Nanas merupakan salah satu buah yang menjadi komoditas ekspor negara

Nanas merupakan salah satu buah yang menjadi komoditas ekspor negara

Pedagang memasukan buah nanas di pasar induk Kramat Jati, blok buah di Jakarta, Minggu (2/2/2020). Pemerintah berupaya melakukan peningkatan produksi buah-buahan dalam negeri dan diharapkan tidak hanya dilakukan untuk mendongkrak ekspor. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta –
Produksi buah nusantara menjadi andalan dalam mendorong penerimaan negara. Beberapa buah-buahan yang menjadi andalan ekspor antara lain nanas, manggis, pisang, mangga, salak, rambutan, durian dan buah naga.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk nanas Indonesia mengekspor terutama ke Amerika Serikat (AS), Belanda, Spanyol, Jerman dan Jepang. Nilai ekspor untuk komoditas tersebut mencapai Rp 1,6 triliun.

“Buah nanas kita ekspor terutama ke Amerika Serikat, Belanda, Spayol, Jerman dan Jepang nilainya itu Rp 1,6 triliun,” ujar Syahrul dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Komoditas kedua yang tidak kalah besar memberikan kontribusi bagi negara adalah manggis. Indonesia meraup keuntungan sebesar Rp 1,09 triliun dari buah yang mengandung banyak nutrisi tersebut.

“Manggis kita ekspor utamanya ke Hong Kong, Malaysia, Saudi Arabia nilainya Rp 1,09 triliun,” paparnya.

Sementara itu buah-buahan lain yang turut memberi andil adalah pisang dengan nilai ekspor Rp 45 miliar. Kemudian ada juga mangga, salak, rambutan, durian dan buah naga dengan nilai ekspor miliaran.

“Pisang juga demikian niainya Rp 45 miliar lebih tahun ini, buah mangga ekspor utama kita Singapura, Amerika, China, Hongkong, Vietnam. Salak, rambutan, durian termasuk buah naga juga kita ekspor,” tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

** Saksikan “Berani Berubah” di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

Daniele Barresi seorang seniman pahat dan koki asal Italia. Ia dapat menciptakan karya seni yang menakjubkan dengan dari sayuran dan buah-buahan.

Pedagang merapikan buah melon di pasar induk Kramat Jati, blok buah di Jakarta, Minggu (2/2/2020). Pemerintah berupaya melakukan peningkatan produksi buah-buahan dalam negeri dan diharapkan tidak hanya dilakukan untuk mendongkrak ekspor. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Baca Juga :   jelaskan perbedaan perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud angkat suara atas tingginya tingkat stunting di Indonesia. Menurut dia, rendahnya tingkat konsumsi buah oleh masyarakat mengakibatkan anak berisiko tinggi terkena stunting.

“Stunting terjadi akibat kurangnya kebutuhan vitamin atau mineral. Dimana sebagian mineral itu diperoleh dari buah dan sayur. Sedangkan di kita tingkat konsumsi buah masih rendah,” ujar dia melalui Webinar Gerakan Konsumsi Buah Nusantara di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Lanjutnya, berdasarkan anjuran WHO atau Bdan kesehatan dunia angka konsumsi buha untuk hidup sehat ialah sejumlah 150 gram buah. Angka tersebut setara dengan tiga buah pisang Ambon berukuran sedang atau satu potong pepaya ukuran sedang maupun tiga buah jeruk berukuran sedang.

Sementara berdarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada tahun 2019, tercatat rata-rata konsumsi per kapita untuk hariannya hanya sebesar 67 garam.

“Artinya angka ini dibawah tingkat kecukupan WHO yang menganjurkan konsumsi buah minimum 150 gram per kapita dalam setiap harinya,” jelas dia.

Padahal, sambung Musdhalifah, anak-anak dalam fase pertumbuhan harus terpenuhi kecukupan gizinya. Sehingga bisa terhindar dari risiko stunting yang mengancam tumbuh kembang anak.

Beruntung, kesadaran untuk mengkonsumsi buah mulai meningkat pada tataran masyarakat. Salah satunya dipicu oleh pandemi Covid-19 yang terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia.

“pandemi ini menyadarkan publik untuk penting ya arti kesehatan. Masyarakat kerap melakukan berbagai cara agar terhindar dari serangan coronavirus. Seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi buah dan sayur lebih sehat, hingga membeli produk kesehatan,” tukasnya.

Ilustrasi nanas. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Dream79

Merdeka.com –

Kementerian Pertanian mencatat bahwa produksi buah nusantara menjadi andalan dalam mendorong penerimaan negara. Beberapa buah-buahan yang menjadi andalan ekspor antara lain nanas, manggis, pisang, mangga, salak, rambutan, durian dan buah naga.

Baca Juga :   Apa tujuan atau motivasi terbentuknya g30s pki

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk nanas Indonesia mengekspor terutama ke Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Jerman dan Jepang. Nilai ekspor untuk komoditas tersebut mencapai Rp1,6 triliun.

“nanas kita ekspor terutama ke Amerika Serikat, Belanda, Spanyol, Jerman dan Jepang nilainya itu Rp1,6 triliun,” ujar Syahrul dalam konferensi pers virtual,
Jakarta, Senin (10/8).

Komoditas kedua yang tidak kalah besar memberikan kontribusi bagi negara adalah manggis. Indonesia meraup keuntungan sebesar Rp1,09 triliun dari buah yang mengandung banyak nutrisi tersebut.

“Manggis kita ekspor utamanya ke Hongkong, Malaysia, Saudi Arabia nilainya Rp1,09 triliun,” paparnya.

Sementara itu buah-buahan lain yang turut memberi andil adalah pisang dengan nilai ekspor Rp45 miliar. Kemudian ada juga mangga, salak, rambutan, durian dan buah naga dengan nilai ekspor miliaran.

“Pisang juga demikian nilainya Rp45 miliar lebih tahun ini, mangga ekspor utama kita Singapura, Amerika, China, Hongkong, Vietnam. Salak, rambutan, durian termasuk buah naga juga kita ekspor,” tandasnya.

JAKARTA, KOMPAS.com –
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, buah-buahan menjadi komoditas yang berpotensi tinggi untuk ditingkatkan ekspornya ke Jepang, khususnya pisang dan nanas.

Pisang sendiri merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Jepang.

Potensi tersebut seiring dengan adanya kesepakatan Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA), di mana buah pisang dan nanas asal Indonesia dibebaskan tarif bea masuk oleh pemerintah Jepang.

Baca juga: Ekonomi China Terguncang Corona, RI Genjot Ekspor Pisang

“Kuota yang ditetapkan itu pisang segar sebanyak 1.000 metrik ton per tahun dan nanas segar 300 metrik ton per tahun. Ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan,” ujar Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Sulistyawati dalam webinar Japan-Indonesia Market Access, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga :   Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya dalam cabang biologi disebut

Meski demikian, katanya, untuk bisa masuk ke pasar Jepang, ada spesifikasi yang perlu dipenuhi sesuai standar buah yang ditetapkan oleh otoritas Negeri Sakura tersebut. Salah satunya, mengenai persyaratan maksimal berat nanas 900 gram.

Sulistyawati bilang, hal tersebut memang menjadi hambatan dan hingga saat ini belum ada perusahaan yang dapat memanfaatkan kuota ekspor nanas segar. Oleh sebab itu, ini juga perlu menjadi perhatian bagi eksportir Indonesia.

“Jadi kita diberikan kuota (ekspor ke Jepang) tapi juga harus memenuhi spek yang ada,” kata dia.

Baca juga: Filipina Tawarkan Impor Nanas ke Indonesia

Selain buah pisang dan nanas, Indonesia juga berpeluang untuk meningkatkan ekspor komoditas sayur-sayuran. Lantaran, produk impor holtikultura Jepang paling tinggi adalah sayur-sayuran.

Tren impor produk holtikultura Jepang tercatat terus meningkat, dari tahun 2015 yang hanya sebesar 5,05 miliar dollar AS menjadi sebesar 5,79 miliar dollar AS di tahun 2019. Nilai impor sayuran mencapai 970 juta dollar AS dan pisang 960 juta dollar AS.

Sayangnya, impor produk holtikultura Jepang kebanyakan dipasok dari China, Filipina, dan Amerika Serikat. Indonesia tercatat ada di urutan ke-20 sebagai negara yang mengekspor produk holtikultura ke Jepang.

Oleh sebab itu, Sulistyawati menekankan, Indonesia perlu mengambil peluang di pasar Jepang untuk bisa meningkatkan ekspor produk holtikultura.

“Indonesia memang perlu bergerak lebih cepat untuk dapat menguasai ekspor holtikultura di Jepang. Ini perlu didukung Bapak/Ibu (eskportir) untuk bisa berakselerasi dengan cepat dalam menguasai pasar tersebut,” ungkapnya.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Nanas merupakan salah satu buah yang menjadi komoditas ekspor negara

Posted by: pskji.org