Komponen biotik yang menempati tingkatan 1 pada piramida makanan adalah

Komponen biotik yang menempati tingkatan 1 pada piramida makanan adalah

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

Manfaat Piramida Makanan dalam Kehidupan, Foto: Unsplash.


Piramida

makanan

adalah sebuah materi yang ada dalam pelajaran IPA. Piramida makanan adalah gambaran susunan antar trofik dapat disusun berdasarkan kepadatan populasi, berat kering, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik. Interaksi yang terjadi dalam suatu ekosistem pada dasarnya terjadi karena satu faktor utama, yakni kebutuhan energi setiap organisme yang hidup dalam ekosistem itu. Lalu piramida makanan dapat bermanfaat untuk apa saja?


Piramida makanan juga dapat diartikan sebagai pembagian populasi pada tumbuhan, hewan atau ekosistem makhluk hidup lain kedalam sebuah bentuk piramida dengan perbandingan komposisi dengan biomassanya. Perbedaan piramida makanan dengan rantai makanan adalah piramida makanan menggambarkan interaksi komponen biotik tidak hanya sekedar peristiwa makan memakan seperti rantai makanan.


Tingkatan pada piramida makanan ini juga sering disebut dengan tingkat trofi. Semakin ke atas tingkatan piramida makanan, massanya semakin kecil. Hal ini terjadi demi pembentukan keseimbangan ekosistem. Suatu makhluk hidup dapat menempati lebih dari satu tingkatan trofik tergantung dengan sumber makanan yang mereka dapatkan.


Piramida makanan dapat bermanfaat untuk keberlangsungan ekosistem alam. Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut.

Manfaat Piramida Makanan dalam Kehidupan, Foto: Unsplash.


Sebelumnya, kamu perlu tahu bahwa jumlah populasi pada suatu tingkatan, harus lebih banyak dari tingkatan selanjutnya. Contohnya, jumlah produsen harus lebih banyak dari

konsumen

tingkat 1. Jumlah konsumen tingkat 1 harus lebih banyak dari konsumen tingkat 2, dan seterusnya.


Dikutip dalam buku

Biologi 1 Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan Smp Kelas Vii

karya Kadaryanto, dkk (2006: 169), Piramida makanan bermanfaat untuk memprediksi (memperkirakan) terjadinya keseimbangan populasi dalam suatu ekosistem.


Selain itu terdapat beberapa manfaat lain dari piramida makanan, yaitu:



1. Menggambarkan Hubungan Antar Komponen dalam Ekosistem


Hubungan atau interaksi yang ada pada suatu ekosistem dapat digambarkan melalui piramida makanan.

Piramida

makanan umumnya mampu menggambarkan hubungan antara komponen yang berperan sebagai pemakan dan komponen yang dimakan. Hal ini berkaitan dengan fungsi atau peran masing-masing komponen pada ekosistem.



2. Mengetahui Peran Komponen di dalam Ekosistem


Melalui piramida makanan akan tergambarkan peran dari masing-masing komponen yang ada pada ekosistem. Setiap tingkatan organisme pada piramida makanan memiliki peran utama yaitu mempertahankan diri untuk terus hidup dengan memanfaatkan komponen lain yang tidak hidup. Misalnya sinar matahari, air, tanah, dan lain-lain.



3. Mengetahui Tingkat Populasi dalam Ekosistem


Piramida makanan juga berfungsi menggambarkan organisme yang menempati tingkat trofik tertentu, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Umumnya organisme yang berada pada tingkat trofik terendah memiliki jumlah populasi yang lebih besar. Sementara organisme yang menempati tingkat trofik lebih tinggi jumlah populasinya lebih sedikit.



4. Mengetahui Ukuran Komponen Ekosistem


Setiap organisme yang menempati suatu tingkatan trofik memiliki ukuran yang berbeda-beda. Ukuran ini dihitung berdasarkan jumlah spesies, keanekaragaman dan penyebarannya. Dalam satu ekosistem tingkatan trofik ditempati oleh setidaknya satu organisme atau bahkan lebih dari satu.



5. Menggambarkan Perpindahan Energi pada Suatu Ekosistem


Piramida makanan seperti kita tahu pada uraian sebelumnya berkaitan dengan mangsa dan pemangsa, atau organisme yang dimakan dan organisme yang memakan. Kondisi ini selain menggambarkan interaksi dari setiap makhluk hidup yang berada di dalam suatu ekosistem, juga menggambarkan energi yang berubah dari proses memakan pada setiap tingkatan trofik.


Demikianlah manfaat dari piramida makanan. Dapat disimpulkan bahwa piramida makanan memiliki fungsi untuk memprediksi (memperkirakan) terjadinya keseimbangan populasi dalam suatu ekosistem. Dengan adanya piramida makanan maka akan lebih mudah melihat ekosistem yang ada di

alam

sekitar. Dapat melihat dengan jelas produsen dan konsumen I, II siapa saja. (Umi)

Pengertian dan contoh piramida makanan
– Piramida makanan atau sering juga disebut dengan piramida ekologi merupakan representasi grafis dari hubungan antara berbagai jenis organisme yang hidup dalam suatu ekosistem di bumi. Setiap tingkatan dalam piramida makanan itu sendiri membentuk susunan yang memiliki tingkat trofik yang berbeda-beda berdasarkan siapa yang memangsa siapa.

Baca Juga :   Alasan memilih divisi logistik dan konsumsi

Pergerakan piramida makanan sendiri mengarah ke atas, diawali oleh produsen primer atau autotrof, seperti tumbuhan dan alga yang berada di tingkatan paling bawah, diikuti oleh konsumen primer atau pemakan dari tumbuhan tingkat bawah tersebut. Selanjutnya, ada konsumen sekunder yang dimakan oleh konsumen utama, dan berlanjut secara berulang.

Artikel ini akan membahas secara lebih mendalam tentang pengertian dan contoh dari piramida makanan. Tidak hanya itu, akan disajikan juga penjelasan terkait jenis dari piramida makanan sekaligus tingkatannya. Yuk simak ulasan selengkapnya!

A. Pengertian dan Contoh Piramida Makanan

Piramida makanan adalah suatu gambaran yang menjelaskan hubungan antar komponen makhluk hidup yang ada dalam sebuah ekosistem. Piramida makanan sendiri berbeda dengan rantai makanan, piramida makanan diketahui lebih menggambarkan sebuah interaksi dari setiap komponen biotik. Hal ini tentu lebih dari sekedar suatu peristiwa makan dan dimakan yang biasa terjadi dalam sebuah rantai makanan.

Dalam sebuah ekosistem, tumbuhan memiliki tingkatan sebagai produsen yang mempunyai jumlah populasi lebih besar daripada dengan tingkat trofik lainnya. Populasi produsen harus memiliki jumlah yang lebih besar dari konsumen I, konsumen II, konsumen III hingga seterusnya sampai dengan konsumen puncak. Maka dari itu, piramida makanan merupakan gambaran dari perbedaan tingkat populasi yang ada dalam sebuah ekosistem.

Piramida makanan ini menjadi sebuah gambaran dari hubungan antar organisme pada setiap tingkat trofiknya. Hubungan atau interaksi yang terjadi antara setiap organisme dalam piramida makanan digambarkan membentuk kerucut, atau lebih mudahnya yaitu seperti bentuk piramid.

Apabila biasanya sebuah peristiwa siapa memakan siapa dalam rantai makanan menggambarkan hubungan atau interaksi predasi setiap organisme dengan satu garis lurus atau linear. Hal tersebut berbeda dengan yang terjadi pada piramida makanan. Piramida makanan lebih menggambarkan jumlah dari sebuah organisme dalam tingkat trofik dalam suatu ekosistem.

B. Jenis-Jenis Piramida Makanan

Setelah mengetahui pengertian dari piramida makanan, pada bagian ini akan dijelaskan tentang tiga jenis piramida makanan yang perlu kamu ketahui, mulai dari piramida populasi atau jumlah, piramida biomassa hingga piramida energi. Berikut ulasan selengkapnya,

Jenis piramida makanan pertama ini menggambarkan bahwa organisme yang berada pada tingkat trofik lebih rendah memiliki jumlah atau populasi yang lebih besar daripada organisme lain yang berada di tingkat trofik lebih tinggi. Piramida populasi ini sendiri ditempati oleh organisme sebagai produsen yang memiliki jumlah populasi yang lebih besar.

Sementara itu, ujung dari piramida populasi ini cenderung dihuni oleh beberapa jenis individu sebagai konsumen puncak. Maka dari itu, antara puncak dan bawah terdapat beberapa jenis tingkatan konsumen. Jumlah populasi dari konsumen I sendiri diketahui lebih besar daripada jumlah populasi dari konsumen II. Hal ini juga menjadikan konsumen II memiliki jumlah populasi yang lebih besar dibandingkan dengan konsumen III.

Piramida populasi ini bisa dikatakan sebagai penyeimbang dari jumlah populasi setiap organisme. Hal ini dikarenakan sudah menjadi sifat alami sebuah organisme yang menjadi mangsa memiliki jumlah populasi lebih besar dibandingkan dengan organisme pemangsa. Alhasil, sumber makanan dari organisme pemangsa tidak akan habis. Namun, apabila terjadi hal sebaliknya yang mana jumlah pemangsa lebih besar, tentu saja bakal menjadikan suatu organisme menjadi punah atau musnah.

2. Piramida Biomassa

Apabila piramida populasi dapat menggambarkan jumlah organisme pada setiap tingka trofik, piramida biomassa lebih menunjukkan massa total organisme yang ada di setiap tingkat trofik. Pada piramida biomassa ini, setiap tingkat trofik dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah individu di tingkat trofik dengan massa rata-rata satu individu di area tertentu.

Piramida biomassa ini bisa dikatakan sebagai jenis piramida makanan yang mampu memecahkan berbagai masalah dari piramida populasi. Hal ini dikarenakan piramida ini mampu menggambarkan representasi yang lebih akurat berdasarkan jumlah energi yang dimiliki oleh setiap tingkat trofik.

Baca Juga :   Contoh topik sejarah yang diakronik ditunjukkan oleh nomor

Meskipun begitu, piramida biomassa tetap memiliki keterbatasannya sendiri. Misalnya saja, waktu pengumpulan data menjadi sangat penting dikarenakan spesies yang berbeda diketahui memiliki musim kawin yang berbeda pula. Tidak hanya itu, piramida ini juga biasanya tidak mungkin mengukur massa setiap organisme, tetapi hanya berdasarkan sampel yang diambil. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan ketidakakuratan data.

Contoh yang bisa dilihat yaitu sebuah rumput sebagai produsen berada di posisi paling bawah. Selanjutnya, di atas rumput ada konsumen pertama yaitu beberapa jenis herbivora pemakan rumput, seperti kambing, sapi, kelinci, dan lain sebagainya. Kemudian, di atas konsumen pertama ada konsumen kedua yang merupakan hewan pemakan daging, seperti rubah. Berikutnya, sampailah pada puncak piramida yang diduduki oleh konsumen tersier, yaitu singa atau harimau.

Selain itu, ada dua jenis piramida biomassa yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

a. Piramida tegak adalah piramida yang massa gabungan dari berbagai jenis produsen lebih besar dibandingkan dengan massa gabungan dari setiap tingkatan konsumennya. Piramida tegak sendiri memiliki kecenderungan untuk menjadi representasi dari suatu ekosistem darat.

b. Piramida terbalik merupakan piramida yang menggambarkan massa gabungan dari berbagai jenis produsen yang lebih kecil dari massa gabungan dari konsumennya. Sebagai contoh yakni ekosistem perairan.

3. Piramida Energi

Piramida energi bisa dikatakan sebagai jenis piramida yang lebih akurat dibandingkan dengan dua jenis piramida makanan sebelumnya. Piramida yang sering juga disebut sebagai piramida produktivitas ini melihat jumlah total energi yang ada pada setiap tingkat trofik. Tidak hanya itu, piramida energi juga melihat hilangnya energi yang ada di antara tingkat trofik.

Maka dari itu, piramida energi sendiri dapat dipahami bahwa semakin tinggi tingkat trofiknya, maka jumlah energi akan semakin mengecil. Hal ini tentu saja menjadi produsen sebagai tingkat trofik pertama memiliki energi yang lebih besar daripada beberapa jenis konsumen yang berada di tingkat trofik yang lebih tinggi.

Perlu diketahui bahwa semakin mengecilnya jumlah energi pada setiap trofik disebabkan oleh adanya beberapa hal, di antaranya yaitu:

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA
koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital
SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

– Hanya sebagian makanan tertentu saja yang bisa dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.

– Tidak semua makanan yang dimakan bisa dicerna melainkan dikeluarkan menjadi kotoran.

– Sebagian makanan yang dimakan dicerna menjadi bagian dari tubuh organisme,

– sedangkan pada sisanya sebagai sumber energi.

Ide piramida energi sendiri mengacu pada Hukum Sepuluh Persen dari Lindeman. Dalam Hukum Sepuluh Persen Lindeman tersebut dapat dikatakan bahwa ada sekitar 10 persen energi di tingkat trofik yang bisa digunakan dalam menciptakan biomassa. Hal ini berarti, ada sekitar 10 persen energi yang akan digunakan untuk membuat jaringan, mulai dari batang, daun, otot, dan masih banyak lagi pada tingkat trofik berikutnya.

Semenatra itu, sisa dari energi tersebut dimanfaatkan dalam respirasi, berburu, dan berbagai kegiatan lain atau hilang di lingkungan sebagai panas. Hal ini tentu menjadi menarik, ada sebuah racun yang dilewatkan ke piramida dengan sangat efisien atau sama halnya dengan piramida makanan.

Piramida energi bisa disebut sebagai piramida yang paling banyak digunakan saat ini dibandingkan dua jenis piramida sebelumnya. Alasannya tentu saja karena piramida ini mampu mempelajari aliran energi dalam suatu ekosistem dari waktu ke waktu.

Matahari sebagai sumber utama dari semua energi telah masuk dalam diagram piramida energi. Selain itu, pengurai seperti bakteri dan jamur juga sudah masuk ke dalam diagram sebagai pemeroleh nutrisi dan energi dari semua tingkat trofik. Misalnya saja seperti, memecah organisme yang mati atau membusuk. Nutrisi dari matahari atau bakteri dan jamur pada akhirnya akan kembali ke tanah dan diambil oleh tanaman.

Baca Juga :   Unsur unsur visual yang ada di dalam komik antara lain ilustrasi layout sudut pandang kamera

C. Contoh Piramida Makanan

Berikut adalah contoh piramida makanan yang ada di perairan, yaitu:

1. Phytoplankton

Phytoplankton atau dapat disebut juga plankton memiliki peran sebagai suatu produsen. Hal ini dikarenakan plankton bisa melakukan fotosintesis sekaligus menghasilkan suatu cadangan makanan di perairan.

2. Ikan

Selanjutnya, ikan merupakan konsumen tingkat 1 di perairan. Ikan sendiri dapat memakan semua phytoplankton atau plankton sebagai makanannya.

3. Anjing laut

Kemudian, anjing laut menempati konsumen tingkat 2 yang ada di perairan. Anjing laut sendiri dapat akan memakan ikan sebagai makanannya.

4. Paus pembunuh

Dan, paus pembunuh bisa disebut sebagai konsumen tingkat 3 atau tingkat akhir karena bisa menjadikan anjing laut sebagai salah satu makanannya. Paus pembunuh sendiri merupakan jenis puas yang termasuk ke dalam golongan konsumen tingkat akhir atau puncak.

D. Tingkatan Dalam Piramida Makanan

Piramida makanan yang biasa digunakan di Indonesia terdiri dari 5 tingkatan makanan dan minuman. Tingkatan tersebut pada dasarnya telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh manusia serta 1 Tingkat pondasi hidup sehat. Misalnya saja seperti, olahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang ideal.

Nah, berikut ini adalah gambar piramida makanan untuk menjaga keseimbangan Gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita

1. Tingkat Pertama

Tingkat Pertama atau tingkat dasar adalah dalam piramida makanan sehat adalah menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga. Kedua unsur tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup sehat kita. Salah satu alasan akan pentingnya olahraga adalah dengan menggunakan aturan sederhana seperti dibawah ini :

“Perubahan Berat Badan sama dengan Kalori yang masuk dikurangi dengan Kalori yang keluar”

Dengan berolahraga kita dapat membakar kalori yang kita konsumsi dan menjaga tubuh tetap berada di berat badan yang ideal. Makan lebih banyak daripada yang dibakar akan menyebabkan pertambahan lemak dan berat badan sehingga menimbulkan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan tersebut.

2. Tingkat Kedua

Air memegangkan peranan yang sangat penting dalam tubuh manusia. Dalam tubuh manusia, air berfungsi sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lainnya dan sebagai pembantu dalam proses pencernaan. Dalam satu hari, tubuh kita memerlukan 8 gelas air atau setara dengan 2 liter air.

3. Tingkat Ketiga

Tingkat ketiga adalah makanan-makanan yang merupakan sumber karbohidrat tinggi seperti Nasi, Kentang, Roti, Biskuit, Jagung dan Ubi. Makanan-makanan tersebut biasanya disebut dengan makanan pokok yang biasanya dikonsumsi 3 hingga 8 porsi sehari.

4. Tingkat Keempat

Tingkat keempat dari Piramida Makanan adalah sayur-sayuran dan buah-buahan yang merupakan sumber serat, vitamin dan mineral. Sayur-sayuran sebaiknya dikonsumsi 3 hingga 5 porsi sedangkan buah-buah dapat dikonsumsi 2 sampai 3 porsi sehari.

5. Tingkat Kelima

Tingkat kelima adalah makanan-makanan yang merupakan sumber protein baik protein nabati maupun protein hewani. Protein Nabati adalah protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti Kacang-kacangan dan makanan olahannya (tempe, tahu).

Sedangkan Protein Hewani adalah Protein yang didapat dari hewan diantaranya seperti daging sapi, ikan, ayam, telur dan produk-produk susu. Makanan-makanan yang berprotein (nabati dan hewani) sebaiknya dikonsumsi 2 hingga 3 porsi setiap hari.

6. Tingkat Tertinggi (Puncak)

Tingkat Tertinggi atau posisi Puncak merupakan makanan-makanan yang tingkat konsumsinya harus dibatasi. Hal ini dikarenakan tingkat kebutuhan tubuh akan makanan-makanan tersebut sangat rendah. Makanan-makanan tersebut diantaranya adalah Garam, Gula dan Minyak.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Komponen biotik yang menempati tingkatan 1 pada piramida makanan adalah

Posted by: pskji.org