Yang dimaksud over square stroke engine adalah

Yang dimaksud over square stroke engine adalah

Bore x Stroke atau dalam bahasa Indonesia berarti Diameter x Langkah, merupakan istilah yang digunakan untuk satuan menghitung volume ruang bakar. Hal itu pun menjadikan model silinder mesin dapat dikategorikan menjadi 3 jenis,


Overbore,
Overstroke
dan
Square

. Dari penamaannya saja mungkin sebagian besar dari Sobat Bikers bisa menebak, ya kan. Buat kalian yang belum paham dari masing-masing jenis mesin di atas bisa simak selengkapnya dibawah.

Bahas topik beginian, apa memang penting? Lalu dimanakah letak perbedaannya? Penting sob, ini adalah langkah awal kalian bisa mengenal karakter mesin motor kalian. Dan ini pun akan berguna saat hendak membeli motor dengan karakter seperti apakah nantinya. Gue bakal membahas sedikit mengenai perbedaan jenis model ini beserta contoh motornya.

Jenis Mesin Overbore

Mesin jenis overbore, sesuai dengan namanya dimana ukuran bore alias diameter silinder lebih besar dibandingkan dengan ukuran stroke. Model overbore ini diwakili Suzuki GSX R150, berikut detailnya :

62 mm x 48,8 mm (Suzuki GSX-R150)

Karakter mesin pada over bore lebih optimal pada putaran atas (high RPM). Sedangkan Suzuki GSX-R150 sendiri memang terasa lebih nendang pada 7000 RPM ke atas. Sobat Bikers yang doyan kecepatan/top speed, mesin jenis overbore sangat ideal digunakan. Lagipula model ini jauh lebih tahan berkitir pada RPM tinggi jika dibanding kombinasi piston dengan long stroke (over stroke). Biar lebih jelas coba Kalian lihat ilustrasi dibawah ini, figur tersebut menjelaskan antara overbore (langkah pendek) dengan overstroke (langkah panjang) terhadap friksi ke dinding silinder.

Luas Friksi Seher dan Dinding Silinder Mesin Overbore Lebih Minim

Namun salah satu kerugian yang didapat adalah tingkat akselerasi awal yang rendah (kondisi standar pabrikan). Maka ada baiknya saat gaspol hingga limiter perhatikan terlebih dahulu kondisi di jalan. Sebab akan membutuhkan trek lebih panjang untuk merasakan hentakan tenaga optimal di RPM puncak.

Baca Juga :   Unsur budaya Minangkabau yang tersirat dalam cuplikan novel tersebut adalah

Langkah Lebih Panjang, Overstroke

Mesin jenis overstroke, sesuai dengan namanya dimana ukuran stroke lebih besar dibandingkan dengan ukuran bore. Yamaha R15 V2 salah satunya, meski sudah

discontinue

baby R6 ini punya akselerasi awal yang nyentak. Dibanding dengan Yamaha All New R15 yang sudah punya VVA, tarikan bawah V2 masih lebih oke. Lagipula, R15 V3 lebih cenderung

square.

Long stroke berbanding terbalik dengan mesin overbore, karakter overstroke lebih optimal pada putaran bawah. Untuk Yamaha R15 V2 sendiri memang cenderung lebih cepat untuk mencapai top speed bahkan dengan panjang trek yang relatif pendek. Buat yang suka karakter motor ‘gesit’, mesin model overstroke sangat cocok untuk digunakan. Bukan tanpa sebab, jenis mesin seperti ini memang punya tingkat akselerasi yang tinggi, sob. Cocok digunakan pada kondisi seperti jalanan Indonesia yang padat, karena karakter mesin lebih enak buat ‘stop and go’. Cuman kalo dibandingkan dengan mesin overbore, overstroke rentan ngejim saat digeber melampaui limiter. Seperti yang sudah dijelaskan pada gambar diatas.

(Adu Sparepart Murah) Honda, Yamaha, Suzuki, Siapakah Juaranya?

Dimensi Panjang dan Diameter Sebanding

Mesin jenis square, sesuai dengan namanya dimana dimensi bore dan stroke sama panjang atau selisih sedikit yang terpaut diantara keduanya. Dalam kasus ini, Honda mempunyai CBR 150 R yang mengusung mesin square. Dimensi dapur pacunya yakni, 57,3 mm x 57,8 mm.

Karakter jenis mesin ini lebih stabil di hampir semua rentang RPM, antara putaran atas dan putaran bawah mesin. CBR 150 R sendiri memang akselerasi awalnya nggak sekuat Yamaha R15 V2, speed nya pun tidak sekuat Suzuki GSX-R150. Namun Honda CBR 150R jauh lebih seimbang diantara keduanya, lebih tepatnya seperti kombinasi kedua motor tersebut. Motor yang menggunakan model square ini memang ideal untuk digunakan disegala medan baik di dalam kota maupun luar kota. Dengan kata lain, motor jenis ini cocok buat nemenin Sobat Bikers touring.

Baca Juga :   Apa yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa adalah?

otobalancing.net – Kangbro…pernah gak sampeyan dengar istilah Square, Overstroke, dan Overbore di mesin kendaraan…??? berbagai tipe mesin ini berkaitan dengan karakter mesin yang digunakan, dan sebagai pembuka dimana bore dapat diartikan sebagai angka diameter piston, sedangkan stroke adalah timing langkah setang piston di mesin

Untuk lebih gampangnya saya memakai motor Honda CRF150L ya kangbro, dimana di spesifikasi diameter x langkah Honda CRF150L adalah 57,3 x 57,8 mm, nah angka diameter dan langkah yang hampir sama alias berbeda tipis hanya 0,5 mm berarti mesin tersebut berjenis square engine.

Trus apa sih yang dimaksud square ini?

Jadi gini kangbro, mesin dengan tipe ini memiliki tenaga yang hampir merata disemua tingkatan RPM, baik pada RPM rendah maupun pada RPM tinggi, lalu kalau panjang langkah piston lebih besar dari diameter piston,
tandanya mesin itu berjenis over stroke.

otobalancing ambil contoh Kawasaki ZX130 yang punya diameter piston 53 mm tapi langkah pistonnya 59,1 mm, Mesin dengan tipe ini memiliki karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah

Mesin seperti ini cocok untuk penggunaan harian yang sering stop and go di kemacetan, karena tenaga torsi di putaran rendahnya besar

Sampai disini baru 50% penjelasan dari artikel perbedaan Mesin Square, Overstroke, dan Overbore ni kangbro, lanjut lagi ya…hehehe…!!!

Trus ada juga mesin yang diameter pistonnya lebih besar dari langkah pistonnya,
dimana inilah yang disebut mesin over bore!
Nah, mesin dengan tipe ini mampu berputar hingga RPM tinggi, punya tenaga puncak yang besar pada RPM menengah dan tinggi

Otobalancing ambil contoh Suzuki GSX 150 yang mana mempunyai karakter mesin Overbore yang mempunyai diameter x langkah pistonnya 62 x 48,8 mm, mesin over bore ini cocok untuk mengail performa tinggi pada putaran tinggi, misalnya saat balapan di sirkuit.

Baca Juga :   Pemerintah Indonesia membuat undang-undang sebagai aturan supaya menjadi negara yang

Engine high revving performa tinggi untuk balap para ahli pasti sepakat akan pilih oversquare (overbore) di atas square atau long-stroke (overstroke).

HP adalah fungsi dari torsi dan rpm maka semakin torsi puncak bergeser naik pada putaran lebih tinggi semakin besar power yang di ciptakan. Sampai kurva torsi menurun drastis akibat defisit airflow, maka HP akan ikut turun.

Bagi yang masih bingung, akan saya sederhanakan seperti ini :

Yang dimaksud over square stroke engine adalah

Posted by: pskji.org