Sai termasuk salah satu dari rukun haji yang dalam pelaksanaannya dikerjakan setelah

Sai termasuk salah satu dari rukun haji yang dalam pelaksanaannya dikerjakan setelah

Sebagai rukun islam rukun ke-5, haji merupakan ibadah yang memiliki banyak aturan untuk ditaati agar pelaksanaannya sah. Aturan ini terbagi ke dalam beberapa hal, di antaranya syarat, wajib, dan rukun haji. Itulah sebabnya, haji adalah ibadah yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Karena tidak boleh sembarangan, haji hanya bisa dilakukan oleh muslim yang sudah mampu secara materi maupun fisik. Setiap muslim yang hendak menjalankan ibadah haji harus mengetahui rukun haji dengan seksama agar pelaksanannya dapat diterima oleh Allah SWT.

Perlu Sahabat ketahui bahwa rukun haji merupakan syarat wajib yang harus dilakukan oleh setiap jamaah haji. Apabila Sahabat tidak melakukan rukun haji, maka ibadahnya dianggap tidak sah. Oleh karena itu, biasanya para jamaah haji harus mendapatkan bekal sebelum pergi ke Tanah Suci.

Bekal tersebut biasanya didapatkan saat melakukan manasik haji, yaitu peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukun haji. Dalam kegiatan manasik haji, calon jamaah akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syarat, wajib, dan rukun haji. Lantas, apa saja rukun haji yang perlu Sahabat ketahui? Kita simak penjelasannya dalam artikel ini, yuk!

Rukun Haji yang Harus Diamalkan oleh Jamaah Haji

Berikut ini beberapa rukun haji yang harus diamalkan oleh jamaah haji saat pelaksaan ibadah ke Tanah Suci, antara lain:

  1. Rukun haji yang pertama yaitu ihram. Yang dimaksud dengan berihram yaitu keadaan suci yang menandai dimulainya ritual haji untuk setiap jamaah. Rukun haji ihram ini dimulai dengan membaca niat hingga mengenakan pakaian ihram sebagai penutup aurat dan menjaga kebersihan.

    Ihram yang merupakan rukun haji dibedakan atas ihram laki-laki dan ihram wanita. Pakaian ihram untuk laki-laki terdiri dari dua lebar kain yang dipakai dengan cara diikat di bagian bawah dan diselempangkan ke badan. Sedangkan, bagi kaum wanita, cukup memakai pakaian biasa yang bersih serta tidak diperbolehkan menutup muka dan telapak tangan.

  2. Rukun haji yang selanjutnya yaitu wukuf di Arafah. Wukuf adalah inti dari proses pelaksanaan ibadah haji, waktu di mana seluruh jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk beribadah dengan optimal. Waktu wukuf dimulai saat tergelincirnya matahari (masuknya waktu zuhur) pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar di hari berikutnya, yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah.

  3. Thawaf merupakan rukun haji ketiga yang harus dilakukan setelah berihram dan wukuf di Arafah. Tawaf merupakan ritual berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Tawaf ifadhah dikerjakan setelah para jamaah haji berada di Mina untuk melempar jumrah, kemudian kembali ke Mekkah.

  4. Sa’i dalam rukun haji merupakan aktivitas berjalan kaki atau berlari-lari kecil secara bolak-balik sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwah, begitupun sebaliknya. Namun, bagi jamaah yang sakit atau tidak kuat berjalan, maka diperbolehkan untuk melakukan rukun haji ini menggunakan kursi roda sendiri atau bantuan yang telah disediakan oleh pihak Masjidil Haram.

    Saat melintasi kawasan antara bukit Shafa dan Marwah, para jamaah laki-laki disunahkan untuk berlari-lari kecil. Sedangkan, bagi jamaah wanita disunnahkan untuk berjalan cepat.

  5. Setelah melaksanakan Sa’i, jamaah melakukan rukun haji yang selanjutnya, yaitu tahallul. Yang dimaksud tahallul yaitu memotong rambut. Untuk laki-laki, paling sedikit menggunting tiga helai rambut, sedangkan bagi jamaah wanita cukup menggunting ujung rambutnya, paling sedikit tiga lembar juga.

    Jika sudah melakukan rukun haji ini, maka segala macam larangan dalam masa ihram sudah diperbolehkan atau dihalalkan (tahallul). Setelah ini pun para jamaah diperbolehkan untuk mengganti pakaian ihram menjadi pakaian biasa.

  6. Rukun haji yang terakhir namun tak kalah penting yaitu tertib. Artinya, semua rukun haji dan umrah hendaknya dikerjakan secara tertib atau berurutan, seperti yang dijelaskan di atas.

Baca Juga :   Konsep Pengampunan Dalam Perjanjian Baru Terletak Pada

Itulah beberapa rukun haji yang perlu Sahabat ketahui. Mungkin di antara Sahabat ada yang bertanya-tanya, apa bedanya rukun haji dengan rukun umrah? Apakah kedua ibadah ini memiliki perbedaan lainnya?

Jika ibadah haji mencakup 6 rukun, sedangkan umrah hanya 5 rukun. Saat melaksanakan ibadah umroh, para jamaah tidak perlu melakukan wukuf di padang Arafah seperti saat pelaksanaan haji. Sebab, kegiatan wukuf di padang Arafah hanya dikhususkan oleh jamaah haji sesuai dengan syariah Islam.

Selain mengacu pada rukun, ibadah haji dan umroh juga memiliki beberapa perbedaan lain yang penting untuk dipahami. Perbedaan kedua ibadah ini bisa dibagi ke dalam beberapa hal, di antaranya perbedaan hukum, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, jumlah jamaah, dan biaya.

Seperti yang Sahabat ketahui, untuk melaksanakan ibadah haji, biasanya kita harus menunggu sampai bertahun-tahun lamanya agar bisa pergi ke Tanah Suci. Hal ini dikarenakan untuk ibadah haji, kita memiliki nomor porsi masing-masing yang menentukan tanggal keberangkatan ke Tanah Suci.

Itulah sebabnya, tak sedikit pula orang yang ingin beribadah umrah terlebih dahulu sebelum nantinya ada kesempatan untuk ibadah haji. Apalagi ibadah umrah tidak perlu menunggu bertahun-tahun lamanya untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Bahkan, Sahabat juga bisa dengan mudah berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah. Sebab, sudah banyak kemudahan yang bisa Sahabat dapatkan jika ingin berangkat ibadah umrah, termasuk proses pembiayaannya. Sahabat bisa memanfaatkan
pembiayaan syariah paket umrah
yang disediakan oleh lembaga keuangan, salah satunya
Adira Finance
.

Produk pembiayaan syariah umrah ini merupakan salah satu produk unggulan dari Adira Finance yang memudahkan para calon jemaah umrah untuk bisa pergi ke Baitullah tanpa harus menunggu terkumpulnya uang tunai atau tabungan terlebih dahulu.

Sahabat tidak perlu khawatir dengan layanan pembiayaan syariah umrah ini karena menggunakan akad murabahah yang sesuai dengan prinsip syariah Islam. Akad murabahah adalah jenis transaksi jual beli dengan menegaskan harga perolehan dan margin keuntungan kepada pembeli. Keuntungan ini diperoleh atas kesepakatan antara pembeli dan penjual.

Sahabat yang menggunakan
pembiayaan syariah umrah
dapat langsung berangkat dengan berbagai jenis paket yang tersedia dari puluhan travel umrah terpercaya. Program syariah ini cukup terjangkau karena pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil atau diangsur sesuai dengan tenor yang telah ditentukan. Jaminannya pun menggunakan BPKB kendaraan, baik itu motor atau mobil, sehingga Sahabat tetap bisa menggunakan kendaraan tersebut.

Baca Juga :   Visi Misi Calon Anggota Osis Brainly

Oleh karena itu, layanan pembiayaan syariah umrah ini bisa jadi pilihan tepat bagi Sahabat yang ingin melaksanakan ibadah umrah dengan mudah dan tanpa harus menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan biayanya.

Semua kemudahan ini tentu memberikan manfaat yang baik bagi Sahabat sebagai konsumen, tentunya dengan prinsip syariah Islam yang berkah, aman, dan terpercaya. Untuk mengetahui seputar pengajuan biaya umrah dari layanan pembiayaan syariah Adira Finance, Sahabat bisa langsung klik
di sini.

Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at cp.dhafi.link. with Accurate Answer. >>

Ini adalah Daftar Pilihan Jawaban yang Tersedia :

  1. Thawaf
  2. Wukuf
  3. Ihram
  4. Tahallul

Klik Untuk Melihat Jawaban

Kuis Dhafi Merupakan situs pendidikan pembelajaran online untuk memberikan bantuan dan wawasan kepada siswa yang sedang dalam tahap pembelajaran. mereka akan dapat dengan mudah menemukan jawaban atas pertanyaan di sekolah. Kami berusaha untuk menerbitkan kuis Ensiklopedia yang bermanfaat bagi siswa. Semua fasilitas di sini 100% Gratis untuk kamu. Semoga Situs Kami Bisa Bermanfaat Bagi kamu. Terima kasih telah berkunjung.

tirto.id – Rukun haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan selama melaksanakan ibadah haji. Rukun haji harus dilaksanakan dengan benar agar ibadah haji menjadi sah.

Haji berasal dari bahasa Arab yang berarti menuju, mengunjungi, atau menyengaja ke suatu tempat. Haji dapat didefinisikan sebagai mengunjungi Ka’bah untuk beribadah sesuai dengan syarat dan aturan yang sudah ditentukan.

Haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Yang dimaksud mampu tentunya meliputi banyak hal, mulai dari mampu secara fisik, materi, hingga ketersediaan transportasi yang memadai.

Haji dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu yang sudah ditentukan oleh Allah SWT, yaitu pada bulan Syawal, Zulqa’dah, dan Zulhijah. Sementara itu, puncak pelaksanaan ibadah haji adalah pada tanggal 9 Zulhijah ketika jamaah melaksanakan ibadah wukuf di padang Arafah.

Untuk melaksanakan ibadah haji, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon jamaah. Mengutip buku
Fikih
untuk Madrasah Aliyah kelas X, syarat haji adalah beragama Islam, baligh (dewasa), berakal sehat, merdeka, dan mampu.

Rukun Haji dalam Islam

Ibadah haji menjadi sah apabila para jamaah melaksanakan rukun haji dengan benar. Rukun haji merupakan rangkaian kegiatan atau amalan yang harus dilakukan selama melaksanakan ibadah haji.

Jadi, apabila ada rukun haji yang ditinggalkan, maka ibadah hajinya tidak akan sah. Menurut buku
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
untuk Kelas X, rukun haji meliputi:

1. Ihram

Ihram adalah berniat melaksanakan ibadah haji. Ihram ditandai dengan mengenakan pakaian ihram warna putih disertai pengucapan lafaz ‘Labbaika Allahumma hajjan’ yang berarti ‘Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk berhaji’.

Ihram juga menjadi tanda dimulainya ibadah haji. Bila jamaah melewati miqat (batas waktu dan tempat dimulainya haji) tanpa ihram, maka ia wajib kembali ke salah satu miqat untuk berihram.

2. Wukuf

Wukuf yaitu hadir di padang Arafah sejak tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar di 10 Zulhijah. Wukuf adalah ibadah yang dilakukan sebagai bentuk pengasingan diri, sekaligus sebagai gambaran tentang bagaimana manusia saat dikumpulkan di padang Mahsyar.

Baca Juga :   Which of the following is another term for top-down estimating?

Wukuf menjadi momen yang tepat untuk bertaubat kepada Allah SWT. Di saat ini pula jamaah sebaiknya memperbanyak zikir, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

3. Tawaf

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad pula. Tawaf dilakukan berlawanan dengan arah jarum jam sehingga posisi Ka’bah ada di sebelah kiri jamaah.

Syarat sah tawaf:

  • Niat
  • Menutup aurat
  • Suci
  • Dilakukan sebanyak 7 kali
  • Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad
  • Berlawanan arah jarum jam (Ka’bah di sisi kiri badan)
  • Dilaksanakan di Masjidil Haram

Menurut para ulama, ada tiga macam tawaf, yaitu:

  • Tawaf
    qudum: dilakukan ketika jamaah haji baru tiba di Mekah
  • Thawaf
    ifadhah: tawaf ini hukumnya wajib, apabila ditinggalkan maka hajinya tidak sah. Tawaf
    ifadhah
    dilakukan pada hari kurban setelah lempar jumrah
    aqabah.
  • Thawaf
    wada’: dilakukan saat jamaah hendak meninggalkan Mekah, karena itu sering disebut sebagai tawaf perpisahan.

Selain ketiga tawaf di atas, ada pula tawaf sunnah yang bisa dilakukan kapan saja sesuai kemampuan jamaah haji.

4.
Sa’i

Sa’i
adalah berlari-lari kecil dan dilakukan di antara bukit Safa dan Marwah setelah tawaf
ifadhah
atau tawaf
qudum.
Sa’i
dilakukan sebanyak tujuh kali, dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah.

5.
Tahallul

Tahallul
adalah keadaan ketika jamaah kembali diperbolehkan melakukan hal yang sebelumnya dilarang selama ibadah haji.
Tahallul
ditandai dengan mencukur atau menggunting rambut kepala, boleh sebagian atau seluruhnya, minimal tiga helai rambut.

Sesuai informasi dari
Tuntunan Manasik Haji dan Umrah
dari Kementerian Agama,
tahallul
terdiri dua tahap, yaitu:

A.
Tahallul awwal: keadaan seseorang yang telah melakukan dua di antara kegiatan:

  • Lempar jumrah
    aqabah
    dan mencukur/menggunting rambut.
  • Tawaf
    ifadhah,
    sa’i, dan mencukur/menggunting rambut.
  • Tawah
    ifadhah,
    sa’i, lempar jumrah
    aqabah

Setelah
tahallul awwal, jamaah diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ibadah haji (kecuali berhubungan suami istri).

B.
Tahallul tsani: keadaan seorang jamaah yang telah melakukan tiga kegiatan, yaitu lempar jumrah
aqabah, tawaf
ifadhah
serta sa’i, dan mencukur/menggunting rambut.

Setelah
tahallul tsani, seluruh larangan ihram boleh dilakukan tanpa terkecuali, termasuk hubungan suami istri.

6. Tertib

Tertib artinya semua amalan yang termasuk rukun haji dilakukan secara berurutan dan tidak ada yang boleh ditinggalkan.

Baca juga:

  • Hikmah & Makna Menjalankan Ibadah Haji dan Umrah bagi Umat Islam
  • Pemerintah Tak Berangkatkan Haji Tahun Ini Demi Keselamatan Jemaah

Baca juga artikel terkait RUKUN HAJI atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia

(tirto.id – erk/ylk)


Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani
Kontributor: Erika Erilia

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Rukun haji adalah rangkaian kegiatan atau amalan yang harus dilakukan selama melaksanakan ibadah haji.

Sai termasuk salah satu dari rukun haji yang dalam pelaksanaannya dikerjakan setelah

Posted by: pskji.org