sebutkan dan jelaskan kaidah kebahasaan teks editorial

sebutkan dan jelaskan kaidah kebahasaan teks editorial

Contoh Teks Editorial –Halo Sobat Sekolah!!! Saat sedang membaca koran pasti sering kali menemukan contoh teks editorial. Bukan hanya dalam koran saja melainkan portal berita yang sering dijumpai di web, pun memuat contoh  teks editorial.

Bicara mengenai teks editorial memang sangat asing di telinga orang awam, namun jika sudah membaca mereka akan paham dengan sendirinya. Dalam menulis teks editorial menjadi gaya menulis yang sedikit sulit untuk dijelaskan karena biasanya isi dari teks tersebut merupakan campuran antara fakta dan pendapat (argumen) dari redaksi.

Baca Juga :  4 Contoh Teks Eksposisi yang Perlu Sobat Ketahui!

Foto : Teks Editorial di Koran

Arti Teks Editorial

Teks editorial adalah teks opini atau pendapat dari redaksi terhadap suatu topik permasalahan, biasanya teks ini terdapat pada surat kabar atau portal berita. Topik tersebut dapat berupa politik, sosial, dan ekonomi. Penulis teks editorial biasanya  mengajak para pembaca agar  sepaham dengan argumen yang telah ditulis dalam surat kabar atau artikel online.

Teks ini juga bertujuan untuk mempengaruhi para pembaca dalam melakukan tindakan tertentu seperti protes kepada pemerintah, serta menyebarluaskan pendapat oposisi atau kritik. Intinya, teks editorial adalah bentuk ungkapan pendapat seseorang atau kelompok dalam menanggapi suatu kasus.

Ciri-ciri Teks Editorial

Adapun ciri-ciri dari teks editorial, diantaranya :

1. Aktual dan Faktual

Teks harus mengangkat informasi yang tengah hangat diperbincangkan di masyarakat. Jangan lupa juga, informasinya tetap harus mengedepankan fakta yang terjadi.

2. Sistematis dan Logis

Penyusunan teks editorial harus tersistematis yang berarti harus memenuhi struktur dan kaidah kebahasaan. Teks editorial juga harus logis, artinya masuk akal dan tidak imajinatif.

3. Argumentatif

Teks editorial berisi pendapat pribadi dari redaksi. Artinya teks ini mengutarakan argumen-argumen yang ada dalam sudut pandang redaksi.

Baca Juga : Inilah Contoh Teks Negosiasi yang Wajib Sobat Ketahui!!!

Struktur Teks Editorial

1. Pernyataan Pendapat (Tesis)

Berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Berupa pernyataan atau teori yang akan diperkuat oleh argumen.

2. Argumentasi

Bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis. Bisa berupa pernyataan umum, data hasil penelitian, pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang dapat dipercaya.

3. Penegasan Ulang Pendapat /Reiteration

Berisi penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Ada beberapa kaidah kebahasaan dari teks editorial yang perlu sobat pahami, yaitu :

1. Adverbia

Merupakan kata keterangan yang ada dalam teks editorial. Biasanya yang sering muncul dalam teks editorial adalah adverbia frekuentatif. Adverbia frekuentatif yang menggambarkan makna berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Contohnya seperti kata-kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, sebagian besar waktu.

2. Konjungsi

Merupakan kata penghubung. Biasanya banyak ditemukan konjungsi antarkalimat, seperti bahkan, malahan, dan sesungguhnya.

3. Verba material

Merupakan kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Contohnya membaca, menulis, dan memukul.

4. Verba relasional

Merupakan kata kerja yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B), dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B).

5. Verba mental

Merupakan kata kerja yang menerapkan persepsi (melihat, merasa), afeksi (suka, khawatir) dan kognisi (berpikir,mengerti)

Baca Juga : Contoh Teks Ulasan Lengkap Dengan Arti dan Strukturnya

Contoh Teks Editorial

Berikut ialah contoh teks editorial  yang dilansir dari https://rollingstone.co.id/.


Judul : Dampak Buruk Sistem Pendidikan Indonesia

Foto : Pendidikan di Indonesia

Pendahuluan

Pendidikan adalah suatu keharusan yang harus dijalankan oleh semua warna negara. Karena keharusan ini suatu negara termasuk negara Indonesia memiliki SDM yang mumpuni dan kualitasnya semakin meningkat setiap tahunnya. Program pemerintah selalu di upgrade setiap tahunnya dengan harapan membawa dampak yang lebih baik lagi bagi pelajar Indonesia.

Tapi apakah sudah berjalan sesuai dengan tujuan mulia pemerintah? Jika melihat beberapa hal baik yang terjadi belakangan ini seperti pelajar Indonesia yang memenangkan olimpiade Internasional mungkin bisa dijadikan acuan kesuksesan program pendidikan yang dijalankan pemerintahan. Tetapi masyarakat lupa beberapa hal. Hanya beberapa persen dati total keseluruhan pelajar saja yang mendapatkan dampak baik dari pendidikan jika dilihat dari tingkat kesejahteraan mental pelajar.

Isi

Beberapa tahun belakangan banyak ditemukan kasus kekerasan pelajar terhadap sesama pelajar bahkan ditemukan kekerasan terhadap guru. Mengapa hal ini terjadi? Ada masalah apa sehingga murid-murid menjadi liar seperti ini? Jika ditelusuri lebih dalam beberapa kasus terjadi karena murid-murid merasa tertekan dengan mata pelajaran yang diajarkan dan berakhir mencari pelampiasan.

Jam belajar yang tinggi akan tekanan juga menyebabkan beberapa anak membangkang dan memilih tidak menaati peraturan sekolah. Beberapa dari mereka mungkin bersinar di sepakbola, tetapi banyak juga anak-anak selama berjam-jam menghabiskan waktu tanpa tujuan berseliweran di kantin atau lebih buruk lagi merokok di toilet. Bagi sebagian kecil anak-anak belajar di sekolah itu mengerikan.

Pasti masyarakat sering mendengar berita bahwa banyak anak-anak sekolah yang membolos sekolah. Hal itu terjadi karena pelajar dirasa sangat membosankan dan juga sangat menekan. Tidak bisa dipungkiri, setiap anak memiliki bakat masing-masing. Tidak bisa digeneralisir mereka harus menguasai mata pelajaran yang sama. Jika dipaksakan pasti dapat melemahkan semangat. Lebih buruk lagi adalah kesenjangan antara pelajaran semakin besar. Hal ini menyebabkan anak-anak bersaing tidak sehat dan berujung berkelahi atau mengintimidasi.

Faktanya adalah bahwa sekarang sekolah menengah memberlakukan sistem full day school yang mengharuskan para siswa tinggal lebih lama di sekolah. Waktu istirahat mereka tentu berkurang. Apalagi untuk siswa yang mengikuti les tambahan diluar jam sekolah. Dan juga tugas-tugas sekolah yang wajib dikerjakan.

Secara keseluruhan anak-anak sekolah kekurangan ruang bermain dan istirahat. Pada saat yang sama, anak-anak melaporkan kurang memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman di luar sekolah. Karena kurangnya sosialisasi ini kecemasan yang meningkat dan beberapa di antaranya dibenarkan.

Hal yang dirasa cukup buruk karena anak-anak akan beralih mencari kesibukan lain yaitu bermain smartphone. Daya tarik game dan media sosial telah berkontribusi pada perubahan waktu luang mereka yang sedikit. Saat ini sudah sering dijumpai bahwa pada hari sekolah juga, beberapa anak muda telah kehilangan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain untuk bermain game, berlarian, bertukar berita.

Stres ujian dan penyakit mental di kalangan remaja adalah hal yang perlu diperhatikan lebih jauh. Sekolah adalah untuk pendidikan. Sekolah adalah tempat orang belajar berteman dan bergaul dengan orang lain. Selama masa kanak-kanak, anak-anak mengembangkan karakter dan minat mereka. Selain itu juga memberi kesempatan untuk mengekspresikan pandangan. Semua ini adalah bagian dari persiapan untuk kehidupan dewasa.

Kesimpulan

Para peneliti menunjukkan kekhawatiran tentang standar yang mendorong sekolah untuk memasukkan sebanyak mungkin pembelajaran formal. Dan kekhawatiran tentang perilaku yang membuat mereka memandang sekolah secara negatif. Latar belakang penyebab stigma ini adalah budaya di mana semakin banyak waktu yang digunakan untuk belajar maka semakin tinggi pula presentase kecerdasan yang didapatkan. Padahal tidak seperti itu sepenuhnya.

Orang-orang dari segala usia membutuhkan kesempatan untuk beristirahat dan orangtua harus mendorong anak-anak untuk tumbuh dengan baik. Hak untuk memperoleh ketenangan jiwa dibutuhkan agar proses belajar bisa maksimal. Ini bisa dianggap sebagai hak mereka.

Pendidikan.Co.Id
– Kamu pasti pernah menemukan sebuah teks yang berisikan sebuah pendapat pribadi dari individu atau seseorang terhadap sebuah masalah, Secara sadar atau tidak kamu sudah membaca yang namanya Teks Editorial atau disebut juga dengan Teks Opini. Oleh sebab itu untuk dapat membedakan teks editorial/opini dengan teks lain seperti misalnya teks deskripsi atau teks lainnya mari baca lebih lanjut mengenai Teks Editorial secara jelas dibawah ini.

Baca Juga :   Perbedaan karma dan sebab akibat

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial merupakan sebuah teks yang berisi sebuah pendapat pribadi individu atau seseorang terhadap sebuah isu/masalah aktual. Isu atau masalah tersebut bisa meliputi masalah politik, sosial, maupun itu masalah ekonomi yang mempunyai hubungan dengan secara signifikan dengan politik. Meskipun begitu Pengungkapan teks tersebut harus juga didasari dan dilengkapi dengan bukti, data / fakta, maupun alasan yang logis dan bijak agar pembaca atau pendengar dapat menerimanya dengan baik dan bijak juga. lantas apa tujuan dari Teks Editorial atau Opini.

Tujuan Teks Tajuk Rencana / Editorial / Opini:

Adapun Tujuan dari Teks Editorial atau opini ini antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat mengajak para pembaca untuk dapat ikut berpikir didalam sebuah masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di lingkungan sekitar.
  2. Memberikan sebuah pandangan dengan berdasarkan fakta data dan alasan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

Manfaat Teks Editorial / Opini:

Teks editorial ini akan memberi informasi kepada pembaca, dalam merangsang pemikiran, serta juga terkadang mampu untuk dapat menggerakkan pembaca untuk ikut berpartisipasi dan juga bertindak.

Fungsi Teks Tajuk Rencana/Editorial/Opini:

Adapun Fungsi dari Teks Editorial atau opini antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Fungsi dari Teks Opini atau editorial ini umumnya menjelaskan sebuah berita juga akibatnya pada masyarakat.
  2. Mengisi latar belakang dari berhubungan dengan berita tersebut dengan kenyataan sosial serta juga faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
  3. Terkadang terdapat sebuah analisis kondisi yang berfungsi untuk dapat mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan yang dapat terjadi
  4. Meneruskan penilaian moral mengenai/tentang berita tersebut.

Ciri-Ciri Teks Editorial / Opini:

Dibawah ini merupakan ciri-ciri dari teks editorial atau opini, yakni :

  1. Tema tulisannya selalu hangat dan juga Up To Date (sedang berkembang / berlangsung dibicarakan oleh banyak orang dan juga luas), aktual dan faktual
  2. Bersifat sistematis serta juga logis
  3. Tajuk rencana / editorial atau juga opini merupakan sebuah gagasan atau pendapat yang sifatnya itu sebuah argumentasi (argumentative)
  4. Menarik untuk dibaca karna sedang Hangat, sedang Berlansung dan penggunaan kalimatnya yang singkat, padat serta jelas.

Struktur Teks Editorial

Terdapat 3 Struktur dalam membangun Teks editorial atau opini, yakni :

  1. Pernyataan pendapat (tesis):

    Bagian berisi sebuah sudut pandang penulis mengenai sebuah masalah yang dibahas. Biasanya teori akan diperkuat oleh argumen.
  2. Argumentasi:

    Alasan atau bukti yang digunakan dalam upaya memperkuat pernyataan dalam tesis, meskipun dengan secara umum argumentasi tersebut diartikan untuk dapat menolak suatu pendapat. Argumen tersebut juga bisa berbentuk pertanyaan umum/data dari hasil penelitian, dari pernyataan para ahli, ataupun juga fakta-fakta dengan berdasarkan referensi yang dapat dipercaya.
  3. Penyataan/Penegasan ulang pendapat (Reiteration):

    Bagian yang berisi penegasan ulang mengenai pendapat yang didorong oleh fakta dan data di bagian argumentasi dalam upaya memperkuat/menegaskan.
Baca Juga :   Bagaimana sikapmu apabila mendapat pertolongan dari orang lain

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Diibawah ini merupakan kaidah kebahasaan teks editorial atau opini antara lain ialah sebagai berikut:

  • Adverbia: ditujukan agar pembaca meyakini teks yang dibahas, dengan menegaskan menggunakan kata keterangan (adverbia frekuentatif). Kata yang biasa digunakan yaitu: selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, sebagian besar waktu, jarang, dan lainnya.
  • Konjungsi: kata penghubung pada teks, contoh nya: bahkan.
  • Verba Material: verba yang menunjukkan perbuatan fisik/peristiwa.
  • Verba Relasional:  verba yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B), dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B).
  • Verba Mental: verba yang menerangkan persepsi (misalnya melihat, merasa), afeksi (misalnya suka, khawatir), dan kognisi (misalnya berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindra (senser) dan fenomena.

Contoh Teks Editorial dan Struktur Analisanya

CBT, Pengembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia

            Di masa kini, pendidikan sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa pendidikan masyarakat Indonesia akan tertinggal jauh oleh negara lain. Oleh karena itu, banyak sekali upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentang kemajuan pendidikan. Salah satu contoh pengupayaan nya adalah teknologi yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, karena teknologi merupakan salah satu faktor untuk berkembangnya suatu negara.

            Baru-baru ini tidak jarang orang yang membicarakan mengenai Ujian Nasional dengan berbasis computer. Itulah salah satu upaya pengembangan teknologi di Indonesia.

            Computer Based Test atau yang sering disebut dengan istilah CBT ini memang sudah seharusnya diberlakukan pada sistem UN di Indonesia. Pada dasarnya, sistem ini tidak hanya untuk pengembangan teknologi saja, namun sistem ini juga lebih efisien dan lebih hemat dibanding dengan Paper Based Test yang harus mencetak soal ke dalam kertas. Padahal, peserta Ujian Nasional sangatlah banyak, dapat mencapai jutaan peserta. Tidak hanya itu, biaya pengiriman naskah soal pun tidak sedikit.

Pemanfaatan teknologi seperti itu sebenarnya sangatlah meringankan. Manfaat yang diberikan nya pun tidaklah sedikit. Manfaat tersebut tidak hanya didapat oleh pemerintahan saja. Untuk siswa, mereka akan lebih terbantu, karena mereka sudah tidak focus menghitamkan jawaban. Selama ini, factor menjawab pada kertas LJK sangatlah memengaruhi pada nilai mereka. Mereka hanya tinggal mengeklik jawabannya. Jadi, waktu nya tidak terbuang sia-sia.

            Kendala dari program tersebut adalah beberapa masyarakat yang belum bisa menyetujui hal tersebut. Mereka menganggap bahwa CBT tersebut akan membebankan siswa, terutama pada siswa yang belum lancar dalam masalah teknologi. Padahal,dengan itu mereka akan termotivasi untuk lebih bisa dalam teknologi seperti computer, karena pada dasarnya saat ini banyak sekali test-test yang menggunakan sistem CBT. Mereka yang tidak setuju, masih belum bisa untuk diajak berjalan menuju suatu perubahan yang lebih baik. Kecenderungan seperti itu dapat memengaruhi daya pengembangan, kreasi dan kreativitas. Padahal, untuk menjadi suatu negara yang maju, berubah itu perlu, berubah untuk yang lebih baik.

            Suatu negara memerlukan suatu kondisi paling tidak sejajar dengan negara lain yang ada di dunia. Indonesia merupakan negara berkembang dan Indonesia sendiri perlu suatu kemajuan.

MENGANALISIS TEKS EDITORIAL/OPINI

Struktur teks Kalimat dalam teks
Pernyataan pendapat 1.      Di masa kini, pendidikan sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa pendidikan masyarakat Indonesia akan tertinggal jauh oleh negara lain. Oleh karena itu, banyak sekali upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentang kemajuan pendidikan. Salah satu contoh pengupayaan nya adalah teknologi yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, karena teknologi merupakan salah satu faktor untuk berkembangnya suatu negara.
Argumentasi
2.      Baru-baru ini tidak jarang orang yang membicarakan mengenai Ujian Nasional berbasis computer. Itulah salah satu upaya pengembangan teknologi di Indonesia.

3.      Computer Based Test atau yang sering disebut dengan istilah CBT ini memang sudah seharusnya diberlakukan pada sistem UN di Indonesia. Pada dasarnya, sistem ini tidak hanya untuk pengembangan teknologi saja, namun sistem ini juga lebih efisien dan lebih hemat dibanding dengan Paper Based Test yang harus mencetak soal ke dalam kertas. Padahal, peserta Ujian Nasional sangatlah banyak, dapat mencapai jutaan peserta. Tidak hanya itu, biaya pengiriman naskah soal pun tidak sedikit.

4.      Pemanfaatan teknologi seperti itu sebenarnya sangatlah meringankan. Manfaat yang diberikan nya pun tidaklah sedikit. Manfaat tersebut tidak hanya didapat oleh pemerintahan saja. Untuk siswa, mereka akan lebih terbantu, karena mereka sudah tidak focus menghitamkan jawaban. Selama ini, factor menjawab pada kertas LJK sangatlah memengaruhi pada nilai mereka. Mereka hanya tinggal mengeklik jawabannya. Jadi, waktu nya tidak terbuang sia-sia.

5.      Kendala dari program tersebut adalah beberapa masyarakat yang belum bisa menyetujui hal tersebut. Mereka menganggap bahwa CBT tersebut akan membebankan siswa, terutama pada siswa yang belum lancar dalam masalah teknologi. Padahal,dengan itu mereka akan termotivasi untuk lebih bisa dalam teknologi seperti computer, karena pada dasarnya saat ini banyak sekali test-test yang menggunakan sistem CBT. Mereka yang tidak setuju, masih belum bisa untuk diajak berjalan menuju suatu perubahan yang lebih baik. Kecenderungan seperti itu dapat memengaruhi daya pengembangan, kreasi dan kreativitas. Padahal, untuk menjadi suatu negara yang maju, berubah itu perlu, berubah untuk yang lebih baik.

Pernyataan ulang pendapat 6.      Suatu negara memerlukan suatu kondisi paling tidak sejajar dengan negara lain yang ada di dunia. Indonesia merupakan negara berkembang dan Indonesia sendiri perlu suatu kemajuan.

Kata keterangan / adverbial frekuentatif

No Kalimat Adverbia Frekuentatif
1 Baru-baru ini tidak jarang orang yang membicarakan mengenai Ujian Nasional berbasis computer. Jarang
2 Computer Based Test atau yang sering disebut dengan istilah CBT ini memang sudah seharusnya diberlakukan pada sistem UN di Indonesia. Sering
No Kalimat Konjungsi Fungsi
1 Oleh karena itu, banyak sekali upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia tentang kemajuan pendidikan. Oleh karena itu Untuk menyatakan akibat
2 Salah satu contoh pengupayaan nya adalah teknologi yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, karena teknologi merupakan salah satu faktor untuk berkembangnya suatu negara. karena Untuk menyatakan akibat
3 Pada dasarnya, sistem ini tidak hanya untuk pengembangan teknologi saja, namun sistem ini juga lebih efisien dan lebih hemat dibanding dengan Paper Based Test yang harus mencetak soal ke dalam kertas. Namun Untuk menyatakan keadaan pertentangan dengan keadaan sebelumnya
4 Padahal, peserta Ujian Nasional sangatlah banyak, dapat mencapai jutaan peserta. Padahal Memperkuat argumentasi
5 Manfaat tersebut tidak hanya didapat oleh pemerintahan saja. Untuk siswa, mereka akan lebih terbantu, karena mereka sudah tidak focus menghitamkan jawaban. karena Untuk menyatakan akibat
6 Selama ini, factor menjawab pada kertas LJK sangatlah memengaruhi pada nilai mereka. Selama ini Untuk menyatakan waktu
7 Jadi, waktu nya tidak terbuang sia-sia. Jadi Untuk menyatakan konsekuensi
8 Padahal, dengan itu mereka akan termotivasi untuk lebih bisa dalam teknologi seperti computer, karena pada dasarnya saat ini banyak sekali test-test yang menggunakan sistem CBT. padahal Memperkuat argumentasi
9 Padahal, untuk menjadi suatu negara yang maju, berubah itu perlu, berubah untuk yang lebih baik. padahal Memperkuat argumentasi
No Kalimat Verba Verba material/ relasional/ mental
1 Salah satu contoh pengupayaan nya adalah teknologi yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, karena teknologi merupakan salah satu faktor untuk berkembangnya suatu negara. merupakan Verba relasional
2 Computer Based Test atau yang sering disebut dengan istilah CBT ini memang sudah seharusnya diberlakukan pada sistem UN di Indonesia. disebut Verba relasional
3 Selama ini, factor menjawab pada kertas LJK sangatlah memengaruhi pada nilai mereka. menjawab Verba material
4 Mereka menganggap bahwa CBT tersebut akan membebankan siswa, terutama pada siswa yang belum lancar dalam masalah teknologi. menganggap Verba mental
5 Padahal, untuk menjadi suatu negara yang maju, berubah itu perlu, berubah untuk yang lebih baik. menjadi Verba relasional
6 Indonesia merupakan negara berkembang dan Indonesia sendiri perlu suatu kemajuan. Merupakan Verba relasional

No

Kosakata

Arti kosakata

1

Efisien

tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya)

2

Kendala

keadaan yang membatasi, menghalangi, atau mencegah pencapaian sasaran; kekuatan yang memaksa pembatalan pelaksanaan;

3

Kreasi

hasil daya cipta; hasil daya khayal

4

Kreativitas

kemampuan untuk mencipta; daya cipta

Sekian dan terima kasih sudah membaca mengenai Teks Editorial : Pengertian , Struktur, Kaidah, Dan Contoh, semoga bermanfaat untuk anda.

Baca Juga :   Persamaan yang akar-akarnya min 2 dan 3 adalah

Lihat Juga
√ Pengertian Rakyat, Penduduk dan Ketentuan Menurut Para Ahli

Lihat Juga
√ Pengertian, Fungsi, dan Jenis Jenis Baterai

  • √ Pengertian Legenda, Ciri, Jenisnya Menurut Para Ahli
  • √ Pengertian Kritik Seni, Tahapan, Fungsi, Jenis, dan Bentuknya
  • √ Pengertian Teluk
  • √ Pengertian Ideologi Kapitalisme, Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan
  • √ Pengertian Tumbuhan Monokotil, Ciri, Family dan Contohnya
  • √ Pengertian Paru-Paru, Fungsi, Struktur, Cara Kerja & Bagiannya
  • √ Pengertian Tumbuhan Dikotil, Jenis, Struktur, Ciri, dan Contohnya
  • √ Pengertian Peta Minda, Metode, Solusi, Cara Membuat dan Manfaatnya
  • √ Pengertian Narasi
  • √ Pengertian Gymnospermae, Reproduksi, Ciri, Klasifikasi dan Contohnya
  • √ Pengertian Protozoa, Jenis, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi
  • √ Pengertian Ideologi Fasisme, Unsur, Sifat dan Tujuannya
  • √ Pengertian Data, Fungsi Data, dan Macam Jenisnya
  • √ Pengertian Virus, Ciri, Struktur, Peranan dan Reproduksi
  • √ Pengertian Patriotisme, Macam, Ciri, Sikap dan Contohnya

sebutkan dan jelaskan kaidah kebahasaan teks editorial

Posted by: pskji.org