Kenapa ipc tidak bisa di smk teknik

Kenapa ipc tidak bisa di smk teknik

Usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, para siswa lantas akan melanjutkan studinya di jenjang universitas. Nah, buat kamu para calon mahasiswa, sudah tahukah apa saja jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia?

Pasalnya, penting banget kamu mengetahui secara seksama jalur masuk kuliah apa saja yang ada di Indonesia, baik untuk PTN, PTS maupun sekolah kedinasan.

Hal tersebut bertujuan agar kamu bisa mempersiapkan seluruh hal yang dibutuhkan sehingga kamu bisa kuliah di kampus impian.

Baca Juga:
Sebelum Masuk Kampus, Pahami Dulu Apa itu SKS, IP, IPK dan KRS!

Nah, berikut adalah lima jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia serta prosedur pendaftarannya. Yuk, simak ulasan lengkapnya di sini.

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN merupakan jalur masuk kuliah khusus untuk universitas negeri di Indonesia.

Untuk bisa mengikuti seleksi SNMPTN, siswa akan mendapat undangan dari sekolah, baik SMA, SMK atau sederajat.

Karena undangan dari sekolah, maka SNMPTN akan menilai kelayakan calon mahasiswa berdasarkan keunggulan akademik. Jadi, SNMPTN khusus untuk siswa berprestasi yang memiliki nilai raport baik serta riwayat prestasi yang dapat dibuktikan.

Kamu dapat menghubungi panitia SNMPTN di sekolah untuk melakukan pendaftaran. Setelah itu kamu akan mendapatkan NISN dan password yang bisa digunakan untuk login ke website SNMPTN.

Pada sistem tersebut akan memberitahukan apakah kamu dapat mendaftar atau tidak yang didasarkan dari hasil pemeringkatan nilai.

Jika kamu masuk di dalam pemeringkatan, kamu dapat melanjutkan dengan mengisi biodata, memilih jurusan, serta mengunggah foto dan dokumen. Pendaftaran SNMPTN tidak dipungut biaya sama sekali.

Kamu dapat memilih tiga jurusan dengan satu di antaranya adalah PTN di kota asalmu. Tapi kalau kamu hanya memilih satu jurusan maka kamu bebas memilih PTN-nya.

Baca Juga :   Kunyit Daun Suji Dan Wortel Adalah Contoh

Selain itu, perlu diperhatikan kalau yang dapat mengikuti jalur masuk perguruan tinggi tanpa tes ini hanya siswa yang lulus di tahun tersebut. Misal kamu lulus di tahun 2021, maka kamu hanya dapat mengikuti SNMPTN 2021.

Untuk kuotanya sendirinya yaitu minimal 20 persen dari total mahasiswa S1 Reguler di jurusan kuliah universitas tersebut.

Misalnya, S1 Kedokteran UI hanya menerima 100 mahasiswa, maka 20 orang di antaranya masuk melalui jalur SNMPTN. Jumlah tersebut dapat lebih tapi tidak akan kurang dari itu.

2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Selain SNMPTN, kamu juga bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau yang disebut juga dengan SBMPTN.

UTBK diselenggarakan secara serentak di 74 titik yang ada di Indonesia. Untuk tahun 2021, tes UTBK-SBMPTN akan diselenggarakan pada 12 – 18 April 2021 untuk gelombang 1 dan gelombang 2 akan digelar pada 26 April hingga 4 Mei 2021.

Untuk melakukan pendaftaran, kamu bisa masuk ke website LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dengan mengisi sejumlah data dan mengunggah dokumen.

Kamu dapat memilih dua jurusan pada satu PTN, ataupun satu jurusan di dua PTN. Jika kamu mengambil IPC, kamu bisa memilih tiga jurusan.

Panitia mengenakan biaya 200 ribu rupiah untuk jurusan IPA/IPS, dan 300 ribu rupiah untuk IPC. SBMPTN masih dapat diikuti lulusan SMA/MA/SMK dari dua tahun sebelumnya.

Materi tesnya terdiri dari Tes Potensi Skolastik dan Tes Kemampuan Akademik sesuai dengan jurusanmu.

Kuota SBMPTN ini cukup besar lho yaitu 40 persen, jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya ya.

Baca Juga:
Materi Ujian UTBK SBMPTN 2021 dan Surat Penting yang Wajib Dibawa Peserta!

3. Seleksi Mandiri

Jangan berkecil hati jika kamu gagal SNMPTN dan SBMPTN, soalnya ada beberapa PTN yang juga menyelenggarakan penerimaan mahasiswa melalui seleksi mandiri. Seperti ujian tulis UGM dan seleksi masuk UI.

Baca Juga :   Asam Yang Membentuk Hidroselulosa Dapat Merusak

Meski begitu, ada juga PTN memilih untuk menambah kuota SNMPTN dan SBMPTN dan tidak mengadakan seleksi mandiri.

Selain itu, beberapa universitas negeri yang membuka seleksi mandiri hanya melihat dari nilai UTBK tanpa mengadakan tes lagi.

Meskipun ini kesempatan terakhir untuk masuk PTN, namun kuotanya bisa mencapai maksimum 30 persen. Untuk alur dan biaya registrasi kamu perlu pantau website PTN yang kamu incar.

4. Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN)

Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) merupakan jalur masuk perguruan tinggi khusus untuk politeknik negeri.

Untuk prosedur masuknya juga hampir mirip dengan SNMPTN yaitu dengan mengandalkan prestasi akademik dan tanpa ujian tertulis.

Sedangkan pelaksanaannya juga diselenggarakan serentak di 42 Politeknik Negeri di seluruh Indonesia.

Nantinya, sekolah akan mengajukan sejumlah nama ke sistem PMDK-PN untuk mendapatkan username dan password para siswa.

Setelah diberikan ke siswa, maka siswa dapat melakukan login ke website PMDK-PN, jika tidak dilakukan dalam tujuh hari maka username dan password akan hangus.

Selanjutnya, siswa akan diminta untuk melengkapi biodata, mengisi nilai raport, data keluarga, status ekonomi keluarga serta memilih jurusan yang diinginkan.

Kamu dapat memilih dua jurusan di tiga politeknik. Setelah itu siswa dapat mencetak formulir pendaftaran, mengirim berkas dan mengunggah bukti pengiriman berkas.

Pihak politeknik akan melakukan validasi data kamu dan mengumumkan hasilnya di website resminya.

5. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan

Jalur masuk perguruan tinggi selanjutnya yang bisa kamu pilih yaitu mengikuti ujian masuk perguruan tinggi kedinasan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan lainnya.

Ada beberapa tes yang harus kamu lalui untuk dapat menuntut ilmu di sekolah kedinasan, seperti tes kemampuan akademik, tes kemampuan dasar, tes kemampuan bidang, psikotes, wawancara, hingga tes kesehatan.

Baca Juga :   Variasi Posisi Tubuh Pada Renang Gaya Dada Disesuaikan Dengan

Tak hanya itu, beberapa sekolah kedinasan juga akan memberikan pelatihan fisik dan mental karena bertujuan untuk menjaga keamanan negara seperti Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN).

Persaingan masuk sekolah kedinasan memang terbilang sangat ketat karena menjanjikan masa depan yang terjamin setelah lulus yaitu otomatis menjadi CPNS dan bekerja di lembaga pemerintahan.

Baca Juga:
Otomatis Jadi CPNS, ini Rekomendasi Sekolah Kedinasan di Indonesia!

Nah, itu dia lima jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia yang bisa kamu pilih agar dapat kuliah di kampus idaman. Selain persaingan yang ketat, calon mahasiswa juga kerap harus dihadapkan dengan permasalahan lain yakni biaya kuliah.

Tak bisa dipungkiri kalau biaya pendidikan menjadi beban yang banyak dialami para orangtua, apalagi jika harus membayar biaya kuliah dalam waktu bersamaan dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut banyak membuat calon mahasiswa yang mengurungkan niatnya untuk kuliah di kampus impian lantaran terbatasnya dana yang dimiliki.

Tapi kini kamu tak perlu khawatir lagi, karena sudah ada Pintek yang akan mengatasi seluruh masalah biaya pendidikan kamu.

Pintek akan membayar biaya kuliah kamu langsung ke lembaga pendidikan yang sudah dipilih dan kamu dapat membayar kembali ke Pintek dengan cara dicicil.

Sesuai dengan misinya yaitu mendorong transformasi pendidikan di Indonesia, Pintek berkomitmen akan membantu para siswa yang ingin melanjutkan studinya melalui layanan keuangan Pintek Students.

Untuk memenuhi seluruh pembiayaan kuliah, kamu dapat mengajukan pinjaman
Pintek Regular
yang memang ditujukan untuk membayar uang pangkal, uang semester, SPP, kursus dan lainnya.

Jika kamu ingin mengetahui informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi situs resmi
Pintek atau menghubungi tim Pintek melalui telepon dan WhatsApp di nomor 021-50884607.

Kenapa ipc tidak bisa di smk teknik

Posted by: pskji.org