Hal yang tidak boleh dilakukan pada mobil Matic

Hal yang tidak boleh dilakukan pada mobil Matic

Lihat Foto

Ilustrasi berkendara mobil

JAKARTA, KOMPAS.com– Mengendarai mobil dengan transmisi otomatis menghadirkan berbagai kemudahan dibandingkan dengan manual. Mulai tidak adanya pedal kopling hingga minimnya penggantian transmisi saat kendaraan melaju.

Inilah yang kemudian membuat banyak orang melirik dan berganti menggunakan kendaraan roda empat matik.

Tetapi, di balik kemudahan dan kenyamanan tersebut ternyata mengemudikan mobil transmisi otomatis juga tidak boleh sembarangan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, BBM Oktan Tinggi Bisa Dongkrak Performa Kendaraan?

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam memperlakukan kendaraan bertransmisi otomatis tersebut.

Pemilik bengkel spesialis Worner Matic Hermas Efendi Prabowo mengatakan, memperlakukan mobil matik berbeda dengan transmisi manual.

Lihat Foto

Kompas.com/Alsadad Rudi

Sistem transmisi matik milik Chevrolet Trax.

Pengemudi harus menggunakan perasaannya saat mengendarai mobil bertransmisi otomatis itu.

“Mengemudikan mobil matik itu tidak boleh kasar, harus dengan perasaan. Berbeda dengan mobil manual,” ujarHermas kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Hemas menambahkan, setidaknya ada dua hal yang perlu dihindari saat mengendarai mobil matik.

1. Memindahkan tuas transmisi terlalu cepat

Meskipun bertransmisi otomatis, mobil matik tidak seperti kendaraan roda dua yang tanpa persneling.

Autogear.id
– Pertumbuhan jumlah pengguna kendaraan di jalan raya semakin tak terbendung. Membuat kepadatan lalu lintas kian menjadi-jadi. Alhasil, mobil transmisi otomatis atau biasa disebut matik semakin banyak dipilih konsumen.

Selain mobil matik lebih praktis saat dikemudikan, dibandingkan mobil manual, teknologi yang pada terdapat pada mobil matik juga belakangan ini makin canggih.

Kendati begitu, yang namanya barang, tetap harus diperhatikan bagaimana cara penggunaannya, serta cara perawatannya. Sama halnya dengan mobil matik, ada sejumlah hal yang patut menjadi perhatian ketika mengendarainya.

Melansir kanal YouTube Dokter Mobil, ada empat hal yang tidak diperbolehkan atau haram dilakukan ketika mengemudikan mobil matik:

1. Hindari menerobos banjir atau genangan air yang tinggi

Memang, pada dasarnya baik mobil matik maupun non matik tidak boleh melakukannya. Dan mobil matik lebih dilarang, karena pada mobil jenis ini terdapat lubang penguapan.

Jika air sampai masuk melalui lubang penguapan tersebut dan terus merangsek ke ruang transmisi, risikonya oli akan tercampur air. Hal ini bisa merusak mesin, bahkan bisa menyebabkan transmisi jebol. Tandanya oli yang sudah tercampur air adalah jika warnanya sudah memutih. Oli yang masih sehat biasanya berwarna merah atau warna lainnya.

2. Perhatikan posisi Transmisi

Posisi transmisi ketika mengendarai mobil matik harus benar-benar diperhatikan. Jika tidak ada tombol pengamannya, maka pengendara harus memastikan posisi transmisi tidak tersenggol. Pasalnya, jika posisi transmisi tersenggol, misalnya tiba-tiba beralih ke gigi mundur (R) saat melaju. Jelas itu sangat berbahaya, dan berisiko membuat transmisi jebol.

Baca Juga :   Perbedaan agarasa dan nutrijel

Untuk itu, saat akan mundur pastikan dulu mobil benar-benar berhenti. Jangan karena tergesa-gesa, ketika parkir maju mundur di suatu tempat, mobil belum berhenti sudah dipindah transmisi. Itu membuat kopling mobil juga cepat rusak.

3. Posisi Transmisi ketika Macet

Kemacetan lalu lintas, terutama di kota-kota besar, sudah menjadi hal wajar. Ketika sedang di tengah kemacetan lalu lintas, pengendara mobil matik tidak boleh membiarkan transmisi selalu berada di posisi Drive (D).

Hal ini lantaran saat transmisi berada di posisi D, mesin akan terus berputar. Kondisi ini akan membuat kopling transmisi cepat rusak, dan habis. Kalau sampai rusak, lebih ribet dan pastinya mahal biaya servisnya.

So, jika kamu terjebak kemacetan yang cukup parah, disarankan untuk memindahkan transmisi ke posisi Netral (N).

4. Oli Transmisi

Satu hal lagi yang harus jadi perhatian para pengguna mobil matic ialah untuk rutin mengganti oli transmisi. Pada buku petunjuk, untuk mobil baru biasanya penggantian oli transmisi dirujuk setiap 40.000 km. Namun, bila usia pakai mobil matiknya tergolong sudah berumur, maka disarankan ganti setiap 20.000 km.

Jangan sampai lupa. Karena kalau lupa, berarti menunggu transmisi rusak. Kalau sudah begitu, siap-siap deh merogoh kocek lebih dalam, karena biayanya tidak sedikit pastinya.

(acf)

Mobil dengan transmisi otomatis atau tanpa kita memindahkan gigi persneling secara manual menghadirkan kemudahan dalam mengendarai mobil. Sebagian besar para produsen mobil banyak yang beralih ke transisi otomatis mengingat permintaan konsumen yang cukup tinggi. Alhasil, banyak mobil keluaran baru saat ini yang mempergunakan transisi matic atau otomatis dan menjadi pilihan mayoritas pengguna mobil.

Dibalik kemudahan mengendarai mobil matic, ada semacam larangan atau hal-hal yang tak boleh dilakukan saat mengendarai mobil matic ini, jika larangan ini tetap tak diindahkan, maka resiko yang terjadi mobil matic anda akan cepat mengalami kerusakan, Berikut 4 larangan-larangan tersebut :

Tidak boleh menginjak rem saat posisi gigi masuk dalam kondisi mobil berhenti.

Para pengemudi matic tentunya banyak yang belum tahu tentang pantangan yang satu ini. Mereka yang berhenti saat lampu merah atau pada posisi jalanan macet, kebanyakan dari mereka tak sadar bahwa kakinya menahan lajunya mobil dengan menginjakkan rem yang cukup lama, dengan posisi gigi berada di posisi jalan. Hal itu akan membuat cepat kekurakan pada matic anda.

Baca Juga :   Prinsip kerja termometer zat cair yang tepat adalah

Tidak boleh alihkan gigi pada posisi P saat mobil belum sepenuhnya berhenti

Larangan yang jarang diketahui, bahkan sering dilakukan pengendara matic saat akan memberhentikan mobilnya, yakni memindahkan posisi gigi ke posisi P (Parkir) saat mobil benar-benar belum berhenti. Ini akan membuat mobil secara tiba-tiba akan berhenti dengan sistem pengereman otomatis. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada transmisi matic, apalagi tongkat P hanya berfungsi saat mobil dalam kondisi berhenti dan akan diparkirkan.

Tidak boleh injak gas yang berlebihan sebelum gigi persneling dimasukkan ke posisi jalan atau D

Hal ini yang sering dilakukan pengguna matic, dimana sebelum gigi jalan masuk atau posisi D, mereka langsung menggeber gas lalu memasukkan tuas matic ke posisi D, hal ini tentunya membuat mobil akan kerusakan pada komponen transmisi serta kerusakan pada clutch mobil matic anda.

Tidak boleh memasukkan gigi Netral saat posisi jalan menurun

Pernah terlintas dibenak para pengguna mobil matic, saat mobil mereka melintas di jalan menurun dengan memasukkan gigi netral dengan melakukan pengereman akan efektif mengatasi konsumsi bahan bakar kendaraan. Namun hal tersebut sangatlah dilarang, karena bisa menyebabkan sistem transmisi mobil matic akan menjadi jebol. Lebih baik dengan memasukkan gigi pada posisi yang lebih rendah, misalnya ke D1 maka mobil tetap melaju dengan pelan dan akan melakukan pengereman otomatis tanpa harus melakukan pengereman manual dengan kaki.

Perang Rusia Vs Ukraina Masih Berkobar, Negosiasi Damai Sulit Tercapai?


Oleh
Liputan6.com


pada 11 Jul 2019, 04:04 WIB

Diperbarui
11 Jul 2019, 04:04 WIB


Perbesar

Sama seperti mobil pada umumnya, ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian khusus.

Liputan6.com, Jakarta –
Mobil betransmisi otomatis atau matik menawarkan kemudahan saat berkendara. Mengoperasikannya pun terlihat sederhana, hanya butuh menginjak pedal gas dan pedal rem.

Tapi nyatanya, masih banyak yang salah kaprah saat mengendarai mobil matik. Tak sedikit kesalahan tersebut berujung petaka. Selain itu, perilaku tersebut bisa mengurangi usia pakai komponen mobil.

Maka itu, para pengendara mobil matik ada baiknya untuk memahami karakter mobil dan mengendarainya sesuai aturan. Melansir laman Auto2000, berikut aturan dasar mengendarai mobil transmisi otomatis:

1. Posisi tuas di P (parkir) adalah posisi yang dianjurkan saat menyalakan mesin. Beberapa mobil tak bisa menyala jika posisi tuas tidak di posisi P. Hal ini untuk menghindari risiko mobil melompat saat mesin dinyalakan.

Baca Juga :   Sebutkan peralatan apa saja yang dipakai untuk instalasi listrik *?

2. Injak juga pedal rem untuk menghindari mobil melompat karena tuas tidak berada di P. Prosedur ini sudah baku untuk mobil transmisi matik Toyota dan mobil tidak bisa dinyalakan jika rem tak diinjak.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca


Perbesar

Mobil transmisi matik kian digemari (Septian/Liputan6.com)

3.
Saat berhenti dalam waktu lama dan mesin nyala, seperti ketika menunggu lampu hijau nyala, posisikan tuas transmisi di N (netral) dan tarik tuas rem parkir sebagai pengaman.

4.
Jangan menaruh tuas di D (drive/jalan) dan menginjak pedal rem saat berhenti dalam waktu yang lama. Seperti ketika berhenti di lampu lalu lintas. Sebab rem bisa cepat panas dan ada kemungkinan mobil bergerak maju begitu saja saat kaki melepaskan rem.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca


Perbesar

Ilustrasi (Foto: Carmudi)

5. Saat parkir, posisikan tuas di P dan tarik rem parkir. Kecuali saat parkir paralel, jangan lupa aktifkan Shift Lock untuk melepas pengunci tuas transmisi sehingga bisa memindahkanna ke posisi N.

6.
Ketika berhenti di jalan menanjak karena macet, jangan menekan pedal gas untuk menahan mobil karena akan membuat tansmisi panas. Cukup lakukan langkah nomor 3.

7.
Secara alami, mobil akan bergerak maju atau mundur saat tuas dipindah ke D atau R, makanya selalu injak pedal rem saat memindahkan tuas transmisi agar perpindahan berlangsung halus dan mereduksi potensi mobil lompat.

8.
Usahakan untuk tidak mengandalkan posisi D saat menghadapi turunan, apalagi yang curam atau panjang. Meski tidak seefektif transmisi manual, tapi pengemudi bisa memanfaatkan efek engine brake dengan memindahkan tuas gigi 3, 2, atau L sesuai kebutuhan.

Scroll down
untuk melanjutkan membaca

9.
Posisi gigi lebih rendah juga bisa dipakai saat membutuhkan power dan tempo cepat, seperti ketika menyalip atau di jalan menanjak, sesuai kebutuhan di jalan.

10.
Perlakukan mobil secara halus, seperti sedikit mengangkat pedal gas saat gigi otomatis pindah atau tidak menginjak pedal gas ketika tuas digeser untuk menjaga kondisi transmisi otomatis agar tidak mudah cepat rusak.

11.
Meski sudah hafal, sesekali tengok posisi tuas transmisi supaya tidak salah memposisikan dan pastikan posisinya tepat seperti ketika memindahkan ke gigi R.

12.
Karena rem menjadi perangkat penting untuk mobil transmisi otomatis dan menjadi andalan di berbagai situasi, maka rawatlah rem mobil secara rutin dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.

Sumber: Otosia.com

Lanjutkan Membaca ↓

Hal yang tidak boleh dilakukan pada mobil Matic

Posted by: pskji.org