Apa fungsi wallet pada aplikasi ovo

Apa fungsi wallet pada aplikasi ovo


Oleh:

Bisnis/Rachman
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).


Bisnis.com,
JAKARTA – E-wallet Ovo berada di peringkat pertama sebagai dompet digital dari sisi pengguna aktif, dibandingkan dengan Gopay, ShopeePay, Dana, dan LinkAja.

Melansir Techinasia.com, Selasa (7/9/2021), berdasarkan penelitian Kadence International yang berbasis di London diperoleh bahwa Ovo menjadi perusahaan pembayaran digital pertama di Indonesia dengan persentase jumlah pengguna sebesar 71 persen, dan brand awareness mencapai 96 persen.

Ovo mengungguli Gopay, yang berada di posisi kedua dengan jumlah pengguna aktif 64 persen dan brand awareness mencapai persentase 95 persen.


Dari penelitian tersebut, Ovo menjadi metode pembayaran yang paling terkenal untuk pemesanan makanan melalui daring dan juga paling sering digunakan untuk pembayaran transaksi offline seperti penjual street food dan warung.

Namun disamping itu, ShopeePay memimpin di kategori belanja daring dikarenakan berintegrasinya dengan Shopee, dimana banyak memberikan penawaran promosi dan cashback, yang banyak disebutkan oleh para pengguna aplikasi Shopee tersebut.

Kandence International menambahkan, “Ovo lebih disukai oleh para pengguna dengan rentang usia 25-45 tahun, tanpa memandang jenis kelaminnya,” ungkapnya.

Sedangkan pengguna GoPay dan ShopeePay menjadi pilihan aplikasi pembayaran bagi pengguna diantara usia 18-24 tahun, dengan kebanyakan pengguna GoPay ialah laki-laki dan mayoritas pengguna ShopeePay adalah wanita.

Sebagai informasi, seluruh data survei penelitian ini berasal dari survei yang dilakukan sejak beberapa bulan lalu, di enam kota besar di Indonesia. Pada saat itu ketika Tokopedia masih menggunakan Ovo sebagai metode pembayaran utama, yang kini berencana untuk menggantinya dengan GoPay di masa mendatang setelah merger dengan Gojek.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor: Novita Sari Simamora

Lihat Foto

shutterstock

ilustrasi dompet digital

KOMPAS.com
– Pembayaran menggunakan dompet digital saat ini sudah banyak diterapkan oleh beberapa tempat makan atau ritel modern.

Tetapi, beberapa pengguna belum menyadari jika ada sejumlah keuntungan jika melakukan upgrade akun e-wallet dari basic atau dasar ke versi yang lebih tinggi.

Salah satunya, jumlah diskon yang didapatkan lebih besar, bisa saling kirim saldo antar pengguna dompet digital, maupun mengirimkan saldo ke rekening bank.

Baca Juga :   Zat Gizi Makanan Yang Merupakan Unsur Pembangun Bagi Tubuh Yaitu

Fitur untuk mengirimkan saldo ke rekening bank inilah yang dibutuhkan bagi peserta Kartu Prakerja guna mencairkan insentif.

Lantas, bagaimana cara untuk upgrade akun e-wallet?

Baca juga: Milenial dan Generasi Z, Mana yang Lebih Suka Pakai Dompet Digital?

Cara upgrade akun dompet digital

Berikut tahapan yang harus dilakukan untuk upgrade akun e-wallet di sejumlah layanan dompet digital:

OVO

Untuk meng-upgrade akun menjadi OVO premier, yang diperlukan hanyalah KTP.

Berikut cara meng-upgrade ke OVO Premier:

1. Klik tombol “OVO ID” di menu utama

2. Selanjutnya, klik tombol “Upgrade”

3. Klik tombol “Upgrade Sekarang”

4. Pilih “Upgrade Online”

5. Klik tombol “Mulai” untuk memulai upgrade

Baca juga: Cara Cairkan Saldo Kartu Prakerja lewat GoPay, BNI, OVO, dan LinkAja

GoPay


Reading Time:

4
minutes

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, masyarakat dituntut untuk mengikuti tren-tren yang ada saat ini. Salah satunya adalah melalui teknologi e-wallet. Apa itu e-wallet? Secara garis besar, e-wallet adalah dompet digital yang berfungsi sebagai alat transaksi terintegrasi. Untuk selengkapnya, simak artikel berikut ini!

Baca juga: Apa itu Uang Elektronik?

Dilansir dari Investopedia,
e-wallet adalah
layanan elektronik yang berperan dalam proses penyimpanan data sekaligus berfungsi sebagai instrumen pembayaran.

E-wallet sering pula disebut sebagai dompet elektronik atau dompet digital. Teknologi ini berupa program aplikasi atau layanan yang dibuat untuk menyimpan dana digital serta riwayat berbagai transaksi. Selain itu, e-wallet juga bisa digunakan untuk bertransaksi secara online antara pengguna satu dan lainnya.

E-wallet mulai berkembang seiring menjamurnya startup financial technology alias fintech di Tanah Air. Bahkan, pemerintah pun turut menerbitkan sejumlah peraturan yang bertujuan untuk mengatur legalitas segala bentuk transaksi digital. Tujuannya agar para pengguna bisa lebih mudah beradaptasi dengan teknologi di zaman serba digital seperti sekarang.

Sistem transaksi e-wallet sebenarnya sangatlah sederhana. Kamu bisa melakukan berbagai transaksi pembayaran cukup dengan menggunakan akun yang telah dilakukan top up atau pengisian saldo.

E-Wallet  juga memungkinkan kamu sebagai pengguna untuk melakukan pembayaran online secara nyaman dan aman. Pasalnya, kamu bisa menerima sekaligus mengirim uang cukup dengan mencantumkan nomor telepon yang dituju. Biasanya akun e-wallet adalah nomor telepon yang didaftarkan oleh pengguna.

Ketika ingin melakukan pembayaran offline, maka kamu hanya perlu memindai barcode yang tersedia di merchant. Cukup mudah, bukan?

Baca Juga :   Simpangan baku dari data tersebut adalah

Beberapa
contoh e-wallet
di bawah ini cukup populer di Indonesia dan pastinya tidak asing lagi bagi kamu.

Contoh e-wallet yang pertama adalah DANA. Rilis pada tahun 2018, DANA merupakan aplikasi e-wallet yang tercipta berkat kerjasama antara Emtek Group dengan Ant Financial. Selain menawarkan banyak kemudahan, DANA juga bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi mulai dari pembelian barang di marketplace hingga deposit rupiah di Pintu yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi dan trading kripto.

Seperti yang telah kamu ketahui, GoPay merupakan salah satu e-wallet yang tersedia dalam aplikasi GoJek. Selain digunakan sebagai fitur pembayaran untuk berbagai layanan di aplikasi GoJek, GoPay juga bisa digunakan di berbagai online marketplace maupun metode pembayaran digital di gerai-gerai offline yang bekerjasama dengannya.

Pada tahun 2019 lalu, aplikasi LinkAja menduduki peringkat empat sebagai penyedia layanan e-wallet dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia. Perlu diketahui pula, bahwa LinkAja merupakan salah satu e-wallet hasil merger beberapa perusahaan BUMN seperti Unikqu, T-Bank, T-Cash, T-Money, dan Mandiri e-cash.

Meski data yang dihimpun iPrice menunjukkan, bahwa OVO tengah mengalami penurunan pengguna di tahun 2018, nyatanya di tahun 2019 OVO kembali menduduki peringkat kedua.

Hal ini tidak mengherankan jika mengingat OVO telah bekerja sama dengan berbagai merchant yang menawarkan promo cashback menarik bagi para penggunanya.

Pada tahun 2018 lalu, iSaku berhasil menempati posisi keempat sebagai e-wallet yang paling banyak digunakan di Indonesia. Salah satu kelebihan iSaku sendiri adalah kemudahan penarikan uang tunai di berbagai cabang indomaret.

Berikutnya adalah Jenius yang terus mengalami peningkatan jumlah pengguna sejak kuartal keempat di tahun 2018. Bukan hanya sekedar digunakan untuk bertransaksi jual beli, Jenius juga bisa digunakan untuk kegiatan perbankan secara digital. Artinya, kamu juga bisa menabung dengan aplikasi super praktis satu ini.

Setelah mengetahui secara detail apa itu e-wallet, cara menggunakan, dan beberapa contoh yang paling populer di Indonesia, sekarang waktunya kamu memahami cara membuat e-wallet secara mudah.

Sebenarnya, cara daftar e-wallet pada tiap aplikasi berbeda-beda. Akan tetapi, proses pendaftaran secara umum bisa dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

  • Menentukan dan mengunduh aplikasi e-wallet yang ingin digunakan sesuai kebutuhan.
  • Menyiapkan nomor ponsel pribadi dan juga email aktif.
  • Buka aplikasi e-wallet yang telah diunduh dan masukkan nomor ponsel.
  • Isi data pribadi secara valid, seperti nama lengkap, alamat, dan sebagainya. Lalu, klik daftar untuk mendapat kode OTP dan masuk dalam tahapan verifikasi.
  • Jika verifikasi berhasil, maka artinya akun e-wallet sudah selesai dibuat dan dapat digunakan untuk berbagai transaksi.
Baca Juga :   Yandex russia video bokeh museum 2021 asli indonesia

Meski sama-sama digunakan untuk transaksi digital, namun ternyata e-wallet dan e-money memiliki cukup banyak perbedaan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Perbedaan pertama ada pada teknologi yang digunakan. Secara umum, e-wallet memanfaatkan teknologi berbasis server yang kemudian dieksekusi dengan penggunaan aplikasi tertentu. Sementara e-money lebih memanfaatkan sistem berbasis chip yang ditanam di sebuah kartu dengan ukuran sebesar kartu ATM.

Selain itu, e-wallet harus selalu terhubung dengan jaringan internet stabil sekaligus para penyedia layanan di baliknya agar bisa digunakan.

Perbedaan selanjutnya ada pada jumlah top up maksimal. Pada umumnya, jumlah maksimal top-up e-wallet lebih tinggi dibandingkan jumlah maksimal top-up pada e-money.

Jika bicara soal fleksibilitas, e-wallet biasanya lebih unggul untuk digunakan sebagai transaksi online di marketplace, toko online, dan lain sebagainya. Sementara e-money lebih fleksibel ketika digunakan sebagai transaksi offline di berbagai gerai minimarket, pengisian BBM, gerbang tol, dan lainnya.

Beberapa contoh e-money yang ada di Indonesia adalah BCA Flazz, Mandiri E-Money, JakCard dari Bank DKI, dan lainnya.

Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu e-wallet, mulai dari pengertian, contoh, cara membuat hingga cara menggunakan e-wallet. Dengan adanya e-wallet, transaksi online memang menjadi semakin mudah. Sekarang, kamu bahkan bisa berinvestasi hanya dengan bermodalkan e-wallet saja.

Di Pintu, investasi dan trading kripto bisa kamu lakukan dengan menggunakan saldo di e-wallet DANA, LinkAja, ShopeePay hingga GoPay, lho! Mulai dari Rp11.000, kamu sudah bisa dapatkan aset kripto favorit kamu. Download Pintu sekarang dan selamat berinvestasi!

Referensi:

Julia Kagan. Digital Wallet. Diakses tanggal: 18-10-2021

Brianna Blaney. What is an eWallet and How does It Work?. Diakses tanggal: 18-10-2021

Chrismonica. Daftar E-Wallet Terpopuler di Indonesia, Dana Raih Pengguna Aktif Terbanyak. Diakses tanggal: 18-10-2021

Vikaspedia. e-Wallet. Diakses tanggal: 18-10-2021

Apa fungsi wallet pada aplikasi ovo

Posted by: pskji.org