3 Apa yang akan lakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud?

3 Apa yang akan lakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud?

Persepsi awal saya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum mempelajari modul.1.1 tentang Refleksi filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara pada program pendidikan Guru Penggerak, tentu berbeda setelah mempelajari lebih rinci tentang filosofi Pendidikan Indonesia sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Jurusan Biologi dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang saya pilih saat saya duduk di bangku SMA ternyata tidak semua hal sesuai dengan harapan
dan minat saya walaupun bapak saya waktu itu membebaskan saya untuk memilih jurusan.

Saya terbawa arus pengaruh pola pikir teman-teman dan lingkungan bahwa jurusan IPA lebih berkelas dan bergengsi dibanding jurusan IPS dan Bahasa. Jurusan IPS dan bahasa terkesan sebagai “kelas buangan”.

Pada saat menjalani kegiatan belajar di kelas
X jurusan IPA Biologi sampai pada kenaikan kelas XI
saya termasuk siswa yang prestasi akademiknya lumayan bagus karena masuk juara 10 besar.

Saya merasa bahagia dan nyaman karena bukan hanya faktor eksternal kegiatan di luar kelas saja yang membuat saya senang tetapi juga karena faktor internal seperti penataan kelas yang indah dan bersih serta guru-guru yang mengajar dan membimbing saya sebagian besar adalah guru-guru yang begitu baik, menyenangkan dan bersahabat.

Sesuatu hal yang terasa sangat berpengaruh bagi saya adalah pada saat saya merasakan nuansa tidak nyaman dan tertekan berada di kelas XI sampai dengan kelas XII. Saya mendapati nuansa kelas dan guru-guru yang berbeda dengan kelas X dulu.

Kelas begitu sulit untuk dibikin indah dan nyaman ditambah lagi dengan kehadiran guru yang galak dan tidak bersahabat.
Waktu itu mata pelajaran ilmu eksakta seperti matematika, kimia, fisika adalah mata pelajaran yang pada awalnya saya anggap penting dan menantang tetapi selalu saja menjadi sulit dan menegangkan saat saya duduk di kelas XI karena pendekatan pendikan dan pengajaran oleh guru-guru sebagai pendidik dan pengajar dengan pendekatan yang tidak bersahabat, menekan, galak dan egois.

Terbukti setelah duduk di kelas XI dan naik kelas XII sampai tamat SMA, minat belajar dan kenyamanan saya sebagai siswa menjadi terganggu dan merasa tidak merdeka.
Akhirnya walaupun dinyatakan Lulus tetapi saya tidak masuk siswa berprestasi 10 besar lagi.

Baca Juga :   Jelaskan Cara Melakukan Perlombaan Lari Sambung Estafet

Fenomema tersebut secara substantif tetap saja masih kita temui bahkan saat saya menjadi seorang guru, walaupun sebenarnya pengalaman saya saat menjadi siswa cukup sebagai pembelajaran yang berharga. Persepsi dan pengalaman yang saya alami hanya salah satu penggalan cerita dari sekian banyak cerita tentang kondisi real pendidikan di negara kita tercinta.

Walaupun terdapat keterbatasan kondisi dan paradigma pola pikir pendidikan bangsa kita yang belum sepenuhnya menerapkan merdeka belajar sesuai filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara seperti tahun delapan puluhan zaman saya SD sampai SMA namun jika kita mulai dengan hal yang kecil seperti kegiatan pembelajaran yang dimulai dengan penanaman karakter budi pekerti ahlak mulia, penataan kelas yang indah dan bersih serta guru-guru yang mengajar dan membimbing dengan hati menjadikan siswa sebagai subyek dengan pendekatan holistik maka insyaaAllah langkah awal yang terlihat kecil akan menjadi aset bagi langkah-langkah besar sesuai Pendidikan Indonesia sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Perubahan Paradigma dan Prilaku

Perubahan paradigma dan prilaku yang saya rasakan setelah pembahasan Modul 1.1 dalam program pendidikan Guru Penggerak tentang Refleksi filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara yang dimulai dari diri saya sendiri berlanjut ke ekplorasi konsep, baik yang dilakukan melalui diskusi virtual, web meeting eksplorasi konsep bersama instruktur Ibu
Purnamasari Pelupessy, maupun refleksi terbimbing kerangka filosofis merdeka belajar yang dibimbing oleh fasilitator Bapak
Dr. B. Suparlan
serta pendampingan oleh Bapak
Dr. Salahuddin, S.Ag, M.Pd
dan Ibu
Ainun Asmawati, S.Pd, M.Pd. saya semakin tercerahkan yang berkaitan dengan Refleksi filosofi Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan.


Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaeda
h


untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.





Sedangkan Pendidikan (opvoeding)


memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki

peserta didik

agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Jadi menurut KHD,  “pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya.

M
enurut Ki Hajar Dewantara tujuan pendidikan adalah “penguasaan diri” sebab di sinilah

letak humanisai

pendidikan

yaitu

 memanusiawikan manusia
.

Baca Juga :   Secara sepintas gerakan kaki renang gaya dada mirip dengan gerakan titik titik saat berenang

Penguasaan diri merupakan langkah yang harus dituju untuk tercapainya pendidikan yang mamanusiawikan manusia. setiap

manusia

mampu menguasai dirinya, mereka akan mampu juga menentukan sikapnya.

maka


akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa
.Karakter inilah yang kita inginkan dari peserta didik kita.

Menurut KH Terdapat koneksi dua hal yang tidak terpisahkan antara pendidikan dan kebudayaan. Untuk mencapai kebudayaan yang kita mimpikan dan peradaban bangsa yg kita cita-citakan, fondasi utama adalah pendidikan, karena pendidikan adalah tempat bersemayam benih-benih kebudayaan. Inilah

Keinginan yang kuat dari Ki Hajar Dewantara untuk generasi bangsa ini dan mengingat
kan kita betapa

pentingnya guru yang memiliki kelimpahan mentalitas, moralitas dan spiritualitas

.

Penerapan Kegiatan

Kegiatan yang akan

di
lakukan agar proses pembelajaran


yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud

adalah dengan menerapkan Merdeka belajar yang berorientasi pada siswa, melalui pendekatan pendidikan yang holistik.


“The holistic education is the educate which developes all the students potential in harmony, comprises intellectual, emotional, physical, social, esthetic, and spiritual potential

. Yaitu Pendidikan yang menumbuh kembangkan seluruh potensi yang ada pada diri peserta didik secara seimbang yang meliputi, intelektual, emosi, fisik, sosial, seni dan potensi spiritualnya.

Dari konsep pemikiran KHD tersebut,


sebagai Implementasi P


embelajaran



Budaya Lokal



sesuai dengan pemikiran K


ihajar Dewantara



yang sudah

saya terapkan di SMAN Negeri 1 Sape adalah sebagai berikut :

  • Penanaman nilai karakter pada peserta didik sebelum pembelajaran dimulai dengan melakukan penataan kelas yang nyaman, bersih dari sampah dan penataan tata letak meja serta kursi di kelas yang rapi dan menyenangkan.

  • Melatih mental dan psikomotor peserta didik dengan memberikan kesempatan untuk tampil mengajar di depan teman-temannya

  • Penerapan Metode diskusi kelompok untuk menumbuhkan karakter gotong royong, mengungkapkan ide, bernalar kritis dan menghargai pendapat orang lain.

  • Merespon keinginan siswa untuk belajar di ruang terbuka seperti di taman, gazebo dan di bawah pepohonan rindang.

  • Menjadi salah satu nara sumber terjadwal setiap Jum’at pagi untuk mengisi kegiatan Tausiah Iman dan taqwa (imtaq) bagi seluruh peserta didik dan warga SMA Negeri 1 Sape di lapangan SMA Negeri 1 Sape.
Baca Juga :   Pengertian Robot Industri Secara Umum Adalah Robot

  • Disiplin dan Keteladanan.

Pada saat diamanahkan mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas) di SMA Negeri Sape diimplementasikan karakter disiplin dan keteladanan menyambut siswa setiap pagi hari. Para guru berbaris sepanjang sisi kiri dan kanan pintu gerbang sekolah untuk menyambut siswa bersalaman, senyum, salam, sapa hingga terasa suasana cair dan menyenangkan.

Rekomendasi


Berhubungmasyarakat Kabupaten Bima mata pencaharian masyarakat yang dominan adalah Petani dan Nelayan maka kerangka

pembelajaran

yang

sesuai dengan pemikiran KHD yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah

Kabupaten Bima adalah :


1.


K
ekuatan kodrat yang dimiliki

peserta didik

agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan


maka pendekatan komunikasi dalam bahasa daerah Mbojo-Bima


harus menjadi bagian dalam pendidikan.

P  Pendekatan pembelajaran bagi peserta didik melalui pengenalan dan pengamalan Budaya dan tradisi etnis Bima yang dipresentasikan oleh kaum Tani dan Nelayan masyarakat Kabupaten Bima saat panen raya seperti : Seni kareku kandei dan Mpa’a Gantau serta tradisi hanta uma panggu atau gotong royong membantu memindahkan rumah khas Mbojo-Bima, pacoa jara atau pacuan kuda


3.



Berhubungan dengan Pengajaran kecakapan hidup bagi peserta didik dan masyarakat sesuai KHD, maka life skill teknologi tepat guna yang berhubungan dengan pertanian bawang merah dan ikan hasil tangkapan khas nelayan Sape-Bima seperti produksi Bawang Goreng khas Bima dan kemasan Abon Ikan Laut khas Bima sebagai upaya untuk pemberdayaan potensi sumber daya alam unggulan masyarakat Bima adalah suatu yang sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan.

Dengan demikian, Implementasi Pembelajaran dan

proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran Kihajar Dewantara adalah proses pembelajaran yang dilakukan bukan saja semata-mata agar anak bisa bersekolah, ujian hasilnya baik dan lain-lain tetapi juga suatu proses pembelajaran dan pekerjaan yang menjadikan anak bangsa menjemput peradaban itu yaitu perpaduan antara value substantif yg terkandung dalam nilai pendidikan dan kebudayaan.

*****


Referensi :

Modul 1.1 Learn Management System Pendidikan Guru Penggerak 2020 Angkatan 1

https://www.kompasiana.com/salahuddinidris/5f8e2c06d541df131a4b2ef2/implementasi-pembelajaran-pada-konteks-budaya-lokal-masyarakat-bima-sesuai-dengan-pemikiran-ki-hajar-dewantara

3 Apa yang akan lakukan agar proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD dapat terwujud?

Posted by: pskji.org