Sebuah web yang kontennya dapat berubah-ubah dan dapat berinteraksi dengan usernya disebut?

Sebuah web yang kontennya dapat berubah-ubah dan dapat berinteraksi dengan usernya disebut?

Pengertian Web Statis dan Web Dinamis


ü




W


eb


Statis


Web statis adalah website yang mana pengguna tidak bisa mengubah konten dari web tersebut secara langsung menggunakan browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tersebut tidak memliki database, data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah sintaksnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa yang ada di web server.

Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file


HTML

 saja.


ü





Web Dinamis


Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi antara pengguna dan server sangat kompleks. Seseorang bisa mengubah konten dari halaman tertentu dengan menggunakan browser. Request (permintaan) dari pengguna dapat diproses oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut memiliki database. Web dinamis, memiliki data dan informasi yang berbeda-beda tergantung input apa yang disampaikan client. Dokumen yang sampai di client akan berbeda dengan dokumen yang ada di web server.

Contoh dari web dinamis adalah portal berita dan jejaring sosial. Lihat saja web tersebut, isinya sering diperbaharui (di-update) oleh pemilik atau penggunanya. Bahkan untuk jejaring sosial sangat sering di-update setiap harinya.


1.


Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis

  1. Interaksi antara pengunjung dan pemilik web
    Dalam web statis tidak dimungkinkan terjadinya interaksi antara pengunjung dengan pemilik web. Sementara dalam web dinamis terdapat interaksi antara pengunjung dengan pemilik web seperti memberikan komentar, transaksi online, forum, dll.
  2. Bahasa Script yang digunakan
    Web statis hanya menggunakan HTML saja, atau paling tidak bisa ditambah dengan CSS. Sedangkan web dinamis menggunakan bahasa pemrograman web yang lebih kompleks seperti PHP, ASP dan


    JavaScript

    .
  3. Penggunaan Database
    Web statis tidak menggunakan database karena tidak ada data yang perlu disimpan dan diproses. Sedangkan web dinamis menggunakan database seperti MySQL, Oracle, dll untuk menyimpan dan memroses data
  4. Konten
    Konten dalam web statis hanya diberikan oleh pemilik web dan jarang di-update, sementara konten dalam web dinamis bisa berasal dari pengunjung dan lebih sering di-update. Konten dalam web dinamis bisa diambil dari database sehingga isinya pun bisa berbeda-beda walaupun kita membuka web yang sama.


2.

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).

Secara umum memang website dibagi menjadi dua jenis, yaitu


website statis




dan


website dinamis

. Tentu terdapat kelebihan dan kekurangan terhadap dua jenis website tersebut. Berikut ini


pengertian, kelebihan dan kekurangan website dinamis

.

Baca Juga :   Berikut termasuk teknik pukulan pada beladiri pencak silat kecuali


Website Dinamis




adalah Web yang content atau isinya dapat berubah – ubah setiap saat. Karena dalam teknologi pembuatan web dinamis sudah dirancang semudah mungkin bagi user yang menggunakan web dinamis tersebut.

Untuk perubahan content atau isi dokumen dalam sebuah web dinamis dibilang mudah ketimbang web statis yang harus memiliki keahlian khusus pada bagian scripting web tersebut. Ketika kita akan mengubah content atau isi dari sebuah web dinamis kita hanya perlu masuk kebagian control panel atau bagian administrator web yang telah disediakan oleh script web dinamis.

Sebuah website dinamis biasanya dibuat menggunakan CMS (Compact Management System) tertentu dengan penyimpanan data di data base (seperti Mysql) dan Biasanya web ini tersusun dari bahasa pemograman yaitu HTML, CSS, PHP, JavaScript serta berhubungan dengan database MySQL

Contoh website dinamis adalah pada website portal berita seperti detik.com yang bisa di update kapanpun dengan mudah dan cepat.

Kelebihan Website Dinamis


1.



Konten dan layout dapat berubah-ubah.


2.



Menggunakan dynamic html (DHTML).


3.



Menggunakan pemrograman server untuk mengatur perubahan data.


4.



Dapat menggunakan CMS (content management system) untuk mengubah konten website.


5.



Konten web dan layout halaman dibuat terpisah, sehingga loading halaman lebih cepat.


6.



Dapat menggunakan database untuk menyimpan konten.


7.



Bisa mepasilitasi komunikasi dua arah antara admin dan visitor.


8.



Konten terbaru selalu berada di urutan pertama karena untuk memperjelas konten yang diupdate.

Website adalah sebuah  tampilan berkas yang berisi informasi tertentu berupa tulisan, gambar maupun video yang disusun menggunakan bahasa pemrograman web yang selanjutnya diterjemahkan oleh browser, sehingga bisa dimengerti oleh manusia sebagai pembaca informasinya.

Secara umum website dibagi menjadi dua jenis yaitu


wesite dinamis




dan


website statis

. Namun untuk kali ini saya akan menjelaskan tentang


pengertian, kelebihan dan kekurangan website statis

.


Website Statis




adalah sebuah website yang hanya mampu menampilkan front page saja atau singkatnya website yang sifatnya tetap atau tidak berubah-ubah.

Untuk mengupdate website statis, menambah content dan hal-hal yang berhubungan dengan penambahan content harus anda lakukan di lokal komputer karena website statis ini tidak memiliki halaman administrator atau lebih singkatnya website statis tidak memiliki database sebagai tempat penyimpanan content.

Bahasa pemrograman website statis biasanya menggunakan bahasa HTML dan CSS. Software yang sering di gunakan dalam membuat website statis adalah Front Page dan Dream Weaver atau dengan menulis langsung kode HTML nya di Notepad tanpa menggunakan data base seperti Mysql dan PHP.

Contoh dari web statis adalah web yang berisi profil perusahaan. Di sana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya hampir tidak pernah berubah karena konten langsung diletakan dalam file HTML saja.






Kelebihan Website Statis


1.



Tidak perlu keahlian pemrograman untuk membuat halaman statis.


2.



Dapat dilihat langsung oleh web browser tanpa membutuhkan aplikasi server.


3.



Lebih mudah untuk website development karena biasanya menggunakan bahasa pemograman HTML.

Baca Juga :   Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri teks anekdot

Kekurangan Website Statis


1.



Kontennya statis, tidak berubah-ubah.


2.



Terbatas dalam interaksi dengan pengunjung.


3.



Tidak menggunakan database.


4.



Tidak menggunakan pemrograman PHP di server.


3. A.


Pengertian LAN

 (Local Area Network)Pengertian LAN atau Local Area Network adalah suatu perangkatjaringan yang menghubungan komputer yang satu dengan komputer lainnya dengan menggunakan kabel dan router sebagai penyambungnya


B.

Metropolitan Area Network (MAN) ialah sebuahjaringan
komputer dalam suatu kota dengan transfer data yang berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai suatu lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan lain sebagainya.
Jaringan MANyaitu gabungan dari beberapa LAN

C.
Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. WAN menggunakan sarana fasilitas transmisi seperti telepon, kabel bawah laut ataupun satelit. Kecepatan transmisinya beragam dari 2Mbps, 34 Mbps, 45 Mbps, 155 Mbps, sampai 625 Mbps (atau kadang-kadang lebih). Faktor khusus yang mempengaruhi desain dan performance-nya terletak pada siklus komunikasi, seperti jaringan telepon, satelit atau komunikasi pembawa lainnya.

Pada sebagian besar WAN, komponen yang dipakai dalam berkomunikasi biasanya terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi berfungsi untuk memindahkan bit-bit dari suau komputer ke komputer lainnya, sedangkan elemen switching disini adalah sebuah komputer khusus yang digunakan untuk menghubungkan dua buah kabel transmisi atau lebih. Saat data yang dikirimkan sampai ke kabel penerima, elemen switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan paket-paket data tersebut.

Jika dilihat dari fungsinya, sebenarnya WAN tidak jauh berbeda dengan LAN. WAN juga berfungsi sama seperti LAN mengkoneksikan antar komputer, printer dan juga device lainnya dalam satu jaringan. WAN pada dasarnya adalah kumpulan LAN yang ada diberbagai lokasi. Dibutuhkan sebuah device untuk menghubungkan antara LAN dengan WAN dan device tersebut adalah router.

Kelebihan WAN Berbagi informasi/file melalui area yang lebih besar. Semua orang yang ada di jaringan ini dapat menggunakan data yang sama. Mempunyai sistem jaringan yang besar/luas sehingga mampu menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia. Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di lakukan secara cepat.

Dapat berbagi resources dengan koneksi workstations.

Kekurangan WAN Biaya operasional mahal. Dalam hal settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal. Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.

Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.’

4.
Perbedaan antara kabel STRAIGHT dan CROSS Diposkan oleh Zendy Oka / 10.40 / Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight. Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. EIA/TIA 568A — EIA/TIA 568B Kabel Straight Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya. Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6. Lebih detailnya, lihat gambar berikut : [klik untuk memperbesar] Penggunaan kabel straight : menghubungkan komputer ke port biasa di Switch. menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL. menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL. menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch. menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa Kabel crossover Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya. Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6. Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya. Penggunaan kabel crossover : menghubungkan 2 buah komputer secara langsung menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch. menghubungkan komputer ke port uplink Switch menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch Port biasa VS Port uplink Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.



Baca Juga :   Kunci Jawaban IPA Kelas 7 Semester 2 Halaman 27

Page 2

Sebuah web yang kontennya dapat berubah-ubah dan dapat berinteraksi dengan usernya disebut?

Posted by: pskji.org