mengapa dalam menggambar teknik diperlukan standar iso jelaskan

mengapa dalam menggambar teknik diperlukan standar iso jelaskan

Pengertian standar adalah kesepakatan-kesepakatan yang telah didokumentasikan didalamnya terdiri dari spesifikasi-spesifikasi teknis atau kriteria-kriteria yang akurat dan digunakan sebagai peraturan, petunjuk atau definisi-definisi tertentu untuk menjamin suatu barang atau produk sesuai yang telah dinyatakan.

Baca juga: 2 Pengertian toleransi ukuran pada gambar teknik Mesin

Huruf dan angka biasanya lebih bermaksud untuk menjelaskan pada gambar tersebut. Untuk melengkapi pada gambar-gambar supaya tidak terjadi penafsiran yang salah diperlukan beberapa keterangan seperti huruf dan angka serta jenis garis atau lambang yang akan digunakan. Berikut ini 2 standarisasi pada garis gambar sesuai dengan ISO (Organisasi Standart Internasional). 1. Dalam gambar dipergunakan beberapa jenis garis, yang masing-masing mempunyai arti dan penggunaanya sendiri. Oleh karena itu penggunanya harus sesuai dengan maksud dan tujuannya. Jenis-jenis garis yang dipergunakan dalam gambar dimesin ditentukan oleh gabungan bentuk dan tebal garis. Tapi jenis dipergunakan menurut peraturan tertentu, ada 4 jenis garis seperti berikut :

  1. Garis nyata, adalah garis kontinu.
  2. Garis gores, adalah garis pendek-pendek dengan jarak antara.
  3. Garis bergores, adalah garis gores panjang dengan gores pendek diantaranya.
  4. Garis bergores ganda, adalah garis gores panjang dengan gores pendek di antaranya.

Jenis garis menurut tebalnya ada dua yaitu : garis tebal, dan garis tipis. Kedua jenis tebal garis ini mempunyai perbandingan antara 1 : 0,5. Tebal garis dipilih sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tabel berikut : 0,18, 0,25, 0,35, 0,5, 0,7, 1, 1,4, dan 2 mm. Karena kesulitan untuk reproduksi tertentu, tebal 0,18 mm sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya tebal garis adalah 0,5 atau 0,7 mm. Jarak minimum antara garis (jarak antara garis tengah garis) sejajar termasuk garis arsir, tidak boleh kurang tiga kali tebal garis yang paling tebal, berikut ini macam-macam garis penggunaanya menurut ISO

Baca Juga :   Apa yg di ungkap telapak tanganmu tentangmu

Gambar jenis garis ISO

2. Dalam gambar huruf-huruf, angka-angka, dan lambang-lambang dipergunakan untuk memberi ukuran-ukuran, catatan, judul dll. disamping gambar itu sendiri. Ciri-ciri yang perlu pada huruf dan angka pada gambar teknik ialah, jelas dan seragam. Oleh karena itu huruf dan angka harus digambar  dengan cermat dan jelas, agar supaya tidak menimbulkan salah baca dari pembaca gambar itu sendiri. Bentuk huruf, harus mudah ditulis dan dibaca, dalam ISO diberikan contoh-contoh sebagai penentuan, seperti satu untuk huruf miring dan satu untuk huruf tegak, berikut contoh huruf ISO ;

Gambar mentuk huruf ISO

Demikianlah yang saya bahas tentang Standarisai garis dan gambar, mudah-mudahan bermanfaat, terimakasih wasalam.

          Fungsi dan Standarisasi Gambar Teknik



Gambar teknik merupakan alat untuk menyatakan ide atau gagasan ahli teknik yang bisa juga disebut dengan bahasa teknik. Sebagai suatu bahasa, gambar teknik harus dapat menjelaskan keterangan-keterangan secara tepat dan objektif.

Gambar teknik terbagi menjadi tiga fungsi  yaitu; sebagai alat informasi teknik, sebagai bahasa teknik, dan menuangkan gagasan untuk pengembangan. Berikut ini macamfungsi gambar teknik:

Gambar mempunyai tugas meneruskan maksud dari perancang dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, perakitan. Setelah industri mulai berkembang, perencanaan dan pembuatan gambar teknik yang dilakukan. Maka dalam hal ini gambar berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan informasi dari pihak perancang (design drafter) kepada pihak pembuat (operator).

Gambar merupakan alat untuk menyatakan maksud dari seorang sarjana teknik. Maka dari itu gambar sering disebut sebagai “bahasa teknik” atau bahasa untuk sarjana teknik. Karena dalam bahasa teknik perlu yang namanya fungsi dan penjelasan untuk melakukan aktivitas teknik.


Baca Juga :   Pertanyaan Yang Dapat Diajukan Korban Kebakaran Adalah

Ø



Menuangkan Gagasan untuk Pengembangan

Konsep abstrak dalam fikiran seorang perancang untuk membuat sebuah bahan teknik dituangkan ke dalam bentuk gambar (biasanya berupa sketsa). Kemudian gambar itu dievaluasi dan dianalisa secara terus menerus sehingga diperoleh yang sempurna.










Ø



Pengertian Standarisasi Gambar

Standarisasi gambar merupakan pembakuan cara membuat dan membaca gambar. Apabila dalam suatu lingkungan kerja teknik, antara yang membuat dan yang membaca gambar menggunakan standar gambar teknik yang sama, berarti lingkungan tersebut sudah melakukan standarisasi gambar teknik.

Ø



Standarisasi Ukuran Kertas Gambar

Berikut ini tabel standarisasi ukuran gambar dengan satuan Milimeter(mm);

Ø



Fungsi Standarisasi Gambar

Standarisasi gambar teknik berfungsi sebagai berikut:

  1. Meberikan kepastian sesuai atau tidak sesuai kepada pembuat dan pembaca gambar dalam menggunakan aturan-aturan gambar.
  2. Menyeragamkan penafsiran terhadap cara-cara penggunaan simbol yang dinyatakan dalam gambar.
  3. Memudahkan komunikasi antara pembuat gambar dan pengguna gambar.
  4. Memudahkan kerjasama antara perusahaan dalam memproduksi benda teknik dalam jumlah banyak (produksi masal)

Ø



Macam-macam Standarisasi



Beberapa standarisasi yang telah banyak dikenal antara lain:

  • JIS (Japanese Industrial Standard), standar industri di negara Jepang.
  • NNI (Nederland Normalisatie Instituut), standarisasi industri di negara Belanda.
  • DIN (Deutsche Industrie Normen), standarisasi industri di negara Jerman.
  • ANSI (American National Standart Institute), standarisasi industri di negara Amerika.

Negara kita juga pun punya standar nasional. Dahulu namanya Standar Industri Indonesia (SII). Namun telah berganti menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) setelah terbitnya peraturan pemerintah nomor 15 tahun 1991 tentang Standar Nasional Indonesia. SNI dikelola oleh Dewan Standarisasi Nasional (DSN).

Ø



Standar Internasional ISO

Untuk memenuhi kebutuhan internasional maka dibentuk suatu badan standar yang bersifat internasional yaitu International for Standardization (ISO). Badan non pemerintahan ini didirikan pada tanggal 14 Oktober 1946, sebagai pengganti badan serupa yaitu International of National Standardizing Association (ISA) yang dibubarkan pada tahun 1942.

Baca Juga :   Kandungan Kolesterol Dan Kalori Yang Cukup Tinggi Juga Dapat Menyebabkan

Tujuan dari ISO adalah untuk menyatukan pengertian teknik antarbangsa dengan cara membuat standar.

Bidang ISO yang menangani standar gambar teknik disebut ISO/TC 10 (gambar teknik).

Indonesia merupakan anggota ISO yang diwakili oleh Dewan Standarisasi Nasional.

mengapa dalam menggambar teknik diperlukan standar iso jelaskan

Posted by: pskji.org