tabligh PWA Jawa Tengah.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ makna dari penggalan kalimat tersebut adalah

Posted by: pskji.org