Apa wujud akulturasi kebudayaan Nusantara dengan kebudayaan Hindu Budha di bidang seni budaya?

Apa wujud akulturasi kebudayaan Nusantara dengan kebudayaan Hindu Budha di bidang seni budaya?

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Candi merupakan salah satu seni bangunan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Hindu-Buddha

adjar.id
– Adjarian masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia pada zaman dahulu menyebabkan akulturasi kebudayaan dengan masyarakat Indonesia.

Akulturasi kebudayaan adalah proses percampuran unsur-unsur kebudayaan dari satu kebudayaan dengan kebudayaan lain yang membentuk kebudayaan baru.

Kebudayaan baru tersebut tidak menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya.

Baca Juga: Jenis-Jenis Substansi Kebudayaan di dalam Kehidupan Masyarakat

Maka dari itu, agar dapat berakulturasi setiap kebudayaan harus seimbang.

Begitu juga dengan kebudayaan Hindu-Buddha yang berasal dari India dengan kebudayaan asli Indonesia.

Akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli Indonesia dapat kita lihat dari seni bangunan.

Yuk, kita simak seni bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia dengan Hindu-Buddha di bawah ini!

“Akulturasi kebudayaan merupakan percampuran dua kebudayaan yang berbeda tanpa meninggalkan bentuk asli kebudayaan asal.”


Page 2

Candi merupakan salah satu seni bangunan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Hindu-Buddha
(pxhere)

Bentuk-Bentuk Akulturasi Kebudayaan

1. Seni Bangunan

Adjarian pernah melihat candi, seperti Candi Borobudur yang masuk ke dalam 7 keajiban dunia?

Nah, bentuk bangunan candi di Indonesia adalah bentuk akulturasi kebudayaan antara unsur-unsur Hindu-Buddha dengan unsur budaya Indonesia asli.

Bangunan candi yang megah, juga ada patung-patung perwujudan para dewa, serta bagian candi dan stupa merupakan unsur dari India.

Sedangkan bentuk candi yang berbentuk punden berundak merupakan unsur asli Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Majapahit, Kerajaan Terbesar di Indonesia Mulai dari Masa Kejayaan sampai Kehancuran

2. Seni Ukir dan Seni Rupa

Relief pada candi merupakan salah satu bentuk seni ukir.
(pxhere)

Pangaruh kebudayaan India juga membawa perkembangan dalam bidang seni ukir yang di mana kita bisa melihatnya dari relief-relief pada candi.

Misalnya pada relief yang ada pada dinding pagar langkan di Candi Borobudur, merupakan pahatan riwayat Sang Buddha.

Penggambaran mengenai sekitar Sang Buddha yang terdapat alam Indonesia seperti burung merpati dan rumah panggung, merupakan akulturasi kebudayaan keduanya.

“Candi merupakan bangunan hasil akulturasi kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan Hindu-Buddha.”


Page 3

Candi merupakan salah satu seni bangunan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Hindu-Buddha
(pxhere)

3. Seni Sastra dan Aksara

Seni sastra Indonesia juga tidak ketinggalan dari pengaruh India.

Pada waktu itu, seni sastra ada yang berbentuk prosa dan tembang atau puisi.

O iya, berdasarkan isinya, seni sastra terbagi menjadi tiga, yaitu tutur (pitutur kitab keagamaan), kitab hukum, dan wiracarita (kepahlawanan).

Baca Juga :   Dalam kehidupan sosial budaya nilai-nilai pancasila yang masih berkembang sampai sekarang adalah

Contoh wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu kitab Ramayana dan Mahabarata, yang kemudian memunculkan wiracarita hasil gubahan dari pujangga Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Buleleng dan Penyebab Runtuhnya Kerajaan Buleleng

Gubahan tersebut berupa kitab Baratayuda karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

Seni sastra yang semakin berkembang membuat lahirnya seni pertunjukan wayang kulit di Indonesia yang bersumber dari kitab Mahabarata dan Ramayana.

Selain itu, muncul tokoh-tokoh pewayangan khas Indonesia, misalnya tokoh punakawan seperti Gareng, Semar, dan Petruk, yang tidak ada di India.

Perkembangan seni sastra sangat cepat di dudukung oleh penggunaan huruf pallawa, di mana ditemukan karya sastra Jawa Kuno.

“Kitab Ramayana dan Mahabarata menjadi awalan lahirnya pertunjukkan wayang kulit di Indonesia.”


Page 4

Candi merupakan salah satu seni bangunan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Hindu-Buddha
(pxhere)

4. Sistem Kepercayaan

Pada masa praaksara, orang-orang di kepulauan Indonesia sudah mengenal simbol-simbol filosofis.

Seperti saat ada orang meninggal, di dalam kuburnya disertakan benda-benda.

Selain itu, masyarakat tersebut juga sudah percaya tentang adanya kehidupan sesudah kematian, yaitu sebagai roh halus.

Oleh karena itu Adjarian, roh nenek moyang dipuja oleh yang masih hidup, di mana kita mengenalnya dengan kepercayaan animisme.

Baca Juga: Mengenal Hikayat: Pengertian, Contoh, dan Karakteristik Hikayat

Setelah masuknya India kepercayaan tersebut tidak punah, hal ini dapat kita lihat dari fungsi candi.

Fungsi candi di India adalah untuk pemujaan, sedangkan diIndonesia, selain untuk pemujaan, candi juga dijadikan sebagai makam raja.

Hal ini terlihat dari peripih tempat penyimpanan abu jenazah raja, didirikan patung raja dalam bentuk mirip dewa yang dipujanya.

Ini merupakan perpaduan fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.

“Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan sama seperti yang ada di Indonesia.”


Page 5

Candi merupakan salah satu seni bangunan hasil akulturasi budaya Indonesia dan Hindu-Buddha
(pxhere)

5. Sistem Pemerintahan

Datangnya pengaruh dari India di Indonesia, sistem pemerintahan menjadi berubah dan lebih sederhana.

Pemerintahan yang dimaksud adalah semacam pemerintah di suatu desa atau daerah tertentu.

Dahulu rakyat mengangkat seorang pemimpin atau kepala suka, di mana yang dipilih adalah orang yang senior dan dapat membimbing.

Baca Juga: Mengenal Kain Tenun Nusantara serta Jenis Tenun Ikat dan Tenun Songket

Selain itu seorang pimpinan pemerintah juga memiliki kelebihan, seperti dalam bidang ekonomi, berwibawa dan memiliki semacam kesaktian.

Tetapi dengan masuknya pengaruh India, maka pemimpin tadi diubah menjadi raja dan wilayahnya disebut dengan kerajaan.

Nah Adjarian itu tadi bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu-Buddha.

Baca Juga :   Persamaan garis yang melalui titik (2 4 dan sejajar dengan garis y 4x 3 adalah)

Sekarang, yuk coba jawab pertanyaan di bawah ini!

Pertanyaan

Contoh seni ukir yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budda adalah?

Petunjuk: Cek halaman 2.

Akulturasi kebudayaan merupakan suatu proses percampuran diantara unsur-unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan lainnya, sehingga menghasilkan kebudayaan baru, Kebudayaan baru yang menjadi hasil percampuran, tersebut masing-masing tidak kehilangan ciri khas / kepribadian nya. Oleh karena nya, untuk dapat berakulturasi, tiap-tiap kebudayaan harus seimbang. Begitu pula untuk
Akulturasi kebudayaan Hindu-Budha dari India dengan kebudayaan Lokal asli Indonesia.

7
Contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu Budha
dengan kebudayaan Lokal asli Indonesia adalah sebagai berikut:

Relief Candi Borobudur


Adanya pengaruh dari India tentu saja membawa perkembangan di dalam bidang Seni Rupa, ukir maupun pahat. Hal ini kenyataannya bisa disaksikan pada seni ukir atau relief-relief yang dipahat di bagian dinding candi. MisalkanRelief yang dipahat pada Candi Borobudur
yang berupa pahatan riwayat sang Buddha.

Candi Borobudur

Bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah bentuk akulturasi antara unsur budaya Hindu Budha dengan budaya Lokal asli Indonesia. Bangunan yang megah, patung-patung perwujudan Buddha / dewa, serta bagian dari stupa dan candi merupakan unsur-unsur dari India. Bentuk candi di Indonesia pada hakikatnya merupakan punden berundak yang tidak lain merupakan unsur asli Indonesia.
Candi Borobudur adalah salah satu dari contoh akulturasi
tersebut.

Baca Juga:Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Baca Juga:Sejarah Kerajaan Majapahit

Masuknya budaya India di Indonesia membawa pengaruh perkembangan seni sastra yang cukup besar di Indonesia. Seni Sastra pada masa itu ada yang berbentuk puisi dan ada juga yang berbentuk prosa. dilihar dari isinya, kesusastraan dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Kitab hukum
  • Tutur (Pitutur kitab keagamaan)
  • Wiracarita (Kepahlawanan)

Bentuk wiracarita sangat populer di Indonesia. Misal seperti Bharatayuda, yang digubah Mpu Panuluh dan Mpu Sedah.

Wayang Kulit

Karya Sastra yang semakin berkembang terutama yang bersumber dari Ramayana dan Mahabharata ini, yang telah memunculkan seni pertunjukan
wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit yang ada di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sudah sangat mendarah familiar. Cerita di dalam pertunjukan wayang kulit ini berasal dari India, namun wayangnya berasal dari Indonesia asli.

JLA Brandes berpendapat bahwa Gamelan adalah salah satu instrumen diantara seni pertunjukan asil yang dimiliki oleh Indonesia sebelum unsur-unsur budaya dari India masuk. Selama berabad-abad, gamelan telah mengalami perkembangan dengan masuknya unsur budaya baru baik pada segi bentuk maupun kualitas.

Macam-macam gamelan itu sendiri dapat dikelompokkan dalam:

  • Xylophones
  • Chordophones
  • Membranophones
  • Aerophones
  • Tidophones

Sejak masa pra aksara, masyarakat di Kepulauan Indonesia sudah mengenali adanya simbol-simbol yang bermakna filosofis. misalnya jika terddapat orang yang meninggal, di dalam kuburnya disertai dengan beberapa benda. Diantara benda tersebut biasanya terdapat lukisan orang yang sedang naik perahu, yang bermakna bahwa orang yang telah wafat, rohnya akan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan yang membahagiakan yakni alam baka.

Baca Juga :   Manusia pertama yang berhasil mendarat di bulan adalah

Baca Juga:Heboh, Gambar Hujan Yang Ditangkap Oleh Kamera dari atas Pesawat

Masyarakat pada kala itu sudah percaya bahwa adanya kehidupan setelah mati yakni sebagai roh-roh halus. Maka, roh nenek moyang mereka dipuja oleh orang yang masih hidup.

Sesudah Masuknya pengaruh India, kepercayaan atas roh halus tidak hilang. Contohnya bisa dilihat pada fungsi candi. Fungsi kuil atau candi di India ialah sebagai tempat pemujaan. Sedang Di Indonesia, di samping sebagai tempat pemujaan, candi juga sebagai makam raja atau untuk menyimpan abu jenazah raja yang sudah meninggal. Hal Ini jelas sebagai perpaduan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman serta pemujaan roh nenek moyang yang sudah ada di Indonesia.

Bangunan keagamaan seperti candi sangat dikenal pada masa Hindu Budha. Hal tersebut terlihat jelas di mana pada sosok bangunan sakral peninggalan Hindu, seperti Cadi Gedungsongo maupun Candi Sewu.

Baca Juga:Sejarah Lengkap Kerajaan Mataram Islam (Kesultanan Mataram)

Bangunan pertapaan wihara juga merupakan bangunan yang berundak. Terlihat di beberapa Candi Tikus, Candi Jalatunda, dan Candi Plaosan.

Bangunan suci berundak tersebut sebenarnya telah berkembang pada zaman pra aksara, yang menggambarkan alam semesta yang bertingkat. Tingkat paling atas adalah tempat semayam para roh leluhur (nenek moyang).

Sesudah datangnya Budaya India di Indonesia, dikenal adanya sistem pemerintahan secara sederhana. Pemerintahan yang dimaksud ialah semacam pemerintah di suatu daerah tertentu (seperti desa). Rakyat mengangkat seorang
kepala suku (pemimpin). Orang yang dipilih sebagai kepala suku biasanya orang yang sudah tua (senior) dapat membimbing, berwibawa, arif, memiliki kelebihan tertentu seperti di bidang ekonomi dan biasanya dianggap mempunyai semacam kekuatan gaib atau kesaktian.

Sesudah pengaruh budaya India masuk, maka pemimpin tadi diubah menjadi raja kemudian wilayahnya disebut sebagai wilayah kerajaan. Contoh nya seperti di Kutai.

Sekian Artikel mengenai
Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu Budha, Sejatinya Pengaruh kebudayaan Hindu Budha hanya bersifat saling melengkapi dengan kebudayaan lokal yang telah ada di Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat markijar, baik itu mengetahui Manfaat Akulturasi Kebudayaan Nusantara, Manfaat Akulturasi Kebudayaan Hindu Budha atau Contoh hasil akulturasi kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia.

Apa wujud akulturasi kebudayaan Nusantara dengan kebudayaan Hindu Budha di bidang seni budaya?

Posted by: pskji.org